Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Purbaya Klaim Anggaran Daerah Kerap Diselewengkan

Purbaya Klaim Anggaran Daerah Kerap Diselewengkan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
  • visibility 316
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Senin  06  Oktober  2025

Purbaya Klaim Anggaran Daerah Kerap Diselewengkan

 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (foto/ist).

 

Jawa Timur, indonesiaexpose.co.id  –  Pemangkasan tajam anggaran transfer ke daerah mewarnai postur APBN 2026. Pemerintah pusat menilai maraknya penyelewengan menjadi alasan utama pengurangan dana, yang mencapai ratusan triliun rupiah. Benarkah daerah boros dan tak becus mengelola anggaran?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pemotongan dana transfer ke daerah atau TKD dilakukan karena banyaknya penyelewengan dalam pengelolaan anggaran. Pemerintah pusat pun menurunkan alokasi TKD dalam RAPBN 2026 hingga Rp200 triliun.

“Alasan pemotong itu utamanya dulu karena banyak penyelewengan, ya. Artinya enggak semua uang yang dipakai, dipakai dengan betul. Jadi, itu yang membuat pusat agak, bukan saya ya, pemimpin-pemimpin itu agak gerah dengan itu,” ujar Purbaya kepada awak media di Surabaya, Kamis (2/10/2025).

TKD diproyeksi turun dari Rp919 triliun menjadi Rp649 triliun, sementara belanja pemerintah pusat justru naik signifikan. Pemerintah mengklaim akan tetap mendorong pembangunan daerah lewat program langsung, dengan alokasi hingga Rp1.300 triliun.

Masalah lainnya: penyerapan anggaran yang buruk. Hingga Agustus 2025, dana pemda yang mengendap di perbankan tercatat Rp233 triliun , tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Mayoritas berasal dari Jawa, Kalimantan, dan Sumatra.

Kondisi ini memperkuat kritik soal sentralisasi anggaran. Ekonom menilai, pemangkasan TKD akan menurunkan kapasitas fiskal daerah dan memaksa pemda berhemat hingga menyusun ulang program prioritas.

“Kalau mereka bisa serap dengan baik, saya akan perjuangkan penambahan alokasi. Tapi itu syaratnya, ” kata Purbaya.

APBD yang sering mengendap di perbankan juga menjadi persoalan yang menghambat tingkat efektifitas belanja daerah. Sampai dengan Agustus 2025, berdasarkan data BI menunjukkan bahwa dana Pemda yang masih mengendap di perbankan mencapai sekitar Rp233,11 tiliun.

Pemerintah pusat ingin belanja lebih tepat sasaran. Tapi benarkah mencabut sebagian kendali anggaran dari daerah adalah solusi? Tantangan ke depan bukan hanya soal angka, tapi juga soal kepercayaan dan tata kelola.

(011)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 536
    • 0Komentar

    Bali,  Selasa  02  Maret 2021   Renungan  JOGER  

    • calendar_month Minggu, 12 Jun 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Bali, Minggu 12 Juni 2022   Pesta Kesenian Bali ke-44 Tahun 2022 dibuka Mendagri Tito Karnavian di Dampingi Gubenur Bali Koster   Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., yang didampingi  Gubernur Bali, Wayan Koster buka Pesta Kesenian Bali ke-44 Tahun 2022 di Kawasan Niti Mandala, Renon, Denpasar-Bali,Minggu […]

  • Bupati Tabanan Bersama Masyarakat Nikmati Minggu Pagi Dengan CFD

    Bupati Tabanan Bersama Masyarakat Nikmati Minggu Pagi Dengan CFD

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Tabanan, Sabtu  11  Febuari 2023. Bupati Tabanan Bersama Masyarakat Nikmati Minggu Pagi Dengan CFD   Bali, indonesiaexpose.co.id  –   Ada yang menarik dari terselenggaranya Car Free Day atau yang biasa dikenal dengan CFD Minggu pagi (12/2) kali ini. Hal tersebut nampak dari berpindahnya lokasi kegiatan acara mingguan tersebut, dari yang mulanya di sepanjang jalan Pahlawan depan kantor […]

  • Dugaan Reklamasi Ilegal  Menguat ? Pansus TRAP DPRD Bali Rekomendasikan Penutupan PT Pasir Toya Anyar!

    Dugaan Reklamasi Ilegal  Menguat ? Pansus TRAP DPRD Bali Rekomendasikan Penutupan PT Pasir Toya Anyar!

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle 080
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis  25  Februari 2026   Dugaan Reklamasi Ilegal  Menguat ? Pansus TRAP DPRD Bali Rekomendasikan Penutupan PT Pasir Toya Anyar!   Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali merekomendasikan penutupan aktivitas PT Pasir Toya Anyar di Kubu, Karangasem. Perusahaan ini diduga melakukan reklamasi ilegal dan melanggar tata […]

    • calendar_month Rabu, 29 Mar 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Bangli, Rabu  29  Maret  2023 Terima Penghargaan Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik, Wakil Bupati Bangli Minta Semua Proses Pelayanan Publik Mudahkan Masyarakat   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Sesuai dengan amanat undang-undang nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik, bahwa negara berkewajiban melayani setiap warga negara penduduk untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya dalam rangka pelayanan publik […]

  • Penguatan Agen-agen di Pelosok Indonesia : PT Pegadaian Gelar Gathering Nasional dan Agen Pegadaian Awards 2023 di Bali

    Penguatan Agen-agen di Pelosok Indonesia : PT Pegadaian Gelar Gathering Nasional dan Agen Pegadaian Awards 2023 di Bali

    • calendar_month Selasa, 30 Jan 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  30  Januari 2024 Penguatan Agen-agen di Pelosok Indonesia : PT Pegadaian Gelar Gathering Nasional dan Agen Pegadaian Awards 2023 di Bali   PT Pegadaian menggelar acara Gathering Nasional dan Agen Pegadaian Awards 2023 yang di gelar di Ballroom Hotel Pulman Legian Kuta di ,Kab.Badung-Bali, pada 29 s/d 30 Januari 2024   Bali,  indonesiaexpose.co.id  […]

expand_less