Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » KPI : Penyiaran Media Sosial Perlu Regulasi

KPI : Penyiaran Media Sosial Perlu Regulasi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2020
  • visibility 747
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Sabtu  11  Juli  2020

KPI : Penyiaran Media Sosial Perlu Regulasi

 

 

JAKARTA,  INDEX  –  Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran belum juga kelar. Banyak pihak menyarankan supaya inisiatif dilakukan di tingkat masyarakat. Masyarakat bahkan sebaiknya melihat keadaan ini sebagai kesempatan untuk mengedukasi anggota keluarga supaya melek digital. Demikian salah satu benang merah diskusi dengan tema “Bijak dan Cerdas Siaran Melalui Sosial Media,” yang diselenggarakan secara online, Kamis (9/7) di acara Husni and Friends.

“KPI terus mengupayakan agar regulasi penyiaran ini segera dibentuk,” kata Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Agung Suprio.

Terutama, menurutnya, karena bentuk-bentuk penyiaran makin marak dilakukan melalui sosial media. Sementara, aturan yang ada belum bisa dijadikan pengawal dalam menjaga agar konten-konten tersebut tidak mengganggu kepentingan publik.

Agung menyarankan agar UU tersebut mengatur hal-hal yang makro saja. Ketentuan lebih detil dan teknis dapat dibuat dalam bentuk peraturan pemerintah. Salah satu ide itu ia usulkan agar proses penyusunan RUU Penyiaran bisa lebih cepat rampung.

Harapan yang sama pun disampaikan Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Yadi Hendriana. Menurutnya, semakin cepat landasan hukum itu terbit, akan semakin baik juga bagi kerja-kerja jurnalistik. Sebab, revolusi teknologi digital memang tak mungkin dibendung dan tentu berimbas juga industri pers, termasuk pertelevisian. Apalagi, media sosial sangat lekat dengan jurnalistik dan menyediakan ruang yang besar untuk penyiaran.

Kendati begitu, Yadi Hendriana sepakat bahwa publik tidak harus bersandar pada regulasi dan semata-mata pasif menuggu aturan dari pemerintah. Kemajuan teknologi membawa banyak manfaat. Publik sebenarnya mendapat keuntungan karena informasi mendorong transparansi, misalnya.

“Yang penting, pembuat content memeriksa kembali apa impact atau dampaknya bila sebuah informasi diposting ke media sosial,” katanya. Ini menjadi filter utama untuk memastikan apakah informasi tersebut layak disebarkan atau tidak. “Bila dampaknya negatif, lebih jangan disebarkan,” lanjut Yadi.

“Kita memang belum diajarkan bagaimana menggunakan media sosial dengan baik, dengan kondisi pandemic covid-19 ini kita dituntut untuk belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan ini.. banyak yang bergurau covid-19 ini bisa disebut sbg bapak transformasi internet loh.. tapi benar juga ya,” kata praktisi kehumasan sekaligus dosen dari Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Rizka Septiana.

Karena itu, menurutnya, potensi munculnya dampak negatif memang besar mengingat media sosial dapat menjangkau audiens yang jauh lebih luas dan bila informasi keliru tersebar bisa bergulung-gulung bak bola liar (viral). Hal ini menjadi pekerjaan rumah kita semua. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, kita harus turut berkontribusi aktif.

Di tengah proses penyusunan aturan mengenai penyiaran melalui sosial media, menurutnya, masyarakat dapat melihat situasi tersebut dengan kacamata yang lebih positif. Keluarga menjadi salah pintu masuk yang sangat bermanfaat.

“Mulailah dari keluarga dan diri sendiri,” tandas Rizka menyarankan tiap orang mengedukasi keluarganya. Langkah ini, menurutnya, lebih produktif dan berguna dalam menyikapi kemajuan teknologi serta luasnya desakan untuk melakukan literasi digital.

(009)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peran Perempuan Sebagai Delegasi Internasional, Menjadi Agen Perdamaian Dunia

    Peran Perempuan Sebagai Delegasi Internasional, Menjadi Agen Perdamaian Dunia

    • calendar_month Sabtu, 9 Okt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Jakarta, Sabtu  09  Oktober  2021 Peran Perempuan Sebagai Delegasi Internasional, Menjadi Agen Perdamaian Dunia     Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  Para perempuan mulai mampu unjuk gigi sebagai delegasi dalam konferensi-konferensi internasional. Hal ini membuktikan perempuan mampu menjadi agen yang berperan aktif sebagai negosiator ulung, bahkan juru damai dalam konflik antar-kelompok maupun antar-negara. Peran kaum hawa dalam […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Bali,  Jumat  21  Juni 2024 Renungan  Joger

  • Renungan  JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Senin, 13 Jun 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Bali, Selasa 14 Juni 2022   Renungan  JOGER  

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Bali, Kamis  23  Januari  2025 Renungan  Joger

  • Indonesiaexpose.co.id

    Indonesiaexpose.co.id

    • calendar_month Minggu, 3 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Tabanan, Minggu  03  November  2024

  • Ketua DPR RI Puan Maharani :   Jenderal TNI Andika Perkasa Surpres  Calon Panglima TNI tunggal

    Ketua DPR RI Puan Maharani :   Jenderal TNI Andika Perkasa Surpres  Calon Panglima TNI tunggal

    • calendar_month Selasa, 2 Nov 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Jakarta, Rabu  03  November  2021 Ketua DPR RI Puan Maharani :   Jenderal TNI Andika Perkasa Surpres  Calon Panglima TNI tunggal Ketua DPR RI Puan Maharani Menerima Surpres dari Mensesneg Pratikno turut mendampingi Wakil Ketua DPR RI Lodewijk Freidrich Paulus dari Fraksi Golkar dan Rachmat Gobel, di Senayan Jakarta, (3/11/2021)   Jakarta, indonesiaexpose.co.id – Ketua DPR RI […]

expand_less