Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Ida Nabe Shri Bhagawan Yogananda :  Bali krisis Dharma Ksatria.

Ida Nabe Shri Bhagawan Yogananda :  Bali krisis Dharma Ksatria.

  • account_circle 080
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 427
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Rabu 20 Mei 2026

Ida Nabe Shri Bhagawan Yogananda :  Bali krisis Dharma Ksatria.

 

Tokoh besar agama Hindu  Bali Ida Nabe Shri Bhagawan Yogananda.

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id   —  Pulau Bali  tanah yang selama ribuan tahun dijaga doa, yadnya, dan kesucian leluhur, kini disebut sedang menghadapi ujian terbesar dalam sejarah spiritualnya.

Di tengah kontroversi proyek nasional  Kawasan Ekonomi Khusus Kura-Kura Bali proyek  dikelola PT. Bali Turtle Island Development (BTID) justru menghadapi sorotan tajam terkait, pembabatan mangrove,  persoalan tata ruang, tukar guling fiktif , hingga isu spiritual menyangkut keberadaan pura yang disebut masuk dalam kawasan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan pembatasan ibadah umat hindu.

Sorotan memuncak setelah beredarnya foto pertemuan anggota DPRD Bali  bersama Presiden Komisaris PT BTID, Tantowi Yahya, yang viral di media sosial. Foto itu memicu pertanyaan publik terkait arah keberpihakan politik para elite di tengah keresahan masyarakat adat mengenai masa depan ruang hidup Bali.

Apakah wakil rakyat masih berdiri bersama rakyat Bali atau telah menjadi bayang-bayang investor?

Suara yang paling mengguncang justru datang dari ruang spiritual Bali sendiri.Tokoh agama Hindu dan para Sulinggih mulai berbicara lantang.

Sorotan tajam datang dari tokoh besar agama Hindu di Bali Ida Nabe Shri Bhagawan Yogananda.

” Saya  sebagai Sulinggih dan tokoh agama Hindu , keberanian Para Tokoh yang mesti berjuang untuk rakyat, saat ini dinilai masih redup, tersandera pragmatisme, dan belum cukup tangguh melawan hegemoni kekuatan modal besar,” ungkap Ida Nabe Shri Bhagawan Yogananda di Denpasar, Rabu (20/5/2026).

Fenomena ini dipandang sebagai krisis *Dharma Ksatria. Pemimpin (*Guru Wisesa) yang seharusnya menjadi tameng pelindung tatanan Bali justru sering terbuai oleh godaan Artha (materi).

Ida Nabe Shri Bhagawan Yogananda menegaskan, saat Para tokoh yang mestinya berjuang mewakili rakyat, justru lebih takut kehilangan  jabatan politik dan akses ekonomi ketimbang takut pada hukum kosmis, mereka sejatinya sedang menggadaikan Taksu (karisma suci) Pulau Dewata.

Para rohaniwan tak henti menyerukan Mulat Sarira (introspeksi). Bali membutuhkan ksatria sejati, bukan sekadar juru stempel investasi. Keberanian untuk berkata “TIDAK” pada pemodal yang berpotensi merusak kesucian Parhyangan dan Palemahan adalah kewajiban mutlak. Jika wakil rakyat terus bungkam dan mengkhianati amanat ini, hukum abadi Karma Phala pasti akan mengadili.

“Di mata saya  sebagai Sulinggih dan tokoh agama, narasi “pengkhianatan” dan “lemahnya keberanian politik” sejatinya adalah dua sisi dari keping keprihatinan yang sama,” ungkap Ida Nabe Shri Bhagawan Yogananda.

Lemahnya keberanian para ‘ Para tokoh yang mestinya berjuang mewakili rakyat ‘ dalam melawan hegemoni modal bukanlah sekadar kelumpuhan politik, melainkan hilangnya Dharma Ksatria (jiwa suci pelindung kebenaran). Ketika Guru Wisesa (pemimpin) lebih takut pada tekanan partai atau kehilangan akses materi (Bhoga) ketimbang takut pada hukum kosmis, mereka terjerumus dalam Awidya (kegelapan batin).

Sikap diam dan kompromistis yang membiarkan alam dan kesucian pura dirusak inilah yang ditafsirkan umat sebagai pengkhianatan terhadap warisan leluhur. Kekecewaan publik yang masif adalah wujud teguran dari alam semesta.

Para rohaniwan senantiasa menyerukan agar ‘ Para tokoh yang mestinya berjuang mewakili rakyat ‘ segera Mulat Sarira (introspeksi diri). Jangan menukar Taksu Bali dengan materi sesaat, sebab hukum Karma Phala tidak akan pernah keliru mengadili.

Bagi para Sulinggih dan tokoh agama Hindu , terganggunya alam (Palemahan) dan ruang suci (Parhyangan) adalah wujud matinya roh Tri Hita Karana.

Tanggung jawab terbesar mutlak berada di pundak Guru Wisesa selaku pemegang otoritas perizinan dan tata ruang (Sekala). Kegagalan mereka menahan eksploitasi investasi adalah bentuk pengingkaran Dharma Ksatria.

Namun, tanggung jawab moral yang berat juga dipikul oleh elit adat dan agama sebagai penjaga Niskala, apabila mereka bersikap mendua, diam, atau justru memberi dispensasi kesucian demi kompromi duniawi.

