Tuesday , September 21 2021
Home / Bali / Hery Gunardi, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia(BSI)Tbk : Kinerja  BSI, pada semester I/2021 mampu menghimpun Dana Pihak Ketiga Rp.216,4 triliun dan membukukan Laba Bersih Rp.1,48 triliun

Hery Gunardi, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia(BSI)Tbk : Kinerja  BSI, pada semester I/2021 mampu menghimpun Dana Pihak Ketiga Rp.216,4 triliun dan membukukan Laba Bersih Rp.1,48 triliun

Bali, Jumat  30  Juli  2021

 

Hery Gunardi, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia(BSI)Tbk : Kinerja  BSI, pada semester I/2021 mampu menghimpun Dana Pihak Ketiga Rp.216,4 triliun dan membukukan Laba Bersih Rp.1,48 triliun

 

Paparan  kinerja BSI semester I 2021  di gelar secara Virtual di Jakarta, Jumat 20 Juli 2021.

 

 

Jakarta, indonesiaexpose.co.id –  PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) membukukan laba bersih Rp.1,48 triliun pada semester I 2021, prestasi ini naik 34,29% secara year on year (yoy) jika dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp 1,1 triliun.

 

“Untuk meningkatkan kinerja, pada tahun ini BSI fokus untuk menjaga kualitas pembiayaan dan memanage coverage ratio dengan tetap mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan akselerasi kapasitas digital dan operasional,” kata Direktur Utama BSI Hery Gunardi pada paparan kinerja triwulan II-2021 BSI yang di gelar secara Virtual di Jakarta, Jumat 20 Juli 2021.

 

Menurut Hery, kenaikan laba pada semester I tahun ini dipicu oleh pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK), sehingga biaya dana dapat ditekan.Berdasarkan laporan keuangan perseroan, realisasi pembiayaan bank syariah terbesar itu tumbuh 11,73 persen secara year on year (yoy) pada semester I-2021 menjadi Rp 161,5 triliun

 

Kemudian hingga pertengahan tahun, bank syariah terbesar di Indonesia ini mampu menghimpun DPK hingga Rp216,4 triliun per semester I 2021. Angka ini naik 16,03% jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp186,5 triliun. Penyaluran pembiayaan juga tumbuh 11,73%, atau mencapai Rp161,5 triliun pada periode yang sama.

 

Porsi terbesar disumbangkan segmen konsumer yang mencapai Rp 75 triliun atau 46,5 persen total pembiayaan, kemudian segmen korporasi sebesar Rp 36,7 triliun atau 22,8 persen, segmen UMKM yang mencapai Rp 36,8 triliun setara 22,9 persen, dan sisanya segmen komersial Rp 10 triliun atau sekitar 6,2 persen.Sementara itu, DPK BSI tumbuh 16,03 persen secara yoy menjadi Rp 216,4 triliun dari Rp 186,5 triliun pada semester I-2020.

 

Hery menyebutkan, kenaikan-kenaikan tersebut mendongkrak pendapatan margin dan bagi hasil perseroan yang tumbuh 12,71 persen secara yoy.

 

“Untuk meningkatkan kinerja, pada tahun ini BSI fokus untuk menjaga kualitas pembiayaan dan memanage coverage ratio dengan tetap mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan akselerasi kapasitas digital dan operasional.Dengan pertumbuhan laba tersebut, return on equity (ROE) BSI mengalami pertumbuhan, dari 11,69 persen pada Juni 2020 menjadi 13,84 persen pada Juni 2021.

 

” Untuk menjaga pertumbuhan ke depan, BSI akan terus meningkatkan kapabilitas digital.Pasalnya, volume transaksi kanal digital BSI tumbuh signifikan sepanjang triwulan kedua 2021,” pungkas Hery

 

Selanjutnya, strategi kedua, menurut Hery, yaitu memindahkan transaksi yang sederhana ke mobile banking, ATM, maupun layanan elektronik yang lain, sehingga kantor cabang BSI bisa melayani transaksi yang lebih rumit.Dengan demikian, seluruh kantor cabang BSI bisa lebih efisien, produktif, dan berfokus kepada segi bisnis ke depannya.

 

” Kenaikan-kenaikan tersebut mendongkrak pendapatan margin dan bagi hasil perseroan yang tumbuh 12,71 persen secara yoy,” jelasnya.

 

Sementara Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho menambahkan, pertumbuhan DPK tersebut didominasi oleh peningkatan dana murah melalui layanan jasa keuangan giro dan tabungan yang sebesar 54,81 persen. Hal itu menurunkan biaya dana atau cost of fund dari 2,78 persen pada semester I 2020 menjadi 2,14 persen pada paruh pertama tahun ini.

 

Pertumbuhan DPK meningkat karena tingkat kepercayaan masyarakat ikut nasik setelah merger bank syariah milik negara. Salah satu produk tabungan yang tumbuh signifikan yakni tabungan wadiah. Tumbuh hingga 25,71 persen dengan nilai mencapai Rp 30 triliun.

 

“Tabungan wadiah ini tabungan yang tanpa bagi hasil. Angkanya sampai Rp 30 triliun, ini bentuk kepercayaan masyarakat kepada BSI,” pungkas Ade Cahyo Nugroho.

(002)

 

Check Also

Sebanyak 107 Orang Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar. Kesembuhan Capai 95,64 Persen

Denpasar, Selasa  21  September  2021   Sebanyak 107 Orang Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar. Kesembuhan …

ITB Stikom Bali

Bali, Selasa 21  September  2021 ITB Stikom Bali