Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Pansus TRAP  DPRD Bali: Tanpa Integrasi Pusat-Daerah, Tata Ruang Bali Rawan Disalahgunakan

Pansus TRAP  DPRD Bali: Tanpa Integrasi Pusat-Daerah, Tata Ruang Bali Rawan Disalahgunakan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
  • visibility 353
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Jumat 12 September 2025

Pansus TRAP  DPRD Bali: Tanpa Integrasi Pusat-Daerah, Tata Ruang Bali Rawan Disalahgunakan

 

Pansus TRAP DPRD Bali Gelar rapat bersama akademisi bertempat di Denpasar, Jumat (12/9/2025).

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang dan Aset DPRD Bali mengingatkan bahaya tumpang tindih kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Ketua Pansus,  I Made Supartha, S.H.,M.H., menilai tanpa adanya integrasi yang jelas, regulasi tata ruang hanya akan membuka celah penyalahgunaan izin dan berpotensi menabrak aturan tata ruang Bali yang telah dirancang berdasarkan kearifan lokal serta daya dukung lingkungan.

“Peraturan yang tidak selaras antara pusat dan daerah justru menjadi pintu masuk bagi penyalahgunaan izin. Padahal, tata ruang Bali sudah disusun dengan memperhatikan keseimbangan alam, budaya, dan masyarakat,” tegas Ketua Pansus TRAP DPRD Bali   I Made Supartha, S.H.,M.H., di Denpasar, Jumat (12/9/2025).

Untuk memperkuat langkah pengawasan, DPRD Bali juga menggandeng akademisi dan pakar lintas bidang di antaranya :

  • Guru Besar Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si.,
  • Guru Besar Fakultas Hukum Udayana Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra
  • Tim Terpadu Penanganan Perusakan Ekosistem Danau, Mata Air, Sungai, Laut, dan Gunung Pemprov Bali, Prof Dr I Kt Sukawati Lanang Putra Perbawa

Selain para guru besar, DPRD Bali juga melibatkan kelompok pakar dan tim ahli internal untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan tidak hanya kuat secara regulasi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat Bali.

Prof. Wyasa Putra menegaskan, pemberian izin tidak boleh sekadar formalitas atau diwarnai tarik-menarik kepentingan. Izin harus berpijak pada regulasi yang jelas, konsisten, serta berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Menurutnya, tumpang tindih aturan antara pusat dan daerah kerap menimbulkan kerancuan, bahkan membuka ruang pelanggaran tata ruang. Hal inilah yang berpotensi melahirkan masalah serius, mulai dari alih fungsi lahan, banjir, hingga sengketa hukum.

Prof. Wyasa mendorong pemerintah daerah bersama DPRD untuk memperkuat pengawasan serta berani menindak tegas izin yang keluar tanpa dasar hukum yang sah. Ia juga mengingatkan, Bali memiliki kearifan lokal dalam tata ruang yang seharusnya dijadikan pedoman, bukan justru diabaikan.

Sementara Prof. Lanang menilai, pembangunan yang hanya mengejar aspek ekonomi tanpa mempertimbangkan nilai budaya dan sosial masyarakat Bali akan menimbulkan dampak serius. Mulai dari kerusakan lingkungan, konflik sosial, hingga hilangnya identitas kearifan lokal.

Ia juga menekankan, filosofi Tri Hita Karana yang diwariskan leluhur seharusnya menjadi fondasi utama tata ruang. Dengan begitu, keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritual dapat tetap terjaga.

Prof. Lanang menegaskan, penataan ruang di Bali bukan hanya soal regulasi dan pembangunan, tetapi juga soal menjaga warisan sosial budaya agar tidak punah di tengah arus modernisasi.

Pansus TRAP DPRD Bali menegaskan, integrasi antara pusat dan daerah mutlak diperlukan agar Bali tidak terus-menerus terjebak dalam konflik izin dan pelanggaran tata ruang yang berujung pada kerusakan lingkungan serta bencana.

