Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Kalangan Pesraman, Seni, Budaya dan Lintas Agama : Berdoa agar semua insan diatas bumi dianugerahkan perdamaian

Kalangan Pesraman, Seni, Budaya dan Lintas Agama : Berdoa agar semua insan diatas bumi dianugerahkan perdamaian

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 22 Sep 2019
  • visibility 218
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Minggu 22 September 2019

 

Kalangan Pesraman, Seni, Budaya dan Lintas Agama : Berdoa agar semua insan diatas bumi dianugerahkan perdamaian

Kegiatan Gema Perdamaian (GP) bertempat di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar-Bali, Sabtu (21/9/2019).(foto/indonesiaexpose.co.id)

 

BALI,  INDEX  –  Prihatin dengan keterpurukan bangsa indonesia, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun hukum terlebih spiritual, di mana selalu ada kesenjangan, ketidakadilan, kekerasan dan kejahatan dalam setiap masyarakat, dalam setiap lapisan elemennya, lintas ras, suku, bangsa dan agama.

Seperti yang bangsa ini lewati dan alami dari generasi ke genarasi, dari peralihan jaman ke peralihan jaman lainnya, dari jaman kerajaan hingga jaman reformasi, dari konflik adat hingga agama, dari konflik etnis hingga kesukuan, dari  elemen masyarakat hingga negaranya

” Adakah kedamaian yang sejatinya di sana dalam menyelesaikan suatu konflik atau permasalahan? Sepertinya damai dan bahagia bukanlah suatu yang bisa di peroleh dengan mudah di negri ini,  sebaliknya kekerasan dan kejahatan seperti menjadi sebuah keberuntungan yang bisa berkuasa dan bertahan,” ungkap Ida Rsi Wisesanatha,di sela-sela kegiatan Gema Perdamaian (GP) bertempat di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar-Bali, Sabtu (21/9/2019).

Dengan mengusung tema “Damailah Bangsaku Jayalah Negeriku”, komunitas Gema Perdamaian (GP) melakukan doa secara khusyuk agar seluruh insan di atas bumi ini dianugerahkan perdamaian dan dapat terekspresi di dalam kehidupannya masing-masing.Doa bersama ini diikuti oleh ratusan tokoh dari kalangan pesraman, kalangan seni, budaya dan lintas agama.

Ida Rsi Wisesanatha menjelaskan, sesungguhnya kita perlu memiliki panggung damai. Damai itu indah, sehingga harus tetap dipelihara dengan upaya-upaya. Pada tanggal 21 September sejak 2013 silam, PBB menentukan sebagai hari perdamaian International untuk mendorong terjadinya perdamaian dunia. Bertepatan kali ini, Komunitas Gema Perdamaian (GP) dengan mengagandeng berbagai tokoh dari kalangan pasraman, kalangan seni, budaya dan lintas agama berkumpul melakukan doa secara khusyuk untuk mendoakan agar seluruh insan di atas bumi ini dianugerahkan perdamaian dan dapat terekspresi di dalam kehidupannya masing-masing.

” Selain kegiatan doa bersama, juga diselenggarakan sarasehan yang pada dasarnya adalah merupakan wahana edukasi bagi siapa pun yang hadir. Dengan demikian perspektif damai dan tujuan damai dapat dimaknai dengan lebih holistik dan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari- hari,” tutur Ketua SC Gema Perdamaian Ida Rsi Acharya Agni Budha Wisesanantha.

Menurutnya, kegiatan GP yang dilaksanakan oleh panitia GP dimulai dari bulan Juni 2019 yang lalu dengan berbagai kegiatan yang pada dasarnya mempromosikan nilai-nilai damai. Adapun penyampaian nilai damai dilakukan lewat edukasi, lomba-lomba kreatif, ceramah-ceramah perdamaian dan akan ditutup dengan kegiatan puncak pada tanggal 5 Oktober 2019. Kegiatan GP tahun 2019 ini adalah GP yang ke-17 sebenarnya 10 tahun lebih dahulu dibandingkan keputusan PBB membuat hari perdamaian dunia pada tanggal 21 September tahun 2013. Acara puncak seperti biasa akan dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai kalangan yang berisikan berbagai hiburan kultural, doa lintas agama yang dipimpin oleh FKUB, sarasehan antartokoh dan hiburan dari elemen komunitas.

“Gerakan GP ini sebagai wujud konsistensi anak bangsa yang sadar bahwa damai itu mesti diupayakan oleh semua pihak tanpa terkecuali dan minimum memiliki kesadaran. Gerakan GP ini merupakan kulminasi perayaan yg mengingatkan semua pihak bahwa damai itu indah dan damai itu upaya. Sehingga di dalam kesehariannya semua pihak dari individu sampai kelompok merasa wajib menciptakan damai dengan menciptakan keteraturan. Mengupayakan pengaturan diri dan kelompok dengan kedesiplinan yang tinggi sebelum selanjutnya berkembang ke pengaturan dan keteraturan spiritual yang pada ujungnya tercipta kesejahteraan serta kehidupan yang berbahagia bagi semua pihak,” tegas Ida Rsi Wisesanatha.

Selain itu, Ida Rsi menekankan bahwa perjuangan ini adalah perjuangan bersama. Gerakan ini adalah edukasi terhadap perspektif-perspektif penyebab ketidakdamaian. Semua harus berupaya nyata menciptakan damai, karena sangat diperlukan terus menerus bagi seluruh lapisan generasi. Apalagi di Indonesia seperti yang kita lihat sendiri memiliki kerentanan yang sangat tinggi.

