Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Gelar MSF 2023, Bank Mandiri Ajak Pelaku Usaha Gencarkan Aksi untuk Ekonomi Berkelanjutan

Gelar MSF 2023, Bank Mandiri Ajak Pelaku Usaha Gencarkan Aksi untuk Ekonomi Berkelanjutan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 8 Des 2023
  • visibility 146
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Jumat  08  Desember  2023

Gelar MSF 2023, Bank Mandiri Ajak Pelaku Usaha Gencarkan Aksi untuk Ekonomi Berkelanjutan

 

 

Jakarta, indonesiaexpose.co.id   – Bank Mandiri terus memperkuat komitmen mendorong implementasi prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) guna mewujudkan keberlanjutan dalam pembangunan ekonomi. Kali ini, Bank Mandiri melalui Mandiri Institute merilis hasil riset dan penelitian teranyar bertajuk Sustainable Acts: Why Now, What’s Next?

Untuk mensosialisasikannya, Bank Mandiri pun menggelar event Mandiri Sustainability Forum (MSF) 2023 dengan mengusung tema sama serta dihadiri oleh para pengambil keputusan dari regulator, korporasi, asosiasi, lembaga internasional, nasabah serta stakeholder terkait, secara hybrid.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengungkapkan, riset ini diharapkan dapat menjadi acuan terkait gambaran implementasi ESG di Indonesia sekaligus mengajak seluruh pihak untuk menggencarkan aksi nyata untuk ekonomi berkelanjutan. Sebab, penelitian ini dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai stakeholder mulai dari korporasi baik listed maupun non-listed, investor, hingga fund manager.

“Event MSF kami selenggarakan untuk kedua kalinya karena telah menjadi wadah diskusi yang tepat bagi para pebisnis, pemerintah, dan pelaku usaha lainnya terkait potensi dan tantangan Environmental, Social and Governance (ESG) ke depan, baik di tingkat global maupun nasional, tentunya dalam konteks mendukung agenda nasional pencapaian NZE 2060,” kata Darmawan saat membuka MSF 2023 di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (7/12/2023).

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan, investasi terkait ESG kini telah dipersepsikan sebagai faktor utama dalam keberlanjutan bisnis, baik saat ini maupun masa depan. Indikasinya, riset ini menunjukkan data penandatanganan prinsip investasi bertanggung jawab atau Principles for Responsible Investment (PRI) meningkat signifikan.

Hingga November 2023, terdapat 5.374 penandatanganan prinsip investasi bertanggung jawab. Selain itu, penerbitan surat utang global terkait ESG mencapai US$ 1,5 triliun di 2022, meningkat hampir 15 kali dibandingkan tahun 2015.

Dia menambahkan, hasil riset tersebut turut menyediakan perspektif baru tentang pandangan bisnis, investor, dan pengelola dana tentang ESG yang dapat menjadi masukan penting untuk perbaikan ke depan.

Salah satunya, hasil riset Mandiri Institute menemukan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan ESG terutama di pasar keuangan. Tercermin dari masih minimnya diferensiasi produk ESG dan gaya pendanaan. Ini terjadi, karena masih rendahnya kesadaran terkait ESG termasuk masih banyak yang belum percaya bahwa ESG sebagai prioritas.

Merujuk hasil survei tersebut, ditemukan sebanyak 71% perusahaan terbuka meyakini praktik bisnis dengan prinsip ESG akan menjadi prioritas di masa depan. Meski demikian, hanya 57% baru sadar akan target Nationally Determined Contributions (NDC) atau penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) hingga tahun 2030.

“Untungnya, hampir seluruh responden telah mempertimbangkan untuk melakukan praktik bisnis ESG ke depannya. Artinya, potensi bisnis berkelanjutan masih sangat terbuka dan Bank Mandiri berkomitmen kuat untuk mengoptimalkan potensi tersebut,” tambah Andry.

Selain itu, report ini menekankan agar regulator dan pemangku kebijakan semakin aktif mengkomunikasikan standarisasi pelaporan penerapan ESG di tanah air. Sebab, laporan berkelanjutan menjadi sangat penting tidak hanya untuk perusahaan namun juga bagi investor, sekaligus menjadi acuan perbandingan kinerja berkelanjutan di seluruh perusahaan pada berbagai sektor.

Lebih lanjut Darmawan mengungkapkan, kehadiran para pembicara tersebut diyakini dapat menginspirasi seluruh pemangku kepentingan ESG di Tanah Air untuk terus berkomitmen mengeksekusi berbagai kebijakan dan inisiatif mendorong prinsip-prinsip keberlangsungan.

Sejalan dengan peningkatan komitmen tersebut, Bank Mandiri telah turut mendukung rencana Pemerintah dengan konsisten mendorong kontribusi perseroan terhadap pembiayaan keberlanjutan dan pembiayaan hijau. Hasilnya, hingga kuartal III 2023, perseroan telah menyalurkan kredit ke sektor berkelanjutan sebesar Rp253 triliun atau 24,9% dari total kredit perseroan.

Dari nilai tersebut, pembiayaan ke sektor hijau Bank Mandiri telah menembus Rp 122 triliun, setara dengan 12% penyaluran kredit di periode sama. Penyaluran Green Financing ini memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai market leader dengan share sebesar setara dengan kurang lebih 30%.

