Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Jatiluwih Festival Ke-6, dengan Tema Tumbuh Bersama Alam

Jatiluwih Festival Ke-6, dengan Tema Tumbuh Bersama Alam

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
  • visibility 280
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tabanan, Sabtu 19 Juli 2025

Jatiluwih Festival Ke-6, dengan Tema Tumbuh Bersama Alam

 

Jatiluwih Festival VI 2025 bertempat di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kab. Tabanan  berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu (19/7/2025) dan Minggu (20/7/2025), dengan mengusung tema Grow With Nature.

 

Bali, indonesiaexpose.co.id – DESA Jatiluwih kembali menjadi sorotan dunia lewat Jatiluwih Festival VI 2025 bertempat di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Festival tahunan ini berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu (19/7/2025) dan Minggu (20/7/2025), dengan mengusung tema Grow With Nature.

Festival ini diramaikan oleh berbagai kegiatan menarik, seperti partisipasi UMKM Tridatu Desa Jatiluwih, workshop membuat teh beras merah, kopi nyahnyah, dan laklak beras merah. Selain itu, digelar pula lomba memasak tum bungkil gedebong, atraksi metekap dan menangkap belut, serta atraksi budaya tebak lesung.

Setelah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia (2012) dan mendapat predikat Desa Terbaik Dunia dari UN Tourism (2024), Jatiluwih tak hanya menjaga tradisi, tapi juga merintis masa depan.

Sebuah patung Dewi Sri dari bambu turut ditampilkan, bersamaan dengan pementasan perdana tarian maskot Desa Jatiluwih. Ratusan seniman pun dilibatkan untuk memeriahkan pergelaran festival.

Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Martini dalam sambutanya menyampaikan, harapannya agar Jatiluwih Festival bisa terus berkembang menjadi ajang tahunan yang lebih besar dan mampu menarik perhatian dunia.

“Harapannya bisa dijadikan festival tahunan yang lebih megah dan mewah, sehingga semua masyarakat hingga dunia bisa merayakan. Kami dari kementerian siap mendukung dan bekerja sama untuk masyarakat serta pariwisata,” terang Ayu Martini.

Ia juga menekankan, Desa Jatiluwih memiliki keunikan tersendiri karena memiliki sistem Subak sebagai budaya warisan leluhur yang harus dijaga.

“Tidak ada tempat yang sama dengan Desa Jatiluwih, yang memiliki Subak, kebudayaan yang diturunkan oleh leluhur. Dengan luas 200 hektare sawah di Jatiluwih ini bisa dijaga. Mari jaga Jatiluwih ini, teruskan budaya Subak, jangan dirusak, sehingga kita bisa menikmati dari generasi ke generasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengapresiasi terselenggaranya Jatiluwih Festival VI sebagai ajang promosi pariwisata, budaya, dan kuliner khas daerah.

“Desa Jatiluwih sudah sangat dikenal dunia karena keindahan alam dan terasering sawahnya. Perekat budaya lokal di sini telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 6 Juli 2012 lalu, dan juga menerima berbagai penghargaan bergengsi lainnya,” katanya.

Namun, ia mengingatkan bahwa penghargaan tersebut juga menjadi tantangan besar, terutama dalam menjaga warisan budaya dan lingkungan. Terlebih saat ini kunjungan ke Jatiluwih mencapai sekitar 3.000 orang per hari.

“Tantangan ke depan adalah menjaga alam tetap lestari di tengah geliat pariwisata. Tema festival kali ini sejalan dengan visi-misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yaitu menjaga hubungan antara manusia, budaya, dan alam lingkungan, yang sejalan dengan konsep Tri Hita Karana,”

Sanjaya berharap, di tahun berikutnya, festival Jatiluwih bisa digelar selama sepekan atau sebulan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Manager DTW Jatiluwih, Jhon Ketut Purna, menyampaikan, festival ini merupakan pelaksanaan ke-6, dengan tema Grow With Nature atau Tumbuh Bersama Alam.

