Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Bank Indonesia Dorong  Transformasi Digital  Sektor  Pertanian Balinusra Menuju Pertanian 4.0

Bank Indonesia Dorong  Transformasi Digital  Sektor  Pertanian Balinusra Menuju Pertanian 4.0

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
  • visibility 161
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Selasa  14  September  2021

 

Bank Indonesia Dorong  Transformasi Digital  Sektor  Pertanian Balinusra Menuju Pertanian 4.0

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho  saat membacakan sambutan di acara Webinar Transformasi Perekonomian Balinusra II yang mengusung tema “Balinusra Menuju Pertanian 4.0” di Denpasar-Bali, Selasa (14/9/2021).

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Pandemi  Covid-19 telah menyebabkan ekonomi Balinusra mencatat kontraksi sebesar 5,01% (yoy) di tahun 2020, terdalam dibandingkan dengan kawasan lainnya di Indonesia. Kondisi ini mendorong kebutuhan untuk menciptakan perekonomian yang lebih resiliens melalui pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Hal itu di jelaskan  Bank Indonesia Provinsi Bali saat mengadakan Webinar Transformasi Perekonomian Balinusra II yang mengusung tema “Balinusra Menuju Pertanian 4.0” yang dihadiri oleh Rosmaya Hadi (Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia) sebagai keynote speaker, di Denpasar-Bali, Selasa (14/9/2021).

Upaya mengatasi tantangan sisi hulu dan hilir, transformasi pertanian ke arah digitalisasi pertanian (Pertanian 4.0) merupakan sebuah keniscayaan dan dipercaya dapat menjadi akselerator pengembangan sektor pertanian di Balinusra. Hal ini tentu selaras dengan apa yang disampaikan Presiden Jokowi dalam Pembukaan Rakornas TPID 2021, yang menyatakan sektor Pertanian sebagai sumber pertumbuhan dalam menopang kebangkitan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19, selaras dengan peran pertanian sebagai penopang perekonomian Balinusra.

Kegiatan dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Gubernur/Wakil Gubernur se-Balinusra, Deputi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), serta stakeholder eksternal di Bali seperti akademisi, organisasi perangkat daerah, perbankan, pelaku usaha dan lembaga vertikal.

” Saat ini kondisi perekonomian Bali mulai menunjukkan tanda pemulihan yang tercermin dari pertumbuhan triwulan II 2021 sebesar 3,70% (yoy). Momentum pemulihan ini perlu dijaga dan didorong dengan menggali potensi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi. Selaras dengan hal tersebut, dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2021, Presiden RI juga menyampaikan bahwa sektor pertanian menjadi sumber pertumbuhan dalam menopang kebangkitan ekonomi pasca pandemi COVID-19,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho  dalam sambutannya.

Sejumlah tantangan masih menghadang pengembangan sektor pertanian ke depan, diantaranya :

  1. Teknologi produksi masih rendah dengan kapasitas SDM yang terbatas.
  2. Peran kelembagaan kelompok tani juga masih belum optimal baik dari sisi hulu seperti pengawasan praktek bertani yang baik (Good Agriculture Practices) maupun dari sisi hulu seperti implementasi korporatisasi petani untuk mencapai skala ekonomi, mendapat pembiayaan, dan pasar yang lebih pasti.
  3. Tantangan terkait kerja sama perdagangan luar negeri (ekspor) yang mencakup hambatan non tarif maupun hambatan tarif yang dikenakan oleh negara pasar.

Terkait tantangan-tangan diatas, terutama terkait peningkatan produktivitas dan nilai tambah, maka diperlukan transformasi pertanian ke arah digitalisasi pertanian (pertanian 4.0). Penerapan digitalisasi pertanian di sisi hulu diharapkan akan mengubah cara bertani, perilaku petani, hingga cara penyediaan input. Kemudian, digitalisasi sisi hilir akan memperluas cakupan pasar, efisiensi harga, hingga cara penjualan produk.

Sementara ,Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi menjelaskan bahwa Bank Indonesia sangat mendukung dan menaruh perhatian pada kebijakan dan program digitalisasi di sektor pertanian. Hal ini tidak semata untuk mendukung transformasi struktur ekonomi daerah yang semakin berkinerja dan resilien, tetapi juga dalam rangka mendukung program stabilitas inflasi dan inklusi keuangan. Bank Indonesia berupaya memberikan dukungan pada digitalisasi pertanian secara end-to-end. Di Hulu, Bank Indonesia memfasilitasi penggunaan IoT (internet of thing) untuk mendukung good agriculture practices. Sementara di hilir, Bank Indonesia fokus dalam memfasilitasi on-boarding UMKM binaan dengan pemanfaatan teknologi digital.

