Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Perjalanan Seni Kelompok 7 Terekam dalam Pameran ‘Pinara Pitu’ Hadir di Griya Santrian

Perjalanan Seni Kelompok 7 Terekam dalam Pameran ‘Pinara Pitu’ Hadir di Griya Santrian

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 5 Jul 2024
  • visibility 228
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Jumat 05 Juli 2024

Perjalanan Seni Kelompok 7 Terekam dalam Pameran ‘Pinara Pitu’ Hadir di Griya Santrian

 

 

Bali, indonesiaexpose.co.id –  Tiga puluh tahun lebih sudah kebersamaan mereka sejak terakhir kali berpameran sebagai kelompok pada tahun 1991. Kini Kelompok 7 memutuskan berjumpa kembali dalam pameran yang berjudul “Pinara Pitu”. Oleh kelompok 7 pameran ini tidak hanya dimaknai sebagai pameran reuni biasa, namun ada pula hal-hal yang ingin mereka bagikan kepada publik seni rupa Bali.

Perupa Bali dari Kelompok 7 kembali melakukan pameran dengan tajuk ‘Pinara Pitu’ di Santrian Art Gallery, Sanur, Denpasar, 5 Juli sampai 30 Agustus 2024.

Ketujuh perupa adalah I Made Djirna, Nyoman Erawan , Made Budhiana, Nyoman Wibawa, Made Sudibia, Made Bendi Yudha, Made Ruta, yang sudah dikenal luas publik seni rupa di Bali.

Kurator dari Gurat Institute Savitri Sastrawan mengatakan pameran ini tidak hanya dimaknai sebagai pameran reuni biasa, namun ada pula hal-hal yang ingin mereka bagikan kepada publik seni rupa Bali.

“Sebuah arsip, sebuah catatan perjalanan tentu bukan hanya rekaman-rekaman yang mengajak kita bernostalgia. Apa yang bisa kita lihat dari sebuah arsip adalah sebuah data, pembelajaran tentang masa lalu untuk menatap masa kini,” ujarnya saat pembukaan pameran, Jumat (5/7/2024) petang.

Kehadiran Kelompok 7 sebagai sub kelompok berbasis angkatan dalam tubuh komunitas mahasiswa Bali di ISI Jogja atau SDI (Sanggar Dewata Indonesia) kala itu merupakan sebuah tradisi baru yakni adanya pola pergerakan yang lebih ramping dalam tubuh SDI muncul pada generasi 80an.

Kelompok 7 menjadi tonggak penting dan menginspirasi angkatan-angkatan sesudahnya untuk memulai sebuah tradisi berkelompok dalam tiap angkatan di tubuh SDI

“Kelompok 7 hadir dengan artistik yang lebih beragam sebagai hasil dari pencerapan mereka secara akademik dan persinggungan mereka dengan kebudayaan di luar Bali yakni Yogyakarta sebagai tempat perjumpaan perupa dari lintas wilayah di Indonesia,” kata Savitri.

Kecenderungan karya yang lebih eksperimental, pengolahan atas material dan eksplorasi-eksplorasi non representasional menjadi tawaran artistik ‘baru’ bagi medan sosial seni kala itu. Hal ini juga memberi inspirasi dan memantik para perupa muda Bali kala itu untuk menghadirkan eksplorasi yang lebih beragam dan dinamis.

“Sehingga kehadiran mereka kini untuk berpameran kembali sebagai sebuah kelompok akan sangat sayang jika hanya dimaknai sebagai sebuah pameran reuni yang penuh romantisir maupun eksotisnya nostalgia masa lalu antar anggotanya,” kata Susanta Dwitanaya yang juga menjadi kurator dalam pameran ini.

Susanta menjelaskan, Pinara Pitu diambil dan dimaknai secara lebih dinamis dari sebuah konsep Genta Pinara Pitu dalam teks Lontar Prakempa dan Aji Gurnita sebuah teks Bali yang membahas tentang suara, musik dalam filosofi Bali. Genta Pinara Pitu adalah sebuah konsep yang menguraikan tentang filosofis tujuh suara alam semesta yang berevolusi menjadi nada instrumental berbagai gamelan Bali.

“Dalam konsep Pinara Pitu setiap nada dan warna suara yang dihasilkan berasal dari suara-suara yang terlahir di lima unsur alam (Panca Maha Bhuta) yang berevolusi menjadi tujuh karakter nada yang mewakili lima karakter unsur alam semesta,” ujarnya.

