Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Presiden Prabowo Murka: Bonus BUMN Merugi dan Revolusi Tata Kelola Negara

Presiden Prabowo Murka: Bonus BUMN Merugi dan Revolusi Tata Kelola Negara

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
  • visibility 406
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Senin 29  September  2025

Presiden Prabowo Murka: Bonus BUMN Merugi dan Revolusi Tata Kelola Negara

 

Presiden Prabowo Subianto (foto/ist)

Jakarta, indonesiaexpose.co.id – Dalam pidato yang mengguncang publik di Munas VI PKS, Presiden Prabowo Subianto melontarkan kata “brengsek” untuk menggambarkan perilaku direksi dan komisaris BUMN yang tetap menerima bonus meski perusahaan merugi. Kata itu bukan sekadar umpatan, melainkan simbol kemuakan nasional terhadap elite korup yang memperlakukan aset negara seolah warisan pribadi.

Saat Presiden Prabowo Subianto melontarkan kata “brengsek” untuk menyoroti perilaku sebagian direksi BUMN, publik seperti tersentak. Bahasa politik yang biasanya halus dan berlapis tiba-tiba dipecahkan oleh satu kata kasar yang justru terasa jujur.

” Dia kira itu perusahaan nenek moyang, perusahaan rugi dia tambah bonus untuk dirinya sendiri, brengsek bener itu,” ujar Prabowo dengan ekspresi tegas saat berpidato di Munas ke-VI PKS, Senin (29/9/2025) lalu.

Maka ketika Prabowo menyebut “brengsek”, ia sebenarnya sedang menerjemahkan kemarahan rakyat yang tak lagi menemukan tempat di ruang birokrasi. Kata itu bisa saja dianggap kasar, tapi dalam konteks politik kita, justru terdengar paling jujur. Kata yang tidak menipu, tidak menutup-nutupi, dan tidak bersembunyi di balik protokol kepresidenan. Itu adalah cermin moral yang memantulkan wajah rapuh manajemen publik kita—wajah yang tersenyum di depan publik, tapi berpesta di atas kerugian negara.

Pembahasan: Bonus di Tengah Kerugian

Beberapa BUMN besar mencatat kerugian triliunan rupiah pada 2025:

  • Garuda Indonesia: rugi Rp 2,39 triliun
  •  Waskita Karya: rugi Rp 1,24 triliun
  •  KCIC Whoosh: rugi Rp 1,625 triliun
  •  Wijaya Karya: rugi Rp 780 miliar

Namun, direksi dan komisaris tetap menerima bonus dan tantiem miliaran rupiah. Bahkan, ada komisaris yang hanya rapat sebulan sekali tetapi menerima tantiem Rp 40 miliar.

Presiden Prabowo menyebut perilaku ini sebagai pengkhianatan terhadap kepercayaan negara. Ia mengancam akan melibatkan Kejaksaan Agung dan KPK untuk mengejar para pelaku korupsi di tubuh BUMN.

Permasalahan Utama: Kepemimpinan dan Tata Kelola yang Gagal

  1.  Leadership dan Manajerial Skills Lemah : Banyak direksi dan komisaris tidak memiliki kapasitas strategis, etika kerja, maupun integritas yang sepadan dengan tanggung jawab mereka.
  2. Good Corporate Governance (GCG) Diabaikan : Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan fairness hanya menjadi formalitas. RUPS sering kali menjadi ajang legalisasi bonus, bukan evaluasi kinerja.
  3. Budaya Korup dan Nepotisme  : Penunjukan jabatan sering kali berbasis koneksi politik, bukan meritokrasi. Akibatnya, BUMN dikelola oleh orang-orang yang tidak kompeten.

Rekomendasi Tegas: Revolusi Tata Kelola BUMN

Presiden Prabowo telah memulai langkah-langkah reformasi:

  • Menghapus tantiem bagi direksi dan komisaris BUMN yang merugi
  •  Membatasi jumlah komisaris maksimal 6 orang per BUMN
  •  Membentuk BPI Danantara untuk mengawasi 844 BUMN dan anak perusahaannya

Namun, untuk benar-benar bersih, diperlukan:

1. Audit independen berkala dengan publikasi terbuka
2. Rekrutmen berbasis meritokrasi, bukan koneksi
3. Sanksi pidana dan pemecatan langsung bagi pelaku penyalahgunaan
4. Insentif berbasis kinerja nyata, bukan klaim administratif
5. Digitalisasi sistem pengawasan dan transparansi keuangan

Kesimpulan:
BUMN Harus Jadi Pilar, Bukan Beban

Kemarahan Presiden Prabowo adalah refleksi dari kemarahan rakyat. Jika BUMN terus dikelola oleh elite yang korup dan tidak kompeten, maka bukan hanya APBN yang defisit—kepercayaan publik pun akan runtuh. Revolusi tata kelola bukan pilihan, tapi keharusan.

