Monday , June 14 2021
Home / Bali / Bedah buku Panca Investasi Politik dan Kami Pemimpin Masa Kini : Pemimpin mampu Pendobrak Perubahan dari Zero to Hero dari Nothing to something

Bedah buku Panca Investasi Politik dan Kami Pemimpin Masa Kini : Pemimpin mampu Pendobrak Perubahan dari Zero to Hero dari Nothing to something

Denpasar, Selasa 8 Juni  2021

 

Bedah buku Panca Investasi Politik dan Kami Pemimpin Masa Kini : Pemimpin mampu Pendobrak Perubahan dari Zero to Hero dari Nothing to something

 

Acara Bedah Buku , ‘ Panca Investisi Politisi dan ‘KAMI’ Pemimpin Masa Kini bertempat di di Auditorium Kampus ITB STIKOM Bali,Denpasar,Bali, Senin (7/6/2021)pagi.

 

Bali, indonesiaexpose.co.id – ‘Panca Investasi Politisi’ dan ‘KAMI: Pemimpin Masa Kini’.Hal ini di katakan Gede Putu Dharma Suyasa saat bedah buku, yang di gelar secara Virtual bertempat di Auditorium Kampus ITB STIKOM Bali,Denpasar,Bali, Senin (7/6/2021)pagi.

Menurutnya, untuk menjadi pemimpin, tidak semata-mata hanya mencapai posisi tertinggi dalam sebuah karier. Pemimpin dalam bidang apapun, adalah pendobrak yang mampu memulai berbagai perubahan dari zero to hero, dari nothing to something.

Panca Investasi Politisi’ menjadi buku terbaru yang diluncurkan oleh Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. Sedangkan buku ‘KAMI: Pemimpin Masa Kini”, ditulis oleh tiga penulis yakni, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., Dr. Dadang Hermawan dan Made Satria Pramanda Putra.

Menurut Gede Putu Dharma Suyasa, buku Panca Investasi Politisi dikemas dengan bahasa ringan sehingga pembaca mudah dimengerti apa yang ingin disampaikan. Ia mengatakan, buku-buku tersebut ibarat perahu yang akan mengantarkan pada suatu tujuan. Di dalam perahu itu penumpang akan mengalami banyak hal yang membuatnya belajar dan belajar oleh pengalaman.

Sementara, buku ‘KAMI: Pemimpin Masa Kini’ memberikan makna tersirat buku tersebut abadi sepanjang jaman.

“Di masa yang akan datang, ‘KAMI: Pemimpin Masa Kini’ tetap relevan dengan segala perubahannya. Masa depan tetap akan menjadi masa sekarang. Kedua buku ini sarat dengan hidden message, pesan-pesan tersembunyi,” kata Suyasa.

Menurut Prof Dasi Astawa, buku ‘Panca Investasi Politisi’ sendiri, dikonsep untuk jadi bekal generasi masa depan yang akan berkiprah di dunia politik dan menjadi pemimpin. “Supaya (generasi sekarang dan masa depan) ada pandangan-pandangan tentang bagaimana jadi pemimpin,” kata Dasi Astawa.

Ia mengatakan, kedua buku tersebut berbicara tentang bagaimana seseorang memiliki jiwa pemimpin dan apa yang harus dikerjakan sebagai seorang pemimpin.

Prof Dasi menambahkan, buku ini hadir untuk mengedukasi generasi muda Bali dan mungkin di kancah perpolitikan Indonesia karena jika kita memasuki dunia apapun harus memiliki bekal jika tidak dan hanya berbekal tangan kosong maka kita akan menjadi pecundang.

Menurutnya, jangan sering memberi contoh tapi rajinlah menjadi contoh. Sekecil apapun jika menjadi politisi tangan kosong tanpa berbekal apapun maka selamanya tidak berguna dalam menekuni profesi tersebut. Ibarat berjalan di kegelapan sehingga perlu sinar dan pencerahan

Sementara, Pembina Yayasan Widya Dharma Santi yang membawahi Kampus ITB STIKOM Bali Prof. Dr. I Made Bandem MA., memberikan apresiasi atas bertambahnya literasi publik dari hadirnya kedua buku tersebut. ‘KAMI: Pemimpin Masa Kini’ yang penyusunannya hanya butuh 3 hari, dinilai tidak mengurangi substansi maupun kedalaman buku tersebut.

“Penerbitan ‘KAMI: Pemimpin Masa Kini’ sebagai bukti wujud teknologi. Akan sangat mudah menemukan literasi, referensi dari dunia maya. Sehingga, sangat mudah diselesaikan dengan waktu sangat cepat. Tapi yang penting disini adalah pemikirnya,” kata Made Bandem.

Istilah KAMI adalah akronim dari Kepemimpinan, Akuntabilitas, Manajerial, dan Inspirasi. Dari akronim itu, kata Made Bandem, menjadi jendela untuk melihat kedalaman buku yang diterbitkan tokoh akademisi di Bali itu.

Acara bedah buku mendatangkan tiga narasumber yakni, I Gede Putu Dharma Suyasa, S.Kp., M.Eng., Ph.D., Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., dan Agus Made Yoga Iswara, BBA., BBM., MM., CHA.

” Buku-buku tersebut ibarat perahu yang akan mengantarkan pada suatu tujuan. Di dalam perahu itu penumpang akan mengalami banyak hal yang membuatnya belajar dan belajar oleh pengalaman,” tandas Gede Putu Dharma Suyasa mengibaratkan.

(071)

Check Also

Salah Gunakan Masker Tim Yustisi Denpasar Berikan Pembinaan Warga Pelanggar Prokes

Denpasar, Minggu  13  Juni  2021   Salah Gunakan Masker Tim Yustisi Denpasar Berikan Pembinaan Warga Pelanggar …

Walikota Jaya Negara Tinjau Vaksinasi Gojek Di Denpasar Sasar 1000 Driver.

Denpasar, Minggu  13  Juni  2021   Walikota Jaya Negara Tinjau Vaksinasi Gojek Di Denpasar Sasar …