BBM Sulit : Rakyat Bali Menunggu Bukti, Bukan Janji
- account_circle 080
- calendar_month 48 menit yang lalu
- visibility 35
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar, Selasa 13 Oktober 2026
BBM Sulit : Rakyat Bali Menunggu Bukti, Bukan Janji

Anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Ngurah Alit Kelakan
Bali, indonesiaexpose.co.id — Antrean panjang bahan bakar minyak di sejumlah SPBU di Bali menjadi sorotan serius. Anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Ngurah Alit Kelakan, mendatangi Kantor Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Bali di Denpasar, Selasa, 13 Oktober 2026.
Politikus PDI Perjuangan ini meminta penjelasan sekaligus mendesak Pertamina mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan distribusi Pertalite yang meresahkan masyarakat.
Alit Kelakan menegaskan, klaim stok BBM aman tidak boleh hanya berhenti pada angka di atas kertas!
Pertamina harus memastikan bahan bakar benar-benar tersedia di SPBU, distribusi berjalan tepat waktu, dan masyarakat bisa mendapatkan BBM tanpa harus menghadapi antrean panjang yang tidak wajar.
11.500 KILOLITER BBM, 101 ARMADA DIKERAHKAN!
Pertamina menyebut telah menyiapkan pasokan BBM dari dua titik distribusi utama di Bali.
Dari Depot Sanggaran, pasokan yang disiapkan mencapai 1.200 kiloliter, didukung 27 armada mobil tangki.
Sementara itu, Integrated Terminal Manggis menyiapkan pasokan sebesar 10.300 kiloliter, dengan dukungan 74 armada distribusi.
Secara keseluruhan, pasokan yang disiapkan dari kedua titik tersebut mencapai 11.500 kiloliter, dengan total 101 armada mobil tangki.
Langkah ini diharapkan memperkuat distribusi BBM, terutama Pertalite dan Pertamax, ke sejumlah SPBU di Bali.
Namun, besarnya pasokan dan jumlah armada yang dikerahkan belum menjadi jaminan apabila distribusi di lapangan tidak berjalan efektif.
Pertanyaan utamanya: kapan antrean benar-benar berakhir dan masyarakat bisa kembali mendapatkan BBM secara normal?
ANTREAN DITARGETKAN NORMAL 1–2 HARI, PUBLIK MENUNGGU BUKTI!
Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster telah memanggil jajaran PT Pertamina Patra Niaga ke Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Senin, 12 Oktober 2026.
Pemanggilan tersebut dilakukan untuk meminta penjelasan terkait antrean panjang kendaraan yang hendak membeli BBM di sejumlah SPBU di Bali.
Gubernur Koster meminta Pertamina bergerak cepat memperkuat pasokan dan mengoptimalkan distribusi, khususnya Pertalite dan Pertamax, agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Koster juga mengingatkan pentingnya pengelolaan BBM yang ketat demi menjaga situasi Bali tetap kondusif.
“Pengelolaan BBM di Bali agar dilakukan secara ketat. Hal ini penting untuk menjaga kondusivitas Bali di mata masyarakat dunia,” tegas Gubernur Koster.
BUKAN SEKADAR STOK, TETAPI HAK MASYARAKAT MENDAPATKAN BBM!
Kini, perhatian publik tertuju pada langkah nyata Pertamina dalam menormalkan distribusi BBM di Pulau Dewata.
Target normalisasi antrean dalam satu hingga dua hari menjadi ujian bagi efektivitas penyaluran pasokan yang telah disiapkan.
Masyarakat tidak cukup hanya menerima penjelasan mengenai stok yang tersedia. Mereka membutuhkan kepastian bahwa BBM benar-benar bisa dibeli di SPBU tanpa antrean yang berkepanjangan.
Pada akhirnya, yang mengantre bukan angka dalam laporan distribusi, melainkan rakyat yang membutuhkan BBM untuk bekerja, berdagang, mengantar anak sekolah, dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pertamina dituntut membuktikan bahwa pasokan yang dinyatakan aman benar-benar sampai kepada masyarakat.
( 080 )
- Penulis: 080
- Editor: putri
- Sumber: tim Index
