Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Hery Gunardi, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia(BSI)Tbk : Kinerja  BSI, pada semester I/2021 mampu menghimpun Dana Pihak Ketiga Rp.216,4 triliun dan membukukan Laba Bersih Rp.1,48 triliun

Hery Gunardi, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia(BSI)Tbk : Kinerja  BSI, pada semester I/2021 mampu menghimpun Dana Pihak Ketiga Rp.216,4 triliun dan membukukan Laba Bersih Rp.1,48 triliun

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 30 Jul 2021
  • visibility 170
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bali, Jumat  30  Juli  2021

 

Hery Gunardi, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia(BSI)Tbk : Kinerja  BSI, pada semester I/2021 mampu menghimpun Dana Pihak Ketiga Rp.216,4 triliun dan membukukan Laba Bersih Rp.1,48 triliun

 

Paparan  kinerja BSI semester I 2021  di gelar secara Virtual di Jakarta, Jumat 20 Juli 2021.

 

 

Jakarta, indonesiaexpose.co.id –  PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) membukukan laba bersih Rp.1,48 triliun pada semester I 2021, prestasi ini naik 34,29% secara year on year (yoy) jika dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp 1,1 triliun.

 

“Untuk meningkatkan kinerja, pada tahun ini BSI fokus untuk menjaga kualitas pembiayaan dan memanage coverage ratio dengan tetap mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan akselerasi kapasitas digital dan operasional,” kata Direktur Utama BSI Hery Gunardi pada paparan kinerja triwulan II-2021 BSI yang di gelar secara Virtual di Jakarta, Jumat 20 Juli 2021.

 

Menurut Hery, kenaikan laba pada semester I tahun ini dipicu oleh pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK), sehingga biaya dana dapat ditekan.Berdasarkan laporan keuangan perseroan, realisasi pembiayaan bank syariah terbesar itu tumbuh 11,73 persen secara year on year (yoy) pada semester I-2021 menjadi Rp 161,5 triliun

 

Kemudian hingga pertengahan tahun, bank syariah terbesar di Indonesia ini mampu menghimpun DPK hingga Rp216,4 triliun per semester I 2021. Angka ini naik 16,03% jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp186,5 triliun. Penyaluran pembiayaan juga tumbuh 11,73%, atau mencapai Rp161,5 triliun pada periode yang sama.

 

Porsi terbesar disumbangkan segmen konsumer yang mencapai Rp 75 triliun atau 46,5 persen total pembiayaan, kemudian segmen korporasi sebesar Rp 36,7 triliun atau 22,8 persen, segmen UMKM yang mencapai Rp 36,8 triliun setara 22,9 persen, dan sisanya segmen komersial Rp 10 triliun atau sekitar 6,2 persen.Sementara itu, DPK BSI tumbuh 16,03 persen secara yoy menjadi Rp 216,4 triliun dari Rp 186,5 triliun pada semester I-2020.

 

Hery menyebutkan, kenaikan-kenaikan tersebut mendongkrak pendapatan margin dan bagi hasil perseroan yang tumbuh 12,71 persen secara yoy.

 

“Untuk meningkatkan kinerja, pada tahun ini BSI fokus untuk menjaga kualitas pembiayaan dan memanage coverage ratio dengan tetap mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan akselerasi kapasitas digital dan operasional.Dengan pertumbuhan laba tersebut, return on equity (ROE) BSI mengalami pertumbuhan, dari 11,69 persen pada Juni 2020 menjadi 13,84 persen pada Juni 2021.

 

” Untuk menjaga pertumbuhan ke depan, BSI akan terus meningkatkan kapabilitas digital.Pasalnya, volume transaksi kanal digital BSI tumbuh signifikan sepanjang triwulan kedua 2021,” pungkas Hery

 

Selanjutnya, strategi kedua, menurut Hery, yaitu memindahkan transaksi yang sederhana ke mobile banking, ATM, maupun layanan elektronik yang lain, sehingga kantor cabang BSI bisa melayani transaksi yang lebih rumit.Dengan demikian, seluruh kantor cabang BSI bisa lebih efisien, produktif, dan berfokus kepada segi bisnis ke depannya.

