Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Jaya Negara Nyanggingin Serangkaian Karya Metatah Lan Menek Kelih Paiketan Mahasatya

Jaya Negara Nyanggingin Serangkaian Karya Metatah Lan Menek Kelih Paiketan Mahasatya

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 20 Okt 2019
  • visibility 185
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Senin 21  Oktober  2019

 

Jaya Negara Nyanggingin Serangkaian Karya Metatah Lan Menek Kelih Paiketan Mahasatya

Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat Nyanggingin serangkaian Karya Manusa Yadnya Metatah lan Menek Kelih Paiketan Mahasatya KSU Santi Asih di Banjar Tatasan Kaja, Minggu (20/10/2019).

 

BALI,  INDEX  –  Sebagai wujud sradha dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa serta membantu sesama, Paiketan Mahasatya, KSU Santi Asih, Br. Tatasan Kaja menggelar upacara Manusa Yadnya Karya Metatah dan Menek Kelih Massal. Dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara “ngayah” Nyanggingin serangkaian karya metatah yang digelar bertepatan dengan Redite Pon Perangbakat, Minggu (20/10/2019).

Sebagai Wakil Walikota, Jaya Negara memang tidak asing lagi dalam tugas nyanggingin. Terlihat begitu terampil dan apik dalam menatah. Lantunan kidung dan suara gender mengiringi Wawali Jaya Negara melaksanakan tugas dalam menatah peserta. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kota, I Gusti Ngurah Gede, Anggota DPRD Provinsi Bali, AA Ngurah Adhi Ardhana, Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara, Pimpinan OPD serta sanak saudara dan peserta metatah dan menek kelih masal.

Disela-sela pelaksanaan karya Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara mengatakan, bahwa ritual potong gigi (mepandes) yang merupakan salah satu ritual Manusa Yadnya yang wajib dilakukan. Dalam agama Hindu Mepandes wajib dilakukan ketika anak menginjak usia remaja atau sudah dewasa.

” Ritual ini bertujuan untuk mengendalikan 6 sifat buruk manusia yang menurut agama Hindu dikenal dengan istilah sad ripu (enam musuh dalam diri manusia),” Ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, selain merupakan sebuah kewajiban yang dilaksanakan dalam kehidupan, metatah merupakan upacara untuk menetralisir sifat buruk dalam diri manusia yang disebut dengan Sad Ripu yang meliputi Kama (sifat penuh nafsu indriya), Lobha (sifat loba dan serakah), Krodha (sifat kejam dan pemarah), Mada (sifat mabuk atau kemabukan), Matsarya (sifat dengki dan irihati), dan Moha (sifat kebingungan atau susah menentukan sesuatu).

“Metatah dan Menek Kelih masal merupakan wujud bhakti kepada Sang Pencipta, sehingga guna memnuhi kewajiban manusia wajib beryadnya, Dengan dilaksanakannya karya metatah dan menek kelih masal ini diharapkan mampu meningkatkan sradha dan bhakti umat, serta para peserta atau yang bersangkutan mampu menjadikan diri lebih dewasa dan bijak baik dalam berpikir, berbuat dan berbicara,” ujar Jaya Negara.

Sementara Penasehat Panitia Karya Metatah dan Menek Kelih Masal, I Ketut Suteja Kumara didampingi Penasehat Paiketan Mahasatya, I Ketut Catur serta Ketua PanitiaI Made Karmana menambahkan, bahwa seluruh rangkaian karya dilaksanakan sejak pagi hari Minggu (20/10) yang diawali dengan Medengan-dengan (Pengekeban) dan Mekala-Kalaan. Dilanjutkan dengan Upacara Metatah dan Menek Kelih serta Natab Mepedamel yang dipimpin Ida Pedanda Griya Toko. Seluruh rangkaian acara akan berakhir dengan pelaksanaan upacara madingin kasur yang dilaksanakan pada Senin (23/10).

Menurut Catur,  bahwa dari pelaksanaan Karya Manusa Yadnya ini merupakan ajang untuk saling membantu serta meringankan beban sesama Umat Hindu, serta meningkatkan syukur dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

“Tentu kami dari Paiketan dan Koperasi berkomitmen untuk membantu sesama serta meringankan beban umat dalam pelaksanaan yadnya, serta selalu berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat serta dapat meningkatkan sradha dan bhakti umat,” tutupnya.

(076)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Rabu, 12 Apr 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Bali, Kamis 13 April 2023 Renungan JOGER  

  • Renungan JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  27  Januari  2026 Renungan JOGER

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Senin, 18 Okt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  19  Oktober  2021 Renungan  JOGER    

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Bali, Rabu  09  Juli  2025 Renungan  Joger

  • Tekan Alih Fungsi Lahan Pertanian, Pemprov.Bali segera ajukan Ranperda Nominee ke DPRD

    Tekan Alih Fungsi Lahan Pertanian, Pemprov.Bali segera ajukan Ranperda Nominee ke DPRD

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Buleleng, Rabu  27  Agustus  2025 Tekan Alih Fungsi Lahan Pertanian, Pemprov.Bali segera ajukan Ranperda Nominee ke DPRD   Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra di acara peluncuran PLTS Atap di Desa Banjarasem, Kec.Seririt, Kab.Buleleng, Rabu (27/8/2025). Bali, indonesiaexpose.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sedang merancang enam peraturan daerah (Perda) baru yang ditargetkan selesai hingga akhir […]

  • 10 Atlet Bertalenta Khusus Asal Jateng Wakili Indonesia Berlaga di Bangladesh

    10 Atlet Bertalenta Khusus Asal Jateng Wakili Indonesia Berlaga di Bangladesh

    • calendar_month Senin, 15 Apr 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Semarang,  Selasa  16  April  2024 10 Atlet Bertalenta Khusus Asal Jateng Wakili Indonesia Berlaga di Bangladesh   (foto/ist)   Jawa  Tengah,  indonesiaexpose.co.id   – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno melepas 10 atlet bertalenta khusus (penyandang disabilitas intelektual) yang berasal dari wilayahnya, untuk berlaga pada ajang Special Olympics Asia Pasific South Asia Unified Football Competition di […]

expand_less