Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Kalangan Pesraman, Seni, Budaya dan Lintas Agama : Berdoa agar semua insan diatas bumi dianugerahkan perdamaian

Kalangan Pesraman, Seni, Budaya dan Lintas Agama : Berdoa agar semua insan diatas bumi dianugerahkan perdamaian

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 22 Sep 2019
  • visibility 127
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Minggu 22 September 2019

 

Kalangan Pesraman, Seni, Budaya dan Lintas Agama : Berdoa agar semua insan diatas bumi dianugerahkan perdamaian

Kegiatan Gema Perdamaian (GP) bertempat di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar-Bali, Sabtu (21/9/2019).(foto/indonesiaexpose.co.id)

 

BALI,  INDEX  –  Prihatin dengan keterpurukan bangsa indonesia, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun hukum terlebih spiritual, di mana selalu ada kesenjangan, ketidakadilan, kekerasan dan kejahatan dalam setiap masyarakat, dalam setiap lapisan elemennya, lintas ras, suku, bangsa dan agama.

Seperti yang bangsa ini lewati dan alami dari generasi ke genarasi, dari peralihan jaman ke peralihan jaman lainnya, dari jaman kerajaan hingga jaman reformasi, dari konflik adat hingga agama, dari konflik etnis hingga kesukuan, dari  elemen masyarakat hingga negaranya

” Adakah kedamaian yang sejatinya di sana dalam menyelesaikan suatu konflik atau permasalahan? Sepertinya damai dan bahagia bukanlah suatu yang bisa di peroleh dengan mudah di negri ini,  sebaliknya kekerasan dan kejahatan seperti menjadi sebuah keberuntungan yang bisa berkuasa dan bertahan,” ungkap Ida Rsi Wisesanatha,di sela-sela kegiatan Gema Perdamaian (GP) bertempat di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar-Bali, Sabtu (21/9/2019).

Dengan mengusung tema “Damailah Bangsaku Jayalah Negeriku”, komunitas Gema Perdamaian (GP) melakukan doa secara khusyuk agar seluruh insan di atas bumi ini dianugerahkan perdamaian dan dapat terekspresi di dalam kehidupannya masing-masing.Doa bersama ini diikuti oleh ratusan tokoh dari kalangan pesraman, kalangan seni, budaya dan lintas agama.

Ida Rsi Wisesanatha menjelaskan, sesungguhnya kita perlu memiliki panggung damai. Damai itu indah, sehingga harus tetap dipelihara dengan upaya-upaya. Pada tanggal 21 September sejak 2013 silam, PBB menentukan sebagai hari perdamaian International untuk mendorong terjadinya perdamaian dunia. Bertepatan kali ini, Komunitas Gema Perdamaian (GP) dengan mengagandeng berbagai tokoh dari kalangan pasraman, kalangan seni, budaya dan lintas agama berkumpul melakukan doa secara khusyuk untuk mendoakan agar seluruh insan di atas bumi ini dianugerahkan perdamaian dan dapat terekspresi di dalam kehidupannya masing-masing.

” Selain kegiatan doa bersama, juga diselenggarakan sarasehan yang pada dasarnya adalah merupakan wahana edukasi bagi siapa pun yang hadir. Dengan demikian perspektif damai dan tujuan damai dapat dimaknai dengan lebih holistik dan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari- hari,” tutur Ketua SC Gema Perdamaian Ida Rsi Acharya Agni Budha Wisesanantha.

Menurutnya, kegiatan GP yang dilaksanakan oleh panitia GP dimulai dari bulan Juni 2019 yang lalu dengan berbagai kegiatan yang pada dasarnya mempromosikan nilai-nilai damai. Adapun penyampaian nilai damai dilakukan lewat edukasi, lomba-lomba kreatif, ceramah-ceramah perdamaian dan akan ditutup dengan kegiatan puncak pada tanggal 5 Oktober 2019. Kegiatan GP tahun 2019 ini adalah GP yang ke-17 sebenarnya 10 tahun lebih dahulu dibandingkan keputusan PBB membuat hari perdamaian dunia pada tanggal 21 September tahun 2013. Acara puncak seperti biasa akan dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai kalangan yang berisikan berbagai hiburan kultural, doa lintas agama yang dipimpin oleh FKUB, sarasehan antartokoh dan hiburan dari elemen komunitas.

