Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » DPRD Bali Pertanyakan Progres Satpol PP

DPRD Bali Pertanyakan Progres Satpol PP

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
  • visibility 279
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Jumat  27  Juni  2025

DPRD Bali Pertanyakan Progres Satpol PP

 

Komisi I DPRD  Bali mengadakan rapat tindaklanjuti rekomendasi DPRD Provinsi Bali terkait bangunan liar, di  Pantai Bingin dan Step Up , bertempat di Ruang rapat gabungan lantai 3 DPRD Bali, Kamis (26/6/2025).

 

Bali, indonesiaexpose.co.id – Komisi I DPRD Provinsi Bali mengadakan rapat tindaklanjuti rekomendasi DPRD Provinsi Bali terkait bangunan liar, di Kawasan Pantai Bingin dan Step Up , bertempat di Ruang rapat gabungan lantai 3 DPRD Prov Bali, Kamis (26/6/2025).

Pada rapat tersebut, Komisi I DPRD Bali menekankan harus ada action untuk penutupan bangunan di Pantai Bingin dan Step Up setelah teguran tertulis dilayangkan beberapa waktu lalu.

Komisi I DPRD Bali mendesak OPD terkait agar tak berhenti di level rekomendasi. Ia menuntut aksi konkret untuk menindak bangunan yang melanggar aturan.

“Aturannya jelas, sudah ada pendapat ahli, lantas apa lagi yang ditunggu? Sudah saatnya penertiban dilakukan, bukan hanya wacana,” ujarnya tegas.

Komisi I DPRD Bali, menegaskan bahwa rekomendasi tersebut dikeluarkan tanpa harus menunggu persetujuan eksekutif atau gubernur. Ia mengacu pada PP Nomor 12 Tahun 2018 sebagai dasar hukum.

Rapat bersama terkait penertiban bangunan liar di kawasan Pantai Bingin itu berjalan kurang lebih empat jam. Diskusi alot terjadi antara anggota dewan dengan Pemprov Bali.

Komisi I DPRD Bali,  meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bali segera bergerak karena dewan sudah mengeluarkan surat rekomendasi pembongkaran.”Secara kasat mata sudah melanggar adanya jurang tebing dan sempadan pantai, sudah ada undang-undang yang mengatur, sudah ada keterangan dari para ahli, tapi belum ada langkah konkret yang bisa diambil,” terangnya.

Berdasarkan kajian, DPRD Bali menilai proyek hotel Step Up menyalahi Pasal 100 ayat (2) Perda Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali 2023-2043. DPRD juga meminta penegak hukum turun tangan atas dugaan pidana di balik proyek itu.

Sesuai Perda Provinsi Bali, ketinggian bangunan secara umum dibatasi paling tinggi 15 meter dari permukaan tanah tempat bangunan didirikan. Kecuali untuk fungsi-fungsi tertentu.

Komisi I DPRD kemudian menetapkan rekomendasi atas dugaan pelanggaran izin tersebut. Dewan meminta dinas-dinas terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin bangunan Step Up. Dewan juga meminta agar proyek itu dihentikan untuk sementara.

Dalam diskusi tersebut, Akademisi Universitas Udayana, Prof. Made Arya Utama, SH., M.Hum., menyampaikan pandangan kritis dan solutif untuk mengatasi persoalan tata ruang di Bali.

Menurut Prof. Arya, pendekatan penegakan hukum di Bali harus mulai bertransformasi dari model “top-down” menjadi “penegakan hukum partisipatif”. Artinya, tidak hanya mengandalkan. tindakan dari otoritas pusat, tetapi juga melibatkan seluruh elemen pemerintahan hingga tingkat lingkungan-termasuk kepala lingkungan dan masyarakat.

Prof. Arya menegaskan bahwa pembangunan ilegal tidak mungkin muncul seketika seperti dongeng “Roro Jonggrang. Ada proses panjang
yang bisa diawasi sejak awal.

