Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Pemerintah Siapkan Pusat Keuangan Internasional di Bali, Prof. Salain: Jangan Korbankan Daya Tampung Alam Demi Investasi

Pemerintah Siapkan Pusat Keuangan Internasional di Bali, Prof. Salain: Jangan Korbankan Daya Tampung Alam Demi Investasi

  • account_circle 002
  • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
  • visibility 297
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Sabtu  25  Juli  2026

Pemerintah Siapkan Pusat Keuangan Internasional di Bali, Prof. Salain: Jangan Korbankan Daya Tampung Alam Demi Investasi

 

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  — Rencana pemerintah membangun Pusat Keuangan Internasional (International Financial Center/IFC) di Bali menuai sorotan tajam dari kalangan akademisi. Di tengah persiapan pemerintah menyusun Peraturan Pemerintah (PP) sebagai landasan hukum proyek tersebut, Guru Besar Unud Soroti Tata Ruang Bali, Ingatkan Ancaman Hilangnya Ruang Hidup Generasi Mendatang.

Guru Besar Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si., mengingatkan agar ambisi investasi tidak mengorbankan daya dukung lingkungan dan masa depan Pulau Dewata.

Menurut Prof. Salain, pembangunan tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi wajib menghitung secara ilmiah kemampuan alam Bali dalam menerima tambahan beban pembangunan.

“Persoalannya bukan sekadar berapa besar keuntungan ekonomi yang diperoleh. Pertanyaan utamanya, berapa daya tampung Bali? Setelah itu, bagaimana daya lenting lingkungan kita untuk pulih ketika menerima tekanan pembangunan?” tegasnya.

Ia menilai konsep daya lenting lingkungan selama ini nyaris tidak pernah dijadikan indikator utama dalam setiap kebijakan pembangunan. Akibatnya, berbagai aktivitas ekonomi terus bertambah tanpa diimbangi perhitungan mengenai akumulasi dampak terhadap lingkungan.

“Bali Bukan Ruang Tanpa Batas”

Prof. Salain mencontohkan fenomena sederhana yang selama ini luput dari perhatian pemerintah, yakni menjamurnya usaha laundry di berbagai wilayah Bali.

Menurutnya, hampir tidak pernah ada evaluasi mengenai ke mana limbah cair, deterjen, pewarna, maupun bahan kimia dari ribuan usaha tersebut bermuara.

“Siapa yang menghitung limbah itu dibuang ke mana? Siapa yang mengawasi? Semua aktivitas ekonomi menambah beban lingkungan, tetapi jarang dihitung secara serius,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa setiap proyek besar akan menambah tekanan terhadap lingkungan apabila tidak didasarkan pada kajian ilmiah yang komprehensif.

Pertanyakan Urgensi IFC di Bali

Prof. Salain juga mempertanyakan urgensi pembangunan kawasan fisik untuk Pusat Keuangan Internasional di era digital.
Menurutnya, transaksi keuangan modern pada dasarnya telah berlangsung secara elektronik dan tidak selalu membutuhkan pembangunan kawasan baru yang berpotensi mengubah bentang ruang Bali.

“Saya masih belum memahami secara utuh konsep yang akan diterapkan. Dubai berbeda, Singapura berbeda, Jakarta berbeda. Bali juga memiliki karakter yang sama sekali berbeda. Karena itu jangan terburu-buru mengambil keputusan sebelum kajiannya benar-benar matang,” katanya.

Ia menegaskan, sebelum pemerintah membangun proyek berskala besar, masyarakat harus memperoleh penjelasan yang transparan mengenai bentuk pembangunan, kebutuhan ruang, manfaat ekonomi, hingga dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan sosial budaya Bali.

Kajian Ilmiah Harus Didahulukan

Prof. Salain mengingatkan bahwa pembangunan yang hanya berorientasi pada investasi tanpa memperhitungkan daya dukung lingkungan justru berpotensi menimbulkan persoalan baru di masa depan.

Menurutnya, setiap kebijakan strategis harus berlandaskan kajian ilmiah yang objektif, bukan semata-mata didorong oleh target investasi.