Arifin Rudyanto selaku Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Kementerian PPN/Bappenas menjelaskan bahwa faktor produktifitas tenaga kerja akan menjadi kunci pertumbuhan sektor pertanian. Tantangan ke depan ialah meningkatkan literasi teknologi kepada petani muda sehingga digitalisasi pertanian 4.0 dapat terwujud. Di samping itu, upaya untuk menjadikan Balinusra sebagai salah satu lumbung pangan nasional dapat ditempuh melalui pengembangan pertanian dari hulu ke hilir, serta pengembangan pertanian berbasis korporasi.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menggambarkan tantangan dalam mengembangkan pertanian terutama pada sisi produktivitas, misalnya jumlah produksi Padi dan luas lahan panen padi mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa penyebab penurunan diantaranya disebabkan oleh regenerasi sumber daya pertanian yang lambat (mayoritas petani sudah berumur di atas 45 tahun), tingkat kesejahteraan petani yang rendah dan pemanfaatan teknologi yang juga masih rendah. Strategi pertanian provinsi Bali ke depan adalah dengan mengintegrasikan sektor pertanian dengan sektor industri untuk meningkatkan value added sektor pertanian sehingga lebih bernilai tinggi.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat memaparkan bahwa lahan kering di NTT masih sangat luas sehingga potensi untuk bisa digarap masih sangat besar. Namun untuk memroses lahan tersebut dibutuhkan pula alat berat sebagai pendukung, sehingga salah satu permasalahan utama adalah pendanaan terhadap badan usaha milik daerah. Harapan kedepannya, perbankan maupun lembaga non-bank dapat memberikan bantuan kredit yang rendah akan risiko ke sektor pertanian di NTT.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah menjelaskan bahwa kondisi pertanian yang ada di NTB sudah relatif baik atas dukungan dari pemerintah setempat dan Bank Indonesia dalam mengembangkan program Mahadesa dan NTB Mall. Dengan adanya program tersebut, UMKM dapat sangat terbantu dari segi produksi hingga pemasaran, sehingga pertanian di NTB relative lebih stabil dan minim akan permasalahan, harapan kedepannya pemerintah maupun Bank Indonesia dapat lebih focus untuk mengembangkan program Mahadesa dan NTB Mall yang sudah ada.

Profesor M. Firdaus selaku guru besar IPB, menambahkan bahwa kedepannya pertanian akan memberikan harapan baru bagi perekonomian Balinusra, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

“Revolusi pertanian 4.0 akan menjawab tantangan mengenai produktivitas dan harga. Hal terpenting adalah penerapan skema inclusive closed-loop untuk korporatisasi badan usaha pertanian mikro,” pungkas Profesor M. Firdaus .

(071)

 

 

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Penyebaran COVID-19  Kelurahan Pemecutan Gelar Monev Protokol Kesehatan di Pasar Rakyat.

    Cegah Penyebaran COVID-19 Kelurahan Pemecutan Gelar Monev Protokol Kesehatan di Pasar Rakyat.

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  27  Juli  2020   Cegah Penyebaran COVID-19 Kelurahan Pemecutan Gelar Monev Protokol Kesehatan di Pasar Rakyat. BALI,  INDEX  – Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Kota Denpasar digalakkan seluruh instansi baik pemerintahan maupun swasta. Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Kota Denpasar bersama Kelurahan Pemecutan melaksanakan kegiatan pemantauan penerapan […]

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Denpasar, Minggu  12  Juli  2020   Walikota Rai Mantra Suport Lomba Layangan Virtual   BALI,  INDEX  –  Pembukaan Lomba Layangan Virtual pada Minggu (12/7) siang di Pantai Sanur di dukung penuh Oleh Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra. Terlihat Walikota Rai Mantra mensuport para insan muda kreatif ini dengan ikut menyaksikan pembukaan lomba layangan ini […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Sabtu, 30 Jan 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Bali,  Minggu  31  Januari  2021   Renungan  JOGER  

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Bangli,  Selasa  24 Januari 2023 Hadiri Pelantikan PPS Se Kabupaten Bangli , Bupati Bangli Sedana Arta Berharap Kedewasaan Demokrasi   Bali, indonesiaexpose.co.id –  Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menghadiri Pengambilan Sumpah Janji dan Pelantikan Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Se Kabupaten Bangli, untuk Pemilihan Umum Tahun 2024, bertempat di Balai Paruman Desa Adat Kubu, Bangli. […]

  • Gadepreneur 2024: #UMKM Naik Kelas Melalui Program Mentoring Intensif

    Gadepreneur 2024: #UMKM Naik Kelas Melalui Program Mentoring Intensif

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Jakarta, Rabu 06 Maret 2024 Gadepreneur 2024: #UMKM Naik Kelas Melalui Program Mentoring Intensif     Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  PT Pegadaian mengumumkan 360 peserta terbaik dalam program Gadepreneur, yang berhasil lolos kurasi dari total 3.174 peserta lainnya. Para peserta terpilih ini memiliki latar belakang yang beragam, mulai kuliner, fashion, beauty, dan kriya dari 12 wilayah […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  20  Mei 2025 Renungan  Joger

expand_less