“Gerakan GP ini sebagai wujud konsistensi anak bangsa yang sadar bahwa damai itu mesti diupayakan oleh semua pihak tanpa terkecuali dan minimum memiliki kesadaran. Gerakan GP ini merupakan kulminasi perayaan yg mengingatkan semua pihak bahwa damai itu indah dan damai itu upaya. Sehingga di dalam kesehariannya semua pihak dari individu sampai kelompok merasa wajib menciptakan damai dengan menciptakan keteraturan. Mengupayakan pengaturan diri dan kelompok dengan kedesiplinan yang tinggi sebelum selanjutnya berkembang ke pengaturan dan keteraturan spiritual yang pada ujungnya tercipta kesejahteraan serta kehidupan yang berbahagia bagi semua pihak,” tegas Ida Rsi Wisesanatha.

Selain itu, Ida Rsi menekankan bahwa perjuangan ini adalah perjuangan bersama. Gerakan ini adalah edukasi terhadap perspektif-perspektif penyebab ketidakdamaian. Semua harus berupaya nyata menciptakan damai, karena sangat diperlukan terus menerus bagi seluruh lapisan generasi. Apalagi di Indonesia seperti yang kita lihat sendiri memiliki kerentanan yang sangat tinggi.

Ida Rsi menyampaikan, bahwa Komunitas GP berkeyakinan bahwa jika Indonesia memiliki tingkat kedamaian yang tinggi maka Bangsa Indonesia akan sejahtera.

“Bangsa ini diciptakan memiliki negara yang kaya raya dengan segala sumber daya alamnya sehingga sesuai dengan moto kami ‘Damailah Bangsaku Jayalah Negeriku’. Marilah kita semua ‘ketog semprong’ mengupayakan perdamaian di Bumi Pertiwi ini,” katanya.

Pada akhir perbincangan, Ida Rsi mengatakan bahwa sebelumnya sudah ada pihak yang ingin membeli kegiatan Gema Perdamaian senilai ratusan juta. Namun pihaknya jelas-jelas menolak karena tidak ingin ada upaya komersialisasi, dan ingin menjaga kemurnian bahwa kegiatan ini memang semata-mata untuk memberikan vibrasi positif dari Bali.

“Percayalah, sesungguhnya yang kita lakukan di Bali adalah simpul saja. Setelah upaya perdamaian di Bali berhasil, nanti akan diadakan di daerah lain pula. Jadi Bali adalah episentrumnya,” ujarnya.

 

 

Sementara itu, Ketua Panitia Gema Perdamaian Kadek Adnyana menambahkan, pada momen GP ke-17 ini, diharapkan agar ada upaya yang lebih baik lagi sehingga perdamaian benar-benar nyata di kehidupan masyarakat.

“Syukurlah, kegiatan yang diawali di Bali ini, sudah memantik perhatian dari daerah dan negara lain. Pertengahan Oktober nanti, ada permintaan di Lombok untuk mengadakan doa bersama sebagai langkah mengupayakan perdamaian. Selanjutnya ada permintaan pula di Kalimantan, dan sejumlah wilayah lain. Syukur, apa yang kami lakukan menuai respon positif karena memang kegiatan ini adalah mengusung ketulusan dan kemurnian,” tutup Adnyana.

(078)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Bali, Minggu  10  November  2024 Renungan  Joger  

  • Bawaslu Garut Bersinergi dengan Satpol PP Tertibkan Alat Peraga Kampanye

    Bawaslu Garut Bersinergi dengan Satpol PP Tertibkan Alat Peraga Kampanye

    • calendar_month Minggu, 24 Des 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Garut, Minggu  24  Desember  2023 Bawaslu Garut Bersinergi dengan Satpol PP Tertibkan Alat Peraga Kampanye     Jawa  Barat,  indonesiaexpose.co.id  – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Garut, bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Garut, melaksanakan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (23/12/2023). Menurut Kepala Bidang Penegakan […]

  • Pertamina Jaring Putra-Putri Riau Bekerja di PHR WK Rokan

    Pertamina Jaring Putra-Putri Riau Bekerja di PHR WK Rokan

    • calendar_month Sabtu, 6 Agt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Pekanbaru,  Sabtu  06  Agustus 2022 Pertamina Jaring Putra-Putri Riau Bekerja di PHR WK Rokan   (Foto/ist)   Kepulauan Riau,  indonesiaexpose.co.id  – Sebanyak 53 putra-putri asal Riau secara resmi bergabung dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja (WK) Rokan. Mereka terpilih di antara lebih dari 2.000 orang yang lolos tahap administrasi untuk mengikuti tes tulis […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Senin, 21 Agt 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Bali,  Selasa   22  Agustus  2023 Renungan  Joger  

  • Renungan JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Minggu, 26 Mar 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Bali, Senin 27 Maret 2023 Renungan JOGER  

  • Renungan  JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Minggu, 18 Sep 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Bali, Senin  19  September 2022   Renungan  JOGER  

expand_less