Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » BPJS Kesehatan Denpasar Harapkan Pemda Tepat Tentukan Segmentasi PBI

BPJS Kesehatan Denpasar Harapkan Pemda Tepat Tentukan Segmentasi PBI

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 17 Okt 2019
  • visibility 278
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Kamis  17  Oktober  2019

 

BPJS Kesehatan Denpasar Harapkan Pemda Tepat Tentukan Segmentasi PBI

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar dr. Muhammad Ali (kiri), pada acara diskusi bareng rekan media, Rabu (16/10/2019), di Warunk Upnormal Bali, Renon.(Foto/INDEX/2019)

 

BALI, INDEX – Rencana kenaikan besaran iuran BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari semula Rp 23 ribu per orang menjadi sebesar Rp 42 ribu pada awal 2020 mendatang, tentu perlu diantisipasi Pemerintah Daerah (Pemda) agar keberlangsungan PBI tetap berlanjut pada tahun berikutnya dari sisi ketersediaan anggaran.

“Kami mengharapkan Pemda bisa lebih tepat menentukan segmentasi peserta Jaminan Kesehatan Nasional untuk kategori Penerima Bantuan PBI,” kata  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar dr. Muhammad Ali, pada acara diskusi bareng rekan media, Rabu (16/10/2019), di Warunk Upnormal Bali, Renon.

dr. Muhammad Ali mengunkapkan, pihaknya tidak hanya mengharapkan kepesertaan JKN dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas, khususnya tepat segmentasinya. Terlebih rencana penyesuaian besaran iuran nanti, tentu pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran yang tidak sedikit.

“Oleh karena itu, kami tidak menginginkan kalau ada peserta yang seharusnya masuk sebagai pekerja penerima upah dari badan usaha, tetapi masuk sebagai peserta PBI,” jelasnya.

Pihaknya saat ini terus memantapkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali maupun pemerintah kabupaten/kota untuk memvalidasi kepesertaan pengguna program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Untuk di kabupaten/kota yang menjadi wilayah unit kerjanya yakni di Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan dan Badung, jenis peserta yang masuk sebagai PBI dari APBD (446.714), PBI APBN (223.243), Pekerja Penerima Upah/PPU (582.500), Pekerja Bukan Penerima Upah/PBPU (277.150) dan Bukan Pekerja (47.141).

“Yang masuk PBI APBD itu cukup besar sekitar 28 persen, sedangkan PBI yang dibayarkan dari APBN jumlahnya 14 persen. Kami juga mengapresiasi kesadaran dari sejumlah badan usaha yang sudah mengikutsertakan pekerjanya dalam program Jaminan Kesehatan Nasional yang jumlah PPU sebanyak 37 persen dari total kepesertaan di wilayah Denpasar, Badung, dan Tabanan,” katanya.

Dari data yang dihimpun, sekitar 80 persen dari kepesertaan PBPU atau jalur mandiri juga aktif membayar iurannya tepat waktu.

Kenaikan iuran BPJS diwacanakan akan segera dinaikkan. Namun keputusan itu masih menunggu Praturan Presiden (Perpres). Dalam realisinya nanti, kenaikan iuran BPJS diperuntukkan bagi peserta dengan gaji Rp 8 juta hingga Rp 12 juta.

Muhammad Ali menjelaskan, gaji dibawah Rp 8 juta masih perhitungan pembayaran iuran masih menggunakan skema lama.

“Apabila gaji dibawah Rp 4 juta berhak di kelas 2. Sedangkan untuk buruh hanya berdampak pada pekerja dengan upah Rp 8 juta sampai dengan Rp 12 juta, gaji dibawah itu tidak terdampak,” jelasnya.

Menurut Muhammad Ali, dari data yang ada, total jumlah pekerja sebanyak 97 persen dengan 50,2 juta jiwa memiliki upah di bawah Rp 8 juta per bulan. Sedangkan, 3 persen atau 1,5 juta pekerja memiliki penghasilan di atas Rp 8 juta per bulan. Perubahan iuran baru terjadi sekali pada tahun 2016 dan masih berlaku sampai sekarang.

