Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Teras Dialog : Quo Vadis Demokrasi Kita, Kritik Oto Kritik Pemilu 2019

Teras Dialog : Quo Vadis Demokrasi Kita, Kritik Oto Kritik Pemilu 2019

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 29 Sep 2019
  • visibility 187
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Minggu  29  September  2019

 

Teras Dialog : Quo Vadis Demokrasi Kita, Kritik Oto Kritik Pemilu 2019

Acara  Teras Dialog #6 bersama YYDiaz dengan tema ‘Quo Vadis Demokrasi Kita, Kritik Oto Kritik Pemilu 2019 ‘ bertempat di Warung Sang Dewi,Denpasar- Bali, Minggu  (29/9/2019)malam.(Foto/INDEX/080)

 

 

BALI,  INDEX  –  Demokrasi Indonesia pasca Pilpres 2019 cukup memberikan rasa mengkhawatirkan. Jelang  momen pelantikan Presiden terpilih pada 20 Oktober nanti, nampaknya suasana politik di negeri kita kembali memanas.

Di Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia, ribuan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi besar-besaran untuk menolak point-point yang ada dalam Rancangan Kitab Hukum Undang-undang Pidana (RKUHP)  sampai menimbulkan korban jiwa  yakni 2 mahasiswa di Kendari dan rusaknya beberapa fasilitas umum.

Ketua YYDiaz Center Valerian Libert Wange mengatakan, situasi nasional yang mulai kondusif itu justru berubah arah seolah kembali kemasa sebelum reformasi.Sejumlah aksi unjuk rasa mahasiswa,pelajar dan rakyat yang bertujuan untuk menginterupsi transaksional politik ,justru harus bertaruh nyawa.

” Aksi protes kali ini menjadi unik dan menarik lantaran massa pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK/ dulunya STM) juga turut serta turun aksi bersama massa mahasiswa. Bahkan sempat viral di berbagai media sosial hashtag “#maaf bang kami telat, karena masih harus sekolah dulu,” ungkap Valerian di acara  Teras Dialog #6 bersama YYDiaz dengan tema ‘Quo Vadis Demokrasi Kita, Kritik Oto Kritik Pemilu 2019 ‘ bertempat di Warung Sang Dewi,Denpasar- Bali, Minggu  (29/9/2019)malam.

Menurutnya, hashtag tersebut mengatakan kepada massa mahasiswa bahwa mereka terlambat datang aksi karena harus masuk sekolah terlebih dahulu. Hashtag ini pun beredar luas, dan sempat trending di berbagai media massa maupun media sosial, berbagai komentar pun bermunculan, ada yang mengapresiasi ada yang mencaci maki.

” Banyak pihak yang menuding aksi ini ditunggangi oleh elit-elit politik dengan berbagai kepentingan politiknya. Namun banyak juga yang mendukung karena suara mahasiswa adalah suara rakyat dan mahasiswa adalah penyambung lidah rakyat untuk menyuarakan aspirasi-aspirasi rakyat,” jelasnya.

Pendiri YYDiaz Center Yosep Yulius Diaz mengatakan, alasan pemilihan topik diskusi ini karena banyaknya masukan dan pertanyaan kritis dari para sahabat.

” Demokrasi Indonesia ini mau kemana ,banyak masyarakat yang belum bisa memilah dan membedakan esensi tentang kecintaan terhadap negara dengan sikap kritisnya kepada penyelenggara negara,” tambah Yosep di sela-sela acara Teras Dialog #6 YYDiaz di Warung Sang Dewi,Denpasar- Bali, Minggu  (29/9/2019)malam.

Lanjutnya, bermunculan berbagai kegelisahan akan adanya proses pelabelan terhadap kaum kritikus yang mengkerdilkan makna bernegara dan berdemokrasi.

” Untuk seluruh masyarakat Indonesia yang berbagi perspekstif demokrasi untuk hadir dalam teras dialog. Harapan kami melalui dialog ini bisa terhimpun catatan penting guna mempertajam arah membangun tradisi Demokrasi yang sehat,” tuturnya.

Sementara Made Arka selain sebagai dosen di Universitas Warmadewa yang turut menjadi pembicara menambahkan,terkait aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan salah satu bentuk perwujudan dari sistem demokrasi kita, dan penting untuk menjaga sistem demokrasi tersebut.

Menurutnya, aksi-aksi demonstrasi tersebut harus dilakukan dengan tepat, agar jangan sampai mengganggu ketertiban umum, dan merusak fasilitas umum.

“Demonstrasi penting bagi demokrasi, tapi harus tepat juga, dan dan jangan sampai merusak fasilitas umum, dan mengganggu ketertiban umum,” tandasnya.

Kesimpulan dialog terkait dengan tema yang diangkat, yaitu “Quo Vadis Demokrasi Kita, Kritik Otokritik Pemilu 2019” yang dibacakan oleh Valerian Libert Wangge, ketua YYDiaz Center sekaligus selaku moderator dalam dialog tersebut bahwa masih ada titik cerah untuk demokrasi kita, dengan masih adanya ruang-ruang dialog yang dapat dilakukan, serta partisipasi masyarakat dalam demokrasi harus lebih diperluas lagi, tidak hanya bertumpu pada Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. Aspek Elektoral yaitu masyarakat harua diperkuat dengan mendorong dan melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses perumusan berbagai kebijakan-kebijakan yang strategis.

(080)

 

 

 

 

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi IX DPR RI Beri Dukungan untuk Kelanjutan Pembangunan IKN

    Komisi IX DPR RI Beri Dukungan untuk Kelanjutan Pembangunan IKN

    • calendar_month Jumat, 15 Des 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 159
    • 0Komentar

    PENAJAM , Jumat  15  Desember  2023 Komisi IX DPR RI Beri Dukungan untuk Kelanjutan Pembangunan IKN     Kaltim,  indonesiaexpose.co.id  – Komisi IX DPR RI menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga dinilai makin memperkuat kinerja Otorita IKN yang selama ini telah dan akan dilakukan. Otorita IKN telah melakukan sejumlah upaya untuk […]

  • Wawali Arya Wibawa Tinjau Pelaksanaan Operasi Pasar Murah di Banjar Tampakgangsul.

    Wawali Arya Wibawa Tinjau Pelaksanaan Operasi Pasar Murah di Banjar Tampakgangsul.

    • calendar_month Kamis, 20 Jul 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis  20  Juli  2023 Wawali Arya Wibawa Tinjau Pelaksanaan Operasi Pasar Murah di Banjar Tampakgangsul.     Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan Pemkot Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan kembali menggelar Operasi Pasar Murah. Pelaksanaan kali ini yang dipusatkan di Balai Banjar Tampakgangsul dan ditinjau langsung Wakil Walikota Denpasar, I […]

  • BI  Bali Raih Kinerja Unggul Penyaluran KUR

    BI  Bali Raih Kinerja Unggul Penyaluran KUR

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat 07 November 2025 BI  Bali Raih Kinerja Unggul Penyaluran KUR   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Sebagai upaya akselerasi penyaluran KUR, Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penyaluran KUR Tahun 2025 wilayah kerja Jawa II (Jawa timur dan Yogyakarta), Bali, dan Nusa Tenggara. Kegiatan Rakor ini menjadi bagian dari rangkaian […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Bali, Rabu  16  Oktober  2019   Renungan  JOGER  

  • Renungan  JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Senin, 4 Jul 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Bali, Selasa 05 Juli 2022   Renungan  JOGER  

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Bali,  Jumat  22  November  2019   Renungan  JOGER  

expand_less