Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Peran Perempuan Sebagai Delegasi Internasional, Menjadi Agen Perdamaian Dunia

Peran Perempuan Sebagai Delegasi Internasional, Menjadi Agen Perdamaian Dunia

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 9 Okt 2021
  • visibility 130
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Sabtu  09  Oktober  2021

Peran Perempuan Sebagai Delegasi Internasional, Menjadi Agen Perdamaian Dunia

 

 

Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  Para perempuan mulai mampu unjuk gigi sebagai delegasi dalam konferensi-konferensi internasional. Hal ini membuktikan perempuan mampu menjadi agen yang berperan aktif sebagai negosiator ulung, bahkan juru damai dalam konflik antar-kelompok maupun antar-negara.

Peran kaum hawa dalam menegakkan perdamaian dan keamanan dunia pernah juga disinggung oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. Menurutnya, perempuan memiliki kelebihan, yakni insting keibuan yang secara alami dapat menciptakan perdamaian dengan cinta, kepedulian serta harmoni.

Berbekal modal itu sebenarnya perempuan memiliki potensi yang sangat berharga untuk berkontribusi lebih banyak lagi dalam menegakkan perdamaian dan keamanan dunia.

Di satu sisi, perempuan dan anak-anak kerap terlibat konflik dan menjadi kelompok yang paling terdampak. Namun dalam waktu bersamaan, kata Retno, perempuan juga bisa berperan signifikan dan secara konstruktif dalam menciptakan perdamaian

Dia juga menambahkan, perempuan merupakan agen yang menjaga kedamaian dan toleransi. Pasalnya, dua hal ini dimulai dari rumah. Oleh karenanya, perempuan bisa menjadi pertahanan pertama untuk melawan ekstrimisme dan radikalisme.

Sayangnya, peran perempuan dalam perdamaian dan keamanan dunia masih minim. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2018 menunjukkan baru sekitar 8% perempuan yang menjadi juru runding dan 2% yang jadi mediator di PBB. Padahal, perempuan juga memiliki kemampuan yang sama baiknya dengan laki-laki dalam menghadapi konflik.

Contoh nyata peran tersebut dibuktikan oleh Suster M. Brigitta Renyaan. Dalam sebuah pelatihan bersama Kemenlu tahun 2018, perempuan asal Kei, Maluku, ini menceritakan konflik keagamaan di Ambon tahun 1999.

Kala itu, Brigitta dan beberapa perempuan lain berusaha meredakan konflik tersebut dengan melakukan pendekatan kepada orang yang terlibat. Para perempuan memilih tetap berada di sana dan membuat pelatihan-pelatihan kepada anak-anak, melakukan transformasi perdamaian dari generasi baru.

Perempuan melindungi perempuan

Pada diplomat perempuan ternyata punya peran penting dalam melindungi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri, Siti Nugraha Mauludiah, bahkan mengapresiasi secara khusus kinerja diplomat perempuan.

Dia melihat, seluruh diplomat perempuan telah mengambil peran dan tanggung jawab dalam hal perlindungan, menyingsingkan lengan baju, membantu mengayomi dan melindungi lebih dari 11 juta WNI di luar negeri.

Siti menyebutkan bahwa peran diplomat perempuan mutlak dibutuhkan Kemenlu dalam membantu perlindungan WNI. Dia mengisahkan, pengarusutamaan gender yang disahkan dalam UU Nomor 21 tahun 2020 di akhir tahun lalu menjadi pedoman para diplomat perempuan dalam menjalankan tugas mereka.

Lebih dari itu, Indonesia juga mendorong peran perempuan dalam media negosiasi perdamaian di kawasan Asia Tenggara. Indonesia, kata Siti, menjadi pelopor peran perempuan dalam operasi misi perdamaian PBB.

Saat ini, tercatat dari 743 diplomat perempuan di Kemenlu RI, sekitar 305 diplomat ditempatkan di luar negeri. Sebagian dari mereka memegang peran penting sebagai pelaksana fungsi konsuler atau yang bertanggung jawab langsung pada pelayanan dan perlindungan WNI di luar negeri, kata Direktur Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri, Andy Rachmianto

Andy menambahkan, para diplomat perempuan yang terlibat dalam kerja perlindungan WNI di luar negeri memiliki ketangguhan dan dedikasi yang tinggi dan hal ini, menurutnya, telah teruji.