Rapat yang dipimpin Ketua Pansus, I Made Supartha bersama Sekretaris Pansus Putu Diah Pradnya Maharani, I Nyoman Suwitra dan anggota dewan lainnya, menghadirkan berbagai pakar lintas disiplin. Hadir di antaranya Tim Terpadu Penanganan Perusakan Ekosistem Danau, Mata Air, Sungai, Laut, dan Gunung Pemprov Bali, Prof Dr I Kt Sukawati Lanang Putra Perbawa, Prof Dr Ida Bagus Wyasa Putra, dan Prof Dr Ir Putu Rumawan Salain. Jajaran eksekutif juga hadir, mulai dari Kepala BPKAD Bali, Kepala Biro Hukum Setda Bali, kelompok ahli bantuan hukum, serta tim pakar DPRD Bali.

 

(080)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga kamtibmas jelang hari Raya Idul Fitri 1443 H, Polsek Blahbatuh patroli dinihari

    Jaga kamtibmas jelang hari Raya Idul Fitri 1443 H, Polsek Blahbatuh patroli dinihari

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Gianyar,  Sabtu 30 April 2022   Jaga kamtibmas jelang hari Raya Idul Fitri 1443 H, Polsek Blahbatuh patroli dinihari     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Mengantisipasi tindak pidana pencurian perumahan warga yang kosong ditinggal mudik oleh pemiliknya,anggota Polsek Blahbatuh gencar melakukan patroli dini hari. Upaya ini sekaligus untuk menjaga kamtibmas menjelang perayaan hari Raya Idul Fitri […]

  • Sidak Tambang Ilegal  5,8 Hektare di Kampial, Pansus TRAP DPRD Bali Rekomendasikan Tutup

    Sidak Tambang Ilegal  5,8 Hektare di Kampial, Pansus TRAP DPRD Bali Rekomendasikan Tutup

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle 080
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Mangupura, Jumat  04  September  2026 Sidak Tambang Ilegal  5,8 Hektare di Kampial, Pansus TRAP DPRD Bali Rekomendasikan Tutup       Bali,  indonesiaexpose.co.id  —  Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap aktivitas pertambangan di kawasan Kampial, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Jumat (4/9/2026). Dalam sidak tersebut, Pansus […]

  • Kongres ke V PDIP di Bali dengan tema” Solid Bergerak untuk Indonesia Raya”

    Kongres ke V PDIP di Bali dengan tema” Solid Bergerak untuk Indonesia Raya”

    • calendar_month Rabu, 7 Agt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  07  Agustus  2019   Kongres ke V PDIP di Bali dengan tema” Solid Bergerak untuk Indonesia Raya”   BALI,  INDEX  –  Kongres V PDIP akan disemarakkan berbagai acara budaya dan panggung hiburan. Kongres yang diselenggarakan di Pulau Dewata pada 8-11 Agustus 2019 itu disebut menelan biaya Rp 17,6 miliar.Kongres ini kental mengusung budaya lokal […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Selasa, 20 Agt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Bali,  Rabu  21  Agustus  2019   Renungan  JOGER  

  • Tiga BUMN Jasa Survei kolaborasi strategi bisnis menuju holding

    Tiga BUMN Jasa Survei kolaborasi strategi bisnis menuju holding

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Kalimantan Timur,Kamis 22 April  2021   Tiga BUMN Jasa Survei kolaborasi strategi bisnis menuju holding   Acara Sosialisasi Tiga BUMN Jakarta Survei Terkait Strategi Bisnis Persiapan Holding. Dok. Sucofindo   Kalimantan Timur, indonesiaexpose.co.id – Dalam rangka konsolidasi menuju Holding BUMN Jasa Survei, BIRO KLASIFIKASI INDONESIA (BKI), SUCOFINDO, dan SURVEYOR INDONESIA (SI) melakukan persiapan dan sosialisasi […]

  • Sekda Eddy Mulya Buka Sosialisasi dan Rakor Pengawasan 2026, Tekankan Penguatan Pengawasan Demi Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih

    Sekda Eddy Mulya Buka Sosialisasi dan Rakor Pengawasan 2026, Tekankan Penguatan Pengawasan Demi Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle 112
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  18  Pebruari  2026 Sekda Eddy Mulya Buka Sosialisasi dan Rakor Pengawasan 2026, Tekankan Penguatan Pengawasan Demi Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih   Sekda I Gusti Ngurah Eddy Mulya dalam kesempatan membuka Sosialisasi dan Rakor Pengawasan Kota Denpasar Tahun 2026, Rabu (18/2/2026), bertempat di Graha Sewakadarma Lumintang. Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Sekretaris Daerah Kota Denpasar, […]

expand_less