Stok BBM Cukup, Dicurigai Tata Kelola Distribusi Bermasalah
- account_circle 080
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 124
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Selasa 13 Oktober 2026
Stok BBM Cukup, Dicurigai Tata Kelola Distribusi Bermasalah

Bali, indonesiaexpose.co.id — Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua DPW Partai NasDem Bali, Ir. Nengah Senantara, menyoroti tata kelola distribusi BBM dan mendesak pemerintah melakukan pemeriksaan langsung di lapangan.
Ia mempertanyakan penyebab kelangkaan BBM di Bali yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.
Senantara menegaskan, sebelum Gubernur Bali memanggil Direktur Utama Pertamina, dirinya telah lebih dahulu melakukan komunikasi dengan pihak terkait untuk mempertanyakan persoalan yang sama: mengapa BBM sulit didapat masyarakat ketika persediaan disebut mencukupi?
Menurut data yang diterimanya, kebutuhan BBM di Bali mencapai sekitar 2,2 juta liter per hari, sementara stok yang tersedia disebut mencapai 1.500 kiloliter.
Dengan angka tersebut, Senantara mempertanyakan penyebab terjadinya kelangkaan di lapangan.
“Kalau stok tersedia dan persediaan disebut mencukupi, mengapa masyarakat masih mengalami kesulitan mendapatkan BBM?” Demikian inti persoalan yang disorot Senantara.
Ia menegaskan, klaim stok aman tidak boleh berhenti sebatas angka di atas kertas. Pertamina harus memastikan BBM benar-benar tersedia di SPBU, tersalurkan tepat waktu, dan bisa diakses masyarakat tanpa antrean yang tidak wajar.
Senantara juga mendorong agar Satgas diturunkan langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi distribusi BBM, menelusuri jalur penyaluran, serta memastikan tidak ada penyimpangan yang merugikan masyarakat.
Ia menilai, persoalan yang terjadi perlu ditelusuri dari sisi tata kelola distribusi. Senantara bahkan mempertanyakan kemungkinan adanya pengalihan penyaluran BBM ke sektor bisnis atau kegiatan tertentu, alih-alih memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ia mencontohkan sektor galian C dan kegiatan MotoGP di Mandalika sebagai hal yang perlu diklarifikasi dalam pemeriksaan distribusi. Namun, dugaan pengalihan tersebut masih memerlukan verifikasi dan bukti dari pihak berwenang.
PESAN TEGAS SENANTARA: DISTRIBUSI BBM HARUS TRANSPARAN DAN TEPAT SASARAN!
Pertamina perlu menjelaskan secara terbuka bagaimana stok BBM dialokasikan, bagaimana distribusinya dilakukan, dan apa penyebab kesenjangan antara ketersediaan stok dengan kondisi di lapangan.
Sebab, bagi masyarakat Bali, persoalannya bukan sekadar berapa banyak BBM tersimpan, melainkan apakah bahan bakar itu benar-benar tersedia ketika dibutuhkan.
JANGAN BIARKAN RAKYAT TERUS MENGANTRE DI TENGAH KLAIM STOK AMAN!
(080)
- Penulis: 080
- Editor: putri
- Sumber: tim Index
