Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Kalangan Pesraman, Seni, Budaya dan Lintas Agama : Berdoa agar semua insan diatas bumi dianugerahkan perdamaian

Kalangan Pesraman, Seni, Budaya dan Lintas Agama : Berdoa agar semua insan diatas bumi dianugerahkan perdamaian

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 22 Sep 2019
  • visibility 292
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Minggu 22 September 2019

 

Kalangan Pesraman, Seni, Budaya dan Lintas Agama : Berdoa agar semua insan diatas bumi dianugerahkan perdamaian

Kegiatan Gema Perdamaian (GP) bertempat di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar-Bali, Sabtu (21/9/2019).(foto/indonesiaexpose.co.id)

 

BALI,  INDEX  –  Prihatin dengan keterpurukan bangsa indonesia, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun hukum terlebih spiritual, di mana selalu ada kesenjangan, ketidakadilan, kekerasan dan kejahatan dalam setiap masyarakat, dalam setiap lapisan elemennya, lintas ras, suku, bangsa dan agama.

Seperti yang bangsa ini lewati dan alami dari generasi ke genarasi, dari peralihan jaman ke peralihan jaman lainnya, dari jaman kerajaan hingga jaman reformasi, dari konflik adat hingga agama, dari konflik etnis hingga kesukuan, dari  elemen masyarakat hingga negaranya

” Adakah kedamaian yang sejatinya di sana dalam menyelesaikan suatu konflik atau permasalahan? Sepertinya damai dan bahagia bukanlah suatu yang bisa di peroleh dengan mudah di negri ini,  sebaliknya kekerasan dan kejahatan seperti menjadi sebuah keberuntungan yang bisa berkuasa dan bertahan,” ungkap Ida Rsi Wisesanatha,di sela-sela kegiatan Gema Perdamaian (GP) bertempat di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar-Bali, Sabtu (21/9/2019).

Dengan mengusung tema “Damailah Bangsaku Jayalah Negeriku”, komunitas Gema Perdamaian (GP) melakukan doa secara khusyuk agar seluruh insan di atas bumi ini dianugerahkan perdamaian dan dapat terekspresi di dalam kehidupannya masing-masing.Doa bersama ini diikuti oleh ratusan tokoh dari kalangan pesraman, kalangan seni, budaya dan lintas agama.

Ida Rsi Wisesanatha menjelaskan, sesungguhnya kita perlu memiliki panggung damai. Damai itu indah, sehingga harus tetap dipelihara dengan upaya-upaya. Pada tanggal 21 September sejak 2013 silam, PBB menentukan sebagai hari perdamaian International untuk mendorong terjadinya perdamaian dunia. Bertepatan kali ini, Komunitas Gema Perdamaian (GP) dengan mengagandeng berbagai tokoh dari kalangan pasraman, kalangan seni, budaya dan lintas agama berkumpul melakukan doa secara khusyuk untuk mendoakan agar seluruh insan di atas bumi ini dianugerahkan perdamaian dan dapat terekspresi di dalam kehidupannya masing-masing.

” Selain kegiatan doa bersama, juga diselenggarakan sarasehan yang pada dasarnya adalah merupakan wahana edukasi bagi siapa pun yang hadir. Dengan demikian perspektif damai dan tujuan damai dapat dimaknai dengan lebih holistik dan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari- hari,” tutur Ketua SC Gema Perdamaian Ida Rsi Acharya Agni Budha Wisesanantha.

Menurutnya, kegiatan GP yang dilaksanakan oleh panitia GP dimulai dari bulan Juni 2019 yang lalu dengan berbagai kegiatan yang pada dasarnya mempromosikan nilai-nilai damai. Adapun penyampaian nilai damai dilakukan lewat edukasi, lomba-lomba kreatif, ceramah-ceramah perdamaian dan akan ditutup dengan kegiatan puncak pada tanggal 5 Oktober 2019. Kegiatan GP tahun 2019 ini adalah GP yang ke-17 sebenarnya 10 tahun lebih dahulu dibandingkan keputusan PBB membuat hari perdamaian dunia pada tanggal 21 September tahun 2013. Acara puncak seperti biasa akan dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai kalangan yang berisikan berbagai hiburan kultural, doa lintas agama yang dipimpin oleh FKUB, sarasehan antartokoh dan hiburan dari elemen komunitas.

“Gerakan GP ini sebagai wujud konsistensi anak bangsa yang sadar bahwa damai itu mesti diupayakan oleh semua pihak tanpa terkecuali dan minimum memiliki kesadaran. Gerakan GP ini merupakan kulminasi perayaan yg mengingatkan semua pihak bahwa damai itu indah dan damai itu upaya. Sehingga di dalam kesehariannya semua pihak dari individu sampai kelompok merasa wajib menciptakan damai dengan menciptakan keteraturan. Mengupayakan pengaturan diri dan kelompok dengan kedesiplinan yang tinggi sebelum selanjutnya berkembang ke pengaturan dan keteraturan spiritual yang pada ujungnya tercipta kesejahteraan serta kehidupan yang berbahagia bagi semua pihak,” tegas Ida Rsi Wisesanatha.

