Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Tanggapi Usulan KPU-Bawaslu Jadi Ad Hoc, Zulfikar: Evaluasi Rekrutmen, Bukan Kedudukan Lembaga

Tanggapi Usulan KPU-Bawaslu Jadi Ad Hoc, Zulfikar: Evaluasi Rekrutmen, Bukan Kedudukan Lembaga

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Senin 25  November  2024

Tanggapi Usulan KPU-Bawaslu Jadi Ad Hoc, Zulfikar: Evaluasi Rekrutmen, Bukan Kedudukan Lembaga

 

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin (foto/ist)

 

Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin menanggapi adanya usulan agar KPU dan Bawaslu menjadi badan ad hoc atau tidak lagi permanen. Ia menegaskan evaluasi penyelenggara pemilu memang harus konsisten dilakukan, namun bukan berarti mengubah status dari lembaga tetap menjadi lembaga ad hoc.

“UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah mengamanatkan kepada kita, bahwasanya Pemilihan umum diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri. Itu termaktub dalam Pasal 22E Ayat 5,” tutur Zulfikar melalui rilisnya  di Jakarta, Minggu (24/11/2024).

Menurutnya, perubahan terkait kedudukan KPU dan Bawaslu harus berdasarkan UUD 1945 serta regulasi yang berlaku. “Kita harus akui ada banyak persoalan terkait penyelenggara pemilu kita. Karena itu, evaluasi harus terus dilakukan terutama rekrutmen dan seleksi penyelenggara pemilu di semua tingkatan agar menghasilkan penyelenggara pemilu yang berintegritas, kapabel, dan profesional serta tidak bisa diintervensi oleh pihak mana pun supaya menghasilkan pemilu yang makin berkualitas dan legitimate,” terangnya.

“Daripada mengubah status KPU dan Bawaslu dari lembaga tetap menjadi lembaga ad hoc, saya sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI mendorong evaluasi secara menyeluruh terhadap rekrutmen dan seleksi penyelenggara pemilu di semua tingkatan,” imbuh Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Usulan KPU dan Bawaslu jadi lembaga ad hoc ini muncul saat terjadinya pelaksanaan Pileg, Pilpres dan Pilkada dilakukan serentak. Di mana, perhelatan pesta demokrasi digelar dalam waktu dekat demi menghemat anggaran negara.

Terkait hal tersebut, Politisi Fraksi Partai Golkar itu menambahkan, penyelenggara pemilu justru akan semakin kokoh keberadaannya apabila ide pemisahan pemilu menjadi pemilu nasional dan pemilu lokal bisa diwujudkan dalam revisi UU Pemilu.

“Tugas penyelenggara pemilu itu bukan hanya saat masuk tahapan Pileg, Pilpres dan Pilkada. Di tahun-tahun tidak menyelenggarakan pemilihan, KPU dan Bawaslu serta DKPP bisa fokus untuk meningkatkan kapasitas struktur dan infrastruktur kepemiluan melalui kegiatan seperti sosialisasi, pelatihan, kajian, edukasi, dan literasi,” pungkas pria jebolan Fisipol UGM ini.

(002)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Selasa, 20 Feb 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Bali, Rabu 21  Februari  2024 Renungan  Joger  

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Bali,  Senin  28   Juli  2025 Renungan  Joger  

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Bali, Rabu  22  Juli  2020   Renungan  JOGER  

  • Polri Ungkap Teroris JI Kucurkan Ratusan Juta Untuk Kirim Generasi Muda Ke Suriah

    Polri Ungkap Teroris JI Kucurkan Ratusan Juta Untuk Kirim Generasi Muda Ke Suriah

    • calendar_month Senin, 28 Des 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Jakarta, Senin 28  Desember  2020   Polri Ungkap Teroris JI Kucurkan Ratusan Juta Untuk Kirim Generasi Muda Ke Suriah   Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono /foto dok humas polri   JAKARTA, indonesiaexpose.co.id – DENSUS 88 Anti Teror Polri membeberkan fakta baru terkait kebutuhan anggaran jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) untuk melatih teroris generasi […]

  • Peringatan Satu Abad, RSUD Wangaya Gelar Seminar Nasional Virtual Gratis, Usung Tema RSUD Dalam Perspektif Global Menuju Masa Depan di Era AKB

    Peringatan Satu Abad, RSUD Wangaya Gelar Seminar Nasional Virtual Gratis, Usung Tema RSUD Dalam Perspektif Global Menuju Masa Depan di Era AKB

    • calendar_month Minggu, 3 Jan 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin 4  Januari  2020   Peringatan Satu Abad, RSUD Wangaya Gelar Seminar Nasional Virtual Gratis, Usung Tema RSUD Dalam Perspektif Global Menuju Masa Depan di Era AKB   BALI,  indonesiaexpose.co.id  –  Meski ditengah pandemi Covid-19, rangakaian peringatan HUT RSUD Wangaya ke-100 Tahun dimeraiahkan beragam kegiatan, salah satunya Virtual Seminar Nasional. Kegiatan yang mengusung tema […]

  • Wakapolda Jabar Beri Sembako Untuk Warga Kurang Mampu di Kec. Cileunyi

    Wakapolda Jabar Beri Sembako Untuk Warga Kurang Mampu di Kec. Cileunyi

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Bandung, Rabu  15  Juli  2020   Wakapolda Jabar Beri Sembako Untuk Warga Kurang Mampu di Kec. Cileunyi     JAWA  BARAT, INDEX  – Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.IK, M.Si, M.M, Rabu (15/7/2020) memimpin pelaksanaan kegiatan Bakti Sosial berupa pemberian Sembako kepada warga kurang mampu di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Bakti Sosial berupa […]

expand_less