Ditambahkan lagi, besaran iuran yang disesuaikan tidaklah besar jika dibandingkan manfaat yang diberikan program JKN-KIS ketka sakit dan membutuhkan bantuan layanan kesehatan. Untuk peserta mandiri kelas 3, kenaikannya tidak sampai Rp 2.000/hari, sedangkan iuran peserta mandiri kelas 1 besaran iurannya tak sampai Rp 5.000/hari.

” Dari 223 peserta JKN-KIS hampir separuhnya dibiayai pemerintah. Atau, sebanyak 96,8 juta penduduk miskin dan tidak mampu iuran JKN-KIS ditanggung negara melalui APBN. Sementara, 37,3 juta penduduk, iuran JKN-KIS ditanggung oleh APBD,” pungkas Ali.

(075)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut Lebaran Idul Fitri 1440 H, Bank  Mandiri Siapkan Dana Rp.1,1 Triliun

    Sambut Lebaran Idul Fitri 1440 H, Bank  Mandiri Siapkan Dana Rp.1,1 Triliun

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  28 Mei 2019 Sambut Idul Fitri 1440 H, Bank  Mandiri Siapkan Uang Tunai Rp.1,1 Triliun   Regional CEO Bank Mandiri Regional XI Bali dan Nusa Tenggara Rully Setiawan, di acara Buka Puasa bersama Media ,di Nilo Coffe Renon, Denpasar-Bali, Senin (28/5/2019)   BALI,  INDEX  – Jajaran pimpinan Bank Mandiri Regional XI  Bali dan […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Kamis, 1 Jun 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Bali,  Jumat  02  Juni  2023 Renungan  Joger

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Jumat, 9 Sep 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Bali,  Sabtu  10  September 2022 Renungan  JOGER

  • W20 SISPRENEUR Dorong Perempuan Pelaku UMKM Terus Kembangkan Bisnis

    W20 SISPRENEUR Dorong Perempuan Pelaku UMKM Terus Kembangkan Bisnis

    • calendar_month Selasa, 18 Okt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Jakarta,  Rabu  19   Oktober 2022 W20 SISPRENEUR Dorong Perempuan Pelaku UMKM Terus Kembangkan Bisnis “Para pemenang tersebut juga diarahkan untuk mengembangkan bisnisnya, dengan memanfaatkan hadiah modal usaha dan pendampingan dari para ahli. Total hadiah Kompetisi W20 SISPRENEUR sebesar Rp 300 juta yang diperuntukkan bagi 10 pemenang, dengan hadiah terbesar Rp 55 juta. Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  […]

    • calendar_month Selasa, 23 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Jakarta,  Selasa  23  Maret  2021   Kapolri Launching ETLE Nasional Tahap 1,      12 Polda Terapkan Tilang Elektronik Jakarta,indonesiaexpose.co.id  –  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan launching tilang elektronik atau Elektronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Nasional tahap 1. Dalam launching tahap 1 ini, ada 12 Polda dengan 244 kamera tilang elektronik yang bakal dioperasikan mulai hari ini. […]

  • Kapolri Idham Azis : “Penegakan Hukum Tak Bisa Puaskan Semua Orang”

    Kapolri Idham Azis : “Penegakan Hukum Tak Bisa Puaskan Semua Orang”

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Bandung, Kamis  09  April  2020   Kapolri Idham Azis : “Penegakan Hukum Tak Bisa Puaskan Semua Orang” Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis   JAKARTA,  INDEX  –  Sejumlah surat telegram telah dikeluarkan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis tentang upaya penegakan hukum untuk mencegah penyebaran wabah virus corona. Salah satunya Surat Telegram Nomor ST/1100/IV/HUK.7.1/2020 mengenai penghinaan terhadap […]

expand_less