Ida Rsi menyampaikan, bahwa Komunitas GP berkeyakinan bahwa jika Indonesia memiliki tingkat kedamaian yang tinggi maka Bangsa Indonesia akan sejahtera.

“Bangsa ini diciptakan memiliki negara yang kaya raya dengan segala sumber daya alamnya sehingga sesuai dengan moto kami ‘Damailah Bangsaku Jayalah Negeriku’. Marilah kita semua ‘ketog semprong’ mengupayakan perdamaian di Bumi Pertiwi ini,” katanya.

Pada akhir perbincangan, Ida Rsi mengatakan bahwa sebelumnya sudah ada pihak yang ingin membeli kegiatan Gema Perdamaian senilai ratusan juta. Namun pihaknya jelas-jelas menolak karena tidak ingin ada upaya komersialisasi, dan ingin menjaga kemurnian bahwa kegiatan ini memang semata-mata untuk memberikan vibrasi positif dari Bali.

“Percayalah, sesungguhnya yang kita lakukan di Bali adalah simpul saja. Setelah upaya perdamaian di Bali berhasil, nanti akan diadakan di daerah lain pula. Jadi Bali adalah episentrumnya,” ujarnya.

 

 

Sementara itu, Ketua Panitia Gema Perdamaian Kadek Adnyana menambahkan, pada momen GP ke-17 ini, diharapkan agar ada upaya yang lebih baik lagi sehingga perdamaian benar-benar nyata di kehidupan masyarakat.

“Syukurlah, kegiatan yang diawali di Bali ini, sudah memantik perhatian dari daerah dan negara lain. Pertengahan Oktober nanti, ada permintaan di Lombok untuk mengadakan doa bersama sebagai langkah mengupayakan perdamaian. Selanjutnya ada permintaan pula di Kalimantan, dan sejumlah wilayah lain. Syukur, apa yang kami lakukan menuai respon positif karena memang kegiatan ini adalah mengusung ketulusan dan kemurnian,” tutup Adnyana.

(078)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD  Bali  Rekomendasikan Penutupan Finns Beach Club

    DPRD  Bali  Rekomendasikan Penutupan Finns Beach Club

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis  13  Pebruari  2025 DPRD  Bali  Rekomendasikan Penutupan Finns Beach Club     Bali, indonesiaexpose.co.id – Setelah ATLAS Beach Club ditutup sementara Komisi I DPRD Provinsi Bali kembali merekomendasikan Finns Beach Club untuk menutup sementara lantaran telah melanggar Pergub 25 tahun 2020 pasal 13. Finns Beach Club juga diduga telah melanggar norma-norma agama Hindu, serta […]

  • Utamakan Protokol Kesehatan, Periode Mei Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali Layani 268 Ribu Penumpang

    Utamakan Protokol Kesehatan, Periode Mei Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali Layani 268 Ribu Penumpang

    • calendar_month Kamis, 3 Jun 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Mangupura, Jumat 4 Juni 2021   Utamakan Protokol Kesehatan, Periode Mei Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali Layani 268 Ribu Penumpang     Bali, indonesiaexpose.co.id  – Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali sepanjang bulan Mei 2021 telah melayani 268.540 penumpang dan 2.343 pesawat udara, dengan tetap konsisten terhadap penerapan protokol kesehatan. […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  06  Juni  2025 Renungan  Joger  

  • Ni Luh Djelantik, Senator Bali, Respon Keluhan Masyarakat terkait Kualiatas BBM Pertalite

    Ni Luh Djelantik, Senator Bali, Respon Keluhan Masyarakat terkait Kualiatas BBM Pertalite

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  23  Juni  2025 Ni Luh Djelantik, Senator Bali, Respon Keluhan Masyarakat terkait Kualiatas BBM Pertalite   Pertemuan pihak Pertamina Regional Jatimbalinus bersama Anggota DPD RI Dapil Bali, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik bersama masyarakat di Kantor DPD Bali, Senin (23/6/2025). Bali, indonesiaexpose.co.id – Masyarakat di Bali belakangan mengeluhkan mobil mogok akibat filter […]

  • Desa Dangin Puri Kangin Tertib Administrasi, Gelar Pendataan Penduduk Dan Sosialisasi Prokes

    Desa Dangin Puri Kangin Tertib Administrasi, Gelar Pendataan Penduduk Dan Sosialisasi Prokes

    • calendar_month Minggu, 22 Nov 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Denpasar, Minggu 22 November 2020   Desa Dangin Puri Kangin Tertib Administrasi, Gelar Pendataan Penduduk Dan Sosialisasi Prokes Kegiatan pendataan penduduk non permanen dan sosialisasi disiplin penerapan prokes covid 19 oleh Pemerintah Desa Dangin Puri Kangin telah dilaksanakan pada hari Sabtu (21/11) dipusatkan di lingkungan Br, Kreneng Kaja dari pukul 20.00 wita sampai 22.00 wita […]

  • TPA Suwung di Ujung Tanduk! Koster Menghadap Menteri LH, Bali Dikejar Deadline Hentikan Open Dumping

    TPA Suwung di Ujung Tanduk! Koster Menghadap Menteri LH, Bali Dikejar Deadline Hentikan Open Dumping

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle 002
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Jakarta, Sabtu  21  Pebruari  2026 TPA Suwung di Ujung Tanduk! Koster Menghadap Menteri LH, Bali Dikejar Deadline Hentikan Open Dumping   Gubenur  Bali  Wayan Koster bersama  Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wali Kota Denpasar  I Gusti Ngurah Jaya Negara menemui Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta, Jumat 20 Februari 2026.   Bali , indonesiaexpose.co.id […]

expand_less