Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Teras Dialog : Quo Vadis Demokrasi Kita, Kritik Oto Kritik Pemilu 2019

Teras Dialog : Quo Vadis Demokrasi Kita, Kritik Oto Kritik Pemilu 2019

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 29 Sep 2019
  • visibility 48
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Minggu  29  September  2019

 

Teras Dialog : Quo Vadis Demokrasi Kita, Kritik Oto Kritik Pemilu 2019

Acara  Teras Dialog #6 bersama YYDiaz dengan tema ‘Quo Vadis Demokrasi Kita, Kritik Oto Kritik Pemilu 2019 ‘ bertempat di Warung Sang Dewi,Denpasar- Bali, Minggu  (29/9/2019)malam.(Foto/INDEX/080)

 

 

BALI,  INDEX  –  Demokrasi Indonesia pasca Pilpres 2019 cukup memberikan rasa mengkhawatirkan. Jelang  momen pelantikan Presiden terpilih pada 20 Oktober nanti, nampaknya suasana politik di negeri kita kembali memanas.

Di Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia, ribuan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi besar-besaran untuk menolak point-point yang ada dalam Rancangan Kitab Hukum Undang-undang Pidana (RKUHP)  sampai menimbulkan korban jiwa  yakni 2 mahasiswa di Kendari dan rusaknya beberapa fasilitas umum.

Ketua YYDiaz Center Valerian Libert Wange mengatakan, situasi nasional yang mulai kondusif itu justru berubah arah seolah kembali kemasa sebelum reformasi.Sejumlah aksi unjuk rasa mahasiswa,pelajar dan rakyat yang bertujuan untuk menginterupsi transaksional politik ,justru harus bertaruh nyawa.

” Aksi protes kali ini menjadi unik dan menarik lantaran massa pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK/ dulunya STM) juga turut serta turun aksi bersama massa mahasiswa. Bahkan sempat viral di berbagai media sosial hashtag “#maaf bang kami telat, karena masih harus sekolah dulu,” ungkap Valerian di acara  Teras Dialog #6 bersama YYDiaz dengan tema ‘Quo Vadis Demokrasi Kita, Kritik Oto Kritik Pemilu 2019 ‘ bertempat di Warung Sang Dewi,Denpasar- Bali, Minggu  (29/9/2019)malam.

Menurutnya, hashtag tersebut mengatakan kepada massa mahasiswa bahwa mereka terlambat datang aksi karena harus masuk sekolah terlebih dahulu. Hashtag ini pun beredar luas, dan sempat trending di berbagai media massa maupun media sosial, berbagai komentar pun bermunculan, ada yang mengapresiasi ada yang mencaci maki.

” Banyak pihak yang menuding aksi ini ditunggangi oleh elit-elit politik dengan berbagai kepentingan politiknya. Namun banyak juga yang mendukung karena suara mahasiswa adalah suara rakyat dan mahasiswa adalah penyambung lidah rakyat untuk menyuarakan aspirasi-aspirasi rakyat,” jelasnya.

Pendiri YYDiaz Center Yosep Yulius Diaz mengatakan, alasan pemilihan topik diskusi ini karena banyaknya masukan dan pertanyaan kritis dari para sahabat.

” Demokrasi Indonesia ini mau kemana ,banyak masyarakat yang belum bisa memilah dan membedakan esensi tentang kecintaan terhadap negara dengan sikap kritisnya kepada penyelenggara negara,” tambah Yosep di sela-sela acara Teras Dialog #6 YYDiaz di Warung Sang Dewi,Denpasar- Bali, Minggu  (29/9/2019)malam.

Lanjutnya, bermunculan berbagai kegelisahan akan adanya proses pelabelan terhadap kaum kritikus yang mengkerdilkan makna bernegara dan berdemokrasi.

” Untuk seluruh masyarakat Indonesia yang berbagi perspekstif demokrasi untuk hadir dalam teras dialog. Harapan kami melalui dialog ini bisa terhimpun catatan penting guna mempertajam arah membangun tradisi Demokrasi yang sehat,” tuturnya.

Sementara Made Arka selain sebagai dosen di Universitas Warmadewa yang turut menjadi pembicara menambahkan,terkait aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan salah satu bentuk perwujudan dari sistem demokrasi kita, dan penting untuk menjaga sistem demokrasi tersebut.

Menurutnya, aksi-aksi demonstrasi tersebut harus dilakukan dengan tepat, agar jangan sampai mengganggu ketertiban umum, dan merusak fasilitas umum.

“Demonstrasi penting bagi demokrasi, tapi harus tepat juga, dan dan jangan sampai merusak fasilitas umum, dan mengganggu ketertiban umum,” tandasnya.

Kesimpulan dialog terkait dengan tema yang diangkat, yaitu “Quo Vadis Demokrasi Kita, Kritik Otokritik Pemilu 2019” yang dibacakan oleh Valerian Libert Wangge, ketua YYDiaz Center sekaligus selaku moderator dalam dialog tersebut bahwa masih ada titik cerah untuk demokrasi kita, dengan masih adanya ruang-ruang dialog yang dapat dilakukan, serta partisipasi masyarakat dalam demokrasi harus lebih diperluas lagi, tidak hanya bertumpu pada Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. Aspek Elektoral yaitu masyarakat harua diperkuat dengan mendorong dan melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses perumusan berbagai kebijakan-kebijakan yang strategis.

(080)

 

 

 

 

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Senin, 28 Agt 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Bali,  Selasa  29  Agustus 2023 Renungan  Joger

  • Lift Kaca Kelingking Beach Rp. 200 M, Tuai Kontroversi

    Lift Kaca Kelingking Beach Rp. 200 M, Tuai Kontroversi

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Bali, Rabu  29  Oktober  2025 Lift Kaca Kelingking Beach Rp. 200 M, Tuai Kontroversi     Bali, indonesiaexpose.co.id  – Kontroversi pembangunan lift kaca di Kelingking Beach yang nekat beroperasi meski dituding merusak view ikonik, kembali menyoroti masalah klasik di Bali: Lemahnya pengawasan tata ruang dan perizinan! Pantai dengan tebing eksotik yang selama ini menjadi ikon […]

  • index

    index

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Bali, Rabu  05  Juli 2023

  • Erwin Soeriadimadja KpwBI Bali : WWF ke 10 Dorong Akselerasi Ekonomi yang Berkelanjutan

    Erwin Soeriadimadja KpwBI Bali : WWF ke 10 Dorong Akselerasi Ekonomi yang Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa 21  Mei  2024 Erwin Soeriadimadja KpwBI Bali : WWF ke 10 Dorong Akselerasi Ekonomi yang Berkelanjutan   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali turut bangga bahwa Bali menjadi tuan rumah perhelatan World Water Forum (WWF) ke-10 tahun 2024 yang digelar pada 18-25 Mei 2024. Pembukaan WWF 2024 diawali dengan Upacara […]

    • calendar_month Minggu, 4 Sep 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Denpasar, Minggu 04 September 2022 Gubernur Bali Koster, Kerja Keras Bangkitkan Pariwisata dan Perekonomian Bali Gubernur Bali Wayan Bali, indonesiaexpose.co.id – Perkembangan Pandemi Covid-19 di Bali semakin membaik dan stabil. Jumlah kasus baru terus menurun dengan konsisten, jumlah yang masuk ke Rumah Sakit semakin menurun, jumlah yang sembuh semakin meningkat, dan jumlah yang meninggal mendekati […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  04  Pebruari  2025 Renungan  Joger

expand_less