Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Peran Perempuan Sebagai Delegasi Internasional, Menjadi Agen Perdamaian Dunia

Peran Perempuan Sebagai Delegasi Internasional, Menjadi Agen Perdamaian Dunia

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 9 Okt 2021
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Sabtu  09  Oktober  2021

Peran Perempuan Sebagai Delegasi Internasional, Menjadi Agen Perdamaian Dunia

 

 

Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  Para perempuan mulai mampu unjuk gigi sebagai delegasi dalam konferensi-konferensi internasional. Hal ini membuktikan perempuan mampu menjadi agen yang berperan aktif sebagai negosiator ulung, bahkan juru damai dalam konflik antar-kelompok maupun antar-negara.

Peran kaum hawa dalam menegakkan perdamaian dan keamanan dunia pernah juga disinggung oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. Menurutnya, perempuan memiliki kelebihan, yakni insting keibuan yang secara alami dapat menciptakan perdamaian dengan cinta, kepedulian serta harmoni.

Berbekal modal itu sebenarnya perempuan memiliki potensi yang sangat berharga untuk berkontribusi lebih banyak lagi dalam menegakkan perdamaian dan keamanan dunia.

Di satu sisi, perempuan dan anak-anak kerap terlibat konflik dan menjadi kelompok yang paling terdampak. Namun dalam waktu bersamaan, kata Retno, perempuan juga bisa berperan signifikan dan secara konstruktif dalam menciptakan perdamaian

Dia juga menambahkan, perempuan merupakan agen yang menjaga kedamaian dan toleransi. Pasalnya, dua hal ini dimulai dari rumah. Oleh karenanya, perempuan bisa menjadi pertahanan pertama untuk melawan ekstrimisme dan radikalisme.

Sayangnya, peran perempuan dalam perdamaian dan keamanan dunia masih minim. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2018 menunjukkan baru sekitar 8% perempuan yang menjadi juru runding dan 2% yang jadi mediator di PBB. Padahal, perempuan juga memiliki kemampuan yang sama baiknya dengan laki-laki dalam menghadapi konflik.

Contoh nyata peran tersebut dibuktikan oleh Suster M. Brigitta Renyaan. Dalam sebuah pelatihan bersama Kemenlu tahun 2018, perempuan asal Kei, Maluku, ini menceritakan konflik keagamaan di Ambon tahun 1999.

Kala itu, Brigitta dan beberapa perempuan lain berusaha meredakan konflik tersebut dengan melakukan pendekatan kepada orang yang terlibat. Para perempuan memilih tetap berada di sana dan membuat pelatihan-pelatihan kepada anak-anak, melakukan transformasi perdamaian dari generasi baru.

Perempuan melindungi perempuan

Pada diplomat perempuan ternyata punya peran penting dalam melindungi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri, Siti Nugraha Mauludiah, bahkan mengapresiasi secara khusus kinerja diplomat perempuan.

Dia melihat, seluruh diplomat perempuan telah mengambil peran dan tanggung jawab dalam hal perlindungan, menyingsingkan lengan baju, membantu mengayomi dan melindungi lebih dari 11 juta WNI di luar negeri.

Siti menyebutkan bahwa peran diplomat perempuan mutlak dibutuhkan Kemenlu dalam membantu perlindungan WNI. Dia mengisahkan, pengarusutamaan gender yang disahkan dalam UU Nomor 21 tahun 2020 di akhir tahun lalu menjadi pedoman para diplomat perempuan dalam menjalankan tugas mereka.

Lebih dari itu, Indonesia juga mendorong peran perempuan dalam media negosiasi perdamaian di kawasan Asia Tenggara. Indonesia, kata Siti, menjadi pelopor peran perempuan dalam operasi misi perdamaian PBB.

Saat ini, tercatat dari 743 diplomat perempuan di Kemenlu RI, sekitar 305 diplomat ditempatkan di luar negeri. Sebagian dari mereka memegang peran penting sebagai pelaksana fungsi konsuler atau yang bertanggung jawab langsung pada pelayanan dan perlindungan WNI di luar negeri, kata Direktur Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri, Andy Rachmianto

Andy menambahkan, para diplomat perempuan yang terlibat dalam kerja perlindungan WNI di luar negeri memiliki ketangguhan dan dedikasi yang tinggi dan hal ini, menurutnya, telah teruji.