Selain itu, Ida Rsi menekankan bahwa perjuangan ini adalah perjuangan bersama. Gerakan ini adalah edukasi terhadap perspektif-perspektif penyebab ketidakdamaian. Semua harus berupaya nyata menciptakan damai, karena sangat diperlukan terus menerus bagi seluruh lapisan generasi. Apalagi di Indonesia seperti yang kita lihat sendiri memiliki kerentanan yang sangat tinggi.

Ida Rsi menyampaikan, bahwa Komunitas GP berkeyakinan bahwa jika Indonesia memiliki tingkat kedamaian yang tinggi maka Bangsa Indonesia akan sejahtera.

“Bangsa ini diciptakan memiliki negara yang kaya raya dengan segala sumber daya alamnya sehingga sesuai dengan moto kami ‘Damailah Bangsaku Jayalah Negeriku’. Marilah kita semua ‘ketog semprong’ mengupayakan perdamaian di Bumi Pertiwi ini,” katanya.

Pada akhir perbincangan, Ida Rsi mengatakan bahwa sebelumnya sudah ada pihak yang ingin membeli kegiatan Gema Perdamaian senilai ratusan juta. Namun pihaknya jelas-jelas menolak karena tidak ingin ada upaya komersialisasi, dan ingin menjaga kemurnian bahwa kegiatan ini memang semata-mata untuk memberikan vibrasi positif dari Bali.

“Percayalah, sesungguhnya yang kita lakukan di Bali adalah simpul saja. Setelah upaya perdamaian di Bali berhasil, nanti akan diadakan di daerah lain pula. Jadi Bali adalah episentrumnya,” ujarnya.

 

 

Sementara itu, Ketua Panitia Gema Perdamaian Kadek Adnyana menambahkan, pada momen GP ke-17 ini, diharapkan agar ada upaya yang lebih baik lagi sehingga perdamaian benar-benar nyata di kehidupan masyarakat.

“Syukurlah, kegiatan yang diawali di Bali ini, sudah memantik perhatian dari daerah dan negara lain. Pertengahan Oktober nanti, ada permintaan di Lombok untuk mengadakan doa bersama sebagai langkah mengupayakan perdamaian. Selanjutnya ada permintaan pula di Kalimantan, dan sejumlah wilayah lain. Syukur, apa yang kami lakukan menuai respon positif karena memang kegiatan ini adalah mengusung ketulusan dan kemurnian,” tutup Adnyana.

(078)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • I Made Derana : Sosok Tokoh Masyarakat Kuta Selatan  yang  Mengayomi

    I Made Derana : Sosok Tokoh Masyarakat Kuta Selatan  yang  Mengayomi

    • calendar_month Rabu, 30 Nov 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Jimbaran,  Rabu  30  November   2022 I Made Derana : Sosok Tokoh Masyarakat Kuta Selatan  yang  Mengayomi Semeton DERANA,di Jimbaran, Kab.Badung-Bali, Rabu (30/11/2022).   Bali, indonesiaexpose.co.id – Sebagai bentuk kepedulian dan cintanya terhadap sesama ,tokoh Masyarakat Kuta Selatan ,Kab.badung-Bali , I Made Derana yang tergabung dalam semeton “Derana ” Nandur Dharma Jaya Ing Rama.Bertempat di Jimbaran […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Rabu, 21 Des 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Bali,  Kamis  22  Desember  2022 Renungan  JOGER  

  • Renungan  JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Sabtu, 9 Jul 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Bali, Minggu 10 Juli 2022   Renungan  JOGER  

  • indonesiaexpose.co.id

    indonesiaexpose.co.id

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Tabanan, Rabu  15  Mei  2024

  • Jelang Nataru, IHC Optimalkan Layanan Call Center 24 Jam

    Jelang Nataru, IHC Optimalkan Layanan Call Center 24 Jam

    • calendar_month Kamis, 14 Des 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Jakarta, Kamis  14 Desember 2023 Jelang Nataru, IHC Optimalkan Layanan Call Center 24 Jam   (Foto/hms)   Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  – PT Pertamina Bina Medika – Indonesia Healthcare Corporation (IHC) akan mengoptimalkan layanan Call Center IHC 24 jam untuk persiapan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Momentum Nataru, Call Center IHC tetap beroperasional 24 jam […]

  • Rapat dengan Kementerian ATR/BPN, Komisi II Tekankan Penegakan Hukum Pertanahan

    Rapat dengan Kementerian ATR/BPN, Komisi II Tekankan Penegakan Hukum Pertanahan

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Jakarta, Selasa  22  April  2025 Rapat dengan Kementerian ATR/BPN, Komisi II Tekankan Penegakan Hukum Pertanahan     Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  – Komisi II DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid untuk mengevaluasi kinerja triwulan pertama 2025 dan menekankan masalah penegakan hukum pertanahan dan tata ruang. Ketua […]

expand_less