Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » “XL Smart Aquaculture” XL Axiata Bangun Solusi IoT untuk Tingkatkan Kualitas Budidaya Ikan dan Udang di Jawa Timur

“XL Smart Aquaculture” XL Axiata Bangun Solusi IoT untuk Tingkatkan Kualitas Budidaya Ikan dan Udang di Jawa Timur

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 23 Okt 2020
  • visibility 141
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jatim, Jumat  23  Oktober  2020

 

“XL Smart Aquaculture”

XL Axiata Bangun Solusi IoT untuk Tingkatkan Kualitas Budidaya Ikan dan Udang di Jawa Timur

 

JATIM,  INDEX  –  PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus mengembangkan solusi berbasis Internet of Thing (IoT) yang mengakomodir para pelaku usaha dari berbagai segmen. Bagi kalangan petani tambak, XL Axiata mengembangkang solusi precision farming bernama “XL Smart Aquaculture”. Solusi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas budidaya ikan dan udang. Diimplementasikan oleh sejumlah petani tambak ikan kerapu dan udang di Jawa Timur, solusi ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas rata-rata sebesar 20%.

“Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia sehingga potensi marine-culturenya sangatlah besar, namun saat ini Indonesia hanya menempati urutan keempat sebagai negara penghasil udang terbesar di dunia setelah Vietnam. Tantangan terbesar yang dihadapi sebagian besar petambak Indonesia dalam peningkatan produksi budidaya dalam negeri adalah metode budidaya konvensional yang belum banyak mendapatkan sentuhan teknologi serta minimnya data historis, selain itu perencanaan yang kurang matang, cuaca yang berubah-ubah, pemberian pakan kurang/berlebih, menyebabkan kualitas air tambak menjadi fluktuatif sehingga kegagalan panen dapat terjadi sewaktu waktu. XL Smart Aquaculture memungkinkan metode budidaya dengan teknologi berbasis data yang presisi,” kata Feby Sallyanto, Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata ,Jumat (23/10/2020).

Solusi “XL Smart Aquaculture” bekerja dengan cara mengambil dan mengolah data kualitas air secara otomatis dengan memadukan IoT dan machine learning sehingga petambak dapat langsung mengetahui keadaan tambak yang dikelolanya. Variabel penting yang dimonitor pada XL Smart Aquaculture ini adalah kondisi air di tambak. Dengan mengetahui data keadaan tambak, mereka dapat melakukan berbagai hal seperti mencegah penyakit, menghindari pemberian pakan yang berlebihan, dan mengoptimalkan kapasitas tambak.

Manfaat lain dari solusi ini adalah kemudahan dalam membaca kondisi tambak. Penggunaan XL Smart Aquaculture cukup mudah, petambak hanya perlu mencelupkan sensor kualitas air, kemudian data akan secara otomatis muncul di layar smartphone atau tablet. Petambak juga dapat memisahkan data tiap tambak, sehingga luas tambak 5.000 m2 hanya membutuhkan 1 unit alat. Selain itu, sistem pada solusi ini dapat memudahkan pengguna untuk melakukan input data tambak, baik dari sisi kualitas air, data pakan, data panen, ataupun data penyakit.

“Metode budidaya dengan data akurat dapat mencegah dan menanggulangi masalah yang ada di perairan. Perlakuan yang tepat bagi komoditas yang dibudidayakan dapat meningkatkan produktivitas budidaya dengan kualitas hasil panen yang sesuai dengan permintaan pasar. Solusi XL Smart Aquaculture berbasis IoT ini selain mampu meningkatkan kualitas dan produksi hasil panen, solusi ini juga mengurangi tingkat resiko kegagalan panen,” lanjut Feby.

Agar dapat menjawab salah satu tantangan para petani tambak, dimana sebagian lokasi tambak berada ada di area yang tidak terjangkau sinyal seluler yang stabil, solusi ini dikembangkan untuk dapat tetap bekerja secara maksimal disaat tidak mendapat sinyal seluler. Selain itu, solusi ini dapat ditambahkan fitur-fitur atau alat lainnya sesuai kebutuhan antara lain alarm, alat pemberian pakan secara otomatis, pengendali kincir air, kamera, serta machine learning untuk prediksi cuaca dan penyakit.