Ia menuturkan, peran diplomat perempuan sangat signifikan dalam pencapaian Kemenlu, terutama di bidang perlindungan WNI. Dia pun menekankan perlunya mengapresiasi peran para diplomat perempuan dalam membantu pekerjaan ini.

Mengubah paradigma

Meski demikian, peran perempuan bisa menjadi lebih maksimal jika para perempuan sendiri mengubah paradigmanya. Menlu Retno pernah berujar agar perempuan ikut melawan paradigma lama.

Menurutnya, perempuan modern saat ini harus maju dan wajib hukumnya mendapatkan kesetaraan hak serta ruang yang sama dengan kaum laki-laki. Mengubah paradigma penting karena perempuan bukan hanya punya hak yang sama, tapi juga peluang yang sama.

Retno mengatakan kesetaraan gender bukan hanya soal keadilan, namun harus dipastikan hak dan kewajibannya sama. Dia meyakini bahwa perubahan paradigma ini mampu berkontribusi besar bagi kemajuan bangsa.

Semua itu, lanjut dia, dilakukan untuk membawa kesejahteraan kepada perempuan yang justru menjadi tumpuan dalam memperkuat ketahanan masyarakat.

Retno menyebut, sekitar 71% tenaga kesehatan dunia di garis depan adalah perempuan, bahkan 60% UMKM yang memproduksi alat-alat kesehatan atau barang yang diperlukan saat pandemi juga adalah perempuan.

Ini menjadi bukti, perempuan juga mampu berkontribusi tak hanya kepada keluarga dan masyarakat, tetapi juga bagi perekonomian bangsa serta perdamaian dunia.

(002)

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Bali,  Sabtu  06  Desember  2019   Renungan  JOGER  

  • ITB Stikom  Bali

    ITB Stikom  Bali

    • calendar_month Senin, 7 Jun 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Bali, Selasa 8  Juni  2021   ITB Stikom  Bali

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Bali,  Senin  25   April 2022   Renungan  JOGER

  • Presiden Cek Harga Sembako di Pasar Airmadidi Minahasa Utara

    Presiden Cek Harga Sembako di Pasar Airmadidi Minahasa Utara

    • calendar_month Kamis, 19 Jan 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Minahasa, Kamis  19  Januari  2023 Presiden Cek Harga Sembako di Pasar Airmadidi Minahasa Utara   Presiden Joko Widodo mengecek harga sembako di Pasar Airmadidi di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, pada Kamis, 19 Januari 2023. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev Kedatangan Presiden Joko Widodo tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang telah menunggunya sejak pagi. Sulawesi […]

  • Mudik Bareng 2022 XL Axiata Fasilitasi 660 Mitra Penjualan Pulang Kampung

    Mudik Bareng 2022 XL Axiata Fasilitasi 660 Mitra Penjualan Pulang Kampung

    • calendar_month Rabu, 27 Apr 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Jakarta,  Kamis  28   April 2022.   Mudik Bareng 2022 XL Axiata Fasilitasi 660 Mitra Penjualan Pulang Kampung   Program ini sebagai salah satu wujud apresiasi kami bagi para mitra penjualan produk layanan XL Axiata yang telah ikut membangun keberhasilan XL Axiata. Program mudik bareng diharapkan ini akan semakin meningkatkan hubungan dan kerjasama yang baik dengan para […]

  • Cegah DBD, Wawali Arya Wibawa Luncurkan Kampanye Metode Wolbachia

    Cegah DBD, Wawali Arya Wibawa Luncurkan Kampanye Metode Wolbachia

    • calendar_month Selasa, 6 Jun 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa 06 Juni 2023 Cegah DBD, Wawali Arya Wibawa Luncurkan Kampanye Metode Wolbachia   Cegah DBD, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, resmikan Kampanye metode Wolbachia , di Graha Nawasena Denpasar,Selasa (6/6/2023).(Foto/INDEX)   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Kampanye metode Wolbachia sebagai metode pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) diresmikan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya […]

expand_less