Hari Jadi Ke-68 Bali — DR. SOMVIR: Lupakan Perbedaan, Bersatu Bangun Bali Dengan Cinta Kasih
- account_circle 080
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Buleleng, Sabtu 15 Agustus 2026
Hari Jadi Ke-68 Bali — DR. SOMVIR: Lupakan Perbedaan, Bersatu Bangun Bali Dengan Cinta Kasih

Bali, indonesiaexpose.co.id — Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali yang diperingati 14 Agustus 2026 menjadi momentum untuk kembali mempertanyakan arah pembangunan Pulau Dewata.
Ketua Fraksi NasDem-Demokrat DPRD Bali, Dr. Somvir, menegaskan Bali tidak boleh hanya dipandang sebagai mesin pariwisata dan sumber pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, Bali adalah tanah kehidupan, ruang budaya dan spiritual yang kesucian serta kelestariannya harus dijaga.
“Bali bukan hanya destinasi pariwisata. Bali adalah tanah kehidupan, ruang budaya dan spiritual yang harus kita jaga kesucian dan kelestariannya.”
Somvir juga menegaskan, Bali memiliki posisi penting sebagai pulau spiritual dan yoga dunia.
Karena itu, pembangunan Bali dinilai harus mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, budaya dan kehidupan spiritual masyarakat.
Semangat Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali yang mengusung tema “Suci Lascarya Nusa Wijaya”, menurut Somvir, harus dimaknai sebagai ketulusan dan keikhlasan untuk mewujudkan kejayaan Bali.
“Mari lupakan perbedaan. Bersatu membangun Bali dengan cinta kasih. Bali adalah rumah kita bersama yang harus dijaga untuk generasi sekarang dan generasi yang akan datang.”
Dr. Somvir berharap momentum Hari Jadi ke-68 tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi titik refleksi bersama untuk memastikan pembangunan Bali tetap berpijak pada jati diri, budaya, alam dan spiritualitas Pulau Dewata.
Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan menegaskan kembali arah pembangunan Bali yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga budaya, alam dan spiritualitas sebagai jati diri Pulau Dewata.
Hari Jadi ke-68 Bali seharusnya menjadi titik balik untuk memastikan pembangunan tidak justru menggerus identitas dan masa depan Bali.
“Suci Lascarya Nusa Wijaya” bukan sekadar slogan. Jika benar ingin mewujudkan kejayaan Bali, maka kebijakan pembangunan harus benar-benar berpihak pada keberlanjutan Bali dan kepentingan generasi mendatang.
(080)
- Penulis: 080
- Editor: putri
- Sumber: tim Index