Sementara dari sisi pendanaan, Bank Mandiri telah menerbitkan Sustainability Bond sebesar US$ 300 juta dengan 8,3 kali oversubscription rate. Kemudian, Bank Mandiri pun menjadi bank pertama di Indonesia yang melakukan ESG Repo Transaction dengan nilai mencapai US$ 500 juta.

Di samping itu, pada awal 2023 Bank Mandiri juga sudah menerbitkan Green Bond Tahap I sebesar Rp 5 triliun yang merupakan bagian dari rencana Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) dengan target dana sebesar Rp 10 triliun. Adapun, obligasi ini merupakan implementasi Bank Mandiri untuk mendorong pembiayaan ke sektor Kategori Usaha Berwawasan Lingkungan yang selaras dengan kebijakan regulator.

Tidak berhenti di situ, Darmawan menambahkan pihaknya juga secara konsisten telah mengadopsi praktik-praktik ESG secara lebih luas, termasuk di dalam operasional perusahaan.

“Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik saat ini telah menggeser isu keberlanjutan (sustainability) menjadi ketersediaan energi (energy affordability). Meski demikian, kami percaya bahwa isu ESG akan menjadi mainstream. Sekalipun ada guncangan, hal ini tetap menjadi penting ke depan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut,  Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar sekaligus Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar, serta  para pakar di bidang ESG seperti Chairman of the Board, U.S. Soybean Export Council (USSEC) Stan Born, Co-Founder and Chief Executive Officer, Climate Bonds Initiative Sean Kidney, Chief Executive Officer Assentoft Aqua Asia Pte Ltd MAtthew Tan, dan Country Manager Global Reporting Initiative (GRI) Indonesia Dewi Suyenti Tio.

(115)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ibu Kota Nusantara (IKN) ,  Ibu Kota Pertama di Dunia dengan Konsep Forest City

    Ibu Kota Nusantara (IKN) ,  Ibu Kota Pertama di Dunia dengan Konsep Forest City

    • calendar_month Jumat, 1 Des 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Bali, Jumat 01 Desember 2023 Ibu Kota Nusantara (IKN) ,  Ibu Kota Pertama di Dunia dengan Konsep Forest City   Dok.Ikn   Jakarta, indonesiaexpose.co.id – Ibu Kota Negara akan dibangun untuk mencapai target Indonesia sebagai negara maju, sesuai Visi Indonesia 2045. Dibangun dengan identitas nasional, IKN akan mengubah orientasi pembangunan menjadi Indonesia-sentris, serta mempercepat Transformasi […]

  • Rai Mantra : Tes Masif Untuk Mempercepat Penanganan Covid 19.

    Rai Mantra : Tes Masif Untuk Mempercepat Penanganan Covid 19.

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  24  Juni  2020   Rai Mantra : Tes Masif Untuk Mempercepat Penanganan Covid 19.   Rai Mantra saat  tinjau Rapid Tes di Padangsambian Kelod,Rabu (24/6/2020). BALI,  INDEX  –   Perintah Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra untuk melakukan tracing secara agresif dan testing secara masif, ditindaklanjuti oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota […]

  • Sidak Komisi 1 DPRD Bali : Bangunan Resiko tinggi Tanpa Izin di Tebing Curam Pantai Bingin, Desa Pecatu Bali

    Sidak Komisi 1 DPRD Bali : Bangunan Resiko tinggi Tanpa Izin di Tebing Curam Pantai Bingin, Desa Pecatu Bali

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Kuta Selata, Selasa 06  Mei  2025 Sidak Komisi 1 DPRD Bali : Bangunan Resiko tinggi Tanpa Izin di Tebing Curam Pantai Bingin, Desa Pecatu Bali   Komisi I DPRD Bali bersama Satpol PP Bali serta instansi terkait lainnya menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Pantai Bingin, Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Selasa 6 Mei 2025.   Bali, […]

  • Mantan Wakil Ketua DPRD Inhil, Bupati Muhammad Wardan Ucapkan Belasungkawa

    Mantan Wakil Ketua DPRD Inhil, Bupati Muhammad Wardan Ucapkan Belasungkawa

    • calendar_month Kamis, 10 Jan 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Tembilahan , Jumat 11 Januari 2019   Mantan Wakil Ketua DPRD Inhil, Bupati Muhammad Wardan Ucapkan Belasungkawa Bupati Inhil, Muhammad Wardan(Foto/ist) RIAU, INDEX – Bupati Indragiri Hilir, Muhammad Wardan turut mengucapkan belasungkawa atas wafatnya mantan wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil periode 2009-2014, H Muslimin Mabbate. Orang nomor satu di Inhil itu juga […]

    • calendar_month Sabtu, 6 Mei 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Denpasar , Sabtu  06  Mei  2023 Cari Solusi Kepadatan Arus Lalin Di By Pass Ngurah Rai,  Walikota Jaya Negara dampingi  Gubernur Bali  Koster  Tinjau Pelabuhan Sanur   Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Gubernur Bali, Wayan Koster dan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara pada Sabtu (6/5/2023) meninjau kawasan Pelabuhan Sanur. Tampak Gubernur Wayan Koster dan Walikota Jaya […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Bali, Minggu  11  Oktober  2020   Renungan  JOGER    

expand_less