Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jawa Tengah » Dapati Pegunungan Kendeng Lebih Banyak Jagung Ketimbang Tanaman Keras, Ganjar Minta Ada Evaluasi

Dapati Pegunungan Kendeng Lebih Banyak Jagung Ketimbang Tanaman Keras, Ganjar Minta Ada Evaluasi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 24 Jan 2023
  • visibility 163
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Grobokan, Rabu 25  Januari  2023

Dapati Pegunungan Kendeng Lebih Banyak Jagung Ketimbang Tanaman Keras, Ganjar Minta Ada Evaluasi

 

(Foto/ist)

 

Jawa  Tengah,  indonesiaexpose.co.id  – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo prihatin melihat kondisi kawasan Pegunungan Kendeng yang berada di Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan. Persentase tanaman jagung di kawasan itu lebih besar dibanding tanaman keras atau pepohonan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat tidak ada penahan air di kawasan pegunungan, sehingga berkontribusi pada bencana banjir di Grobogan.

“Nah ternyata di sini ada pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) bersama Perhutani. Bagus, tapi kan ada syarat persentase. Syaratnya itu 50 persen harus tegakan, kalau saya lihat di belakang itu 99 persen tidak ada tegakan. Semuanya ditanami jagung,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ,melalui siaran resminya, Rabu (23/1/2023).

Ganjar tak menampik jika tanaman jagung itu bagus bagi masyarakat, karena memberikan nilai tambah perekonomian. Namun, perlu juga diperhatikan terkait kondisi lingkungan dan kebutuhan tanaman keras atau pepohonan, sebagai penyangga maupun penahan air. Bila mayoritas ditanami jagung dan hujan deras karena cuaca ekstrem, maka akan berpotensi menyebabkan bencana, misalnya longsor.

“Karena apa? Karena tidak ada tanaman yang menahan,” lanjut Ganjar.

Melihat kondisi tersebut, dia langsung meminta dilakukan evaluasi terkait pemanfaatan lahan di Pegunungan Kendeng Utara itu. Berdasarkan keterangan dari pihak Perhutani selaku pemilik lahan, sebagian lahan di kawasan itu merupakan PHBM dan sebagian lagi perhutanan sosial, dengan komoditas paling besar tanaman jagung.

“Sekarang kita evaluasi. Kalau masih seperti ini ya bahaya. Sekarang harus kita review, itu paling tidak butuh waktu sekitar 4-5 tahun, hingga tanaman keras (pohon) itu betul-betul bisa menggigit (akarnya),” jelas Ganjar didampingi Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Setelah ada evaluasi, Ganjar meminta agar pengelolaan kawasan itu lebih diperhatikan lagi. Berapa persentase tegakan dan bawah tegakan yang diharuskan, serta berapa persentase yang dikelola.

“Bukan kemudian mengelola seluruh lahannya, terus digunduli gini,” tutupnya. (088)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Bali, Minggu  23  November  2025 Renungan  Joger    

  • Kisah Pemberdayaan Perempuan di Balik Sukses Produk Kecantikan Bali Alus

    Kisah Pemberdayaan Perempuan di Balik Sukses Produk Kecantikan Bali Alus

    • calendar_month Sabtu, 19 Jun 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu 19 Juni 2021   Kisah Pemberdayaan Perempuan di Balik Sukses Produk Kecantikan Bali Alus   Bali, indonesiaexpose.co.id  –  Di saat tren skincare makin bermunculan dan industri kecantikan Indonesia mulai menggeliat, ada seorang perempuan Bali yang telah menjadi pelopor akan kemajuan dunia kecantikan Tanah Air. Dia lah Ni Kadek Eka Citrawati sang pendiri Bali […]

  • Perumda  Bhukti  Praja  Sewakadarma 

    Perumda  Bhukti  Praja  Sewakadarma 

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Jakarta, Senin  23  Maret  2020   Perumda  Bhukti  Praja  Sewakadarma  

  • Serdik Sespimmen Polri Dikreg Ke-61 Bagi Sembako di Panti Asuhan Amanah Umah

    Serdik Sespimmen Polri Dikreg Ke-61 Bagi Sembako di Panti Asuhan Amanah Umah

    • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Bandung, Sabtu 01 Mei 2021   Serdik Sespimmen Polri Dikreg Ke-61 Bagi Sembako di Panti Asuhan Amanah Umah   Sespimmen Polri Dikreg ke-61 TA. 2021 AKBP Efrianza saat menyerahkan bantuan Sembako ke Panti Asuhan Amanah Umah, Kota Bandung, Jumat (30/4/2021).   Jawa Barat, indonesiaexpose.co.id –  Panti Asuhan Amanah Umah merupakan salah satu lembaga kesejahteraan sosial anak yang […]

  • Mengantisipasi Kenaikan Harga Jelang Natal dan Tahun Baru, Disperindag Kota Denpasar Monitoring Harga Bahan Kebutuhan Pokok

    Mengantisipasi Kenaikan Harga Jelang Natal dan Tahun Baru, Disperindag Kota Denpasar Monitoring Harga Bahan Kebutuhan Pokok

    • calendar_month Senin, 21 Des 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin 21  Desember  2020   Mengantisipasi Kenaikan Harga Jelang Natal dan Tahun Baru, Disperindag Kota Denpasar Monitoring Harga Bahan Kebutuhan Pokok   BALI,  indonesiaexpose.co.id  –  Mengantisipasi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok, menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar melakukan monitoring harga bahan kebutuhan pokok di seluruh pasar rakyat […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Bali,  Senin  09  Desember  2019   Renungan  JOGER  

expand_less