“Yang paling penting adalah menjaga Bali. Alamnya harus dilindungi, budayanya harus diamankan, dan setiap pembangunan wajib berpihak pada kepentingan jangka panjang masyarakat Bali, bukan hanya kepentingan ekonomi sesaat,” pungkasnya.

Pernyataan Prof. Salain menambah daftar kritik terhadap rencana pembangunan Pusat Keuangan Internasional di Bali. Di tengah upaya pemerintah mempercepat proyek strategis tersebut melalui penyusunan Peraturan Pemerintah, publik kini menanti apakah aspek lingkungan, budaya, dan daya tampung Pulau Dewata benar-benar akan menjadi prioritas, atau justru kembali dikalahkan oleh ambisi investasi.

(002)

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Rabu, 3 Agt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Denpasar , Kamis  04  Agustus  2022 Universitas Mahasaraswati  (Unmas) Denpasar  gelar  Seminar Nasional ‘  Implementasi Tri  Dharma ‘ Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar gelar Seminar Nasional dengan tema ‘ Implementasi  Tri   Dharma” di Auditorium Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, Rabu (3/8/2022).(Foto/ist)   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Seminar Nasional dalam rangka implementasi tri dharma perguruan tinggi kembali digelar […]

  • Bank  Indonesia , Dukung  Digitalisasi  Pembayaran dan Web Pasar se Bali

    Bank  Indonesia , Dukung  Digitalisasi  Pembayaran dan Web Pasar se Bali

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Tabanan, Kamis  24  September  2020   Bank  Indonesia , Dukung  Digitalisasi  Pembayaran dan Web Pasar se Bali     BALI,  INDEX  –  Dalam rangka mendorong Bali Bangkit, kebijakan ekonomi dilakukan dengan adaptasi masyarakat dari konvensional menjadi serba digital termasuk dalam cara berjualan dan bertransaksi. Hal itu disampaikan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, dalam […]

  • indonesiaexpose.co.id

    indonesiaexpose.co.id

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Jakarta, Kamis  18  Juli  2024

  • Wagub Jabar : “Warga Sebaiknya Menggunakan Masker Medis”

    Wagub Jabar : “Warga Sebaiknya Menggunakan Masker Medis”

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Bandung,  Senin  21  September  2020   Wagub Jabar : “Warga Sebaiknya Menggunakan Masker Medis”     JAWA BARAT,INDEX- Wakil Gubernur (Wagub) Jabar, Uu Ruzhanul Ulum bersama Wakapolda Jabar Brigjen Pol Eddy Sumitro Tambunan menghimbau warga masyarakat agar sebaiknya menggunakan masker lain selain jenis scuba.   Hal tersebut disampaikan Wagub Jabar usai rapat Gugus Tugas Percepatan […]

  • Kasus Meninggal Dunia Nihil, Update Covid-19 di Kota Denpasar Catatkan Penambahan Kasus Sembuh 22 Orang

    Kasus Meninggal Dunia Nihil, Update Covid-19 di Kota Denpasar Catatkan Penambahan Kasus Sembuh 22 Orang

    • calendar_month Kamis, 25 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis  25  Maret  2021   Kasus Meninggal Dunia Nihil, Update Covid-19 di Kota Denpasar Catatkan Penambahan Kasus Sembuh 22 Orang   Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Perkembangan Covid-19 di Kota Denpasar memang sulit diprediksi. Seperti halnya pada Kamis (25/3/2021) di Kota Denpasar kembali mencatatkan […]

  • ArisanKU BPR Kanti Kumpulkan Pelaku BPR se-Indonesia

    ArisanKU BPR Kanti Kumpulkan Pelaku BPR se-Indonesia

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Gianyar, Jumat 04 Juli 2025 ArisanKU BPR Kanti Kumpulkan Pelaku BPR se-Indonesia Bali, indonesiaexpose.co.id – Dalam semangat mempererat sinergi antar Bank Perekonomian Rakyat (BPR) serta mendorong kontribusi nyata bagi pemulihan ekonomi Indonesia, PT. BPR Sukawati Pancakanti (BPR Kanti) menyelenggarakan Seminar Nasional & Gathering BPR ArisanKU 2025 bertajuk “Menjawab Tantangan Kredit dan Mendorong Pemulihan: Strategi BPR […]

expand_less