Sunday , November 30 2025
Home / Bali / Fraksi Golkar Bali Sindir Lemahnya Pengawasan DAS dan Tumpang Tindih Izin OSS, Desak Gubernur Bertindak Tegas!

Fraksi Golkar Bali Sindir Lemahnya Pengawasan DAS dan Tumpang Tindih Izin OSS, Desak Gubernur Bertindak Tegas!

Denpasar, Kamis  16 Oktober  2025

Fraksi Golkar Bali Sindir Lemahnya Pengawasan DAS dan Tumpang Tindih Izin OSS, Desak Gubernur Bertindak Tegas!

 

Anggota DPRD Bali dari fraksi  Golkar  Ni Putu  Yuli  Artini , S.E

Bali, indonesiaexpose.co.id – Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Bali memberikan apresiasi atas langkah cepat Gubernur Bali beserta jajaran dalam menangani bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Dewata. Namun, di balik pujian tersebut, Fraksi Golkar menyoroti masih lemahnya pengendalian pembangunan liar di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang menjadi salah satu penyebab utama banjir.

Dalam pandangannya, Fraksi Golkar yang di bacakan Ni Putu  Yuli  Artini , S.E. menegaskan bahwa seharusnya bencana ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah karena sudah terdapat tiga regulasi penting yang mengatur pengelolaan dan perlindungan DAS, yakni Perda No. 11 Tahun 2009, Pergub No. 24 Tahun 2020, dan Perda No. 2 Tahun 2023.

Meski perangkat hukum tersebut telah lengkap, pelanggaran tata ruang di kawasan DAS masih kerap terjadi tanpa penindakan tegas.

“ Kami ingin tahu langkah konkret apa yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi Bali untuk memastikan implementasi dan penegakan ketiga regulasi tersebut berjalan efektif,” tegas Fraksi Golkar dalam pandangan

Selain itu, OPD terkait juga harus diperkuat agar tidak ragu menertibkan pelanggaran di kawasan DAS demi pelestarian lingkungan dan pencegahan bencana berkelanjutan.

Selain masalah lingkungan, Fraksi Golkar juga menyoroti pelaksanaan sistem perizinan Online Single Submission (OSS) yang dinilai belum sepenuhnya sejalan dengan semangat otonomi daerah.

Fraksi menilai, sentralisasi izin oleh pemerintah pusat membuat proses perizinan tidak memperhatikan kondisi dan kearifan lokal di daerah, serta lemahnya verifikasi lapangan yang berujung pada pelanggaran tata ruang.

“ Kami mendorong Gubernur untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian agar sistem OSS tidak menimbulkan tumpang tindih kewenangan antara pusat dan daerah,” tambahnya.

Dengan dua sorotan tajam ini, Fraksi Partai Golkar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan tata ruang dan lingkungan hidup di Bali, agar pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan alam dan keselamatan masyarakat.

(080)

459

Check Also

Renungan  JOGER

Bali, Kamis  27 November 2025 Renungan  JOGER   74

Saluran Subak Ditimbun Bangunan! Pansus TRAP DPRD Bali Hentikan Proyek Hotel JW Marriott Payangan

Bali, Kamis 27 November 2025 Saluran Subak Ditimbun Bangunan! Pansus TRAP DPRD Bali Hentikan Proyek …