Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » PLN UID Bali  Dorong  Modernisasi  Pertanian Dengan  Electrifying   Agriculture

PLN UID Bali  Dorong  Modernisasi  Pertanian Dengan  Electrifying   Agriculture

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 15 Feb 2021
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tabanan,  Senin  15  Februari  2021

 

PLN UID Bali  Dorong  Modernisasi  Pertanian
Dengan  Electrifying   Agriculture

 

 

BALI,  indonesiaexpose.co.id  –  Guna mendukung produktivitas sektor pertanian, PLN UID Bali secara aktif mensosialisasikan electrifying agriculture. Layanan PLN kepada pelaku usaha sektor pertanian diharapkan dapat meningkatkan efisiensi hingga 40% pelaku usaha tani. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing industri dan ketahanan pangan nasional.

Melalui electrifying agriculture, PLN berharap petani dapat mengoptimalkan operasional produksinya dengan menggunakan listrik alih – alih diesel. Selain lebih murah juga lebih ramah lingkungan.

Salah satu bentuk dukungan PLN terhadap petani modern diwujudkan dengan melakukan kunjungan ke beberapa petani hidroponik. Dalam kunjungannya ke pelaku usaha pertanian hidroponik di Desa Penebel Tabanan pada Jumat (12/02) lalu.

General Manager PLN UID Bali, Adi Priyanto menyampaikan dukungannya terhadap petani modern yang memanfaatkan teknologi hidroponik sehingga bahan sayuran dapat dikonsumsi dalam wujud yang lebih sehat yakni bebas pestisida.

“Penggunaan hidroponik membutuhkan pompa yang beroperasi hingga 24 jam untuk memberikan nutrisi kepada tanaman, sehingga paling tepat menggunakan pompa listrik yang lebih efisien dan murah,” ungkap  General Manager PLN UID Bali, Adi Priyanto melalui siaran tertulisnya, Senin (15/2/2021).

Kepala Desa Penebel, I Gusti Agung Ketut Sastrawan pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa dirinya bertekad untuk menjadikan Desa Penebel sebagai sentra penghasil sayuran dengan metode hidroponik.

“Kami akan membuat Desa Penebel terkenal sebagai pengasil sayur organik melalui metode pertanian hidroponik, untuk itu teknologi pompa sebagai syarat keberlangsungan pertumbuhan tanaman lebih tepat menggunakan listrik sehingga lebih murah dan efisien bagi petani,” tambahnya.

Hal senada dikatakan Sastrawan pemilik usaha hidroponik I Putu Agus Mahardika  bahwa tanaman hidroponik sangat bergantung pada ketersediaan air dan nutrisi yang ditopang oleh pompa listrik selama 24 jam.

“Kami berharap metode ini dapat diaplikasikan di masyarakat umum, sehingga masyarakat dapat membuat sendiri hidroponik di rumah dalam skala kecil untuk dapat mendukung ketahanan pangan,” sambungnya.

Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Petani di Baturiti Tabanan. I Ketut Budiarta selaku pelaku usaha pertanian telah beralih menggunakan penggilingan padi yang dioperasikan menggunakan listrik.

“Kami lakukan pengajuan tambah daya dari 33 kVA ke 105 kVA, ini jauh lebih murah dibandingkan dengan menggunakan diesel yang harganya mahal dan susah di dapat,” pungkas Adi.

Budiarta juga menjelaskan bahwa dalam sebulan ia mampu mengeluarkan biaya yang besar untuk pembelian solar yang digunakan untuk menyalakan mesin penggiling padi. Sedangkan biaya tersebut jauh berkurang hingga 40-45% setelah beralih menggunakan listrik. Menurutnya ini merupakan investasi yang tepat, selain efisien, produktivitas juga meningkat.

*Program Electrifying Agriculture Wujud Trasformasi PLN*
Dalam rapat terbatas PLN UID Bali yang digelar untuk membahas potensi pertanian di Bali, Adi Priyanto menyampaikan bahwa untuk mengakselerasi program Electrifying Agriculture ini, pihaknya sedang melakukan pemetaan lebih lanjut untuk mendukung pertanian di Bali. Pemetaan ini dimaksudkan untuk mengetahui potensi – potensi sektor pertanian di Bali yang dapat dikembangkan.

