Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Terima Kepala BKKBN, Wapres Minta Percepat Penanganan Stunting untuk Capai Target Angka Prevalensi 14%

Terima Kepala BKKBN, Wapres Minta Percepat Penanganan Stunting untuk Capai Target Angka Prevalensi 14%

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 1 Des 2021
  • visibility 149
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Rabu  01  Desember  2021

Terima Kepala BKKBN, Wapres Minta Percepat Penanganan Stunting untuk Capai Target Angka Prevalensi 14%

 

Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin menerima audiensi Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo beserta jajarannya di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 6, Jakarta Pusat, Selasa sore (30/11/2021).

Disampaikan oleh Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi, dalam pertemuan ini Wapres memberikan arahan terkait upaya percepatan penanganan stunting untuk mencapai target angka prevalensi 14% pada 2024.

“Pertama, Wapres memerintahkan kepada BKKBN untuk melakukan langkah-langkah percepatan (penanganan stunting), dengan target (angka prevalensi) 14% selesai dalam dua tahun setengah, sampai akhir masa periode (Pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin),” tutur Masduki dalam siaran tertulisnya, di Jakarta, Rabu (01/12/2021).

Terkait hal ini, Wapres meminta BKKBN agar lebih intensif melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait dan juga dengan pemerintah daerah khususnya daerah-daerah yang memiliki kasus stunting tinggi.

“Lalu juga harus dilakukan konvergensi (program) antara kementerian/lembaga bersama pemerintah daerah kabupaten/kota. Kalau bisa terkoordinasi dengan baik, itu adalah kunci keberhasilan. Itu menjadi syarat utama yang diharapkan oleh Wapres,” tegas Masduki.

Adapun kedua, lanjut Masduki, Wapres meminta agar BKKBN memetakan daerah-daerah yang memiliki kasus stunting tinggi agar dapat dilakukan penanganan secara khusus.

“Terpetakannya daerah-daerah yang tinggi stunting-nya, penting agar dapat dilakukan rencana aksi secara lebih khusus per wilayah sesuai dengan karakter daerah masing-masing,” ujarnya.

Selanjutnya yang ketiga, kata Masduki, Wapres meminta upaya penanganan stunting dilakukan sedini mungkin bahkan sejak pra nikah. Di samping juga meminta agar pemenuhan gizi anak dapat menggunakan pendekatan kearifan lokal. Dalam hal ini Wapres mencontohkan penggunaan biskuit dari daun kelor sebagai makanan tambahan anak di Nusa Tenggara Timur.

“Masing-masing daerah (tentu) punya kearifan lokal sendiri-sendiri. Dengan demikian maka bagaimana Ibu-Ibu ataupun keluarga dapat mulai dari sejak dini, dengan kearifan lokalnya, memanfaatkan sumber-sumber gizi yang ada di sekitarnya secara maksimal,” jelas Masduki.

Lebih jauh, Masduki memaparkan bahwa dalam kesempatan ini Kepala BKKBN melaporkan kepada Wapres, berbagai program penanganan stunting sebagai wujud implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

“BKKBN sekarang ini sudah menyiapkan Tim Pendamping Keluarga, yang terdiri dari Bidan, Kader-Kader Lapangan, Kader-Kader PKK untuk pelaksanaan sosialisasi agar masyarakat tidak terkena stunting,” sebutnya.

Salah satu program yang akan dilakukan BKKBN, lanjut Masduki, adalah pemberian pelatihan kepada sekitar 600 ribu tenaga lapangan secara bergelombang yang akan dimulai pada Januari 2022.

“Dari 600 ribu orang itu, nanti akan bergerak secara nasional ke setiap kecamatan terutama di daerah-daerah yang stunting-nya tinggi,” ujarnya.

Di samping itu, menurut Masduki BKKBN juga akan melakukan pendekatan terhadap calon-calon pengantin sebelum menikah.

“Karena ternyata tiap tahun itu ada sekitar 2 juta orang pengantin, yang setiap tahunnya juga ada sekitar 1,6 juta orang hamil setelah menikah. Dari yang hamil tersebut, rata-rata 400 ribu itu kena stunting,” paparnya.

