Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Kampus ITB STIKOM Bali, Lakukan berbagai Inovasi guna menghasilkan Generasi Penerus Bangsa yang Cerdas dan Competen di era Society.5.o.

Kampus ITB STIKOM Bali, Lakukan berbagai Inovasi guna menghasilkan Generasi Penerus Bangsa yang Cerdas dan Competen di era Society.5.o.

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 22 Jun 2021
  • visibility 187
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Selasa 22 Juni  2021

 

Kampus ITB STIKOM Bali, Lakukan berbagai Inovasi guna menghasilkan Generasi Penerus Bangsa yang Cerdas dan Competen di era Society.5.o.

 

 Ketua APTISI Pusat Dr. M. Budi Djatmiko (tengah) foto bersama pejabat struktural ITB STIKOM Bali usai memberikan presentasi tentang tantangan perguruan tinggi di era Society 5.0.

 

Bali, indonesiaexpose.co.id  – Kemajuan zaman menuntut kita untuk melakukan pembaruan. Tak terkecuali pada sistem pendidikan. Berbagai inovasi dalam dunia pendidikan, telah banyak dilakukan agar mencapai tujuan untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berkompeten.

Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Pusat Dr. M. Budi Djatmiko mengatakan, perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh dunia kini dalam bahaya. Jika tidak segera melakukan inovasi pembelajaran, maka nasibnya akan sama dengan perusahaan taksi atau ojek convensional. Di Indonesia, dari 195 perusahan taksi, kini tersisah hanya 15 perusahaan. Sebagian besar sudah bangkrut, tergilas taksi online uber, grab, dan gojek. Perguruan tinggi juga akan mengalami nasib yang sama jika tidak segera melakukan inovasi.

” Misalnya saja  di bidang perhotelan. Jaringan hotel internasional seperti JW Marriott, Hilton, Westin yang dibangun dangan biaya triliunan rupiah kini dikendalikan oleh marketplace Traveloka, Pegipegi, Mister Aladin dan Agoda yang mungkin hanya membutuhkan anggaran Rp 1 miliar untuk pengembangan sistem aplikasinya. Tapi mereka kini justru menjadi pemilik ribuan hotel di seluruh dunia tanpa harus susah payah membangun hotel,” terang Dr. M. Budi Djatmiko ketika mempresentasikan tantangan perguruan tinggi di era Society 5.0 di depan para pejabat STIKOM Bali Group bertempat di kampus ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar, Senin (21/06/2021).

Menurutnya, hasil penelitian Universitas Indonesia tahun 2016 menyebutkan hotel menerima tamu langsung hanya 4 persen. Sisahnya dipasok oleh marketplace tadi.

Dia mengingatkan, kampus-kampus convensional yang saat ini tegak berdiri megah juga akan mengalami nasib yang sama seperti hotel, dikendalikan oleh kampus online yang mengandalkan teknologi.

“Mereka cari mahasiswa, tinggal bagi hasil dengan kampus model lama,” sambungnya.

Di Amerika Serikat, Harvard University dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) sudah melakukan inovasi pembelajaran jarak jauh. Para mahasiswa asing tidak perlu lagi datang ke Amerika.

“Saat ini 7 persen mahasiswa baru Harvard University tetap tinggal di negaranya, tidak perlu ke Amerika, begitu juga di MIT ada 10 persen mahasiswa baru tetap tinggal di negaranya,” kata Djatmiko.

Masih terkait urusan “plesiran” tersebut, korban nyata kehadiran marketplace menggilas dunia kampus dirasakan oleh kampus – kampus pariwisata. “Sekarang ini saja sedikitnya 48 Program Studi Usaha Perjalanan Wisata sudah tutup,” kata Djatmiko.

Dewasa ini manusia berada di era Revolusi Industri IV atau R.IV. Tapi Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (26 Desember 2012 – 16 September 2020) menilai R.IV justru mendegradasi peran manusia dalam kemajuan teknologi. Karena itu Abe menelorkan konsep masyarakat baru yang dikenal dengan sebutan Society 5.0. Yakni sebuah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human centered) dengan berbasis pada kemajuan teknologi (technology based). Lalu apa yang harus dilakukan perguruan tinggi di Indonesia menghadapi perubahan yang begitu cepat itu?

