Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Teras Dialog : Quo Vadis Demokrasi Kita, Kritik Oto Kritik Pemilu 2019

Teras Dialog : Quo Vadis Demokrasi Kita, Kritik Oto Kritik Pemilu 2019

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 29 Sep 2019
  • visibility 226
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Minggu  29  September  2019

 

Teras Dialog : Quo Vadis Demokrasi Kita, Kritik Oto Kritik Pemilu 2019

Acara  Teras Dialog #6 bersama YYDiaz dengan tema ‘Quo Vadis Demokrasi Kita, Kritik Oto Kritik Pemilu 2019 ‘ bertempat di Warung Sang Dewi,Denpasar- Bali, Minggu  (29/9/2019)malam.(Foto/INDEX/080)

 

 

BALI,  INDEX  –  Demokrasi Indonesia pasca Pilpres 2019 cukup memberikan rasa mengkhawatirkan. Jelang  momen pelantikan Presiden terpilih pada 20 Oktober nanti, nampaknya suasana politik di negeri kita kembali memanas.

Di Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia, ribuan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi besar-besaran untuk menolak point-point yang ada dalam Rancangan Kitab Hukum Undang-undang Pidana (RKUHP)  sampai menimbulkan korban jiwa  yakni 2 mahasiswa di Kendari dan rusaknya beberapa fasilitas umum.

Ketua YYDiaz Center Valerian Libert Wange mengatakan, situasi nasional yang mulai kondusif itu justru berubah arah seolah kembali kemasa sebelum reformasi.Sejumlah aksi unjuk rasa mahasiswa,pelajar dan rakyat yang bertujuan untuk menginterupsi transaksional politik ,justru harus bertaruh nyawa.

” Aksi protes kali ini menjadi unik dan menarik lantaran massa pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK/ dulunya STM) juga turut serta turun aksi bersama massa mahasiswa. Bahkan sempat viral di berbagai media sosial hashtag “#maaf bang kami telat, karena masih harus sekolah dulu,” ungkap Valerian di acara  Teras Dialog #6 bersama YYDiaz dengan tema ‘Quo Vadis Demokrasi Kita, Kritik Oto Kritik Pemilu 2019 ‘ bertempat di Warung Sang Dewi,Denpasar- Bali, Minggu  (29/9/2019)malam.

Menurutnya, hashtag tersebut mengatakan kepada massa mahasiswa bahwa mereka terlambat datang aksi karena harus masuk sekolah terlebih dahulu. Hashtag ini pun beredar luas, dan sempat trending di berbagai media massa maupun media sosial, berbagai komentar pun bermunculan, ada yang mengapresiasi ada yang mencaci maki.

” Banyak pihak yang menuding aksi ini ditunggangi oleh elit-elit politik dengan berbagai kepentingan politiknya. Namun banyak juga yang mendukung karena suara mahasiswa adalah suara rakyat dan mahasiswa adalah penyambung lidah rakyat untuk menyuarakan aspirasi-aspirasi rakyat,” jelasnya.

Pendiri YYDiaz Center Yosep Yulius Diaz mengatakan, alasan pemilihan topik diskusi ini karena banyaknya masukan dan pertanyaan kritis dari para sahabat.

” Demokrasi Indonesia ini mau kemana ,banyak masyarakat yang belum bisa memilah dan membedakan esensi tentang kecintaan terhadap negara dengan sikap kritisnya kepada penyelenggara negara,” tambah Yosep di sela-sela acara Teras Dialog #6 YYDiaz di Warung Sang Dewi,Denpasar- Bali, Minggu  (29/9/2019)malam.

Lanjutnya, bermunculan berbagai kegelisahan akan adanya proses pelabelan terhadap kaum kritikus yang mengkerdilkan makna bernegara dan berdemokrasi.

” Untuk seluruh masyarakat Indonesia yang berbagi perspekstif demokrasi untuk hadir dalam teras dialog. Harapan kami melalui dialog ini bisa terhimpun catatan penting guna mempertajam arah membangun tradisi Demokrasi yang sehat,” tuturnya.

