Presiden RI Prabowo : Renovasi 5000 Puskesmas Butuh Uang Rp10 triliun
- account_circle 011
- calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
- visibility 145
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Minggu 17 Mei 2026
Presiden RI Prabowo : Renovasi 5000 Puskesmas Butuh Uang Rp10 triliun

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan Penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan yang diselenggarakan di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Rabu, 13 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo
Jakarta, indonesiaexpose.co.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan uang senilai Rp10,2 triliun dan penguasaan kembali lahan kawasan hutan seluas 2.373.171,75 hektare oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) kepada negara di Gedung Kejaksaan Agung, Rabu (13/5/2026).
Tumpukan uang senilai Rp10 triliun tampak tertata rapi di ruang acara Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara serta Penguasaan Kembali Kawasan Hutan Tahap IV yang digelar di Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Presiden Prabowo mengaku bangga dan antusias menghadiri acara penyelamatan aset negara tersebut.
Prabowo mengaku, uang yang diperoleh dari Satgas PKH sebesar Rp10,2 T itu akan digunakan untuk merenovasi ribuan puskesmas tersebut.
Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya menegaskan, pemerintah membutuhkan setidaknya dibutuhkan anggaran sebesar Rp10 triliun untuk merenovasi 5.000 puskesmas. Oleh karena itu, Presiden Prabowo bertekad untuk merenovasi ribuan puskesmas yang selama puluhan tahun belum pernah diperbaiki tersebut agar uang segar yang baru didapat Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) senilai Rp10,2 triliun dapat langsung dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.
“Saudara-saudara, hari ini artinya kita bisa selesaikan 5.000 puskesmas,” kata Prabowo saat menyaksikan penyerahan dana sitaan Rp10,2 triliun oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).
Meski begitu, jumlah puskesmas yang mampu direnovasi pemerintah tersebut hanya separuh dari jumlah total puskesmas yang dilaporkan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin. Dalam laporan yang diterima Prabowo, setidaknya ada 10.000 puskesmas yang belum pernah direnovasi sejak era kepemimpinan Presiden Soeharto.
“Saya baru keliling beberapa daerah terpencil, dapat laporan dari Menkes. Pak, kita punya 10.000 puskesmas sejak zaman Pak Harto, 30 tahun lalu, puskesmas tersebut belum pernah diperbaiki,” kata Prabowo.
Menurutnya, kebutuhan renovasi satu puskesmas diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Dengan demikian, total kebutuhan untuk memperbaiki seluruh puskesmas mencapai sekitar Rp20 triliun.
“Saya bilang, kau butuh uang berapa untuk perbaiki 10.000? Kira-kira satu puskesmas Rp2 miliar, jadi kita butuh kurang lebih Rp20 triliun,” ungkap Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra.
Selain Puskesmas, hasil penyelamatan kekayaan negara juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan fasilitas pelayanan publik lainnya, termasuk perbaikan sekolah di seluruh Indonesia.
” Setelah memperbaiki 17 ribu sekolah pada tahun lalu, pemerintah menargetkan perbaikan 70 ribu sekolah pada tahun ini dan 100 ribu sekolah pada tahun depan.Dan tahun depannya lagi kita juga selesaikan, nanti semua madrasah dan sebagainya akan kita perbaiki, semuanya kita perbaiki dengan uang yang kita selamatkan . Uang-uang tersebut akan hilang jika kita tidak selamatkan, dimakan para koruptor dan para maling-maling dan perampok-perampok tersebut,” pumgkas Prabowo.
(011)
- Penulis: 011
- Editor: Siregar
- Sumber: tim Index