Saat ini XL Smart Aquaculture telah diterapkan oleh para petani tambak di Pacitan dan Situbondo. Salah satu petambak ikan kerapu di Situbondo menjelaskan, solusi IoT dari XL Axiata ini mudah diterapkan. Selain itu, XL Axiata juga memberikan layanan pendampingan, terutama konsultasi, pelatihan penggunaan alat, dan layanan purna jual. Menurutnya, bagaimana pun canggihnya suatu alat, jika petambak tidak bisa menggunakan maka akan sia-sia saja. Apalagi, kebanyakan petambak Indonesia saat ini sudah cukup berumur dan butuh waktu untuk adaptasi teknologi baru.

XL Axiata memperkuat komitmen untuk selalu mendukung pembangunan nasional melalui bidang telematika, termasuk dengan mendorong pemanfaatan layanan-layanan inovatif, termasuk IoT untuk memajukan dunia usaha termasuk di kalangan UMKM. Menginjak usia yang ke-24 tahun berkiprah sebagai operator telekomunikasi dan data di Indonesia, XL Axiata menyadari sepenuhnya atas urgensi bidang telematika yang digeluti sebagai salah satu penopang utama percepatan pembangunan nasional. Karena itu, manajemen XL Axiata akan terus selalu menyelaraskan kepentingan usaha dengan dukungan kepada visi pembangunan yang dijalankan pemerintah.

Untuk mempermudah pelaku usaha, termasuk kalangan UMKM, solusi IoT dapat digunakan meningkatkan produktivitas. XL Axiata memiliki laboratorium pengembangan solusi berbasis IoT bernama “X-Camp”. Di tempat ini kebutuhan para klien sebagai pengguna akan dituangkan menjadi suatu perangkat berbasis IoT yang bisa dioperasikan sesuai dengan yang diharapkan. Setiap perangkat IoT dibangun di atas platform “flexIoT” milik XL Axiata. Platform ini merupakan unified full-stack platform yang dapat diintegrasikan dengan mudah dengan sistem lain dan memberikan keutuhan dalam layanan.

(060)

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Yayasan Enesis Indonesia : Memberikan Bantuan berupa Produk Kesehatan dari Enesis Group kepada Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali

    Ketua Yayasan Enesis Indonesia : Memberikan Bantuan berupa Produk Kesehatan dari Enesis Group kepada Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat 04 Maret 2022   Ketua Yayasan Enesis Indonesia : Memberikan Bantuan berupa Produk Kesehatan dari Enesis Group kepada Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali   Enesis Group gelar Zoom Meeting  bersama awak media di Jakarta, Jumat (4/3/2022)(Foto/indonesiaexpose.co.id/002)   Bali, indonesiaexpose.co.id – Sebagai perusahaan fast moving consumer goods di Indonesia , Enesis […]

    • calendar_month Rabu, 12 Okt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Nusa  Dua,  Rabu  12  Oktober  2022 Sekda Alit Wiradana Hadiri Peringatan Peristiwa Bom Bali Di Pantai Merusaka Nusa Dua     Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IB Alit Wiradana menghadiri serangkaian peringatan peristiwa Bom Bali yang dilaksanakan di Pantai Merusaka, Kawasan ITDC Nusa Dua, pada Rabu (12/10/2022). Kegiatan ini merupakan peringatan ke 20 […]

  • Setya Novanto mengaku tidak pernah bahas PLTU Riau-1

    Setya Novanto mengaku tidak pernah bahas PLTU Riau-1

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Jakarta, Kamis  16  Mei 2019   Setya Novanto mengaku tidak pernah bahas PLTU Riau-1 Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta. (Foto/Ist) “Dia cuma cerita menjelaskan program 35 ribu MW, yang sudah berhasil 27 ribu MW terus perkembangan mengenai PLTG, yaitu gas yang sudah lama tidak jalan” JAKARTA, INDEX  –  […]

  • Peraih Predikat RBRA, Taman Janggan Denpasar Kembali Dievaluasi

    Peraih Predikat RBRA, Taman Janggan Denpasar Kembali Dievaluasi

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  15  November  2019   Peraih Predikat RBRA, Taman Janggan Denpasar Kembali Dievaluasi     BALI, INDEX  – Setelah ditetapkan sebagai ruang bermain ramah anak (RBRA) tahun 2018 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), kini kembali Taman Janggan yang dikelola Pemerintah Kota Denpasar dievaluasi Tim PPPA, Jumat (15/11). Tim Kementerian PPA dipimpin […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  04  Januari  2020   Renungan  JOGER  

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Bali,  Minggu  27  Oktober  2019   Renungan  JOGER

expand_less