Selain itu, saat ini PLN Pusat juga telah melakukan Kerjasama dengan Mitra Bank BUMN yang mampu menyediakan layanan perbankan berupa pembiayaan bagi para pelangan atau calon pelanggan yang akan digunakan untuk dapat berpartisipasi dalam program Electrifying Agriculture dari PLN.

Kerjasama ini sudah sepatutnya dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha pertanian selain peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha tani dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Program Electrifying Agriculture ini merupakan bagian dari semangat transformasi PLN pilar Customer Focus dan Innovative dalam meningkatkan pelayanan listrik yang lebih mudah, terjangkau dan andal untuk masyarakat Indonesia. Tidak terbatas pada sektor pertanian saja namun juga sektor lainnya seperti perikanan, perkebunan dan peternakan.

(077)

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Genap Berusia Enam Dekade, AP1 Fokus Terus Tingkatkan Pelayanan Kebandarudaraan

    Genap Berusia Enam Dekade, AP1 Fokus Terus Tingkatkan Pelayanan Kebandarudaraan

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Jakarta, Rabu 21 Februari 2024 Genap Berusia Enam Dekade, AP1 Fokus Terus Tingkatkan Pelayanan Kebandarudaraan       Jakarta, indonesiaexpose.co.id   – PT Angkasa Pura I (AP1) pada hari ini genap berusia 60 tahun. Selama 6 dekade, AP1 terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa bandara, yang selaras dengan tema HUT ke-60 perusahaan […]

  • Ketua Harian Kompolnas : “Pernyataan Wakapolri Soal Penggunaan Preman Dipelintir”

    Ketua Harian Kompolnas : “Pernyataan Wakapolri Soal Penggunaan Preman Dipelintir”

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Jakarta,  Minggu  13  September  2020   Ketua Harian Kompolnas : “Pernyataan Wakapolri Soal Penggunaan Preman Dipelintir”   Dr. Benny J. Mamoto     JAKARTA,  INDEX  – Covid 19 adalah masalah kita bersama, yang harus dihadapi dan ditangani bersama-sama oleh semua komponen masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Dr. Benny J. Mamoto, Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional […]

    • calendar_month Selasa, 23 Agt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin 22 Agustus 2022    

  • DPRD Bali Hentikan  Pembangunan Magnum Resort

    DPRD Bali Hentikan  Pembangunan Magnum Resort

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Mangupura, Senin  25  Agustus  2025 DPRD Bali Hentikan  Pembangunan Magnum Resort   Sidak Komisi I DPRD Bali dan Tim Terpadu Provinsi Bali di Magnum Resort di Berawa, Desa Tibubeneng, Badung, Senin (25/8/2025)   Bali, indonesiaexpose.co.id – Maraknya pembangunan akomodasi pariwisata illegal , komisi I DPRD Bali bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan inspeksi mendadak […]

  • Komisi I DPRD Bali dan Satpol PP  Segel Magnum Resort 

    Komisi I DPRD Bali dan Satpol PP  Segel Magnum Resort 

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Badung, Senin  25  Agustus  2025 Komisi I DPRD Bali dan Satpol PP  Segel Magnum Resort     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Pemerintah Bali tindak  tegas pembangunan akomodasi pariwisata illegal . Komisi I DPRD Bali bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa lokasi , seperti pembangunan Magnum Resort dan pembangunan di kawasan  Pantai […]

  • Alarm Dunia untuk Jatiluwih: Wisata Anjlok 80 Persen, UNESCO Terancam Cabut Status Warisan

    Alarm Dunia untuk Jatiluwih: Wisata Anjlok 80 Persen, UNESCO Terancam Cabut Status Warisan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 792
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis  08  Januari  2026 Alarm Dunia untuk Jatiluwih: Wisata Anjlok 80 Persen, UNESCO Terancam Cabut Status Warisan   Rapat Dengar Pendapat (RDP) perlindungan DTW Jatiluwih  bertempat  di Kantor DPRD Provinsi Bali, Kamis (8/1/2026).   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Kegaduhan di kawasan Subak Jatiluwih, Tabanan, Bali, kini bukan lagi isu lokal. Lanskap persawahan yang diakui sebagai […]

expand_less