Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Trisno Nugroho KPwBI Bali  Ajak  Petani Bali  Sejahtara

Trisno Nugroho KPwBI Bali  Ajak  Petani Bali  Sejahtara

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 1 Jun 2023
  • visibility 62
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tabanan, Jumat  02  Juni  2023

Trisno Nugroho KPwBI Bali  Ajak  Petani Bali  Sejahtara

 

 

Trisno Nugroho KPwBI Bali  (kiri) di acara pelantikan pengurus Yayasan dan Koperasi Bhakti Mandiri bertempat di  di Medori Farm Jalan Wisnu Apit Jaring Belayu Batannyuh Marga Tabanan,Bali , Rabu (31/5/2023) kemarin.

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Puluhan petani Se – Kabupaten  Bali dengan semangat tinggi menghadiri acara Pelantikan dan Penyumpahan yang dilakukan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, SE, MBA, bertempat di Medori Farm Jalan Wisnu Apit Jaring Belayu Batannyuh Marga Tabanan,Bali , Rabu (31/5/2023) kemarin.

Meski di gelar  secara sederhana dengan memanfaatkan Green House yang dibuat sendiri oleh Petani Dewa Made Suryawan yang telah melanglang buana sebagai petani di Jepang hampir selama 20 tahun pasca Bom Bali Satu 2002 silam. Ini merupakan momen yang menorehkan tonggak sejarah baru bagi petani yang sering mendapat stigma yang tidak menyenangkan: miskin dan tak berdaya.

Dewa Made Suryawan salah satu petani  menceritakan pengalaman sebagai petani di Jepang, dimana petani mendapat perhatian dan apresiasi yang tinggi dari pemerintah Jepang. Kenyamanan sebagai petani di Jepang membuatnya terlena di sana sampai harus dijemput sang anak untuk kembali ke Bali.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali  Trisno Nugroho yang juga Pembina Yayasan, memberikan wejangan tentang masih tingginya kebutuhan 16 juta wisatawan akan produk pertanian, yang selama ini justeru disuplai dari luar Bali.

Gede Suarsa Ketua Umum Yayasan Bhakti Petani Nusantara, dalam sambutannya mengatakan, terbentuknya Yayasan dan Koperasi Bhakti Mandiri, bukan lagi sebagai sebuah keprihatinan, namun dengan keinginan untuk mengubah stigma bahwa jadi petani itu miskin dan tak berdaya. Keluhan para petani betapa susahnya untuk menjual produk hasil panen mereka, justeru merupakan tugas mulia bagi Yayasan dan Koperasi ke depan.

” Terbentuknya Yayasan dan Koperasi ini juga sekaligus sebagai jawaban atas keluhan dan keprihatinan atas semakin banyaknya alih fungsi lahan yang semakin menggerogoti lahan pertanian yang merupakan ancaman serius bagi pertanian Bali, yang diutarakan salah satu perwakilan petani saat Temu Wicara dengan Bapak Moeldoko di Jambe Asri Batu Bulan satu bulan silam,” ungkapnya.

Usai acara Pelantikan dan Penyumpahan, dilanjutkan dengan mengunjungi beberapa stand pameran produk pertanian dan diakhiri dengan demo penanaman pokcay yang dilakukan oleh owner Medori Farm dengan alat yang cukup canggih buatan Jepang. Selanjutnya Bapak Trisno Nugroho dengan penuh antusias bak petani tulen mencoba melakukan penanaman benih pokcay tersebut.

Sebagai apresiasi atas perhatian yang mendalam terhadap pertanian di Bali, Ketua Umum Yayasan menghadiahkan buku Karma Yoga, yang merupakan edisi populer dari disertasi karya Bapak Anand Krishna di Sedona University, kepada Bapak Trisno Nugroho.
Selain bertujuan agar petani hanya fokus pada produksi dan tidak memikirkan pemasaarn lagi, Yayasan dan Koperasi memiliki niat mulia untuk menundukung keberlanjutan pertanian khususnya menciptakan Next Millenial Generation dengan memanfaatkan alat pertanian modern, seperti diungkapkan Ketua Paninia Bapak I Gusti Alit Indradhyana. Hanya pertanian yang akan mampu menyelamatkan Bali ke depan.

Dalam sebuah artikel berjudul Manusia Bali, Bunga, Pangan, (Radar Bali, 15 Juni 2008), tokoh spiritual Bapak Anand Krishna sudah mengingatkan bahwa Bali sebelum tahun 1930-an sesungguhnya dikenal dunia sebagai pemasok kelapa dan kelapa sawit nomor satu. Para pedagang datang dengan kapal kosong dan pulang dengan kapal berisikan hasil bumi yang mereka jual dengan harga sangat tinggi di pasar internasional. Mereka akhirnya mulai berpikir tentang cost efficiency. Awalnya mereka mengajak teman-teman mereka untuk berkunjung ke Bali dengan biaya yang sangat rendah, asal kapal mereka tidak kosong. Kemudian, pada tahun 1930, datanglah rombongan wisatawan pertama. Inilah awal organized tourism. Jumlah mereka yang berkunjung mencapai 100 orang.

Saat itu pariwisata merupakan bonus bagi Bali, sama sekali tidak tergantung pada tourisme. Pun tidak tersedia fasilitas yang memadai, namun para wisatawan manca negara senang dengan apa saja yang mereka peroleh di Bali. Inilah genre wisatawan yang sopan, santun, terpelajar, berpendidikan, dan cinta Bali. Hingga saat ini pun tulisan-tulisan mereka masih menjadi acuan ilmiah bagi studi manapun tentang Bali.

“Pariwisata dan Pertanian harus saling mendukung. Pertanian maju, maka masyarakat sejahtera,” ungkap  Trisno Nugroho kepada Indonesia Ekspose saat di temui di Kab.Tabanan,Bali, Rabu (31/5/2023).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut,  Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali,  Kepala Dinas Pertanian Tabanan, perwakilan Apindo Bali, PHRI Bali dan konsultan PT Tetra Amanah Mita sekaligus penulis buku Supplay Chain, Bambang Haryo Pihatmanto, yang sengaja datang dari Jakarta, serta tokoh masyarakat Tabanan.

(071)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kombes Agus : Netralitas dalam Pilkada hukumnya wajib 

    Kombes Agus : Netralitas dalam Pilkada hukumnya wajib 

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  11  Oktober  2024 Kombes Agus : Netralitas dalam Pilkada hukumnya wajib   Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Bali (Kabidpropam) Kombes Pol I Ketut Agus Kusmayadi, S.I.K., S.H   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Bali (Kabidpropam) Kombes Pol I Ketut Agus Kusmayadi, S.I.K., S.H  melaksanakan Gaktibplin bertempat di Direktorat […]

  • Pemerintah  Kabupaten  Gianyar

    Pemerintah  Kabupaten  Gianyar

    • calendar_month Jumat, 26 Feb 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Bali,  Jumat 26 Februari 2021   Pemerintah  Kabupaten  Gianyar  

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Bali,  Rabu  03  Maret 2021   Renungan  JOGER  

  • Renungan  JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Bali, Minggu  17 April 2022   Renungan  JOGER  

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Denpasar,  Rabu 09 Maret 2022   Jadi Pembicara pada Pelatihan Kepemimpinan Pemkot Salatiga.Walikota Jaya Negara Berbagi Pengalaman Pimpin Birokrasi di Masa Pandemi Covid-19   Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana saat menghadiri Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dan Camat Pemkot Salatiga di Sanur, […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Bali,  Sabtu  11  Oktober  2024 Renungan  Joger

expand_less