Breaking News
light_mode
Beranda » Bali » Hukum Disandera Politik? Polemik Amnesti dan Abolisi di Tengah Konsolidasi Kekuasaan

Hukum Disandera Politik? Polemik Amnesti dan Abolisi di Tengah Konsolidasi Kekuasaan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Minggu  03  Juli  2025

Hukum Disandera Politik? Polemik Amnesti dan Abolisi di Tengah Konsolidasi Kekuasaan

 

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Polemik pemberian amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi kepada Thomas Lembong memantik kritik dua tokoh hukum nasional. Di tengah kecurigaan barter politik, pertanyaan besar pun mengemuka: ke mana arah negara hukum Indonesia? Gelombang kritik atas keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi kepada Thomas Lembong tidak berhenti hanya pada ruang media sosial. Dari ruang akademik dan komunitas hukum, muncul kegelisahan yang cukup dalam. Dua nama besar di dunia hukum, Prof. I Dewa Gede Palguna, mantan hakim Mahkamah Konstitusi, dan Dr. Made Hendra Kusuma, mantan hakim Tipikor, menyampaikan pandangan mereka secara terang-terangan.

Meski keduanya tidak meragukan konstitusionalitas tindakan Presiden, namun kritik utama mereka adalah pada integritas proses hukum dan kemungkinan adanya intervensi politik dalam penegakan hukum. Pasal 14 UUD 1945 secara eksplisit memberikan kewenangan kepada Presiden untuk memberikan amnesti dan abolisi dengan pertimbangan DPR. Maka, secara normatif, keputusan Presiden Prabowo tidak bisa dikatakan melanggar hukum.

” Yang menjadi soal adalah konteks dan muatan politik yang menyertai. Hukum seperti dijadikan mainan. Proses hukum dijalankan, orang divonis, lalu dibatalkan secara politik,” ungkap Prof. Palguna saat ditemui di Denpasar.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan kualitas pembuktian dalam kasus Hasto yang dinilai masih “debatable”, karena asal uang yang disebut sebagai suap belum terbukti beyond reasonable doubt. Tak berselang lama dari keluarnya keputusan Presiden, Kongres PDIP mengumumkan dukungan resmi kepada pemerintahan Prabowo Subianto. Ini memperkuat spekulasi publik bahwa keputusan amnesti dan abolisi adalah bagian dari barter politik.

Prof. Palguna menyindir tajam, “Kalau logika ini dipakai, semua pengikut Adam Smith di Indonesia bisa dipidana.” Hal ini dinilai sebagai bahaya baru dalam praktik hukum Indonesia, di mana orientasi ideologi ekonomi seseorang bisa menjadi dasar pemidanaan. “Ini bukan sekadar kelemahan hukum, ini ancaman terhadap demokrasi dan kebebasan berpikir,” tambah Palguna.

Prof. Palguna menyentil mandeknya RUU tentang Grasi, Amnesti, dan Abolisi. Hingga hari ini, belum ada undang-undang yang secara spesifik mengatur prosedur teknis dan batas pemberian kewenangan konstitusional Presiden. “Yang sibuk dibahas DPR hanyalah undang-undang yang menguntungkan penguasa atau elite politik,” sindir Palguna. Kekosongan ini membuat pemberian amnesti dan abolisi tak memiliki standar transparansi dan akuntabilitas yang bisa diuji publik.

Dr. Made Hendra Kusuma

 

Sementara di tempat berbeda, Dr. Made Hendra Kusuma berbeda pendapat, proses hukum terhadap Hasto dan Tom Lembong telah melalui tahapan hukum yang sah, termasuk uji praperadilan.Penyidik dan penuntut umum pasti sudah punya bukti kuat untuk membawa kasus ini ke pengadilan.

“Biarkan perkara tetap berjalan sampai tingkat Mahkamah Agung. Di situ kita bisa uji bagaimana integritas hakim kita sebenarnya,”ungkapnya.

Salah satu bagian yang disorot tajam adalah pertimbangan putusan terhadap Thomas Lembong, yang menyebut bahwa ia bersalah karena menganut liberalisme ekonomi.

Di akhir wawancara, Dr. Made Hendra Kusuma melontarkan refleksi keras: “Katanya negara hukum, tapi hukum justru tersandera politik. Quo vadis negara hukum Indonesia? Beri kesempatan hukum berjalan dulu, biar Mahkamah Agung membuktikan apakah mereka masih punya integritas,” tutup Dr. Made.

Sementara itu, Shri Sarvananda Dharma, mantan Direktur LBH Manusia Merdeka, menekankan bahwa akar dari hampir semua kontroversi hukum di Indonesia adalah integritas aparat penegak hukumnya sendiri.

