Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » KPI : Penyiaran Media Sosial Perlu Regulasi

KPI : Penyiaran Media Sosial Perlu Regulasi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2020
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Sabtu  11  Juli  2020

KPI : Penyiaran Media Sosial Perlu Regulasi

 

 

JAKARTA,  INDEX  –  Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran belum juga kelar. Banyak pihak menyarankan supaya inisiatif dilakukan di tingkat masyarakat. Masyarakat bahkan sebaiknya melihat keadaan ini sebagai kesempatan untuk mengedukasi anggota keluarga supaya melek digital. Demikian salah satu benang merah diskusi dengan tema “Bijak dan Cerdas Siaran Melalui Sosial Media,” yang diselenggarakan secara online, Kamis (9/7) di acara Husni and Friends.

“KPI terus mengupayakan agar regulasi penyiaran ini segera dibentuk,” kata Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Agung Suprio.

Terutama, menurutnya, karena bentuk-bentuk penyiaran makin marak dilakukan melalui sosial media. Sementara, aturan yang ada belum bisa dijadikan pengawal dalam menjaga agar konten-konten tersebut tidak mengganggu kepentingan publik.

Agung menyarankan agar UU tersebut mengatur hal-hal yang makro saja. Ketentuan lebih detil dan teknis dapat dibuat dalam bentuk peraturan pemerintah. Salah satu ide itu ia usulkan agar proses penyusunan RUU Penyiaran bisa lebih cepat rampung.

Harapan yang sama pun disampaikan Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Yadi Hendriana. Menurutnya, semakin cepat landasan hukum itu terbit, akan semakin baik juga bagi kerja-kerja jurnalistik. Sebab, revolusi teknologi digital memang tak mungkin dibendung dan tentu berimbas juga industri pers, termasuk pertelevisian. Apalagi, media sosial sangat lekat dengan jurnalistik dan menyediakan ruang yang besar untuk penyiaran.

Kendati begitu, Yadi Hendriana sepakat bahwa publik tidak harus bersandar pada regulasi dan semata-mata pasif menuggu aturan dari pemerintah. Kemajuan teknologi membawa banyak manfaat. Publik sebenarnya mendapat keuntungan karena informasi mendorong transparansi, misalnya.

“Yang penting, pembuat content memeriksa kembali apa impact atau dampaknya bila sebuah informasi diposting ke media sosial,” katanya. Ini menjadi filter utama untuk memastikan apakah informasi tersebut layak disebarkan atau tidak. “Bila dampaknya negatif, lebih jangan disebarkan,” lanjut Yadi.

“Kita memang belum diajarkan bagaimana menggunakan media sosial dengan baik, dengan kondisi pandemic covid-19 ini kita dituntut untuk belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan ini.. banyak yang bergurau covid-19 ini bisa disebut sbg bapak transformasi internet loh.. tapi benar juga ya,” kata praktisi kehumasan sekaligus dosen dari Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Rizka Septiana.

Karena itu, menurutnya, potensi munculnya dampak negatif memang besar mengingat media sosial dapat menjangkau audiens yang jauh lebih luas dan bila informasi keliru tersebar bisa bergulung-gulung bak bola liar (viral). Hal ini menjadi pekerjaan rumah kita semua. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, kita harus turut berkontribusi aktif.

Di tengah proses penyusunan aturan mengenai penyiaran melalui sosial media, menurutnya, masyarakat dapat melihat situasi tersebut dengan kacamata yang lebih positif. Keluarga menjadi salah pintu masuk yang sangat bermanfaat.

“Mulailah dari keluarga dan diri sendiri,” tandas Rizka menyarankan tiap orang mengedukasi keluarganya. Langkah ini, menurutnya, lebih produktif dan berguna dalam menyikapi kemajuan teknologi serta luasnya desakan untuk melakukan literasi digital.

(009)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu  01  November  2025 Renungan  Joger

  • Capaian Kinerja Pj Gubernur Sumut, Sukses Meningkatkan 10 Program Prioritas Pembangunan

    Capaian Kinerja Pj Gubernur Sumut, Sukses Meningkatkan 10 Program Prioritas Pembangunan

    • calendar_month Sabtu, 23 Des 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Medan, Sabtu  23  Desember  2023 Capaian Kinerja Pj Gubernur Sumut, Sukses Meningkatkan 10 Program Prioritas Pembangunan (Foto/ist)   Sumatera Utara,  indonesiaexpose.co.id  – Kinerja Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin, sejak dilantik 5 September 2023 hingga akhir tahun 2023, telah sukses mencapai peningkatan 10 program prioritas Pembangunan di Sumut. Hal ini menggambarkan Provinsi Sumut mampu […]

  • Indonesiaexpose.co.id

    Indonesiaexpose.co.id

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  23  Oktober  2024

  • Jaya Negara Walikota Denpasar, Siap Dukung Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Korupsi Lewat Seni.

    Jaya Negara Walikota Denpasar, Siap Dukung Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Korupsi Lewat Seni.

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  06  Desember  2024 Jaya Negara Walikota Denpasar, Siap Dukung Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Korupsi Lewat Seni.   Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri dan menyerahkan hadiah kepada pemenang serangkaian Penganugrahan Pemenang Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) yang digelar di Dharma Negara Alaya Denpasar pada Jumat (6/12/2024). Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Walikota Denpasar, […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Bali, Kamis  24  September  2020   Renungan  JOGER    

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  31  Maret  2020   Renungan  JOGER  

expand_less