 

” Kenaikan-kenaikan tersebut mendongkrak pendapatan margin dan bagi hasil perseroan yang tumbuh 12,71 persen secara yoy,” jelasnya.

 

Sementara Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho menambahkan, pertumbuhan DPK tersebut didominasi oleh peningkatan dana murah melalui layanan jasa keuangan giro dan tabungan yang sebesar 54,81 persen. Hal itu menurunkan biaya dana atau cost of fund dari 2,78 persen pada semester I 2020 menjadi 2,14 persen pada paruh pertama tahun ini.

 

Pertumbuhan DPK meningkat karena tingkat kepercayaan masyarakat ikut nasik setelah merger bank syariah milik negara. Salah satu produk tabungan yang tumbuh signifikan yakni tabungan wadiah. Tumbuh hingga 25,71 persen dengan nilai mencapai Rp 30 triliun.

 

“Tabungan wadiah ini tabungan yang tanpa bagi hasil. Angkanya sampai Rp 30 triliun, ini bentuk kepercayaan masyarakat kepada BSI,” pungkas Ade Cahyo Nugroho.

(002)

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi VIII DPR RI Sambangi Kota Denpasar

    Komisi VIII DPR RI Sambangi Kota Denpasar

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Denpasar,Kamis 19  Desember 2019   Komisi VIII DPR RI Sambangi Kota Denpasar   Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat menerima kunjungan rombongan Komisi VIII DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily di Keramat Agung Pamecutan, Denpasar, Rabu (18/12/2019). ” Komisi VIII DPR RI, Tinjau Keramat Agung Pemecutan dan […]

  • Gubernur Kepri Nurdin Basirun akhirnya ditahan

    Gubernur Kepri Nurdin Basirun akhirnya ditahan

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Jakarta, Jumat  12  Juli  2019   Gubernur Kepri Nurdin Basirun akhirnya ditahan   JAKARTA, INDEX  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun bersama tiga orang lainnya yang telah ditetapkan sebagai tersangka suap izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau. Selain itu, […]

  • Mencicipi Bebek krispi  lembut dan Lezat di Shrida Taste of Ubud

    Mencicipi Bebek krispi  lembut dan Lezat di Shrida Taste of Ubud

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Ubud, Jumat  02  Juli  2019   Mencicipi Bebek krispi  lembut dan Lezat di Shrida Taste of Ubud Executive Chef Shrida Restaurant, Made Suwendra (foto/Ist)   BALI, INDEX  – Apabila anda bertanya, apa saja tempat wisata di Bali yang sangat populer selain pantai pasir putih, baik untuk wisatawan mancanegara dan wisatawan Indonesia? Maka jawabannya adalah tempat wisata […]

    • calendar_month Minggu, 25 Sep 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Denpasar, Minggu 25 September 2022    

  • Bertemu Wagub Cok Ace, Konsulat Jenderal AS Sampaikan Dukungan Atas Surat Edaran Gubernur Bali Terkait “Do and Don’t’ Bagi Wisatawan Mancanegara

    Bertemu Wagub Cok Ace, Konsulat Jenderal AS Sampaikan Dukungan Atas Surat Edaran Gubernur Bali Terkait “Do and Don’t’ Bagi Wisatawan Mancanegara

    • calendar_month Kamis, 22 Jun 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis  22  Juni  2023 Bertemu Wagub Cok Ace, Konsulat Jenderal AS Sampaikan Dukungan Atas Surat Edaran Gubernur Bali Terkait “Do and Don’t’ Bagi Wisatawan Mancanegara     Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menerima kunjungan kehormatan Deputi Politik dan Ekonomi Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya Clint Shoemake […]

  • KPPS di Jepara Diminta Lebih Mantap dan Profesional dalam Bekerja

    KPPS di Jepara Diminta Lebih Mantap dan Profesional dalam Bekerja

    • calendar_month Jumat, 16 Feb 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Jepara, Jumat 16  Februari  2024 KPPS di Jepara Diminta Lebih Mantap dan Profesional dalam Bekerja   (foto/ist)   Jawa  Tengah,  indonesiaexpose.co.id  – Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) diminta lebih mantap dan profesional dalam menjalankan tugasnya. Terlebih, setelah Simulasi Pemantapan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2024, yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara, […]

expand_less