Untuk itu, kata Masduki, terhadap para calon pengantin akan dilakukan pendekatan termasuk pemberian pelatihan.

“Kemudian juga diberikan catatan-catatan penting bagaimana dirinya, seperti penyakit yang dimiliki, anemia atau tidak dan seterusnya, itu akan dilakukan pendekatan-pendekatan sejak dini,” jelasnya.

Kemudian, Masduki menuturkan bahwa BKKBN juga akan terus melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait.

“Dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat misalnya untuk koordinasi pembangunan jamban dan penyediaan air bersih. Dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan pemetaan di kecamatan-kecamatan,” urainya.

Terakhir, Masduki menyebutkan bahwa kehadiran Kepala BKKBN di Istana Wapres selain melaporkan berbagai program penanganan stunting juga mengundang Wapres untuk menghadiri acara pencanangan Gerakan Pengentasan Stunting pada pertengahan Desember 2021.

“Mulai pertengahan Desember nanti itu akan ada semacam peresmian, (sehingga) mengundang Wapres untuk melakukan Gerakan Pengentasan Stunting,” pungkasnya.

Turut hadir bersama Kepala BKKBN, Sekretaris Utama Tavip Agus Rayanto, Deputi Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi Sukaryo Teguh Santoso, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Nopian Andusti, serta Direktur Advokasi dan Hubungan Antar Lembaga Wahidah.

Sementara, selain Jubir Masduki Baidlowi, Wapres didampingi oleh Plt. Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika serta Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Suprayoga Hadi.

(007)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Jumat, 21 Jan 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu 22  Januari 2022   Renungan  JOGER  

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Jakarta, Jumat  11  Maret  2022

  • Ratusan  Keluarga besar Joger terjun bersihkan  Pantai  Jerman  

    Ratusan  Keluarga besar Joger terjun bersihkan  Pantai  Jerman  

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Kuta,  Senin  9  September  2019   Ratusan  Keluarga besar Joger terjun bersihkan  Pantai  Jerman Mr. Joger (tengah ) menanam pohon usai bersih-bersih pantai, di pantai Jerman, Kuta di Kabupaten Badung, Bali, Senin (9/9/2019). (foto/indonesiaexpose.co.id)   BALI,  INDEX  –  Ratusan orang antusias membersihkan sampah di pantai dalam aksi bersih-bersih di Pantai Jerman, Kuta di Kabupaten Badung, […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu  14  November  2020   Renungan  JOGER  

  • Setiap Reses, Cak Nawa Minta Keikhlasan Masyarakat Mendoakan SBY

    Setiap Reses, Cak Nawa Minta Keikhlasan Masyarakat Mendoakan SBY

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Tangerang, Kamis  04  November  2021 Setiap Reses, Cak Nawa Minta Keikhlasan Masyarakat Mendoakan SBY Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten dari Fraksi Partai Demokrat, Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Tangerang, M. Nawa Said Dimyati.(Foto/Ist) Banten ,  indonesiaexpose.co.id  –  Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten dari Fraksi Partai Demokrat, Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Tangerang, […]

  • Sambut Pembukaan Pariwisata Bali  Jaringan 4G XL Axiata Jangkau 100% Desa/Kelurahan dan Mulai Kenalkan Jaringan 5G

    Sambut Pembukaan Pariwisata Bali Jaringan 4G XL Axiata Jangkau 100% Desa/Kelurahan dan Mulai Kenalkan Jaringan 5G

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu 13 Oktober  2021 Sambut Pembukaan Pariwisata Bali Jaringan 4G XL Axiata Jangkau 100% Desa/Kelurahan dan Mulai Kenalkan Jaringan 5G  (Ki-ka) Direktur Teknologi & Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa dan Direktur & Chief Commercial Officer XL Axiata, David Arcelus Oses, sedang memeriksa perangkat BTS di Jl. Sunset Road, Badung, Bali (13/10/2021). […]

expand_less