Ia menuturkan, peran diplomat perempuan sangat signifikan dalam pencapaian Kemenlu, terutama di bidang perlindungan WNI. Dia pun menekankan perlunya mengapresiasi peran para diplomat perempuan dalam membantu pekerjaan ini.

Mengubah paradigma

Meski demikian, peran perempuan bisa menjadi lebih maksimal jika para perempuan sendiri mengubah paradigmanya. Menlu Retno pernah berujar agar perempuan ikut melawan paradigma lama.

Menurutnya, perempuan modern saat ini harus maju dan wajib hukumnya mendapatkan kesetaraan hak serta ruang yang sama dengan kaum laki-laki. Mengubah paradigma penting karena perempuan bukan hanya punya hak yang sama, tapi juga peluang yang sama.

Retno mengatakan kesetaraan gender bukan hanya soal keadilan, namun harus dipastikan hak dan kewajibannya sama. Dia meyakini bahwa perubahan paradigma ini mampu berkontribusi besar bagi kemajuan bangsa.

Semua itu, lanjut dia, dilakukan untuk membawa kesejahteraan kepada perempuan yang justru menjadi tumpuan dalam memperkuat ketahanan masyarakat.

Retno menyebut, sekitar 71% tenaga kesehatan dunia di garis depan adalah perempuan, bahkan 60% UMKM yang memproduksi alat-alat kesehatan atau barang yang diperlukan saat pandemi juga adalah perempuan.

Ini menjadi bukti, perempuan juga mampu berkontribusi tak hanya kepada keluarga dan masyarakat, tetapi juga bagi perekonomian bangsa serta perdamaian dunia.

(002)

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Jakarta,  Rabu  18  Mei  2022

  • Wapres  Apresiasi   OPOP  Jatim untuk  Kesejahteran  Pesantren

    Wapres  Apresiasi   OPOP  Jatim untuk  Kesejahteran  Pesantren

    • calendar_month Sabtu, 2 Okt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Surabaya, Sabtu 02  Oktober  2021 Wapres  Apresiasi   OPOP  Jatim untuk  Kesejahteran  Pesantren (Foto/Ist)   Jawa  Timur,  indonesiaexpose.co.id  – Wakil Presiden melaksanakan Rapat Koordinasi dengan Gubernur Jawa Timur dan lima Kabupaten prioritas pengentasan kemiskinan, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan stand pemerdayaan masyarakat yang dilakukan oleh tim OPOP Jawa Timur dan lima Kabupaten, yakni Bojonegoro, Lamongan, Probolinggo, Bangkalan dan […]

    • calendar_month Kamis, 17 Des 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Bandung, Kamis  17  Desember  2020

  • Rai Mantra Jadi Pembicara di Seminar QRIS dan Lembaga Keuangan Mikro, Paparkan Kemudahan dan Keunggulan QRIS

    Rai Mantra Jadi Pembicara di Seminar QRIS dan Lembaga Keuangan Mikro, Paparkan Kemudahan dan Keunggulan QRIS

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis 27 Pebruari 2020   Rai Mantra Jadi Pembicara di Seminar QRIS dan Lembaga Keuangan Mikro, Paparkan Kemudahan dan Keunggulan QRIS   Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra berkesempatan untuk memaparkan tentang QRIS mendukung perekonomian Bali SERANGKAIAN seminar Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) dan Lembaga Keuangan atas kerjasama Pemkot Denpasar dengan Bank Indonesia […]

    • calendar_month Minggu, 9 Apr 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Bali,  Minggu  09  April 2023 Ny Putri Koster Pastikan Komitmen Pemerintah Lestarikan dan Kembangkan Kerajinan     Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Koster menutup secara resmi Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 2 Tahun 2023 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Minggu (9/4/2023). Mengawali sambutannya, Ny. Putri Koster […]

  • Jaga Bali Tetap Lestari : DPRD Bali, Tetapkan Pansus (Panitia Khusus). Tata Ruang, Aset dan Perizinan

    Jaga Bali Tetap Lestari : DPRD Bali, Tetapkan Pansus (Panitia Khusus). Tata Ruang, Aset dan Perizinan

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  03  September  2025 Jaga Bali Tetap Lestari : DPRD Bali, Tetapkan Pansus (Panitia Khusus). Tata Ruang, Aset dan Perizinan   Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali I Made Supartha S.H., M.H Bali, indonesiaexpose.co.id – Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi surat rekomendasi DPRD Bali atas bangunan liar di kawasan Pantai Bingin dan proyek Hotel […]

expand_less