Sunday , February 1 2026
Home / Bali / Pegadaian Resmikan The Gade Creative Lounge di Universitas Udayana, Dorong Literasi Keuangan dan Ekonomi Kreatif Bali

Pegadaian Resmikan The Gade Creative Lounge di Universitas Udayana, Dorong Literasi Keuangan dan Ekonomi Kreatif Bali

Badung, Kamis  29  Januari  2026

Pegadaian Resmikan The Gade Creative Lounge di Universitas Udayana, Dorong Literasi Keuangan dan Ekonomi Kreatif Bali

 

Pegadaian Kanwil VII Denpasar meresmikan TGCL kerjasama dengan UNUD, Kamis (29/1/2026), di Gedung Perpustakaan UNUD, Kampus Jimbaran, Badung, Bali.

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id   – PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar kembali menegaskan perannya sebagai lokomotif penggerak ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Kamis siang (29/1/2026), Pegadaian secara resmi meresmikan The Gade Creative Lounge (TGCL) di Universitas Udayana (UNUD), Kampus Jimbaran. Peresmian ini menjadi kabar breaking news ekonomi yang menandai sinergi strategis antara dunia akademik, BUMN, dan Pemerintah Daerah dalam membangun Bali yang berdaya saing unggul.

Acara peresmian yang berlangsung di Gedung Perpustakaan Universitas Udayana ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar (Bali–Nusra), Edy Purwanto, bersama Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, ST., Ph.D. Hadir pula Dr. drh. Luh Ayu Aryani, M.P, mewakili Gubernur Bali, jajaran pimpinan kampus, civitas akademika, serta mitra strategis Pegadaian.

Peresmian TGCL di UNUD ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi simbol transformasi peran kampus sebagai pusat lahirnya inovasi, kewirausahaan, dan literasi keuangan yang terhubung langsung dengan kebutuhan pembangunan daerah dan nasional.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar (Bali–Nusra), Edy Purwanto

 

TGCL: Ruang Kolaborasi, Kreativitas, dan Solusi Ekonomi Masa Depan

Dalam sambutannya, Edy Purwanto menegaskan bahwa The Gade Creative Lounge dirancang sebagai co-working space kolaboratif yang membuka ruang luas bagi mahasiswa, dosen, dan komunitas kampus untuk menuangkan ide-ide kreatif yang berdampak nyata.

“ TGCL ini adalah ruang kolaborasi. Kami ingin civitas akademika Universitas Udayana memiliki wadah untuk melahirkan kreativitas-kreativitas baru yang bukan hanya berguna bagi kampus, tetapi juga bagi Bali secara umum,” ujar Edy Purwanto.

Ia mengungkapkan, hingga awal 2026, Pegadaian telah membangun 26 TGCL di berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan menargetkan 33 TGCL akan beroperasi pada tahun ini. Kehadiran TGCL di Universitas Udayana dinilai sangat strategis, mengingat UNUD merupakan salah satu kampus terbesar dan pusat riset unggulan di Bali.

“Kehadiran TGCL di UNUD ini menandai langkah penting. Seperti yang tadi disampaikan Bapak Rektor, ada penelitian tentang pengolahan sampah di kampus. Insyaallah, rencana-rencana inovatif seperti ini akan segera bisa bergulir dan mendapatkan dukungan konkret,” jelas Edy.

Sinergi Kampus dan BUMN untuk Pembangunan Berkelanjutan

Lebih jauh, Edy Purwanto menekankan bahwa pendirian TGCL sejalan dengan komitmen PT Pegadaian terhadap pembangunan berkelanjutan serta mendukung Asta Cita Indonesia, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, literasi keuangan, kewirausahaan inklusif, dan inovasi sosial.

TGCL diposisikan sebagai ruang pembelajaran praktis, tempat mahasiswa tidak hanya berdiskusi, tetapi juga menciptakan solusi nyata bagi tantangan ekonomi, lingkungan, dan sosial yang dihadapi Bali.

“Kami ingin inovasi yang lahir dari TGCL ini memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Bukan hanya konsep, tetapi bisa diterapkan dan berkelanjutan,” tegas Edy.

Inklusi Keuangan Dimulai dari Kampus

Salah satu fokus utama TGCL adalah literasi dan inklusi keuangan. Edy Purwanto menjelaskan bahwa Pegadaian membuka peluang seluas-luasnya bagi mahasiswa, koperasi kampus, maupun komunitas akademik untuk terlibat langsung sebagai agen Pegadaian.

“Jika dari TGCL ini muncul koperasi mahasiswa atau komunitas yang ingin terlibat langsung dalam literasi dan inklusi keuangan dengan menjadi agen Pegadaian, kami sangat terbuka,” ungkapnya.

Menurut Edy, skema ini memberikan manfaat ganda. Di satu sisi, literasi keuangan di lingkungan kampus akan berkembang lebih cepat. Di sisi lain, mahasiswa dan komunitas kampus juga memperoleh insentif ekonomi.

