Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Ketum PBNU Kritik Pemerintah Soal Kesenjangan Ekonomi

Ketum PBNU Kritik Pemerintah Soal Kesenjangan Ekonomi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 3 Feb 2020
  • visibility 100
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta , Senin 03  Januari  2020

 

Ketum PBNU Kritik Pemerintah Soal Kesenjangan Ekonomi

Ketua Umum Pimpinan Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Prof KH. Said Aqil Siraj

 

JAKARTA, INDEX –  Bertepatan dengan peringatan Hari lahir Nahdlatul Ulama ke-94 yang jatuh pada Jumat (31/1/2020), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melaksanakan Groundbreaking pembangunan gedung baru di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.

 

Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) mengatakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia di masa Kepresidenan Joko Widodo (Jokowi) masih jauh dari kenyataan.

 

Ketua Umum Pimpinan Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Prof KH. Said Aqil Siraj mengatakan, keadilan sosial yang sejatinya adalah output dan nilai dasar penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan nilai yang tertinggal di banding yang lain.

 

Kiai Said kemudian memberikan tausiyah tentang keharmonisan. Menurut dia, keharmonisan itu ada dua, yaitu harmonis dengan tuhan dan harmonis dengan manusia. Selain itu, Kiai Said juga menjelaskan tentang peradaban dan kebudayaan.
Selanjutnya, Pada kesempatan Peringatan Hari Lahir ke-94 NU yang dihadiri Wapres KH. Ma’ruf Amin, Kiai Said juga melontarkan kritik keras pada pemerintah Indonesia yang tak kunjung berhasil memperpendek jarak ketimpangan ekonomi di Indonesia. Pasalnya, hingga periode kedua pemerintahan presiden Jokowi saat ini, jarak ketimpangan perekonomian Indonesia antara yang kaya dan yang miskin masih jauh.

 

” Pemerintah cenderung membiarkan kelompok miskin untuk bersaing dengan kelompok kaya atas nama ‘pasar bebas’, sehingga warga miskin semakin tidak berdaya,” cetusnya.

Dalam kesempatan ini, Kiai Said juga mengkritik pemerintah atas sejumlah kenaikan barang yang dibebankan pada masyarakat seperti kenaikan iuran BPJS dan harga elpiji. Kiai Said juga melontarkan ketidak setujuan pada kebijakan impor garam.

 

“Pemerintahan Jokowi Ma,ruf Amin  masih jauh dirasakan keberhasilanya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat nya , fakta kesenjangan ekonomi makin terjadi antara orang kaya dan miskin nya dan cita cita perjuangan para pahlawan kemerdekaan kita belum dilaksanakan dengan benar dan seadil-adilnya guna mewujudkan rakyat sejahtera berkucupan atas sandang , papan,” pungkasnya.

(Hartono/007)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  24 Maret  2020   Renungan  JOGER  

  • Kanwil Ditjen Pajak dan Polda Jabar Ungkap Kasus Pajak Fiktif Rugikan Negara 98 Miliar

    Kanwil Ditjen Pajak dan Polda Jabar Ungkap Kasus Pajak Fiktif Rugikan Negara 98 Miliar

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Bandung,  Selasa  19  November  2019   Kanwil Ditjen Pajak dan Polda Jabar Ungkap Kasus Pajak Fiktif Rugikan Negara 98 Miliar     Jawa Barat,INDEX  –  Penyidik Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak I Jawa Barat, menyerahkan tersangka dan sejumlah barang bukti terkait tindak pidana di bidang perpajakan ke Dit Reskrimsus Polda Jawa Barat.   “Empat […]

    • calendar_month Rabu, 7 Des 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Bali,  Kamis  08  Desember  2022 Kasus Sembuh Covid-19 di Bali Bertambah 40  Orang, Sembuh 69 Orang dan Meninggal 3 Orang   Bali, indonesiaexpose.co.id – Kasus sembuh Covid-19 di Provinsi Bali terus bertambah. Berdasarkan data resmi dari Satgas Penanganan Covid-19 Bali melalui Humas Pemprov Bali di pada, Rabu  07   Desember 2022 diketahui kasus meninggal dunia bertambah […]

  • Pemkab Jembrana dan ITB STIKOM Bali Siap Magangkan Anak Muda Jembrana ke Singapura dan Kerja di Jepang

    Pemkab Jembrana dan ITB STIKOM Bali Siap Magangkan Anak Muda Jembrana ke Singapura dan Kerja di Jepang

    • calendar_month Kamis, 9 Sep 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Denpasar,  Kamis  9  September  2021   Pemkab Jembrana dan ITB STIKOM Bali Siap Magangkan Anak Muda Jembrana ke Singapura dan Kerja di Jepang Wakil Bupati Jembrana I Gede Patriana Krisna, ST, MT bertemu Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan di kampus ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar, Kamis (09/09/2021) malam. Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Wakil Bupati […]

  • RSU Premagana Raih Penghargaan Transformasi Digital BPJS Kesehatan Bintang Tiga.

    RSU Premagana Raih Penghargaan Transformasi Digital BPJS Kesehatan Bintang Tiga.

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle 112
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Gianyar , Sabtu  28  Pebruari  2026 RSU Premagana Raih Penghargaan Transformasi Digital BPJS Kesehatan Bintang Tiga.     Bali,  indonesiaexpose.co.id  — Rumah Sakit Umum (RSU) Premagana kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Penghargaan Transformasi Digital BPJS Kesehatan Tahun 2026 dengan predikat Bintang Tiga. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi RSU Premagana […]

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu 09 Januari 2022   Gubenur Bali Berikan Insentif  Untuk  Perbekel  dan  Bandesa  Adat  Se-Bali       Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Gubernur Bali memberikan insentif kepada Perbekel dan Bandesa Adat se-Bali setiap bulan yang besarnya disesuaikan dengan kemampuan Keuangan Daerah, sebagai berikut: Insentif untuk Perbekel sebesar Rp.1.500.000,- per bulan untuk 636 Perbekel se-Bali, mulai […]

expand_less