Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Orasi Pelantikan Guru Besar LSPR Institute: Model Komunikasi Politik Indonesia, Tanpa Model!

Orasi Pelantikan Guru Besar LSPR Institute: Model Komunikasi Politik Indonesia, Tanpa Model!

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
  • visibility 307
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,  Rabu  16  April 2025

Orasi Pelantikan Guru Besar LSPR Institute: Model Komunikasi Politik Indonesia, Tanpa Model!

 

 

Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  – LSPR Institute of Communication and Business (LSPR Institute) mengukuhkan Guru Besar Bidang Komunikasi khususnya komunikasi politik, Prof. Dr. Lely Arrianie, M.Si dengan orasi Ilmiah berjudul “Komunikasi Politik Tanpa Model: Tantangan Menemukan Model Komunikasi Politik Khas Indonesia Menuju 2045”. Yang merupakan gambaran model komunikasi politik Indonesia saat ini.
Acara pengukuhan tersebut berlangsung di Auditorium LSPR Institute di Jakarta, Jumat yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara seperti Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto, SPt. M.Pd, Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si, Gubernur dDr. Pramono Anung Wibowo, M.Si. serta 43 Guru Besar dan Dosen S3 lainnya.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Founder & CEO LSPR Institute, Dr. (H.C) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR yang mengatakan “Pengukuhan Profesor memiliki makna yang mendalam tidak saja bagi dunia pendidikan, tetapi juga kemajuan masyarakat demokratis yang memperkuat pondasi kehidupan masyarakat yang lebih cerdas, lebih kritis, dan lebih berbudaya”.

“Kita tahu, dunia komunikasi saat ini sedang menghadapi banyak tantangan: disinformasi, polarisasi media, krisis kepercayaan publik, kecanduan algoritma digital, dan budaya viral yang seringkali menenggelamkan nilai substansi. Begitu juga dengan dunia politik Indonesia yang membutuhkan etika komunikasi. Etika menjadi sangat penting sebagai basis komunikasi politik dan kebutuhan akan model komunikasi politik ciri khas Indonesia,” kata Prita Kemal Gani.

Sementara , Rektor LSPR Institute, Dr. Andre Ikhsano, M.Si menambahkan  acara pengukuhan Profesor membuktikan bahwa selaku institusi pendidikan, LSPR Institute saat ini semakin menunjukkan keseriusan dalam dunia akademis dengan memberikan sumbangsih keilmuan yang lebih luas dan mendalam. Orasi menunjukkan pentingnya komunikasi politik bagi setiap aktor politik agar menciptakan sebuah gaya, pola dan model komunikasi yang menunjukkan kekhasan Indonesia.

Dalam orasinya, Profesor Lely mengatakan, Indonesia perlu memiliki model komunikasi politik yang jelas dan kuat untuk membangun budaya politik yang merupakan ciri khas Bangsa Indonesia. Saat ini, Indonesia belum memiliki model komunikasi politik yang jelas, kalaupun ada, kita bisa sebut sebagai model komunikasi politik yang tidak ada model.

“Karena ketiadaan model, maka semua pilar demokrasi eksekutif, legislatif, dan yudikatif lebih didominasi oleh gaya atau pola komunikasi politik bukan model. Gaya (ciri khas dari individu politisi) dan pola (tindakan yang berulang dari politisi) tersebut menunjukkan lebih kepada gaya dan karakteristik atau sifat individu. Sementara model merupakan sebuah sistem yang konkret yang dapat menjadi acuan untuk mempelajari kompleksitas sebuah fenomena agar bisa dipelajari atau dianalisa lebih lanjut,” sambung Lely Arrianie.

Prof. Lely melihat komunikasi politik “tanpa model” itu berdasarkan dinamika panggung politik sejak reformasi hingga saat ini yang menurut hasil penelitiannya, terjadi pergeseran komunikasi politik dari yang bersifat santun dan seragam (di era orde baru yang tertata) ke arah komunikasi politik sebaliknya yang mengabaikan etika dan budaya politik. Karena komunikasi politik yang dapat dikatakan tidak memenuhi etika dan budaya politik. Sebagai model, tentu memiliki ciri khas yang tetap dan permanen.

