Bupati Badung Resmikan Lapangan dan Taman Desa Adat Angantaka, Perkuat Ruang Terbuka Hijau
- account_circle 110
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mangupura, Selasa 03 Maret 2026
Bupati Badung Resmikan Lapangan dan Taman Desa Adat Angantaka, Perkuat Ruang Terbuka Hijau

Perkuat Komitmen Pembangunan Ruang Terbuka Hijau Bupati Resmikan Lapangan Dan Taman Desa Adat Angantaka.Foto/hms
Bali, indonesiaexpose.co.id — Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam memperluas ruang terbuka hijau kembali diwujudkan. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meresmikan Lapangan dan Taman Desa Adat Ida I Gusti Ngurah Gde Abian di Desa Adat Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Selasa (3/3/2026).
Peresmian yang bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kesanga itu ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati sebagai simbol difungsikannya fasilitas publik bagi masyarakat. Sebelum peresmian, rangkaian upacara adat telah dilaksanakan, di antaranya karya Melaspas, Caru Panca Sato, Rsi Gana, serta Mecaru Asu sebagai bentuk penyucian secara niskala agar kawasan tersebut layak dimanfaatkan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa lapangan dan taman desa bukan sekadar ruang terbuka, tetapi memiliki nilai sosial, budaya, dan historis bagi masyarakat. Ia menegaskan pembangunan fasilitas publik seperti ini merupakan bagian dari visi pemerintah daerah untuk menghadirkan taman kreatif dan ruang terbuka hijau di setiap desa di Kabupaten Badung.
“Lapangan ini adalah ruang publik yang sangat penting. Ke depan, setiap desa di Badung harus memiliki taman representatif sebagai ruang interaksi sosial, rekreasi, sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga meminta agar penataan kawasan terus dilanjutkan. Beberapa rencana pengembangan di antaranya pelebaran jogging track, penataan rumput lapangan, penanaman pohon peneduh, serta pengosongan area tengah lapangan untuk kegiatan olahraga dan permainan anak-anak.
Ia menegaskan lapangan tersebut merupakan aset desa yang dapat dimanfaatkan bersama oleh Desa Adat Angantaka dan Desa Adat Kekeran. Pemerintah Kabupaten Badung, kata dia, terbuka mendukung program desa maupun desa adat sepanjang sesuai regulasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemkab Badung yang telah direalisasikan, di antaranya bantuan sosial Rp2 juta per penerima, bantuan Rp3 juta bagi lansia usia 75 tahun ke atas, serta program beasiswa S1 bagi 400 mahasiswa setiap tahun mulai 2026. Program beasiswa ini menyasar anak petani, keluarga berpenghasilan di bawah Rp5 juta per bulan, buruh, pemangku, dan pelaku UMKM dengan pembiayaan penuh hingga lulus kuliah.
Sementara itu, Bendesa Adat Angantaka sekaligus Manggala Karya, Ida Bagus Ngurah, menjelaskan pembangunan lapangan dan taman desa tersebut melalui proses panjang, termasuk mekanisme penukaran lahan dengan pemerintah provinsi yang sempat menghadapi kendala regulasi.
Melalui dukungan Pemkab Badung, pembangunan akhirnya dapat direalisasikan. Desa Adat Angantaka juga menerima hibah sebesar Rp11,062 miliar untuk pembelian lahan, sementara melalui APBDes dialokasikan Rp880 juta untuk penataan lapangan, pembangunan Pelinggih Padmasari, prasasti, penerangan, serta fasilitas pendukung lainnya.
Ke depan, desa merencanakan pengembangan lanjutan berupa perluasan jogging track, penambahan taman peneduh, serta pembangunan fasilitas olahraga dan seni yang ditargetkan terealisasi pada 2027–2028.
Peresmian ini turut dihadiri anggota DPRD Badung I Gede Budi Yoga, Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa, Perbekel Angantaka A.A. Ngurah Gede Eka Surya, serta tokoh masyarakat setempat.
(110)
- Penulis: 110
- Editor: putri
- Sumber: hms
