Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Mengenal Pemahaman Filosofis Masyarakat Hindhu Bali.

Mengenal Pemahaman Filosofis Masyarakat Hindhu Bali.

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 4 Mei 2023
  • visibility 416
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gianyar, Jumat  05  Mei  2023

Mengenal Pemahaman Filosofis Masyarakat Hindhu Bali.

 

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Banyak pihak bertanya tanya bahkan ada menyebut masyarakat Bali didalam melaksanakan aktifitas keagamaannya suka menghambur hamburkan uang dan boros.

Berawal dari hal tersebut media ini, mengunjungi penglingsir Geria Kawan Ida Bagus Rai Jendra atau sering dipanggil Kakyang Rai dan mohon penjelasan beliau.
Bagaimana Memahami Dasar Filosofis Masyarakat Hindhu Bali Dalam Melaksanakan Aktivitas Keagamaan ? Jum’at, 4 Mei di Geryanya.

Kakyang Rai menjelaskan, secara umum setiap Agama itu pasti mempunyai Hakekat, Tujuan Beragama itu Apa dan Bagaimana Cara Untuk Mencapainya. Dalam hal ini bisa dirujuk dipahami dari filsafat / tatwa, etika/susila dan sosial dari masing-masing pemeluk agama yang meyakininya.

Menurut Sri Swami Sivananda, di India terdapat Enam sistim filsafat ( Sad Darsana) yang bersifat Astika atau Ortodox yang mempercayai otoritas dari Weda yaitu:
1. Nyaya dari Rsi Gautama,
2 Waisesika dari Rsi Kanada ,
3 Sankhya dari Kapila Muni,
4 Yoga dari Maharsi Patanjali,
5 Mimamsa dari Jaimini dan
6 Wedanta dari Wiyasa Badarayana.

Disamping aliran filsafat yang astika/ortodox, terdapat juga aliran filsafat yang nastika/hetrodox yang tidak berpegang pada otoritas Weda yaitu:
1. Aliran Materialistik dari Sarwaka,
2. Sistim Jaina,
3. Aliran Waibhasika/Pengenalan,
4. Aliran Sutrantika/Perwakilan,
5. Aliran Yogacara/Idealisme dan
6.Aliran Nihilisme dari Madhyamika.

Kalau kita perhatikan dari 6 aliran filsafat yabg Astika(Ortodox) yang mempunyai pengaruh besar / paling menonjol terhadap aktivitas kehidupan beragama Hindu di Bali, dapat disebutkan: Wedanta dan Yoga sedangkan yg lainnya seperti Nyaya dan Sankya sering dijadikan rujukan dalam penelitian sains akademik.

Yoga merupakan pengendalian aktivitas pikiran dan penyatuan roh pribadi dengan roh tertinggi. Yoga Sutra dari Maharsi Patanjali menjadi buku acuan yang tertua dari aliran filsafat Yoga yang terdiri dari 4 Bab yaitu:

Pertama Samadhi Pada yang berisi penjelasan tentang sifat dan tujuan Samadhi.
Kedua Sadhana Pada menjelaskan tentang cara pencapaian tujuan ini.
Ketiga yaitu Wibhuti Pada, memberikan uraian tentang daya-daya supra alami Sidhi yang dapat dicapai melalui pelaksanaan yoga.
Bab Keempat yaitu Kaiwalya Pada memberikan penjelasan tentang sifat dari pembebasan/pelepasan.

Raja Yoga dikenal dengan nama Astanga Yoga yaitu:
1. Yama (larangan),
2. Niyama (ketaatan,
3. Asana (sikap badan),
4. Pranayama (pengendalian nafas),
5. Pratyahara (penarikan indrya),
6. Dharana ( konsentrasi),
7. Dhyana ( meditasi) dan
8. Samadhi (keadaan supra sadar).

Filsafat Wedanta dari Wiyasa Badarayana, melahirkan beberapa aliran pemikiran Metaphisika dan tiga yg utama adalah :
1. Dwaita dari Sri Madwa Carya,
2. Wisistadwaita dari Sri Ramanuja Carya dan 3. Adwaita dari Sri Sankara Carya.

Mereka semua nampak pada jalan yang menuju kebenaran terakhir yaitu Para Brahman. Dwaita (Dualism), Wisistadwaita (Monisme Terbatas) dan Adwaita ( Monisme Murni) kesemuanya akhirnya memuncak pada Adwaita Wedantis perwujudan Yang Mutlak.

Sri Madwa Carya mengatakan bahwa Manusia adalah Pelayan Tuhan, sedangkan Sri Ramanuja Carya mengatakan bahwa Manusia adalah cahaya atau percikan Tuhan dan Sri Sangkara Cahya mengatakan bahwa Manusia identik dengan Brahman atau Roh Abadi.

Selama ini yang kita ketahui dalam pelaksanaan aktivitas kegiatan keagamaan , masyarakat Hindu Bali berpegang kepada filsafat campuran / ortopraktis, suatu filsafat kebijakan/ kearifan lokal yg didasarkan kepada pengalaman-pengalaman/tradisi, bhisama, dresta, desa kala patre termasuk nunas bawos.

Dari petunjuk buku-buku atau kitab-kitab keagamaan yg dikeluarkan instansi instansi terkait di Bali antara lain menjelaskan/ memberi petunjuk ” Tentang tujuan utama beragama Hindhu serta cara untuk mencapainya ( yang bersumber/sesuai dengan Weda)”.

