Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Kementan Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT

Kementan Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2020
  • visibility 144
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Minggu  08  Maret  2020

 

Kementan Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT

 

BALI,  INDEX  –  Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) memandang penting peran tokoh masyarakat, agama, dan adat dalam memberikan dukungan untuk program pengendalian penyakit hewan. Hal tersebut disampaikan Dirjen PKH, I Ketut Diarmita saat berdiskusi dengan para tokoh yang hadir dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Penyakit Babi Wilayah Bali dan NTT, (06/02/2020).

 

Menurutnya, selama ini pengendalian penyakit hewan lebih banyak mengandalkan aspek teknis saja, padahal aspek lain seperti sosial budaya dan dukungan politis tidak kalah pentingnya. Ia kemudian mengambil contoh pentingnya pelibatan tokoh yang dipercaya oleh masyarakat dalam pengendalian penyakit hewan.

 

“Saya berharap para tokoh masyarakat, agama, dan adat yang hadir khususnya dari Bali dan NTT dapat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang saat ini mengakibatkan kematian babi di Bali dan NTT,”ungkap Ketut Diarmita kepada indonesiaexpose.co.id melalui siaran tertulisnya, Minggu (08/3/2020).

 

Ketut kemudian menjelaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Ditjen PKH terus fokus dalam penanganan penyakit yang mengakibatkan kematian pada Babi. Kejadian tersebut berawal di Sumatera Utara pada akhir 2019, yang kemudian dinyatakan secara resmi sebagai wabah African Swine Fever (ASF).

 

Menurutnya, ASF merupakan penyakit yang sudah lama ada, diawali di Afrika pada tahun 1920-an, penyakit ini menyebar ke Eropa dan akhirnya dalam beberapa tahun terakhir masuk ke dan menyebar di Asia.

 

“Penyakit ASF ini sangat menular, dan sampai saat ini belum ada obat atau vaksinnya. Sekali ASF masuk ke suatu wilayah, sulit untuk diberantasnya. Oleh karenanya, sejak China dinyatakan wabah pada akhir tahun 2018, sebenarnya Indonesia sudah mempersiapkan diri menghadapi masuknya penyakit ini,” ujar Ketut.

 

Langkah-langkah yang telah dilakukan dari sejak wabah ASF terjadi di China, yakni membuat Surat Edaran kewaspadaan penyakit ASF, memberikan Bimtek dan Simulasi Penyakit ASF kepada petugas, melakukan sosialisasi secara langsung kepada petugas dan peternak, serta memberikan bahan sosialiasasi terkait ASF kepada dinas PKH di daerah.

 

“Kita juga telah siapkan bantuan desinfektan, sprayer, alat pelindung diri dan bahan pendukung lainnya, serta dana tambahan untuk pencegahan dan pengendalian ASF,” tambah Ketut.

 

Ditjen PKH juga telah berkoordinasi dan meminta Karantina Pertanian untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap barang bawaan penumpang pesawat atau kapal laut dari luar negeri yang membawa produk segar dan olahan babi, serta meminta stakeholder lain melakukan pengawasan penggunaan sisa-sisa makanan sebagai pakan babi (swill feed).

 

Ia menjelaskan bahwa selain pengendalian penyakitnya, pemerintah juga memikirkan jalan untuk pemulihan ekonomi bagi peternak dan pekerja di peternakan tersebut. Bagi peternak terdampak, telah diberikan bantuan penguburan atau pembakaran bangkai.

 

Ketut juga memberikan alternatif bagi pekerja yang terdampak kemungkinan fasilitasi pemberian bantuan ternak selain babi sebagai sumber penghidupan.

 

“Saat ini kita akan coba fasilitasi dengan pihak bank agar ada kebijakan yang meringankan peternak terkait kredit, pemberian kredit dengan bunga murah bagi peternak yang mau memulai usaha kembali, dan fasilitasi asuransinya,” ucapnya.

Perkembangan Kasus Kematian Babi

Ketut kemudian menyampaikan update tentang data kematian babi akibat ASF di Sumut yang saat ini mencapai 47.534 di 21 kabupaten/kota.

 

Ia menegaskan bahwa tanpa adanya pengetatan dan pengawasan lalu lintas hewan yang baik serta penerapan biosekuriti, sangat sulit membendung penyakit ASF ini.

 

“Belajar dari Sumut, dimana partisipasi masyarakat dalam program itu sangat penting, kita harapkan peran dan sumbangsih para tokoh masyarakat, agama, dan adat untuk dapat membantu memberikan pemahaman pada masyarakat terkait hal ini,” harapnya.