Ia mengutip adagium klasik dari Taverne: “Beri aku polisi yang baik, jaksa yang baik, hakim yang baik, maka dengan undang-undang yang jelek pun aku bisa membuat putusan terbaik.”

lanjutnya, berapa banyak aparat penegak hukum yang berintegritas seperti Albertina Ho atau mantan Kapolri Hoegeng? Sangat langka. Selebihnya terjebak dalam pusaran kekuasaan, kompromi, dan ketakutan.Bagi Sarvananda, akar masalahnya lebih mendalam: gagalnya sistem pendidikan nasional dalam melahirkan manusia merdeka.

“Kita gagal mencetak pribadi yang utuh, berkarakter, dan berani jujur. Padahal, pendidikan seharusnya melahirkan hakim, jaksa, polisi yang bukan hanya cerdas, tapi juga memiliki integritas dan nurani.” Ia mengajak semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat sipil, untuk duduk bersama merumuskan ulang arah pendidikan dan reformasi hukum. “Ini tanggung jawab kolektif. Tidak bisa hanya diserahkan kepada elite,” pungkasnya.

Polemik ini bukan hanya tentang dua tokoh yang diberi pengampunan hukum, tetapi tentang masa depan supremasi hukum di Indonesia. Kritik dari para tokoh di atas menunjukkan bahwa masih ada suara nurani yang ingin menempatkan hukum sebagai pengayom, bukan alat barter.

Hukum yang kuat bukan hanya soal teks UU, melainkan keberanian manusia di dalamnya untuk berdiri tegak meski menghadapi badai kekuasaan. Di sinilah pertaruhan besar kita sebagai bangsa: maukah kita membangun negara hukum yang sungguh-sungguh?

(071)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puncak  Perayakan Tahun Baru 2025 , Moonstone Beach Lounge Gelar  event “Red Pool Party” 29 Januari 2025

    Puncak  Perayakan Tahun Baru 2025 , Moonstone Beach Lounge Gelar  event “Red Pool Party” 29 Januari 2025

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Gianyar,  Sabtu  25  Januari  2025 Puncak  Perayakan Tahun Baru 2025 , Moonstone Beach Lounge Gelar  event “Red Pool Party” 29 Januari 2025   I Made Juniartha, General Manager Moonstone Beach Lounge Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Moonstone Beach Lounge, destinasi unggulan untuk bersantai di tepi pantai, dikenal dengan suasana yang memukau serta pelayanan yang istimewa. Terletak di lokasi […]

  • BBTF Ke-8  2022 : Bidik  Pasar   Baru dan  Promosikan  Pariwsata  Berkualitas

    BBTF Ke-8  2022 : Bidik  Pasar   Baru dan  Promosikan  Pariwsata  Berkualitas

    • calendar_month Rabu, 15 Jun 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Nusa Dua, Rabu 15 Juni 2022   BBTF Ke-8  2022 : Bidik  Pasar   Baru dan  Promosikan  Pariwsata  Berkualitas   Talk Show di ajang BBTF 2022 di Bali International Convention Center (BICC) ITDC Nusa Dua – Bali ,Rabu (15/6/2022).(Foto/indonesiaexpose.co.id)   Bali, indonesiaexpose.co.id – Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) menggelar talk show ke-8 dengan tema “Balancing […]

    • calendar_month Jumat, 20 Jan 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  20  Januari  2023 Gubernur Bali  Koster   Gelar Lomba Ogoh-Ogoh  di  Perayaan  Hari Raya Nyepi Tahun 2023   Gubernur Bali, Wayan Koster Bali, indonesiaexpose.co.id – Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1945 atau tahun 2023, Gubernur Bali, Wayan Koster kembali menggelar lomba Ogoh-ogoh. Lomba Ogoh-ogoh tahun 2023 ini tidak ada pembatasan jumlah peserta yang […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Kamis, 22 Des 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Bali,  Jumat  23  Desember  2022 Renungan  JOGER

  • Ketua K3S Antari Jaya Negara Berbagi Kasih. Serahkan Bantuan Kursi Roda

    Ketua K3S Antari Jaya Negara Berbagi Kasih. Serahkan Bantuan Kursi Roda

    • calendar_month Selasa, 16 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  16  Maret  2021   Ketua K3S Antari Jaya Negara Berbagi Kasih. Serahkan Bantuan Kursi Roda     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara dan Wakil Ketua Ny. Kristi Arya Wibawa bersama Kadis Sosial Denpasar, Made Mertajaya pada Selasa (16/3/2021) berbagi kasih. Kegiatan kali ini […]

  • Peringati Hari Kartini 2025, PKB PPRI Bali Gelar Festival UMKM dan Senam Sehat.

    Peringati Hari Kartini 2025, PKB PPRI Bali Gelar Festival UMKM dan Senam Sehat.

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Denpasar, Minggu  13  April 2025 Peringati Hari Kartini 2025, PKB PPRI Bali Gelar Festival UMKM dan Senam Sehat.   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana mewakili Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara membuka secara resmi Festival UMKM dan Senam Sehat bertajuk “Memperkuat Peran Perempuan dan Pemerataan Ekonomi” di Lapangan Lumintang, […]

expand_less