Spanduk Sindiran Muncul di Kawasan Mangrove Mati Bali, Diduga Terkait Dugaan Kebocoran Pipa BBM
- account_circle 080
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 73
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar, Jumat 13 Maret 2026
Spanduk Sindiran Muncul di Kawasan Mangrove Mati Bali, Diduga Terkait Dugaan Kebocoran Pipa BBM

Bali , indonesiaexpose.co.id – Munculnya sejumlah spanduk bernada sindiran di kawasan mangrove yang mati di pesisir Bali memicu perhatian publik. Spanduk-spanduk tersebut ditemukan terpasang di sekitar area mangrove yang mengalami kerusakan, diduga berkaitan dengan polemik dugaan kebocoran pipa bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Pelabuhan Benoa.
Ketua Gasos Bali, Lanang Sudira, mengatakan keberadaan spanduk tersebut menunjukkan meningkatnya kegelisahan masyarakat terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi di kawasan mangrove. Menurutnya, pesan yang disampaikan dalam spanduk itu menggambarkan kekecewaan sekaligus tuntutan agar pihak terkait segera memberikan penjelasan dan tanggung jawab.
“Ini bentuk kegelisahan masyarakat. Mangrove merupakan benteng ekologis Bali yang harus dijaga bersama. Ketika ada kerusakan, tentu publik mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab,” kata Lanang Sudira.
Salah satu spanduk yang terpasang di lokasi bertuliskan, “Mohon Maaf Perjalanan Terganggu, Ada Mangrove Mati.”
Kalimat tersebut dinilai sebagai sindiran tajam terhadap kondisi mangrove yang rusak di kawasan itu.
Spanduk lain juga memuat tulisan “Ditunggu tanggung jawabnya. #SaveMangrove.” Pesan tersebut mempertegas tuntutan agar ada pihak yang memberikan klarifikasi dan langkah nyata terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi.
Muncul dugaan bahwa sindiran dalam spanduk tersebut berkaitan dengan laporan dugaan kebocoran pipa BBM di wilayah KSOP Benoa yang sebelumnya menyeret nama Pertamina Patra Niaga. Perusahaan tersebut dilaporkan ke aparat penegak hukum di Bali karena diduga terkait insiden yang berdampak pada kerusakan ekosistem mangrove di sekitar kawasan pelabuhan.
Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui siapa pihak yang memasang spanduk-spanduk bernada kritik tersebut. Tidak ada identitas maupun keterangan resmi yang menjelaskan asal-usul pemasangan spanduk di lokasi mangrove yang mati tersebut.
Sementara itu, aktivis lingkungan menilai kejadian ini menjadi alarm penting bagi semua pihak agar lebih serius menjaga ekosistem mangrove Bali. Kawasan mangrove memiliki peran vital sebagai pelindung pesisir, habitat berbagai biota laut, sekaligus penyangga keseimbangan lingkungan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak yang diduga terkait dalam polemik tersebut. Publik kini menunggu penjelasan dan langkah konkret untuk mengungkap penyebab kerusakan mangrove sekaligus memastikan upaya pemulihan lingkungan di kawasan pesisir Bali.
(080)
- Penulis: 080
- Editor: putri
- Sumber: tim Index