Konsep keberagaman warna dan karakter suara ini dalam konteks pameran Kelompok 7 dapat dimaknai sebagai tujuh karakter visual, artistik, konsep dan cara pandang ketujuh eksponen Kelompok 7 kini, setelah empat dekade mengarungi dunia kesenirupaan dengan pilihan cara berkarya masing-masing baik sebagai pelaku seni maupun sebagai pendidik seni.

Malam itu dihadiri ratusan pengunjung yang memadati galeri yang berada di tengah-tengah hotel dan villa itu. Pameran terasa beda dari biasanya karena orang- orang yang hadir kebanyakan tokoh, pelaku dan pecinta seni.

Diawali dengan suguhan musik dari composer Gde Yudane dan pembacaan puisi oleh Mira. Pameran ‘Pinara Pitu’ dibuka oleh Prof. Dr. I Wayan “Kun” Adnyana didampingi General Manager Griya Santrian Resort and Spa Ida Bagus Gede Sidharta Putra dan pemilik Museum Rudana.

Pada awal dekade 1990an dinamika aktivitas kolektif pada perupa di Bali belum begitu jamak dilakukan terlebih bagi para perupa yang terlahir dari bangku akademik. Kelompok-kelompok perupa di Bali pada masa itu lebih didominasi oleh kelompok perupa yang bergerak secara inisiatif dan otodidak dan membentuk beberapa kelompok. Secara artistik apa yang dihadirkan kelompok-kelompok tersebut masih berfokus pada satu gaya atau kecenderungan visual seperti realistik maupun naturalistik yang mengangkat objek dan landscape Bali sebagai tema yang tampak dominan.

(080)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Bangli, Jumat  03  Januari  2023   Sedana Arta Bupati  Kab.Bangli  Hadiri Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas Serentak di Desa Pengiangan Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Dalam rangka mengurangi konflik pertanahan dan konflik sengketa batas, Menteri ATR/ Kepala BPN RI melaksanakan acara Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS) secara serentak di 33 Provinsi se-indonesia, yang secara virtual diwakili […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Jumat, 27 Agt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Bali,  Sabtu  28  Agustus  2021   Renungan  JOGER  

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Bali, Selasa 20  Oktober  2020   Renungan  JOGER  

  • Implementasikan ISO 26000, PLN Raih 2 Penghargaan di Ajang Top CSR Awards 2020

    Implementasikan ISO 26000, PLN Raih 2 Penghargaan di Ajang Top CSR Awards 2020

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Jakarta, Kamis  30  Juli  2020   Implementasikan ISO 26000, PLN Raih 2 Penghargaan di Ajang Top CSR Awards 2020     JAKARTA,  INDEX   – PLN berhasil meraih dua penghargaan dalam dalam ajang TOP CSR Awards 2020 yang diselenggarakan Majalah Top Business, yakni kategori Top CSR Award 2020 Star 5 dan TOP Leader on CSR Commitment […]

  • Wawali Arya Wibawa Buka Festival Legong Keraton Lasem ke VII

    Wawali Arya Wibawa Buka Festival Legong Keraton Lasem ke VII

    • calendar_month Minggu, 13 Feb 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Denpasar, Minggu 13 Februari 2022   Wawali Arya Wibawa Buka Festival Legong Keraton Lasem ke VII     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Serangkaian menyambut HUT 234 Tahun Kota Denpasar sekaligus melestarikan budaya Bali, Puri Agung Denpasar bersama Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menggelar Festival Legong Keraton Lasem ke VII di Gedung Dharma Negara […]

  • PGRI Denpasar Serahkan Bantuan Sembako Kepada Komunitas Pendidikan

    PGRI Denpasar Serahkan Bantuan Sembako Kepada Komunitas Pendidikan

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  29 Mei  2020   PGRI Denpasar Serahkan Bantuan Sembako Kepada Komunitas Pendidikan   “Rai Mantra Berharap Para Pendidik Menjadi Agen Sosialisasi Protokol Kesehatan di Sekolah”. BALI, INDEX  –  Sebanyak 400 paket sembako diserahkan PGRI Denpasar dalam bakti sosial (baksos) kepada Komunitas Pendidikan di Denpasar yang terdampak Covid-19. Penyerahan bantuan ini di saksikan langsung […]

expand_less