Adapun Tujuan Utama adalah : “Moksahtam Jagaditham “. Pemahaman tentang Moksahtam Jagaditham kiranya masih tergantung dari tingkat kesadaran pendakian sepiritual setiap orang Hindhu.

Isaac Newton hanya penemu hukum gravitasi bukan pencipta karena Rta (hukum alam ) sudah ada demikian pula dengan Teori Evolusi yang sangat termasyur yang ditemukan Charles Darwin, jadi mereka hanya penemu bukan pencipta.

Dari landasan keyakinan atas Srada ini dirumuskan adanya lima kewajiban Yadnya ( Panca Yadnya) yang patut dilaksanakan oleh Umat Hindhu Bali :
1 Dewa Yadnya,
2 Resi Yadnya,
3 Manusia Yadnya,
4 Pitra Yadnya dan
5 Butha Yadnya.

Dalam setiap melaksanakan kewajiban Yadnya senantiasa melibatkan banyak orang dengan berbagai profesi yang sesuai dengan tabiat karakter masing- masing.
Sesuai Weda, ada 4 ( Empat) Jalan Utama Menuju Moksa yang bisa ditempuh oleh Umat Manusia ( sudah mewakili tabiat karakter manusia yg ada didunia) yaitu:
1. Karma Yoga/Marge,
2. Bakti Yoga/Marge,
3. Raja Yoga Marge, dan
4. Jnane Yoga/Marge.

” Kesimpulannya, Weda menekankan bahwa Umat Manusia didalam melaksanakan kewajiban, jalan apapun yang ditempuh, mesti dilandasi dengan Hati Yang Tulus tanpa ada kepentingan lain selain karena Kewajiban itu sendiri,” tutup Kakyang Rai.

(072)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rai Mantra Dukung Program Kerja Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Menyapa (KMHD) UGM.

    Rai Mantra Dukung Program Kerja Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Menyapa (KMHD) UGM.

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Denpasar, Minggu  12  Januari  2020     Rai Mantra Dukung Program Kerja Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Menyapa (KMHD) UGM.   Walikota Denpasar,IB. Rai Dharmawijaya Mantra saat menerima audiensi dari Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) UGM di kediaman Walikota Rai Mantra, pada Sabtu(11/01/2020) pagi.   BALI,  INDEX  – Kegiatan program kerja Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Menyapa […]

  • Jadi Narasumber Pada Talkshow di RPKD, Rai Mantra Perkenalkan Dharmanegara Alaya Sebagai Ruang Kreatif Denpasar

    Jadi Narasumber Pada Talkshow di RPKD, Rai Mantra Perkenalkan Dharmanegara Alaya Sebagai Ruang Kreatif Denpasar

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  24  Januari  2020     Jadi Narasumber Pada Talkshow di RPKD, Rai Mantra Perkenalkan Dharmanegara Alaya Sebagai Ruang Kreatif Denpasar Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra saat menjadi narasumber dalam acara Walikota Menyapa di Studio RPKD Gedung Dharmanegara Alaya, Rabu (22/1/2020).   BALI,  INDEX  –  Radio Pemerintah Kota Denpasar (RPKD) sebagai media komunikasi […]

  • Wamen Kebudayaan RI Giring :  Subak Spirit Festival  Jadi Ajang Pelestarian Sawah dan Pemuliaan Air

    Wamen Kebudayaan RI Giring :  Subak Spirit Festival  Jadi Ajang Pelestarian Sawah dan Pemuliaan Air

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Tabanan, Sabtu 09 November 2024 Wamen Kebudayaan RI Giring :  Subak Spirit Festival  Jadi Ajang Pelestarian Sawah dan Pemuliaan Air   Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha Djumaryo, buka Subak Spirit Festival 2024 Jatiluwih   Bali, indonesiaexpose.co.id  –  Subak menjadi salah satu ikon pariwisata Pulau Dewata. Sistem irigasi pertanian dan pembagian air sawah yang adil dan […]

  • Bupati  Sanjaya Ngantor  di Desa Apuan

    Bupati  Sanjaya Ngantor  di Desa Apuan

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Tabanan, Kamis  22   Mei  2025 Bupati  Sanjaya Ngantor  di Desa Apuan   Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya melakukan kunjungan terkait Program Bungan Desa (Bupati Ngantor di Desa) di Desa Apuan, Kecamatan Baturiti Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk mewujudkan pembangunan Tabanan yang Aman Unggul dan Madani (AUM) dimulai dari Desa secara […]

  • OJK Bali  : Kredit Perbankan  saat ini 96,73 persen Ditujukan untuk  UMKM

    OJK Bali  : Kredit Perbankan  saat ini 96,73 persen Ditujukan untuk  UMKM

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Badung,  Kamis  17  Oktober  2024 OJK Bali  : Kredit Perbankan  saat ini 96,73 persen Ditujukan untuk  UMKM   Kepala OJK Bali Kristrianti Puji Rahayu, didampingi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Ananda R. Mooy, pada acara NGORTE (Ngobrol Bersama Update Berita With Media), Rabu (26/10/2024) di Badung. Bali, indonesiaexpose.co.id –  Optimisme pertumbuhan ekonomi Bali akan terus membaik […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  18  Maret 2022   Renungan  JOGER  

expand_less