Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Bersama Ida Shrii Bhraja Ganaachakra Mencari Solusi Upacara Biaya Mahal Bagi Umat Kurang Mampu

Bersama Ida Shrii Bhraja Ganaachakra Mencari Solusi Upacara Biaya Mahal Bagi Umat Kurang Mampu

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 23 Jul 2022
  • visibility 282
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Sabtu 23 Juli 2022

Bersama Ida Shrii Bhraja Ganaachakra
Mencari Solusi Upacara Biaya Mahal Bagi Umat Kurang Mampu

 

(Foto/ist)

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Ida Shrii Bhraja Ganaachakra termasuk sosok sulinggih yang berani melawan arus. Sebagai respon atas masalah umat Hindu, beliau berani membuat terobosan yang sangat berarti bagi umat yang tidak mampu untuk melakukan upacara keagamaan karena keterbatasan dana. Ini berawal dari pengalaman pahit beliau sendiri saat upacara pengabenan Ayahanda tercinta. Sebagai wujud pemberontakan, beliau sempat beralih keyakinan, namun kembali kedalam pangkuan Dharma semenjak bertemu seorang Guru Spiritual.

Didiksa sebagai Sulinggih pada tahun 2015, sekitar tahun 2018, Ida Shrii Bhraja Ganaachakra sempat membuat Surat terbuka untuk Ketua Umum PHDI Pusat, terkait mahalnya biaya upacara. Saat konflik antar Hindu Tradisional Ritualistik versus Hindu Universal Humanis, beliau juga berkirim surat langsung kepada Presiden Jokowi, tertanggal 17 Agustus 2021, perihal Pengusiran Aliran Hindu.

“Solusi kesederhanaan upacara hanya bisa DIMULAI DAN DIBERIKAN CONTOH oleh para pemuka agama mulai dari Pandita, Pinandita, pengurus pura / organisasi keumatan dan para pejabat / publik figur. Banyak sekali susastra Veda yang memberikan berbagai pilihan di dalam menjalankan upacara-upacara tradisi Veda”, ujar Ida Shrii Bhraja Ganaachakra saat di temui di Denpasar, Sabtu (23/7/2022).

Menurutnya, di Lombok sudah ada terobosan yang sangat baik dan berani dari seorang Pedanda yakni Ida Pedanda Gde Puja (Grya Gunung Sari) yang berkenan menyelesaikan Ngaben dengan biaya 3 juta saja dan seorang Mpu yakni Ida Pandita Mpu Mas Suyasa (Grya Taman Emas) dengan banten Ngaben 1,5 juta saja.

“Selama ini para pemuka agama (apalagi umat) takut bahkan dihindari untuk berupacara pada tingkatan KANISTA karena KETIDAKTAHUAN dan MULE KETO akibat dari gelapnya jalan beragama tanpa diterangi PENGETAHUAN/VEDA. Generasi muda dilarang untuk bertanya karena mule keto dari dulu harus dilaksanakan tanpa boleh ada pertanyaan apapun apalagi sanggahan, ”paparnya.

Ida Shrii mengungkap, bahwa sejatinya SEORANG PANDITA TIDAK LAGI MEMBUTUHKAN SARANA APAPUN DALAM BERUPACARA atau setidaknya sanggup untuk menyelesaikan upacara apapun hanya dengan banten sebiji buah, setangkai bunga, sehelai daun sebagaimana dijelaskan secara rinci oleh Shri Krishna di Bhagavadgita IX.26, yang mau versi manapun terjemahannya akan mengatakan kurang lebih “cukup dengan sebiji buah, seteguk air, setangkai bunga atau sehelai daun sebagai persembahan yang tulus kepada Tuhan.

Inilah yang membutuhkan kajian-kajian di lembaga terhormat kita PHDI kedepannya, agar para pemuka agama kita MENGAPLIKASIKAN SASTRA AGAMA yang dikuasainya dengan baik di lapangan. Jangan lagi menolak muput upacara BANTEN KANISTA bila perlu sosialisasikan tanpa henti.

Ida Shri memberi saran, lebih baik uangnya dimanfaatkan untuk peningkatan SDM Hindu dan menjangkau umat-umat Hindu di pedalaman yang selama ini jarang tersentuh karena terkendala anggaran/biaya. Mari pergunakan uangnya untuk membuka kelas-kelas Bahasa Sanskrta agar generasi muda berikutnya melek bahasa Veda, tidak hanya bisa menguncarkan mantra dan membaca sloka akan tetapi memahami maknanya dengan benar.

“Mari kita pergunakan uangnya untuk menyelenggarakan pelatihan-pelatihan ekonomi kerakyatan berbasis desa adat, karena lagi-lagi FAKTANYA saat ini ekonomi Bali utamanya UMKMnya dikuasai oleh non Hindu. Orang-orang non Hindu meminjam uang di Bank untuk modal usaha untuk menguasai ekonomi Bali sementara orang-orang Hindu meminjam uang di bank untuk upacara menegakkan dresta”, sambungnya.

Lanjutnya, kami sesungguhnya tidak alergi dengan upacara besar, bahkan senang dan bahagia, asalkan dilaksanakan oleh umat yang memiliki dana berlebih. Bahkan oleh sebuah catatan indah dari Sugi Lanus bahwa upacara besar dari masa lampau umumnya hanya dilaksanakan oleh para RAJA, namun sekarang rakyat kecilpun rela berhutang demi melaksanakan upacara besar yang biasanya dilakukan oleh seorang raja.