“Orang membangun pasti butuh waktu dan persiapan. Kalau ada material dikumpulkan, itu sudah bisa jadi alarm awal. Nah, kalau sejak awal dicek, akan jelas apakah ada izin atau tidak,” tambahnya.

la mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap aturan tata ruang sejatinya adalah bentuk pengabaian terhadap kesepakatan masyarakat yang telah dituangkan dalam Peraturan Daerah.

Tata ruang bukan sekadar peraturan pemerintah, melainkan hasil konsensus bersama rakyat melalui wakilnya di DPRD.

Mengutip Pasal 73 Undang-Undang Nomor 26Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Prof. Arya menyebutkan bahwa pejabat yang mengeluarkan izin bertentangan dengan tata ruang dapat diberhentikan dari jabatannya .

Dengan demikian setiap kasus dapat saja terkena pasal berlapis. Masing-masing pelanggaran memiliki konsekuensi hukum, akan tetapi membangun diatas tanah negara tanpa ijin memiliki konsekuensi hukum yang serius, Pelaku bisa dikenakan sanksi pidana dan perdata, serta berpotensi menghadapi penggusuran bangunan. Demikian pula bagi pelaku pelanggaran garis sempadan, ketinggian bangunan, serta perwajahan Arsitektur Tradisional Bali dapat terkena sangsi pembongkaran “penyesuaian”, Disamping itu sangat mungkin akan ada yang berhubungan dengan Hukum Administarsi Negara (HAN). Dan.mirisnya akan ada oknum yang diduga ikut memainkan peran untuk memuluskan pelanggaran tersebut!

 

Menanggapi itu, Kepala Satpol PP Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi  mengakui pembangunan hotel tersebut melanggar ketentuan. Termasuk terkait ketinggian bangunan maupun lokasinya yang berada di sempadan pantai. Pihaknya telah menyurati 46 pengusaha sejak 19 Juni 2025 untuk menghentikan aktivitas usaha yang melanggar.

” Kami sedang menyiapkan pembiayaan alat berat untuk eksekusi , dengan anggaran sekitar 600 juta. SP1 untuk mengosongkan tempat usaha juga akan segera dilayangkan. Jika sampai SP3 tidak ada tindakan baru kami lakukan eksekusi sesuai aturan,” ungkapnya.

Bagaimana dengan Hotel Step Up yang putusan berbeda dengan 46 bangunan di sepanjang Pantai Bingin? Menurut Darmadi karena permasalahan berbeda. Pembangunan hotel Step Up memakai lahan pribadi sedangkan puluhan bangunan lainnya memakai tanah negara.

”Ini kan baru pemeriksaan tahap kedua. Tahap pendalaman kedua setelah 4 bulan lalu baru kegiatan 40 persen. Kalau 60 persen baru kelihatan yang dilanggar tentu itu dipastikan OPD teknis yang tahu betul aturannya nanti diajak duduk bersama,” kelit Darmadi.

Untuk permasalahan pembangunan Hotel Step Up telah disepakati akan menyurati pemilik hotel untuk menghentikan kegiatan pembangunan mulai hari ini (27/6/2025). Penghentian kegiatan pembangunan hingga pemeriksaan maupun pendalaman selesai.”Hari ini surat kami akan buat suratnya (kemarin,red) menghentikan kegiatan pembangunan sampai kepada clear semuanya,” jelasnya.

Sementara ,Kasatpol PP Badung IGAK Suryanegara menyampaikan, rekomendasi DPRD Bali telah dilaporkan kepada bupati .

” Bupati sudah menerima aspirasi warga pantai bingin yang mengadu soal rekomendasi itu. Pimpinan kami berharap agar pembongkaran dilakukan secara mandiri oleh pelaku usaha,” ucapnya.

Meski demikian, ia menyatakan kesiapan Pemkab Badung untuk melakukan langkah tegas jika pelanggaran tidak ditindaklanjuti.

Berdasarkan data satpol PP Bali , sekitar 46 bangunan di pantai bingin ada yang telah berdiri sejak 1980-an. Bangunan di sana awalnya hanya untuk berdagang, hingga lambat laun menjadi bangunan permanen seperti saat ini. Bahkan, ada bangunan yang dimiliki WNA.

