Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jawa Barat » Lima Arahan Terbaru Presiden Terkait Penanganan Pandemi Covid-19

Lima Arahan Terbaru Presiden Terkait Penanganan Pandemi Covid-19

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2020
  • visibility 186
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bogor, Selasa  05  Mei 2020

 

Lima Arahan Terbaru Presiden Terkait Penanganan Pandemi Covid-19

Presiden Joko Widodo menyampaikan sejumlah arahan terbaru terkait pandemi virus korona atau Covid-19 dalam rapat terbatas yang digelar melalui telekonferensi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 4 Mei 2020 (Foto/ist)

 

JABAR,  INDEX  –  Presiden Joko Widodo menyampaikan sejumlah arahan terbaru terkait pandemi virus korona atau Covid-19 dalam rapat terbatas yang digelar melalui telekonferensi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 4 Mei 2020. Arahan Presiden tersebut yaitu pertama terkait evaluasi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang telah berlangsung di 4 provinsi dan 12 kabupaten/kota.

“Saya ingin memastikan bahwa ini betul-betul diterapkan secara ketat dan efektif dan saya melihat beberapa kabupaten dan kota telah melewati tahap pertama dan akan masuk ke tahap kedua. Ini perlu evaluasi, mana yang penerapannya terlalu over, terlalu kebablasan, dan mana yang masih kendur. Evaluasi ini penting sehingga kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan di kota/kabupaten maupun provinsi yang melakukan PSBB,” jelas Presiden melalui siaran resminya, Kamis (04/5/2020).

Kedua, Presiden meminta agar setiap daerah yang melakukan PSBB harus memiliki target-target yang terukur. Misalnya, berapa jumlah pengujian sampel dan tes PCR (polymerase chain reaction) yang telah dilakukan, apakah pelacakan yang agresif telah dikerjakan, serta berapa kontak yang telah ditelusuri setiap hari.

“Betul-betul ini harus dikerjakan. Kemudian juga apakah isolasi yang ketat juga dilakukan, karena saya melihat ada yang sudah positif saja masih bisa lari dari rumah sakit, yang PDP (pasien dalam pengawasan) masih beraktivitas ke sana ke mari. Kemudian juga apakah warga yang berisiko, yang manula (manusia usia lanjut), yang memiliki riwayat penyakit, riwayat komorbid (penyakit penyerta), ini sudah diproteksi betul. Evaluasi-evaluasi yang terukur seperti ini perlu dilakukan,” paparnya.

Ketiga, Kepala Negara meminta agar dilakukan monitor secara ketat terkait potensi penyebaran di beberapa klaster seperti klaster pekerja migran, klaster jemaah tablig, klaster Gowa, klaster rembesan pemudik, hingga klaster industri. Menurutnya, pengawasan klaster harus dilakukan secara baik guna mengantisipasi munculnya gelombang kedua.

“Kita lihat bahwa pekerja migran Indonesia, laporan yang saya terima, sudah 89 ribu (pekerja) yang sudah kembali dan akan bertambah lagi kemungkinan 16 ribu (pekerja), ini betul-betul harus ditangani, dikawal secara baik di lapangan sehingga jangan sampai muncul gelombang kedua. Yang lain juga klaster industri, kita harus memastikan industri-industri yang diizinkan beroperasi itu yang mana, harus dicek di lapangan, mereka melakukan protokol kesehatan secara ketat atau tidak,” ungkapnya.

Keempat, yang berkaitan dengan program jaring pengaman sosial yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), paket sembako, bantuan sosial (bansos), bantuan langsung tunai (BLT), hingga Dana Desa yang semuanya telah berjalan. Meski demikian, Presiden ingin agar seluruh program tersebut bisa sampai di tangan keluarga penerima secepatnya pada pekan ini.

Lebih lanjut, Presiden juga meminta Menteri Sosial Juliari P. Batubara, para gubernur, bupati, wali kota, camat, hingga kepala desa untuk turun langsung menyisir ke lapangan. Di samping itu, Presiden juga meminta agar para kepala daerah bisa fleksibel dalam mencari solusi bagi warga miskin yang belum mendapatkan bansos.

“Saya juga minta data penerima bansos dibuka secara transparan, siapa yang dapat, kriterianya apa, jenis bantuannya apa sehingga jelas, tidak menimbulkan kecurigaan-kecurigaan dan kita bisa melakukan segera, koreksi di lapangan. Tadi sudah saya sampaikan mengenai persoalan timing, betul-betul harus di-manage secara baik karena ada bantuan dari pusat, dari daerah, kemudian juga dari desa,” ujarnya.

“Yang terakhir, saya minta dibuat hotline untuk pengaduan sehingga apabila menemukan penyimpangan-penyimpangan, kita bisa ketahui secara cepat,” tandasnya.

(012)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Bali,  Kamis  03  September  2020   Renungan  JOGER  

  • PT.SUCOFINDO – KADIN Jabar  Dorong  Pemulihan  Ekonomi  Melalui  Implementasi  TKDN

    PT.SUCOFINDO – KADIN Jabar  Dorong  Pemulihan  Ekonomi  Melalui  Implementasi  TKDN

    • calendar_month Jumat, 19 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Bandung, Jumat  19  Maret  2021   PT.SUCOFINDO – KADIN Jabar  Dorong  Pemulihan  Ekonomi  Melalui  Implementasi  TKDN Dirut PT. Sucofindo Bachder Djohan Buddin dan Ketua KADIN JABAR Cucu Sutara didampingi stakeholder . Foto. Dok. Humas. Sucofindo.   Jawa Barat, indonesiaexpose.co.id – Sebagai komitmen dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional khususnya di wilayah Jawa Barat, PT SUCOFINDO (Persero) […]

  • Maraknya Penyelundupan Narkoba , Atensi Bagi Kepolisian

    Maraknya Penyelundupan Narkoba , Atensi Bagi Kepolisian

    • calendar_month Sabtu, 18 Sep 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Jakarta,  Sabtu  18  September  2021   Maraknya Penyelundupan Narkoba , Atensi Bagi Kepolisian Dittipidnarkoba Mabes Polda Brigjen Pol Krino H Siregar. (Foto. Dok Humas Polri)   Jakarta, indonesiaexpose.co,id – Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar menyebut, bahwa penyelundupan narkoba masih kerap terjadi padahal pemerintah sudah memberikan sanksi tegas bagi penyelundup narkoba tidak tanggung […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Bali,  Minggu  29  Desember  2019   Renungan  JOGER  

    • calendar_month Jumat, 26 Nov 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Kuta,  Jumat  26  November  2021  

    • calendar_month Minggu, 18 Des 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Balikpapan, Minggu 18 Desember 2022 Wawali Arya Wibawa Hadiri Outlook Apeksi Di Balikpapan Kaltim Tahun 2022     Kalimantan Timur. indonesiaexpose.co.id  – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengikuti berbagai agenda serangkaian Pembukaan Outlook Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) tahun 2022, Sabtu (17/12/2022), yang mana kegiatan dibuka di atas Kapal Tongkang HL 270 […]

expand_less