Sementara Made Arka selain sebagai dosen di Universitas Warmadewa yang turut menjadi pembicara menambahkan,terkait aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan salah satu bentuk perwujudan dari sistem demokrasi kita, dan penting untuk menjaga sistem demokrasi tersebut.

Menurutnya, aksi-aksi demonstrasi tersebut harus dilakukan dengan tepat, agar jangan sampai mengganggu ketertiban umum, dan merusak fasilitas umum.

“Demonstrasi penting bagi demokrasi, tapi harus tepat juga, dan dan jangan sampai merusak fasilitas umum, dan mengganggu ketertiban umum,” tandasnya.

Kesimpulan dialog terkait dengan tema yang diangkat, yaitu “Quo Vadis Demokrasi Kita, Kritik Otokritik Pemilu 2019” yang dibacakan oleh Valerian Libert Wangge, ketua YYDiaz Center sekaligus selaku moderator dalam dialog tersebut bahwa masih ada titik cerah untuk demokrasi kita, dengan masih adanya ruang-ruang dialog yang dapat dilakukan, serta partisipasi masyarakat dalam demokrasi harus lebih diperluas lagi, tidak hanya bertumpu pada Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. Aspek Elektoral yaitu masyarakat harua diperkuat dengan mendorong dan melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses perumusan berbagai kebijakan-kebijakan yang strategis.

(080)

 

 

 

 

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Pelatihan Digital Untuk Perempuan  XL Axiata – BCC Surabaya Dorong Produktifitas UKM di Jatim

    Gelar Pelatihan Digital Untuk Perempuan XL Axiata – BCC Surabaya Dorong Produktifitas UKM di Jatim

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Surabaya,Sabtu 12 Oktober 2019   Gelar Pelatihan Digital Untuk Perempuan XL Axiata – BCC Surabaya Dorong Produktifitas UKM di Jatim   Owner Koleksikikie, Riski Hapsari, Sisternet Partnership Management XL Axiata, Astri Mertiana, Founder Bloggercrony Community dan Owner Digital Kreativ Hub, Wardah Fajri dan Agnws Pramasurya Head Indirect Sales Enterprise XL Axiata berfoto Bersama dalam acara […]

  • Jajaran Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Penganyar Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur

    Jajaran Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Penganyar Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur

    • calendar_month Rabu, 23 Mar 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis  24  Maret  2022   Jajaran Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Penganyar Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur   Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana serta jajaran Pemkot Denpasar dengan menerapkan protokol kesehatan saat ngaturang Bhakti Penganyar […]

  • Wawali Denpasar Arya Wibawa Tinjau Bazzar Pangan Dinas Perikanan di Desa Dangri Klod.

    Wawali Denpasar Arya Wibawa Tinjau Bazzar Pangan Dinas Perikanan di Desa Dangri Klod.

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat 15  Agustus   2025 Wawali Denpasar Arya Wibawa Tinjau Bazzar Pangan Dinas Perikanan di Desa Dangri Klod.     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan berkolaborasi dengan Desa Dangin Puri Klod, Denpasar Timur menggelar Bazzar Pangan yang dipusatkan di area Pura Dalem Desa Adat Yangbatu, pada Jumat (15/8/2025) […]

  • Sekda Alit Wiradana Lepas Peserta Program Mudik Gratis Ikawangi

    Sekda Alit Wiradana Lepas Peserta Program Mudik Gratis Ikawangi

    • calendar_month Sabtu, 6 Apr 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu  06  April  2024 Sekda Alit Wiradana Lepas Peserta Program Mudik Gratis Ikawangi   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana melepas keberangkatan 450 orang warga Kota Denpasar, peserta program mudik gratis jelang Hari Raya Lebaran 1445 Hijriah. Program mudik yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Dewata Bali dengan […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Bali,  Jumat  29  April 2022   Renungan  JOGER

  • Renungan  JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 537
    • 0Komentar

    Bali, Jumat 16  Desember  2022 Renungan  JOGER  

expand_less