Pihaknya tidak mau memperkeruh polemik yang ada, yang entah ini semua karena politik, kebangkitan feodalisme gaya baru, atau yang lainnya.

Sebenarnya kami berusaha untuk lebih banyak diam dan menarik diri dari diskusi-diskusi di medsos yang sudah sangat keterlaluan buruknya, sangat jauh melenceng dari manusia beragama yang beradab.

” Tak lupa kami mohon maaf yang sebesar-besarnyanya bila mesti mengungkapkan FAKTA yang barangkali menyakitkan, namun percayalah kita butuh SAKIT untuk bisa BERUBAH lebih baik, sebagaimana ulat bersakit sakit dahulu dalam kepompong untuk kemudian bertransformasi menjadi kupu-kupu yang indah,” tandasnya.

(A.A.Md Sudarsana/071)

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampus Poltekpar : BI Perwakilan Bali gelar Seminar Nasional “Memahami Ciri-ciri keaslian Rupiah” 

    Kampus Poltekpar : BI Perwakilan Bali gelar Seminar Nasional “Memahami Ciri-ciri keaslian Rupiah” 

    • calendar_month Jumat, 28 Apr 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Kuta, Jumat 28 April  2023 Kampus Poltekpar : BI Perwakilan Bali gelar Seminar Nasional “Memahami Ciri-ciri keaslian Rupiah”   Trisno Nugroho KPwBI Bali (no.2 dari kiri)  saat jadi nara sumber di acara seminar nasional BI bertempat di aula kampus Poltekpar Bali , Jumat (29/4/2023).   Bali, indonesiaexpose.co.id – Bank Indonesia menggelar seminar nasional mengusung tajuk […]

  • Flobamora Tabanan Bersih-Bersih Di Tanah Lot

    Flobamora Tabanan Bersih-Bersih Di Tanah Lot

    • calendar_month Minggu, 20 Mar 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Tabanan, Senin 21  Maret  2022   Flobamora Tabanan Bersih-Bersih Di Tanah Lot   Flobamora Tabanan saat aksi bersih-bersih di kawasan Pura Tanah Lot   Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Menyambut hari ulang tahun ke 4, Flobamora Tabanan melakukan bakti sosial, bersih-bersih di kawasan Pura Tanah Lot Tabanan. Kegiatan bersih-bersih sampah itu juga melibatkan organisasi masyarakat lainnya. Seperti […]

  • Rentan Terpapar, Pemprov Bali Fasilitasi Ratusan Wartawan Vaksinasi Covid-19

    Rentan Terpapar, Pemprov Bali Fasilitasi Ratusan Wartawan Vaksinasi Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 6 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Denpasar,  Sabtu  6  Maret  2021   Rentan Terpapar, Pemprov Bali Fasilitasi Ratusan Wartawan Vaksinasi Covid-19   268 wartawan yang ada di Provinsi Bali  melaksanakan vaksinasi Covid-19, bertempat di Gedung Wanita, Nari Graha, Denpasar   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Guna mensukseskan gerakan vaksinasi nasional, Sabtu (6/3) pagi Pemerintah Provinsi Bali memfasilitasi para awak media atau wartawan yang […]

  • Wakapolda Jabar Beri Sembako Untuk Warga Kurang Mampu di Kec. Cileunyi

    Wakapolda Jabar Beri Sembako Untuk Warga Kurang Mampu di Kec. Cileunyi

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Bandung, Rabu  15  Juli  2020   Wakapolda Jabar Beri Sembako Untuk Warga Kurang Mampu di Kec. Cileunyi     JAWA  BARAT, INDEX  – Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.IK, M.Si, M.M, Rabu (15/7/2020) memimpin pelaksanaan kegiatan Bakti Sosial berupa pemberian Sembako kepada warga kurang mampu di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Bakti Sosial berupa […]

  • Mahasiswa LSPR Perkenalkan Keberagaman Budaya Kampung Seni Edas Bogor Melalui “Pesta Edas”

    Mahasiswa LSPR Perkenalkan Keberagaman Budaya Kampung Seni Edas Bogor Melalui “Pesta Edas”

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Bogor,  Kamis  13  Juni 2024 Mahasiswa LSPR Perkenalkan Keberagaman Budaya Kampung Seni Edas Bogor Melalui “Pesta Edas”     Jawa  Barat,  indonesiaexpose.co.id  – Mahasiswa/i semester 6 Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Jakarta dari kelas PRDC25-1SP mengadakan acara “Pesta Edas” yang bertujuan untuk memperkenalkan keberagaman budaya yang dimiliki oleh Kampung Seni Edas di Kota Bogor. Acara […]

  • Bank  Indonesia  Perketat  Pengawasan  KUPVA  BB Ilegal

    Bank  Indonesia  Perketat  Pengawasan  KUPVA  BB Ilegal

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 367
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  21  Januari  2020   Bank  Indonesia  Perketat  Pengawasan  KUPVA  BB Ilegal Kepala Divisi SP PUR, Layanan dan Administrasi KPwBI Provinsi Bali Agus Sistyo W     BALI,  INDEX  –  Bank Indonesia (BI) terus melakukan pengawasan terhadap Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) baik secara off site maupun on site (pemeriksaan […]

expand_less