Namun, kemarahan itu tidak berhenti pada kata. Prabowo menambahkan ancaman yang tak kalah keras: ia akan mengirim Kejaksaan dan KPK untuk menindak direksi yang bermain di wilayah abu-abu.

“ Saya mau kirim Kejaksaan dan KPK kejar-kejar itu,” katanya, dengan nada setengah sarkastik, “nanti dibilang saya kejam lagi.” Di sini kita bisa melihat gaya khas Prabowo—tegas, teatrikal, tapi tetap dengan perhitungan politik, bahwa negara ini membutuhkan guncangan agar roda birokrasi kembali berputar.

(017)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Supartha Apresiasi Respon Cepat Koster Pulihkan Angseri

    Supartha Apresiasi Respon Cepat Koster Pulihkan Angseri

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle 080
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Tabanan, Senin 30 Maret 2026 Supartha Apresiasi Respon Cepat Koster Pulihkan Angseri       Bali, indonesiaexpose.co.id — Angin puting beliung yang menerjang Banjar Angseri, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada 5 Maret 2026 lalu, sempat melumpuhkan aktivitas keagamaan masyarakat setelah merusak sejumlah bangunan suci di Pura Luhur Pucak Tinggah. Kini, harapan baru muncul […]

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  01  Juli  2022   ADB Berikan Dukungan Kepada Pemkot Denpasar Terkait Proyek KPBU Alat Penerangan Jalan     Bali,  indonesiaexpose.co.id    – Pemerintah Kota Denpasar tengah bersiap untuk berbenah dalam hal revitalisasi dan pengembangan fasilitas Alat Penerangan Jalan (APJ). Program ini nantinya akan masuk dalam lingkup Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Untuk […]

  • Raih “WOW Brand Indonesia 2021” Live.On Operator Pilihan Generasi Z

    Raih “WOW Brand Indonesia 2021” Live.On Operator Pilihan Generasi Z

    • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Jakarta,  Minggu   28 Maret 2021   Raih “WOW Brand Indonesia 2021” Live.On Operator Pilihan Generasi Z     Jakarta, indonesiaexpose.co.id   – Hadir untuk melayani kaum muda profesional yang mengonsumsi data lebih tinggi dari rata-rata per bulan, Live.on berhasil memenangkan penghargaan WOW Brand Indonesia 2021. Live.on meraih penghargaan dari MarkPlus, Inc ini untuk kategori Digital Operator. […]

  • Samsat P3DW Kawaluyaan Bandung Mendukung Wujudkan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

    Samsat P3DW Kawaluyaan Bandung Mendukung Wujudkan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Bandung,  Sabtu  13  Juli  2019   Samsat P3DW Kawaluyaan Bandung Mendukung Wujudkan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM   Kasubdit Regident Dit Lantas Polda Jabar, AKBP Satya Widhi, S.lk,M.Si (tengah) didampingi KPPPD Drs H Rohana, MM, beserta Kasie STNK Kompol Erwinsyah,S.Ik saat konfrensi pers di Samsat Kawayulaan, Kota Bandung, Jumat (12/7/2019) (Foto:A.Hasibuan/indonesiaexpose.co.id)   JAWA  BARAT, […]

  • Fraksi Gerindra, Masih terdapat Potensi Peningkatan PAD dari Pajak Hotel dan Restoran

    Fraksi Gerindra, Masih terdapat Potensi Peningkatan PAD dari Pajak Hotel dan Restoran

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Badung, Kamis  14  Agustus  2025 Fraksi Gerindra, Masih terdapat Potensi Peningkatan PAD dari Pajak Hotel dan Restoran   Pandangan umum Fraksi Gerindra dibacakan Gede Arianta,di ruang rapat Utama Gosana Kantor DPRD Badung, Rabu (13/8/2025) siang. Bali, indonesiaexpose.co.id – Ketiga Fraksi DPRD Kabupaten Badung (Fraksi Gerindra, Fraksi PDIP dan Fraksi Golkar) kompak menyetujui ranperda perubahan APBD […]

  • Komisi XI DPR Belum Setujui Holding Ultra Mikro

    Komisi XI DPR Belum Setujui Holding Ultra Mikro

    • calendar_month Selasa, 16 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Jakarta,  Selasa  16  Maret  2021 Komisi XI DPR Belum Setujui Holding Ultra Mikro   Jakarta, indonesiaexpose.co.id   – Komisi XI DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) pada hari ini, Selasa (16/3) siang. Rapat tersebut berlangsung secara tertutup dengan agenda membahas […]

expand_less