Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » AKRS HUT ke-81 RI di Tabanan: Supartha Tegaskan, Kemerdekaan Bukan Seremoni—Persatuan dan Pengabdian Jadi Harga Mati

AKRS HUT ke-81 RI di Tabanan: Supartha Tegaskan, Kemerdekaan Bukan Seremoni—Persatuan dan Pengabdian Jadi Harga Mati

  • account_circle 080
  • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
  • visibility 304
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tabanan, Senin 17  Agustus  2026

AKRS HUT ke-81 RI di Tabanan: Supartha Tegaskan, Kemerdekaan Bukan Seremoni—Persatuan dan Pengabdian Jadi Harga Mati

 

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  —   Detik-detik pergantian hari menuju peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung dalam suasana khidmat di Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta, Tabanan, Minggu (16/8/2026) tepat pukul 24.00 Wita.

Di tengah keheningan malam, Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) digelar. Bukan sekadar ritual tahunan, AKRS menjadi momentum untuk menggugah kembali kesadaran bangsa: bahwa kemerdekaan Indonesia dibayar dengan darah, air mata, keberanian, dan pengorbanan para pahlawan.

Pesan tajam datang dari Dr. (c). I Made Supartha, S.H., M.H., Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali   generasi hari ini tidak boleh hanya menikmati hasil kemerdekaan tanpa memahami tanggung jawab yang melekat di dalamnya.

“Renungan suci ini menjadi momentum bagi kita semua untuk mengingat kembali jasa para pahlawan. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah menjaga kemerdekaan itu dengan persatuan, kerja keras dan pengabdian,” ungkap  Supartha yang juga Ketua Pansus Tata Ruang, Aset dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali,

Pernyataan itu menjadi pesan kuat dari Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta, menghormati pahlawan tidak cukup hanya dengan berdiri tegak dalam upacara, menundukkan kepala, kemudian kembali menjalani kehidupan seperti biasa.

Penghormatan kepada pahlawan harus dibuktikan melalui tindakan.

Para pahlawan telah mempertaruhkan kehidupan untuk merebut kemerdekaan. Sementara generasi sekarang menghadapi bentuk perjuangan yang berbeda: menjaga persatuan, melawan ketimpangan, menghadapi tekanan ekonomi, perubahan teknologi, degradasi lingkungan, serta berbagai persoalan sosial yang dapat mengancam masa depan bangsa.

Supartha mengingatkan, kemerdekaan bukan garis akhir.Kemerdekaan justru merupakan awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar. Kemerdekaan mampu menghadirkan kehidupan yang semakin adil, sejahtera dan bermartabat.

Pembangunan tidak boleh kehilangan orientasi terhadap rakyat. Kebijakan pemerintah harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Demikian pula lembaga legislatif harus menjalankan fungsi pengawasan dan perjuangan politiknya dengan berpihak pada kepentingan publik.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata. Kita harus terus menjaga persatuan, memperkuat gotong royong dan memberikan kontribusi sesuai bidang kita masing-masing. Dengan demikian, pengorbanan para pahlawan tidak menjadi sia-sia,” tegasnya.

Bali Jangan Kehilangan Jati Diri

Dalam konteks Bali, pesan persatuan dan pengabdian itu dinilai semakin penting.
Bali memiliki kekuatan sosial dan budaya yang dibangun dari kebersamaan, gotong royong serta kearifan lokal. Kemajuan ekonomi tidak boleh membuat masyarakat kehilangan keseimbangan. Pembangunan tidak boleh hanya mengejar angka pertumbuhan, sementara lingkungan, budaya, keharmonisan sosial dan kualitas kehidupan masyarakat terabaikan.

Supartha menilai, menjaga Bali bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Semua pihak memiliki peran.

Pemerintah, DPRD, TNI-Polri, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, generasi muda hingga masyarakat luas memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan tetap berada di jalur yang benar.

Semangat perjuangan para pahlawan, harus menjadi energi untuk menghadapi persoalan bangsa hari ini.
Jika dahulu musuh kemerdekaan adalah penjajahan, maka tantangan generasi sekarang jauh lebih kompleks.

Ada ancaman perpecahan akibat polarisasi. Ada tantangan ekonomi. Ada perubahan sosial yang cepat. Ada persoalan lingkungan. Ada perkembangan teknologi yang dapat menjadi peluang sekaligus ancaman.

“Jangan pernah melupakan sejarah. Dari para pahlawan kita belajar tentang keberanian, ketulusan, persatuan dan pengorbanan. Nilai-nilai itulah yang harus kita wariskan kepada generasi berikutnya,” ungkap Supartha.

AKRS Bukan Sekadar Seremoni

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bali serta jajaran Forkopimda Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan.
Dari unsur Forkopimda Provinsi Bali hadir perwakilan Ketua DPRD Provinsi Bali, Dr. C. I Made Supartha, S.H., M.H., bersama jajaran pimpinan dan unsur Forkopimda lainnya, di antaranya Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bali, Danrem 163/Wira Satya, Kepala BIN Daerah Bali, Kepala BNN Provinsi Bali, Danlanal Denpasar serta Danlanud I Gusti Ngurah Rai.