Selain di kawasan pantai bingin terdapat 23 pengusaha akomodasi pariwisata di pantai Balangan juga terindikasi memanfaatkan lahan sempedan jurang dan sungai. Puluhan akomodasi tersebut didominasi restoran.

Rapat di pimpin ketua Komisi I DPRD Bali ,Nyoman Budiutama, dihadiri anggota komisi I seperti Made Supartha, Wayan Bawa,  Wayan Tagel Winarta, Dewa Nyoman Rai, Dr. Drs. A.A. Ketut Sudiana, S.H., A.Ma., M.H. (Tim Ahli DPRD Prov. Bali), Akademisi Universitas Udayana, Prof. Made Arya Utama, SH., M.Hum, Kasatpol PP Bali Dewa Darmaji, Kasatpol PP Kab.Badung dan OPD terkait.

(080)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • indonesiaexpose.co.id

    indonesiaexpose.co.id

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Jakarta, Selasa  21  Oktober  2025    

  • PT.Terra Drone Indonesia Angkat Bicara 

    PT.Terra Drone Indonesia Angkat Bicara 

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 431
    • 0Komentar

    Jakarta,  Senin 27 November 2023 PT.Terra Drone Indonesia Angkat Bicara (Foto/ist)   Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  Buntut perselisihan sengketa bisnis antara PT.Sky Tech Indonesia dengan PT.Terra Drone Indonesia yang tidak kunjung selesai, PT Sky Tech Indonesia mengalami kerugian miliaran rupiah .akibat barang-barang yang ada di gudangnya diambil paksa oleh pihak PT Terra Drone Indonesia yang beralamat […]

  • Pemantauan PPKM Di Kelurahan Sanur Berjalan Kondusif  Warga Mulai Taati Prokes

    Pemantauan PPKM Di Kelurahan Sanur Berjalan Kondusif  Warga Mulai Taati Prokes

    • calendar_month Jumat, 22 Jan 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  22  Januari  2021   Pemantauan PPKM Di Kelurahan Sanur Berjalan Kondusif  Warga Mulai Taati Prokes     BALI, indonesiaexpose.co.id  –  Kegiatan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di lingkungan Kelurahan Sanur berjalan kondusif, sudah banyak masyatakat yang sadar dan menaati Protokol Kesehatan dan Jam Operasional. Hal ini disampaikan Lurah Sanur, IB. Raka Jinsu saat […]

  • Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi : “Laksanakan Penindakan Hukum Dengan Humanis, Tidak Pakai Merengut”

    Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi : “Laksanakan Penindakan Hukum Dengan Humanis, Tidak Pakai Merengut”

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Bandung,  Kamis  29  Agustus  2019   Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi : “Laksanakan Penindakan Hukum Dengan Humanis, Tidak Pakai Merengut”   Jawa Barat,INDEX  –  Untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, guna terwujudnya Keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) dalam rangka cipta kondisi menjelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden […]

    • calendar_month Selasa, 7 Jun 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa 07 Juni 2022   Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara dan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Ucapkan Selamat Hari Suci Galungan 8 Juni  dan Kuningan 18 Juni 2022     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Hari Suci Galungan yang dimaknai sebagai kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan), jatuh setiap Budha Kliwon Wuku Dunggulan. Tahun […]

  • Lurah Gianyar : SAYA HANYA MENDAMPINGI PARA KALING, TIDAK ADA MENGATASNAMAKAN PREJURU ADAT.

    Lurah Gianyar : SAYA HANYA MENDAMPINGI PARA KALING, TIDAK ADA MENGATASNAMAKAN PREJURU ADAT.

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Gianyar, Selasa 03  Maret  2020   Lurah Gianyar : SAYA HANYA MENDAMPINGI PARA KALING, TIDAK ADA MENGATASNAMAKAN PREJURU ADAT.   Lurah Gianyar Made Setiawan BALI, INDEX  –  Munculnya berita di media sosial, Prejuru Adat Gianyar menemui salah satu anggota Dewan dari Desa Gianyar didampingi Lurah Gianyar Made Setiawan, membuat gerah Prejuru Adat Gianyar.   Lurah […]

expand_less