Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » KPI : Penyiaran Media Sosial Perlu Regulasi

KPI : Penyiaran Media Sosial Perlu Regulasi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2020
  • visibility 726
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Sabtu  11  Juli  2020

KPI : Penyiaran Media Sosial Perlu Regulasi

 

 

JAKARTA,  INDEX  –  Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran belum juga kelar. Banyak pihak menyarankan supaya inisiatif dilakukan di tingkat masyarakat. Masyarakat bahkan sebaiknya melihat keadaan ini sebagai kesempatan untuk mengedukasi anggota keluarga supaya melek digital. Demikian salah satu benang merah diskusi dengan tema “Bijak dan Cerdas Siaran Melalui Sosial Media,” yang diselenggarakan secara online, Kamis (9/7) di acara Husni and Friends.

“KPI terus mengupayakan agar regulasi penyiaran ini segera dibentuk,” kata Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Agung Suprio.

Terutama, menurutnya, karena bentuk-bentuk penyiaran makin marak dilakukan melalui sosial media. Sementara, aturan yang ada belum bisa dijadikan pengawal dalam menjaga agar konten-konten tersebut tidak mengganggu kepentingan publik.

Agung menyarankan agar UU tersebut mengatur hal-hal yang makro saja. Ketentuan lebih detil dan teknis dapat dibuat dalam bentuk peraturan pemerintah. Salah satu ide itu ia usulkan agar proses penyusunan RUU Penyiaran bisa lebih cepat rampung.

Harapan yang sama pun disampaikan Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Yadi Hendriana. Menurutnya, semakin cepat landasan hukum itu terbit, akan semakin baik juga bagi kerja-kerja jurnalistik. Sebab, revolusi teknologi digital memang tak mungkin dibendung dan tentu berimbas juga industri pers, termasuk pertelevisian. Apalagi, media sosial sangat lekat dengan jurnalistik dan menyediakan ruang yang besar untuk penyiaran.

Kendati begitu, Yadi Hendriana sepakat bahwa publik tidak harus bersandar pada regulasi dan semata-mata pasif menuggu aturan dari pemerintah. Kemajuan teknologi membawa banyak manfaat. Publik sebenarnya mendapat keuntungan karena informasi mendorong transparansi, misalnya.

“Yang penting, pembuat content memeriksa kembali apa impact atau dampaknya bila sebuah informasi diposting ke media sosial,” katanya. Ini menjadi filter utama untuk memastikan apakah informasi tersebut layak disebarkan atau tidak. “Bila dampaknya negatif, lebih jangan disebarkan,” lanjut Yadi.

“Kita memang belum diajarkan bagaimana menggunakan media sosial dengan baik, dengan kondisi pandemic covid-19 ini kita dituntut untuk belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan ini.. banyak yang bergurau covid-19 ini bisa disebut sbg bapak transformasi internet loh.. tapi benar juga ya,” kata praktisi kehumasan sekaligus dosen dari Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Rizka Septiana.

Karena itu, menurutnya, potensi munculnya dampak negatif memang besar mengingat media sosial dapat menjangkau audiens yang jauh lebih luas dan bila informasi keliru tersebar bisa bergulung-gulung bak bola liar (viral). Hal ini menjadi pekerjaan rumah kita semua. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, kita harus turut berkontribusi aktif.

Di tengah proses penyusunan aturan mengenai penyiaran melalui sosial media, menurutnya, masyarakat dapat melihat situasi tersebut dengan kacamata yang lebih positif. Keluarga menjadi salah pintu masuk yang sangat bermanfaat.

“Mulailah dari keluarga dan diri sendiri,” tandas Rizka menyarankan tiap orang mengedukasi keluarganya. Langkah ini, menurutnya, lebih produktif dan berguna dalam menyikapi kemajuan teknologi serta luasnya desakan untuk melakukan literasi digital.

(009)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • indonesiaexpose.co.id

    indonesiaexpose.co.id

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Jakarta, Minggu 05  Oktober  2025  

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Bali, Senin  06  Oktober  2025 Renungan  Joger

  • Cuti Bersama Idul Fitri 2019 Pemkot Denpasar Tetap Buka Pelayanan Publik

    Cuti Bersama Idul Fitri 2019 Pemkot Denpasar Tetap Buka Pelayanan Publik

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  17  Mei  2019   Cuti Bersama Idul Fitri 2019 Pemkot Denpasar Tetap Buka Pelayanan Publik   Rapat bersama seluruh OPD Pemkot Denpasar dalam membahas pelayanan publik saat cuti bersama di Ruangan Praja Madya Kantor Walikota Denpasar, Kamis (16/5).   BALI, INDEX   – Cuti Bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) bertepatan dengan Hari Raya Idul […]

  • OJK Dorong Kakao Tabanan Jadi Komoditas Unggulan Bali.

    OJK Dorong Kakao Tabanan Jadi Komoditas Unggulan Bali.

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Tabanan, Sabtu  04  Oktober  2025 OJK Dorong Kakao Tabanan Jadi Komoditas Unggulan Bali.   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bali mendorong penguatan ekonomi daerah dengan menginisiasi kerja sama pengembangan komoditas kakao di Kabupaten Tabanan. Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari lembaga keuangan hingga kelompok tani lokal. Bertempat di Balai Pelatihan Pertanian Kabupaten […]

    • calendar_month Kamis, 20 Jan 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Bangli, Kamis 20 Januari 2022    

  • Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Laksanakan Upacara Peneduh Jagat Bali, Mepekelem, & Mebebangkit

    Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Laksanakan Upacara Peneduh Jagat Bali, Mepekelem, & Mebebangkit

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Mangupura, Rabu  01  Juli  2020   Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Laksanakan Upacara Peneduh Jagat Bali, Mepekelem, & Mebebangkit     BALI,  INDEX   – Dampak merebaknya pandemi COVID-19 di hampir seluruh penjuru dunia memberikan pukulan keras bagi hampir seluruh sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pariwisata di Bali, yang terkena dampak cukup keras, mengingat status Bali […]

expand_less