 

Lebih lanjut, Ketut juga menjelaskan tentang data kematian babi di NTT yang saat ini mencapai 3.299 di 6 kabupaten/kota. Berdasarkan pemeriksaan laboratorium yang menunjukan hasil positif ASF di Kabupaten Belu, Ia menduga bahwa kasus kematian babi di kabupaten/kota lain di NTT juga disebabkan oleh penyakit yang sama.

 

Sementara itu di Bali angka kematian babi akibat penyakit yang disebut peternak sebagai Grubug Babi yang dinyatakan pemerintah sebagai suspek ASF telah mencapai 2.804 di 8 kabupaten/kota.

 

“Ke depan, kita coba tingkatkan terus upaya-upaya pengendalian yang kita lakukan. Dengan adanya dukungan para tokoh, harapannya kerja kita nantinya bisa lebih efektif menekan kasus,” pungkasnya.

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Awali Tahun 2026, Wali Kota Denpasar Jaya Negara Dampingi Kunjungan Menpar RI di Kawasan Pariwisata Sanur.

    Awali Tahun 2026, Wali Kota Denpasar Jaya Negara Dampingi Kunjungan Menpar RI di Kawasan Pariwisata Sanur.

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis 01  Januari  2025 Awali Tahun 2026, Wali Kota Denpasar Jaya Negara Dampingi Kunjungan Menpar RI di Kawasan Pariwisata Sanur.     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Mengawali tahun 2026, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mendampingi kunjungan Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, Kamis (1/1/2026) siang, yang melaksanakan peninjauan sejumlah infrastruktur penataaan kawasan […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Bali, Rabu  25  Desember  2024 Renungan  Joger

  • Peduli Ketahanan Pangan, Bantuan PLN Tingkatkan Kapasitas Produksi Kelompok Wanita Tani di Bangli 7 Kali Lipat

    Peduli Ketahanan Pangan, Bantuan PLN Tingkatkan Kapasitas Produksi Kelompok Wanita Tani di Bangli 7 Kali Lipat

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Bangli, Sabtu  29   Juli 2023 Peduli Ketahanan Pangan, Bantuan PLN Tingkatkan Kapasitas Produksi Kelompok Wanita Tani di Bangli 7 Kali Lipat   Manager Komunikasi & TJSL PLN UID Bali menyerahkan bantuan alat produksi secara simbolis kepada perbekel Desa Catur Bali,  indonesiaexpose.co.id  – PT PLN (Persero) berkomitmen mendukung pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), salah […]

  • Pemkot Denpasar Gelar Anugrah KIPRAH Tahun 2024

    Pemkot Denpasar Gelar Anugrah KIPRAH Tahun 2024

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  11  Desember  2024 Pemkot Denpasar Gelar Anugrah KIPRAH Tahun 2024   Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menyerahkan Piagam Penghargaan Kompetisi Inovasi Perangkat Daerah Kota Denpasar (KIPRAH) Kota Denpasar Tahun 2024 dalam Penganugrahan di Graha Sewakadarma Kota Denpasar pada Rabu (11/12/2024). Bali, indonesiaexpose.co.id  –  Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Riset dan […]

  • Tim Tabur  Kejati Kalbar  Tangkap  Buronan DPO 6 Th  Muksin Syech M Zein

    Tim Tabur  Kejati Kalbar  Tangkap  Buronan DPO 6 Th  Muksin Syech M Zein

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Pontianak,   Jumat  04  Maret  2022   Tim Tabur  Kejati Kalbar  Tangkap  Buronan DPO 6 Th  Muksin Syech M Zein   DPO Muksin Syech M Zein (42) ( tengah) (Foto/ist)   Kalimantan  Barat,  indonesiaexpose.co.id  –  Kali ini di bawah komando Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Barat (Kalbar), Dr Masyhudi SH MH, Tim Tabur Kejati Kalbar berhasil menangkap […]

  • Sambut Idul fitri 2026, Walikota Jaya Negara Lepas 13 Bus Peserta Mudik Nyaman Bersama PLN.

    Sambut Idul fitri 2026, Walikota Jaya Negara Lepas 13 Bus Peserta Mudik Nyaman Bersama PLN.

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle 112
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Denpasar,  Selasa  17 Maret 2026 Sambut Idul fitri 2026, Walikota Jaya Negara Lepas 13 Bus Peserta Mudik Nyaman Bersama PLN.     Bali,  indonesiaexpose.co.id  —  PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali memberangkatkan 500 pemudik melalui Program Mudik Nyaman Bersama 2026 dari Terminal Ubung, Denpasar, Selasa (17/3/2026). Program ini merupakan bagian dari inisiatif Mudik […]

expand_less