Tema tersebut mengandung makna ajakan untuk membangun kesejahteraan dengan menghormati siklus, menjaga ekosistem, dan memperkuat budaya hidup yang berkelanjutan

“Tema ini mencerminkan semangat kami untuk berkembang tanpa meninggalkan akar. Bahwa pertumbuhan sejati bukan berasal dari eksploitasi alam, tetapi dari harmoni dengannya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Jhon menyampaikan sebagai desa yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia sejak 2012 dan meraih predikat Desa Terbaik Dunia dari UN Tourism pada 2024, Jatiluwih terus menampilkan nilai-nilai kehidupan masyarakatnya seperti kerja sama, kebersamaan, dan keharmonisan.

Adapun Tarian maskot Desa Jatiluwih yang kami tampilkan perdana hari ini menjadi simbol regenerasi dan kolaborasi. Fashion Show perdana Custom Carnival Jatiluwih Dewi Sri dan Jatayu, juga turut ditampilkan sebagai warisan budaya masyarakat Desa Jatiluwih yang dikemas untuk membangun semangat baru bagi generasi muda.

Festival ini juga menjadi ruang pelestarian dan interaksi melalui berbagai kegiatan seperti workshop kuliner tradisional, kompetisi pelajar, pertunjukan seni, hingga pameran UMKM lokal.

“Kami percaya desa akan kuat jika ekonomi warganya tumbuh. Oleh karena itu, festival ini juga menjadi panggung untuk UMKM lokal, yang menyajikan cita rasa, kerajinan, dan kreativitas khas Jatiluwih. Ini bukan sekadar jualan ini cara kami membangun kesejahteraan bersama,” pungkas Jhon.

(077)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu  22  Pebruari  2020   Renungan  JOGER  

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu  05  Februari 2022   Renungan  JOGER  

  • Dirut PLN: 66 SPKLU Khusus Disiapkan untuk Sambut Delegasi G20

    Dirut PLN: 66 SPKLU Khusus Disiapkan untuk Sambut Delegasi G20

    • calendar_month Selasa, 4 Okt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu 05 Oktober 2022 Dirut PLN: 66 SPKLU Khusus Disiapkan untuk Sambut Delegasi G20 (Foto/ist)   Bali, indonesiaexpose.co.id  – PT PLN (Persero) memastikan kesiapan 66 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mendukung operasional kendaraan listrik yang akan digunakan dalam acara puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. SPKLU ini telah tersebar di […]

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Jakarta, Selasa  08  Maret  2022

  • Pengenalan Karakteristik Medsos, Polda Bali Gandeng ITB Stikom Bali

    Pengenalan Karakteristik Medsos, Polda Bali Gandeng ITB Stikom Bali

    • calendar_month Jumat, 2 Apr 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Denpasar,  Jumat  02  April  2021   Pengenalan Karakteristik Medsos, Polda Bali Gandeng ITB Stikom Bali Suasana pelatihan manajemen media dan pengenalan karateristik medsos, bertempat di Gedung PRG Polda Bali, Jl. WR Supratman, Denpasar-Bali, Kamis 01 April 2021 .(Foto/IST)   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Sedikitnya 50 personil dari berbagai unsur di Polda Bali mengikuti pelatihan peningkatan kemampuan manajemen […]

  • 70 Desa di Sekeliling Danau Toba Terlayani Jaringan 4G XL Axiata  

    70 Desa di Sekeliling Danau Toba Terlayani Jaringan 4G XL Axiata  

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Medan, Senin 27  September  2021 70 Desa di Sekeliling Danau Toba Terlayani Jaringan 4G XL Axiata   Teknisi XL Axiata sedang melakukan pemeriksaan terhadap perangkat BTS di daerah wisata Danau Toba, Parapat, Sumatera Utara, sekitar bulan Maret 2021.(foto/ist)   Di kawasan masuk di wilayah tujuh kabupaten tersebut, jaringan 4G XL Axiata telah menjangkau sedikitnya 70 […]

expand_less