Ini adalah dosa kolektif. Para rohaniwan menyerukan Mulat Sarira (introspeksi total) bagi para pemimpin. Menjadikan Tri Hita Karana sekadar slogan sementara kesucian Bali dirusak pasti akan mengundang petaka kosmis. Ingatlah, kekuasaan itu fana, namun hukum Karma Phala tidak akan pernah luput mengadili.

Tragedi mangrove dibabat, pura di-SHGB-kan, hingga umat dibatasi bersembahyang adalah luka spiritual dan letuh (penodaan) yang sangat mendalam. Di mata Sulinggih dan tokoh agama, realitas pedih ini menegaskan bahwa negara (Guru Wisesa) saat ini lebih membela Bhoga (materi/investor) ketimbang menegakkan Dharma (kebenaran/rakyat).

Negara dinilai telah kehilangan jiwa Dharma Ksatria. Mengomersialkan tanah suci (Parhyangan) menjadi aset HGB dan merusak alam (Palemahan) adalah pengingkaran fatal terhadap Tri Hita Karana. Menghalangi hak umat untuk tangkil (bersembahyang) adalah wujud penjajahan spiritual di tanah sendiri akibat Lobha (keserakahan) kekuatan modal.

Sulinggih senantiasa mengingatkan: stempel kekuasaan dan investasi itu fana (Sekala), namun hukum Karma Phala adalah abadi (Niskala). Pemimpin yang menggadaikan Ibu Pertiwi dan kesucian pura demi memanjakan investor pasti akan menuai ketidakharmonisan dan kehilangan Taksu kepemimpinannya.

(080/071)

  • Penulis: 080
  • Editor: putri
  • Sumber: tim Index

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejati Bali Naikkan Dua Kasus ke Tahap Penyidikan: Dugaan Korupsi Sertifikat di Kawasan Hutan Tahura Ngurah Rai Terungkap

    Kejati Bali Naikkan Dua Kasus ke Tahap Penyidikan: Dugaan Korupsi Sertifikat di Kawasan Hutan Tahura Ngurah Rai Terungkap

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  20  Oktober 2025 Kejati Bali Naikkan Dua Kasus ke Tahap Penyidikan: Dugaan Korupsi Sertifikat di Kawasan Hutan Tahura Ngurah Rai Terungkap   Kejati Bali gelar prescon di gedung Aula Kejaksaan Tinggi , Senin (21/10/2025). Bali,  indonesiaexpose.co.id  — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali resmi menaikkan dua kasus penting ke tahap penyidikan, salah satunya terkait dugaan […]

  • Menparekraf: F1PowerBoat Buktikan Danau Toba Layak Jadi Lokasi Event Internasional

    Menparekraf: F1PowerBoat Buktikan Danau Toba Layak Jadi Lokasi Event Internasional

    • calendar_month Minggu, 26 Feb 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Balige,  Senin  27   Februari 2023 Menparekraf: F1PowerBoat Buktikan Danau Toba Layak Jadi Lokasi Event Internasional   (Foto/ist)   “Bangkitkan ekonomi dan buka lapangan kerja’. Sumatra Utara, indonesiaexpose.co.id  – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan ajang balap kapal cepat paling bergengsi dunia F1PowerBoat di Destinasi Pariwisata Super […]

  • Sambut Hari Bhayangkara 2022, Polri Gelar Lomba Menembak Bersama Pati TNI- Polri dengan Insan Pers

    Sambut Hari Bhayangkara 2022, Polri Gelar Lomba Menembak Bersama Pati TNI- Polri dengan Insan Pers

    • calendar_month Kamis, 9 Jun 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Jakarta, Kamis 09 Juni 2022   Sambut Hari Bhayangkara 2022, Polri Gelar Lomba Menembak Bersama Pati TNI- Polri dengan Insan Pers (Foto/ist)   Jakarta, indonesiaexpose.co.id – Dalam memperingati hari Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2022 mendatang, Mabes Polri menggelar lomba menembak bagi insan Pers dan perwira tinggi (pati) TNI-Polri. Kepala Divisi Humas Polri Irjen […]

  • Bupati Sanjaya Hadiri Pemelaspasan Kantor Desa Kesiut 

    Bupati Sanjaya Hadiri Pemelaspasan Kantor Desa Kesiut 

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Tabanan, Jumat 04  April  2025 Bupati Sanjaya Hadiri Pemelaspasan Kantor Desa Kesiut     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri Uleman Upacara Pemelaspasan Kantor Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Rabu (2/4/2025). Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Gubernur Bali, Giri Prasta, serta sejumlah pejabat penting lainnya, termasuk anggota […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Senin, 16 Nov 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  17  November  2020   Renungan  JOGER  

  • Kota Denpasar Sabet Juara di Delapan Kategori Serangkaian Harganas Tahun 2023

    Kota Denpasar Sabet Juara di Delapan Kategori Serangkaian Harganas Tahun 2023

    • calendar_month Jumat, 21 Jul 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  21  Juli  2023 Kota Denpasar Sabet Juara di Delapan Kategori Serangkaian Harganas Tahun 2023       Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Kota Denpasar sukses menyabet juara serangkaian lomba-lomba Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 Tahun 2023 yang digelar BKKBN Provinsi Bali. Dimana, ibukota Provinsi Bali ini berhasil menyabet jiara pada 8 kategori lomba. Hal tersebut […]

expand_less