“Ada return yang didapat, ada insentif. Bahkan Pegadaian memberikan penghargaan nasional bagi agen berprestasi, mulai dari umrah, wisata rohani, liburan ke luar negeri, hingga hadiah emas,” tambahnya.

Program Keuangan Inklusif untuk Mahasiswa

Dalam kesempatan tersebut, Pegadaian juga memperkenalkan berbagai produk keuangan ramah mahasiswa, salah satunya Tabungan Emas Pegadaian.

“Dengan tabungan mulai dari Rp10.000, mahasiswa sudah bisa memiliki tabungan emas. Ini mudah, aman, dan mendidik generasi muda untuk menabung dan berinvestasi secara sehat,” jelas Edy.

Selain itu, Pegadaian juga mendukung akses KUR Syariah dari BRI tanpa jaminan, pembiayaan kendaraan, hingga pembiayaan usaha berbasis syariah lainnya.

“Semua ini kami siapkan dengan tujuan akhir mendorong terciptanya masyarakat yang mandiri secara finansial dan terlindungi dari pinjaman daring ilegal dan investasi bodong,” tegasnya.

Rektor UNUD: TGCL Perkuat Ekosistem Inovasi Kampus

Sementara itu, Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, ST., Ph.D, menyambut baik kehadiran TGCL di lingkungan kampus. Menurutnya, fasilitas ini akan memperkuat ekosistem inovasi dan kewirausahaan mahasiswa.

TGCL dinilai sejalan dengan visi UNUD sebagai universitas unggul yang berkontribusi aktif dalam pembangunan Bali dan nasional, khususnya dalam isu-isu strategis seperti lingkungan, ekonomi kreatif, dan transformasi digital.

Pemprov Bali: TGCL Dukung Bali Berdaya Saing Unggul

Mewakili Gubernur Bali, Dr. drh. Luh Ayu Aryani, M.P menyampaikan apresiasi tinggi kepada PT Pegadaian dan Universitas Udayana atas kolaborasi strategis ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran TGCL merupakan langkah konkret dalam membangun Bali yang berdaya saing unggul, berbasis inovasi, SDM berkualitas, dan ekonomi inklusif.

“Pemerintah Provinsi Bali sangat mengapresiasi hadirnya The Gade Creative Lounge di Universitas Udayana. Ini bukan hanya ruang fisik, tetapi ruang lahirnya gagasan, inovasi, dan solusi untuk memperkuat daya saing Bali,” ujar Dr. Luh Ayu Aryani.

Menurutnya, tantangan pembangunan Bali ke depan tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata, tetapi juga pada ekonomi kreatif, kewirausahaan muda, dan literasi keuangan masyarakat.

“Melalui TGCL, mahasiswa didorong menjadi agen perubahan. Inilah fondasi penting untuk membangun Bali yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara BUMN, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah adalah kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata.

“Kami berharap TGCL ini dimanfaatkan secara optimal, menjadi pusat kolaborasi lintas disiplin, dan melahirkan generasi muda Bali yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” tambahnya.

Menjawab Tantangan Ekonomi dan Sosial Bali

Kehadiran TGCL di Universitas Udayana dinilai relevan dengan tantangan ekonomi Bali saat ini, mulai dari ketergantungan sektor pariwisata, isu lingkungan seperti pengelolaan sampah, hingga rendahnya literasi keuangan di kalangan generasi muda.

Dengan konsep co-working space berbasis kreativitas dan literasi keuangan, TGCL diharapkan menjadi pusat lahirnya startup mahasiswa, riset terapan, hingga gerakan kewirausahaan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Arah Baru Pembangunan SDM Bali

Peresmian TGCL UNUD ini menandai arah baru pembangunan sumber daya manusia Bali. Tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga melek finansial, kreatif, dan berjiwa wirausaha.

Pegadaian menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat kampus sebagai mitra strategis pembangunan.
“Kami berharap TGCL ini dirawat, dimanfaatkan, dan menjadi rumah besar bagi kreativitas dan kemandirian ekonomi generasi muda Bali,” pungkas Edy Purwanto.

Peresmian The Gade Creative Lounge Universitas Udayana menjadi momentum penting dalam peta pembangunan ekonomi Bali. Sinergi Pegadaian, Universitas Udayana, dan Pemerintah Provinsi Bali memperlihatkan model kolaborasi konkret dalam mendorong literasi keuangan, inovasi, dan daya saing daerah.

TGCL bukan sekadar ruang kerja bersama, melainkan mesin penggerak masa depan ekonomi Bali—dari kampus, oleh generasi muda, untuk Indonesia.

(110)

119

Check Also

Sejarah Baru Arak Bali! Izin Resmi Industri Terbit, Ekonomi Rakyat Dilegalkan Negara

Denpasar, Jumat 30 Januari  2026 Sejarah Baru Arak Bali! Izin Resmi Industri Terbit, Ekonomi Rakyat …

indonesiaexpose.co.id

Bali, Jumat  30  Januari  2026 89