Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Suarakan Darurat Lingkungan, Kunto Aji, Reality Club, Teddy Adhitya, Sukatani, dan Sederet Musisi Indonesia Bergabung dalam IKLIM

Suarakan Darurat Lingkungan, Kunto Aji, Reality Club, Teddy Adhitya, Sukatani, dan Sederet Musisi Indonesia Bergabung dalam IKLIM

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
  • visibility 384
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gianyar, Minggu  29  Juni  2025

Suarakan Darurat Lingkungan, Kunto Aji, Reality Club, Teddy Adhitya, Sukatani, dan Sederet Musisi Indonesia Bergabung dalam IKLIM

 

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Di tengah tantangan lingkungan yang semakin mendesak di Indonesia, 15 musisi dari berbagai daerah dan genre termasuk Kunto Aji, Reality Club, Teddy Adhitya, Sukatani, dan sejumlah nama lainnya, berkumpul di Ubud, Bali, untuk mengikuti rangkaian lokakarya.

Melalui IKLIM (The Indonesian Climate Communications, Arts & Music Lab), para musisi ini mendalami berbagai isu tentang krisis iklim serta kaitannya dengan musik, kreativitas, dan refleksi pribadi. Dalam serangkaian lokakarya yang digelar selama lima hari ini, para musisi
membahas akar penyebab krisis iklim, peran seni dan budaya dalam mendorong aksi, serta merumuskan langkah kolaboratif untuk mendorong perubahan nyata.

Lokakarya yang diselenggarakan oleh IKLIM (The Indonesian Climate Communications, Arts & Music Lab) juga mempersatukan para musisi dari berbagai daerah dan lintas genre di Indonesia, termasuk Ave The Artist, Bunyi Waktu Luang, Chicco Jerikho, Egi Virgiawan, Majelis Lidah Berduri, Manja, Peach, Scaller, The Brandals, The Melting Minds, dan Usman and The Black Stones. Bersama-sama, mereka terlibat dalam diskusi dan kolaborasi artistik yang membahas berbagai isu lingkungan yang mendesak. Seperti ancaman terhadap kawasan Raja Ampat yang memicu gerakan #SaveRajaAmpat, ekspansi pertambangan nikel di Morowali, deforestasi, hingga ketergantungan Indonesia terhadap batu bara yang masih tinggi.

Gerakan IKLIM sendiri telah berjalan sejak 2023 dan hingga kini telah melibatkan 43 musisi. Sejumlah musisi yang sebelumnya terlibat dalam album sonic/panic dan gerakan IKLIM pada 2023 dan 2024 kembali berkontribusi tahun ini sebagai fasilitator dalam berbagai sesi dan membagikan pengalaman pribadi mereka terlibat dalam IKLIM, seperti Cholil Mahmud dari Efek Rumah Kaca, Iga Massardi, Endah Widiastuti dari Endah N Rhesa, Petra Sihombing, Tuantigabelas, Stephanus Adjie dari Down For Life, Farid Stevy dari FSTVLST, dan Nova Ruth, serta Gede Robi dari Navicula yang juga merupakan co-founder gerakan IKLIM.

Kehadiran mereka memperkaya proses pembelajaran lintas generasi dan memperkuat semangat kolaboratif dalam menjawab tantangan krisis iklim melalui musik dan seni.

Bagi penyanyi dan penulis lagu ternama Kunto Aji, isu iklim memiliki resonansi yang kuat secara personal. “Saya tinggal di Tangerang Selatan, dan setiap hari harus menghadapi kualitas udara yang buruk. Saya punya dua anak kecil, dan saya ingin mereka tumbuh dengan udara yang layak, lebih baik dari yang mereka hirup hari ini,” ujarnya. “Udara itu kan gratis, tapi kenapa kita nggak bisa menikmatinya dengan baik? Kita tahu penyebab dan solusinya, tapi tidak ada tindakan nyata. Di situlah saya merasa perlu bertanya: sebagai musisi, apa yang bisa saya lakukan?”

Di tengah krisis iklim yang kian kompleks, musik dan seni memainkan peran penting dalam membangun kesadaran dan mendorong aksi publik. Didampingi para pakar dari berbagai organisasi iklim, para musisi belajar bersama tentang isu lingkungan seperti energi, hutan, laut, hingga ruang hidup komunitas adat.