“Dibutuhkan seorang perusak sistem lama, kita butuh seorang CDO atau Chief Disruption Officer,” tegas Djatmiko.

Dia memberi ilustrasi begini. Di era Pandemi Covid – 19 ini perusahaan-perusahaan besar berlomba mencari seoramg CEO (Chief Executive Officer) yang handal untuk menjalankan bisnisnya, maka saatnya kampus membutuhkan seorang CDO, seorang rektor perusak kampus, yakni sosok yang mampu melakukan inovasi dan adaptasi dengan perubahan serta melabrak zona nyaman yang ada di kampus selama ini.

“Kampus harus segera membuat inovasi, ke depan dosen bukanlah segalanya karena mahasiswa bisa belajar di mana saja, kapan saja dengan berbagai sumber digital,” tegas Budi Djatmiko.

Menurut dia, kata kuncinya teletak pada kemampuan dosen untuk membuat dan mengkolaborasikan empat poin ini.

“Pertama, literasi data, yaitu kemampuan untuk membaca, analisis dan menggunakan informasi (big data) di dunia digital. Kedua, literasi teknologi, yakni memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi (cooding, artificial inteligence, machine learning, engineering principles, biotech). Ketiga, literasi manusia, yaitu humanities, komunikasi dan desain. Keempat adalah pembelajaran sepanjang hayat,” pungkas Budi Djatmiko.

(077)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Senin, 13 Des 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  14  Desember  2021   Renungan  JOGER  

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin 02  Oktober  2020

  • Waktu Pendaftaran Lomba Desain Rumah dari FABA Diperpanjang Hingga 17 Juni 2021

    Waktu Pendaftaran Lomba Desain Rumah dari FABA Diperpanjang Hingga 17 Juni 2021

    • calendar_month Minggu, 13 Jun 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Jakarta, Minggu  13  Juni  2021   Waktu Pendaftaran Lomba Desain Rumah dari FABA Diperpanjang Hingga 17 Juni 2021       “Total hadiah dan bantuan implementasi Program Capai Rp 457 juta.   Jakarta, indonesiaexpose.co.id   – Batas waktu pendaftaran Lomba Desain Rumah Sehat, Terjangkau dan Ramah Lingkungan dari Material Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) PLTU […]

  • Resmi Berlaku! Perda No. 4 Tahun 2026: Ubah Sawah Jadi Vila di Bali Terancam Pidana!

    Resmi Berlaku! Perda No. 4 Tahun 2026: Ubah Sawah Jadi Vila di Bali Terancam Pidana!

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle 080
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  25  Pebruari  2026 Resmi Berlaku! Perda No. 4 Tahun 2026: Ubah Sawah Jadi Vila di Bali Terancam Pidana! salah satu proyek villa  di LSD,Bali.   Bali , indonesiaexpose.co.id  — Pemerintah Provinsi Bali resmi memberlakukan aturan keras untuk menghentikan alih fungsi lahan sawah produktif menjadi vila dan bangunan komersial. Melalui Perda No. 4 Tahun […]

  • Prabowo Rencana Akan Bangun Penjara Khusus Koruptor

    Prabowo Rencana Akan Bangun Penjara Khusus Koruptor

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Jakarta, Kamis  13  Maret 2025 Prabowo Rencana Akan Bangun Penjara Khusus Koruptor   Presiden Prabowo Subianto (dok. YouTube Setpres) Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  Presiden Prabowo Subianto ingin membuat penjara yang kokoh bagi para koruptor di pulau terpencil. Prabowo menekankan bahwa dia tak akan mundur melawan koruptor. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meluncurkan tunjangan guru ASN daerah […]

    • calendar_month Jumat, 16 Jul 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat 16  Juli  2021   Dari Rapat Evaluasi Triwulan II.Wakil Walikota Arya Wibawa Genjot OPD Realisasikan Anggaran Secara Maksimal     Bali, indonesiaexpose.co.id  –  Di tengah pandemi Covid-19, Pemkot Denpasar tetap berkomitmen dalam melakukan pengawasan dan pelaporan realisasi anggaran. Hal tersebut tertuang dalam rapat evaluasi capaian keuangan dan fisik perangkat daerah triwulan II yang […]

expand_less