Lebih jauh Lely menjelaskan bahwa komunikasi politik yang berlangsung saat ini tidak lagi linear tetapi bergerak ke arah yang lebih konvergen, sirkular bahkan lebih transaksional yang ditandai dengan praktik negosiasi yang intens. Sementara komunikasi politik adalah tentang pertukaran pesan politik bukan lagi penyampaian pesan yang membuat panggung politik lebih kaya impression management yang menyimpan banyak masalah termasuk warna warni kekerasan fisik maupun psikologis yang disikapi masyarakat sebagai premanisme politik.

Dengan menggunakan teori dramaturgi Erving Goffman terdapat dua panggung yaitu panggung depan (front stage) dan panggung belakang (back stage) dimana panggung depan sebuah wilayah pertunjukkan yang menampilkan hal – hal yang baik dan perilaku yang baik. Sedangkan panggung belakang, adalah wilayah yang disebut sebagai skenario panggung depan dimana dibolehkan perilaku yang bebas tanpa mempedulikan kelayakan sikap. Dalam realitas panggung politik Indonesia, menunjukkan bahwa banyak perilaku yang tidak layak yang ditampilkan (back stage) oleh para komunikator politik seperti politisi, aktivis, jurnalis, profesional bahkan masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya ke panggung politik.

Komunikator politik lebih mengutamakan kepentingan individu, sementara kita memerlukan sebuah model komunikasi politik yang mengedepankan etika, moral, keadilan dan tanggung jawab dan Lely optimis proses komunikasi politik Indonesia sedang berjalan ke arah yang lebih baik, meskipun sampai saat ini Indonesia belum memiliki acuan model politik.

Ketiadaan model menjadikan komunikasi politik menjadi olok olok di media bahkan di identikkan dengan standup comedy. Ketidak adaan model komunikasi politik ini dapat kita temukan di pemerintahan, ketika pemimpin berganti, kebijakan berganti, bertukar menteri, bertukar keputusan.Sehingga seringkali kita terkaget – kaget memahami keputusan atau untuk menerimanya.

“Komunikasi politik juga berbicara tentang kepemimpinan politik dimana juga dalam kepemimpinan koordinasi, hendaknya bisa menjadi pembicara politik ala motivator yang mengunggah dan membangun kehidupan yang lebih baik. Meski dapat dikatakan tidak memiliki model komunikasi politik, namun saya optimis proses politik yang terjadi akan menciptakan komunikasi model politik sehingga dapat menjadi acuan praktek komunikasi politik yang berbudaya, dan bertanggung jawab,” tutup Lely.

(007)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Bali,  Minggu  28  Desember 2025 Renungan  JOGER  

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu  07  Desember  2024 Renungan  Joger

  • Polda Jabar Tahun 2019 Selamatkan Uang Negara Sebesar 36 Miliar

    Polda Jabar Tahun 2019 Selamatkan Uang Negara Sebesar 36 Miliar

    • calendar_month Senin, 30 Des 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Bandung,  Senin  30  Desember  2019   Polda Jabar Tahun 2019 Selamatkan Uang Negara Sebesar 36 Miliar   Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi didampingi Karo Ops dan Kabid Humas menggelar konfrensi pers akhir tahun 2019 di Mapolda Jabar, Senin pagi (30/12/2019) (Foto : Bid Humas/indonesiaexpose.co.id)   Jawa Barat,INDEX – Para penegak hukum fokus untuk […]

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Denpasar,  Selasa  17  Mei 2022   Gubernur Koster Tegaskan WTP yang Diraih Benar-benar Berkualitas dan Bisa Dipertanggungjawabkan     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Pemerintah Provinsi Bali yang dipimpin oleh Gubernur Bali, Wayan Koster meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2021 yang dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Selasa, 8 Agt 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Bali,  Rabu  09  Agustus  2023 Renungan  Joger

  • Masa Pandemi Covid 19, Desa Dauh Puri Kelod Rutin Laksanakan Jumat Bersih

    Masa Pandemi Covid 19, Desa Dauh Puri Kelod Rutin Laksanakan Jumat Bersih

    • calendar_month Kamis, 5 Nov 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Denpasar,  Jumat  06  November  2020   Masa Pandemi Covid 19, Desa Dauh Puri Kelod Rutin Laksanakan Jumat Bersih   BALI, INDEX  –  Kebersihan harus tetap dijaga saat menghadapi pandemi covid 19 seperti saat ini. Seperti Desa Dauh Puri Kelod rutin melaksanakan Jumat Bersih setiap minggunya. Seperti hari ini kegiatan ini dilaksanakan di Jl Pulau Bacan […]

expand_less