One Earth School Gelar Matru Pitru Pujan Divas, Tanamkan Nilai Hormat kepada Orang Tua
- account_circle 072
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar , Sabtu 25 Juli 2026
One Earth School Gelar Matru Pitru Pujan Divas, Tanamkan Nilai Hormat kepada Orang Tua

Bali, indonesiaexpose.co.id — One Earth School di bawah naungan Anand Krishna Education Foundation kembali menyelenggarakan Matru Pitru Pujan Divas, sebuah kegiatan pendidikan karakter yang mengajak siswa mengungkapkan rasa syukur, cinta, dan penghormatan kepada orang tua. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 08.00–11.00 WITA, di Aula One Earth School, Jalan Pura Mertasari IV No. 27, Pemogan, Denpasar Selatan.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh siswa bersama orang tua akan mengikuti prosesi yang sarat nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual sebagai bentuk apresiasi atas kasih sayang, pengorbanan, serta doa yang telah diberikan ayah dan ibu sejak anak dilahirkan.
“Orang tua adalah guru pertama dalam kehidupan. Melalui kasih sayang, pengorbanan, dan doa mereka, kita belajar mengenal cinta, hormat, dan makna kehidupan,” demikian disampaikan dalam publikasi resmi One Earth School.
Menurut penyelenggara, Matru Pitru Pujan Divas merupakan bagian dari pendidikan karakter yang selama ini menjadi salah satu ciri khas One Earth School. Program ini sejalan dengan filosofi Schooling for Life, yaitu pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, empati, dan kesadaran spiritual.
Tradisi penghormatan kepada orang tua ini juga memiliki akar yang kuat dalam ajaran Sanatana Dharma. Dalam Taittiriya Upanishad, terdapat ajaran yang sangat dikenal, yakni Matru Devo Bhava, Pitru Devo Bhava, Acharya Devo Bhava, Atithi Devo Bhava, yang berarti “Pandanglah ibu sebagai perwujudan Tuhan, ayah sebagai perwujudan Tuhan, guru sebagai perwujudan Tuhan, dan tamu sebagai perwujudan Tuhan.”
Menariknya, ibu ditempatkan pada urutan pertama, kemudian ayah, guru, dan tamu. Hal ini menunjukkan bahwa keluarga merupakan tempat pertama pembentukan karakter sebelum seseorang memperoleh pendidikan formal. Penghormatan kepada orang tua dipandang sebagai ungkapan syukur atas kehidupan yang telah dianugerahkan kepada setiap anak.
Melalui prosesi tersebut, siswa diajak untuk tidak sekadar mengucapkan terima kasih, tetapi juga merasakan secara langsung makna bakti kepada orang tua melalui tindakan nyata. Pengalaman seperti ini diharapkan mampu memperkuat hubungan emosional dalam keluarga sekaligus menumbuhkan sikap rendah hati dan rasa hormat kepada sesama.
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, penyelenggara menilai pendidikan karakter semakin penting. Pengetahuan dapat diperoleh dengan mudah melalui berbagai media, namun nilai-nilai seperti rasa syukur, kasih sayang, dan penghormatan kepada orang tua memerlukan pembiasaan melalui pengalaman langsung.
Kegiatan Matru Pitru Pujan Divas diharapkan menjadi momentum bagi keluarga untuk mempererat hubungan sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang telah diwariskan dalam berbagai tradisi. Sebagaimana pesan Guruji Anand Krishna, “Menghormati orang tua adalah bentuk syukur atas kehidupan yang telah mereka anugerahkan kepada kita.” Melalui kegiatan ini, One Earth School berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan universal.
(072)
- Penulis: 072
- Editor: putri
- Sumber: tim Index
