Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » KPI : Penyiaran Media Sosial Perlu Regulasi

KPI : Penyiaran Media Sosial Perlu Regulasi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2020
  • visibility 783
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Sabtu  11  Juli  2020

KPI : Penyiaran Media Sosial Perlu Regulasi

 

 

JAKARTA,  INDEX  –  Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran belum juga kelar. Banyak pihak menyarankan supaya inisiatif dilakukan di tingkat masyarakat. Masyarakat bahkan sebaiknya melihat keadaan ini sebagai kesempatan untuk mengedukasi anggota keluarga supaya melek digital. Demikian salah satu benang merah diskusi dengan tema “Bijak dan Cerdas Siaran Melalui Sosial Media,” yang diselenggarakan secara online, Kamis (9/7) di acara Husni and Friends.

“KPI terus mengupayakan agar regulasi penyiaran ini segera dibentuk,” kata Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Agung Suprio.

Terutama, menurutnya, karena bentuk-bentuk penyiaran makin marak dilakukan melalui sosial media. Sementara, aturan yang ada belum bisa dijadikan pengawal dalam menjaga agar konten-konten tersebut tidak mengganggu kepentingan publik.

Agung menyarankan agar UU tersebut mengatur hal-hal yang makro saja. Ketentuan lebih detil dan teknis dapat dibuat dalam bentuk peraturan pemerintah. Salah satu ide itu ia usulkan agar proses penyusunan RUU Penyiaran bisa lebih cepat rampung.

Harapan yang sama pun disampaikan Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Yadi Hendriana. Menurutnya, semakin cepat landasan hukum itu terbit, akan semakin baik juga bagi kerja-kerja jurnalistik. Sebab, revolusi teknologi digital memang tak mungkin dibendung dan tentu berimbas juga industri pers, termasuk pertelevisian. Apalagi, media sosial sangat lekat dengan jurnalistik dan menyediakan ruang yang besar untuk penyiaran.

Kendati begitu, Yadi Hendriana sepakat bahwa publik tidak harus bersandar pada regulasi dan semata-mata pasif menuggu aturan dari pemerintah. Kemajuan teknologi membawa banyak manfaat. Publik sebenarnya mendapat keuntungan karena informasi mendorong transparansi, misalnya.

“Yang penting, pembuat content memeriksa kembali apa impact atau dampaknya bila sebuah informasi diposting ke media sosial,” katanya. Ini menjadi filter utama untuk memastikan apakah informasi tersebut layak disebarkan atau tidak. “Bila dampaknya negatif, lebih jangan disebarkan,” lanjut Yadi.

“Kita memang belum diajarkan bagaimana menggunakan media sosial dengan baik, dengan kondisi pandemic covid-19 ini kita dituntut untuk belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan ini.. banyak yang bergurau covid-19 ini bisa disebut sbg bapak transformasi internet loh.. tapi benar juga ya,” kata praktisi kehumasan sekaligus dosen dari Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Rizka Septiana.

Karena itu, menurutnya, potensi munculnya dampak negatif memang besar mengingat media sosial dapat menjangkau audiens yang jauh lebih luas dan bila informasi keliru tersebar bisa bergulung-gulung bak bola liar (viral). Hal ini menjadi pekerjaan rumah kita semua. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, kita harus turut berkontribusi aktif.

Di tengah proses penyusunan aturan mengenai penyiaran melalui sosial media, menurutnya, masyarakat dapat melihat situasi tersebut dengan kacamata yang lebih positif. Keluarga menjadi salah pintu masuk yang sangat bermanfaat.

“Mulailah dari keluarga dan diri sendiri,” tandas Rizka menyarankan tiap orang mengedukasi keluarganya. Langkah ini, menurutnya, lebih produktif dan berguna dalam menyikapi kemajuan teknologi serta luasnya desakan untuk melakukan literasi digital.

(009)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Bali,  Selasa  04  Januari 2021   Renungan  JOGER    

  • Sat Narkoba Polres Gianyar : Kecamatan Sukawati merupakan kawasan zona merah peredaran narkoba.

    Sat Narkoba Polres Gianyar : Kecamatan Sukawati merupakan kawasan zona merah peredaran narkoba.

    • calendar_month Senin, 12 Sep 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Gianyar, Selasa 13 September 2022 Sat Narkoba Polres Gianyar : Kecamatan Sukawati merupakan kawasan zona merah peredaran narkoba.   Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Selama bulan Agustus Petugas kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba Polres Gianyar berhasil mengamankan 7 pelaku penyalahguna narkoba, hal ini terungkap saat rilis kasus di Mapolres Gianyar, Senin (12/9/2022). AKP I Gusti Ngurah Jaya […]

  • Pertemuan Perdana W20 Presidensi Indonesia XL Axiata Perkuat Jaringan 4G di Likupang

    Pertemuan Perdana W20 Presidensi Indonesia XL Axiata Perkuat Jaringan 4G di Likupang

    • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Airmadidi,  Sabtu 12 Februari 2022.   Pertemuan Perdana W20 Presidensi Indonesia XL Axiata Perkuat Jaringan 4G di Likupang     “Selain mengerahkan MBTS, XL Axiata juga menempatkan tim teknik secara khusus selama acara pertemuan berlangsung. Tim ini akan terus memastikan kebutuhan atas layanan telekomunikasi dan data bisa terjaga selama dibutuhkan oleh para peserta pertemuan dan […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Selasa, 23 Feb 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Bali, Rabu  24  Februari 2021 Renungan  JOGER  

  • Siapkan 2500 Lowongan Kerja, Wawali Arya Wibawa Buka Festival Pasar Kerja Kota Denpasar

    Siapkan 2500 Lowongan Kerja, Wawali Arya Wibawa Buka Festival Pasar Kerja Kota Denpasar

    • calendar_month Kamis, 1 Des 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis 01 Desember 2022 Siapkan 2500 Lowongan Kerja, Wawali Arya Wibawa Buka Festival Pasar Kerja Kota Denpasar   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Tenaga Kerja Sertifikasi dan Kompetensi (DTKSK) Kota Denpasar kembali menggelar Festival Pasar Kerja dengan menyiapkan sekitar 2500 lowongan pekerjaan. Dimana kegiatan ini di buka langsung Wakil Walikota Denpasar, I […]

  • Pembagian Grup Negara Peserta Asian Mini Football Championship 2023

    Pembagian Grup Negara Peserta Asian Mini Football Championship 2023

    • calendar_month Jumat, 5 Mei 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Kota Gorontalo, Jumat  06  Mei  2023 Pembagian Grup Negara Peserta Asian Mini Football Championship 2023   (Foto/ist)   Gorontalo,  indonesiaexpose.co.id  – Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Asian Mini Football Confederation menggelar undian grup (drawing) 12 negara peserta Asian Mini Football Championship (AMFC) 2023 yang digelar di Hotel Aston, Kota Gorontalo, Jumat (5/5/2023). Undian grup 12 negara […]

expand_less