Sementara dari Kabupaten Tabanan hadir Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Komandan Resimen Induk Kodam IX/Udayana, Kapolres Tabanan, Dandim 1619/Tabanan, Kepala Kejaksaan Negeri Tabanan dan Ketua Pengadilan Negeri Tabanan.

Turut hadir para staf ahli, asisten serta kepala perangkat daerah Pemerintah Provinsi Bali dan jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Refleksi penting di tengah peringatan HUT ke-81 RI.

  • Sebab kemerdekaan tidak boleh berhenti sebagai slogan. Merah putih tidak cukup hanya berkibar di tiang bendera.
  • Pancasila tidak cukup hanya diucapkan. Sejarah tidak cukup hanya dihafalkan.
  • Kemerdekaan harus terasa dalam kehidupan rakyat.
  • Masyarakat harus mendapatkan kesempatan yang adil.
  • Pembangunan harus memberikan manfaat nyata.
  • Lingkungan harus dijaga.
  • Persatuan harus dirawat.
  • Hukum harus ditegakkan.
  • Dan jabatan publik harus dijalankan sebagai amanah, bukan sekadar kekuasaan.

Dari Makam Pahlawan untuk Generasi Masa Kini.Keheningan malam di Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta menjadi simbol bahwa bangsa ini memiliki utang sejarah kepada para pahlawan.

Dari makam para pahlawan, generasi hari ini harus membawa pulang satu kesadaran: Indonesia merdeka karena pengorbanan, dan Indonesia akan tetap kuat hanya jika kemerdekaan dijaga dengan persatuan, kerja keras dan pengabdian.

(080)

  • Penulis: 080
  • Editor: putri
  • Sumber: tim Index

Rekomendasi Untuk Anda

  • OJK Provinsi Bali 

    OJK Provinsi Bali 

    • calendar_month Minggu, 31 Mar 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Bali,  Senin  01  April  2024 OJK Provinsi Bali  

  • Kota Denpasar Tampilkan Tarian Barong Dalam Pawai Budaya Rangkian Raker KOMWIL IV APEKSI ke 17 Tahun 2022

    Kota Denpasar Tampilkan Tarian Barong Dalam Pawai Budaya Rangkian Raker KOMWIL IV APEKSI ke 17 Tahun 2022

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  22  Juni  2022   Kota Denpasar Tampilkan Tarian Barong Dalam Pawai Budaya Rangkian Raker KOMWIL IV APEKSI ke 17 Tahun 2022   Bali,  indonesiaexpose.co.id   –    Kota Denpasar menampilkan Tarian Barong pada Pawai Budaya dalam Rangkaian dari Raker KOMWIL IV APEKSI ke 17 Tahun 2022 di Kota Kupang Rabu (22/6/2022). Penampilan Tarian Barong […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Bali, Rabu  11 Desember  2024 Renungan  Joger

  • Tak Hanya Kejar Angka, FGD IPKD, IID dan IKKD Kejar Kinerja Pemda yang Lebih Baik

    Tak Hanya Kejar Angka, FGD IPKD, IID dan IKKD Kejar Kinerja Pemda yang Lebih Baik

    • calendar_month Senin, 29 Mei 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Bali, Senin  29  Mei 2023 Tak Hanya Kejar Angka, FGD IPKD, IID dan IKKD Kejar Kinerja Pemda yang Lebih Baik     Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD), Indeks Inovasi Daerah (IID) dan Indeks Kepemimpinan Kepala Daerah (IKKD) dengan mengundang seluruh Perangkat Daerah di Lingkungan […]

  • Kapolsek Neglasari Kompol R Manurung Ingatkan Jajaran Anggota nya Agar Tetap Kompak dan Jaga Kesehatan

    Kapolsek Neglasari Kompol R Manurung Ingatkan Jajaran Anggota nya Agar Tetap Kompak dan Jaga Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Neglasari, 14  Maret  2020   Kapolsek Neglasari Kompol R Manurung Ingatkan Jajaran Anggota nya Agar Tetap Kompak dan Jaga Kesehatan (Foto/ist) BANTEN,  INDEX   – Kapolsek Neglasari, Kompol R. Manurung SH, mengatakan bahwa sampai saat ini situasi kamtibmas di wilayah Neglasari berlangsung kondusif serta kejadian menonjol memasuki kategori nihil. “Giat masyarakat yang perlu mendapat perhatian adalah lompetisi […]

  • Pemkot dan Lapas Denpasar Gelar Penghijauan di Lumintang, Ajak Warga Binaan Ikut Tanam Pohon.

    Pemkot dan Lapas Denpasar Gelar Penghijauan di Lumintang, Ajak Warga Binaan Ikut Tanam Pohon.

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  06  Agustus  2019   Pemkot dan Lapas Denpasar Gelar Penghijauan di Lumintang, Ajak Warga Binaan Ikut Tanam Pohon. Pemkot Denpasar bersinergi dengan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Denpasar di Kerobokan menggelar aksi penanaman pohon bersama di areal parkir utara Taman Kota Lumintang, Denpasar pada Selasa (6/8). BALI,  INDEX   – Upaya menghapus stigma negatif dan […]

expand_less