“Dari berbagai pemaparan dan diskusi selama lokakarya, saya jadi semakin paham bahwa krisis iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan atau ekosistem, tetapi juga pada manusia, kebudayaan, dan struktur sosial kita. Sebagai musisi yang hidup dan berkarya di ruang-ruang sosial dan budaya, kami pun ikut terdampak. Oleh karena itu, penting bagi kami untuk turut merespons isu ini, karena pada akhirnya, perubahan iklim juga memengaruhi kami secara langsung, baik sebagai individu maupun sebagai seniman,” ujar Cipoy, gitaris Sukatani.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan, kegiatan ini ditutup dengan penanaman pohon di Gianyar, Bali. Inisiatif ini menjadi langkah kolektif para musisi untuk mengimbangi jejak emisi karbon yang dihasilkan dari perjalanan dan rangkaian aktivitas selama seminggu penuh.

Bagi Faiz, vokalis, gitaris sekaligus penulis lagu dari band Reality Club, pengalaman selama lokakarya ini tak hanya menginspirasi karya, tapi juga memantik refleksi personal yang mendalam. “Setelah mendapat banyak hard truth selama lokakarya, saya merasa terdorong
untuk mulai mengubah hal-hal dalam hidup saya secara perlahan tapi konsisten. Saya juga ingin membagikan kesadaran ini ke orang-orang di sekitar saya, seperti fans, teman, dan keluarga, karena penting untuk saling mengingatkan soal peran kita dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.

Setelah lokakarya berakhir, para musisi akan menerjemahkan pengalaman dan refleksi mereka selama lokakarya ke dalam karya musik baru. Lagu-lagu ini akan dihimpun dalam sebuah album kompilasi yang direncanakan rilis pada akhir 2025, sebagai bagian dari kampanye ‘No Music OnA Dead Planet’ atau Tak Ada Musik di Planet yang Mati yang diinisiasi oleh Music Declares Emergency. Gerakan global ini juga didukung oleh sejumlah musisi dunia seperti Billie Eilish, Massive Attack, dan Tame Impala, yang sama-sama meyakini bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyuarakan urgensi krisis iklim dengan cara yang kreatif, inklusif, dan menggugah.

(070)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Luwir Wiana  Apresiasi Ground Breaking JLS Badung: Bukti Nyata Komitmen Pemkab Badung atasi Kemacetan

    Luwir Wiana  Apresiasi Ground Breaking JLS Badung: Bukti Nyata Komitmen Pemkab Badung atasi Kemacetan

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle 110
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Mangupura, Kamis  30 Juli  2026 Luwir Wiana  Apresiasi Ground Breaking JLS Badung: Bukti Nyata Komitmen Pemkab Badung atasi Kemacetan   Bali,  indonesiaexpose.co.id  —  Sekretaris Komisi II DPRD Badung dari Fraksi PDI Perjuangan, I Wayan Luwir Wiana mengapresiasi, langkah strategis Pemerintah Kabupaten Badung yang memulai Ground Breaking Pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) serta Shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Jumat, 17 Sep 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Bali,  Sabtu  18  September  2021   Renungan  JOGER  

  • PLN: Standardisasi Akan Percepat Transisi Ekosistem Kendaraan Listrik

    PLN: Standardisasi Akan Percepat Transisi Ekosistem Kendaraan Listrik

    • calendar_month Jumat, 26 Nov 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Tangerang, Jumat 26 November 2021   PLN: Standardisasi Akan Percepat Transisi Ekosistem Kendaraan Listrik   PLN sudah mengembangkan platform aggregator Charge.IN yang terbuka dan terintegrasi dengan superapps PLN Mobile   Banten, Indonesiaexpose.co.id – Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu menginginkan agar transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan segera dilakukan. PT PLN (Persero) menilai […]

  • Mendagri berikan Anjungan Dukcapil Mandiri kepada Kalteng

    Mendagri berikan Anjungan Dukcapil Mandiri kepada Kalteng

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Palangka Raya, Minggu, 19 Juli 2020   Mendagri berikan Anjungan Dukcapil Mandiri kepada Kalteng   Mendagri Tito Karnavian (kiri) secara simbolis memberikan bantuan buku manajemen penanganan COVID-19 kepada Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di Palangka Raya, Minggu (19/7/2020). (IST)     KALTENG, INDEX – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan sebanyak dua unit mesin Anjungan […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 505
    • 0Komentar

    Bali, Minggu  10  November  2019   Renungan  JOGER  

  • Hak Ibadah dan Laut Rakyat Bali Tak Boleh Dikorbankan Demi Investasi

    Hak Ibadah dan Laut Rakyat Bali Tak Boleh Dikorbankan Demi Investasi

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle 080
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  11 Mei 2026 Hak Ibadah dan Laut Rakyat Bali Tak Boleh Dikorbankan Demi Investasi   Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Dr.(c)  Made Supartha , S.H.,M.H di Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan agenda pendalaman skandal Mega Proyek PT.BTID  di Ruang Rapat Gabungan Lantai III Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (11/5/2026).   Bali,  indonesiaexpose.co.id   — […]

expand_less