Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » BI Bali : Inflasi  Bulan November Masih Stabil o,o3% 

BI Bali : Inflasi  Bulan November Masih Stabil o,o3% 

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 4 Des 2019
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar,  Rabu  04  Desember  2019

 

BI Bali : Inflasi  Bulan November Masih Stabil o,o3%

 

Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho (foto/ist)

 

BALI, INDEX – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menyebut laju inflasi bulan ini tergolong melandai dibandingkan bulan sebelumnya.Yaitu laju inflasi bulan November 2019 di Bali mengalami tekanan sebesar 0,03 persen namun masih dalam kisaran stabil.

Berlanjutnya penurunan tarif angkutan udara dan mulai masuknya panen raya cabai rawit dan cabai merah di beberapa daerah sumber pasokan, menjadi faktor penahan tekanan inflasi, khususnya di wilayah Denpasar.

Namun demikian, penurunan inflasi lebih lanjut tertahan oleh meningkatnya tekanan inflasi untuk komoditas sayuran dan buah-buahan, sebagai dampak lanjutan musim kemarau yang lebih panjang pada tahun 2019, sehingga mempengaruhi kuantitas produksi komoditas tersebut.

“Namun demikian, penurunan inflasi lebih lanjut tertahan oleh meningkatnya tekanan inflasi untuk komoditas sayuran dan buah-buahan, sebagai dampak lanjutan musim kemarau yang lebih panjang pada tahun 2019, sehingga mempengaruhi kuantitas produksi komoditas tersebut,” ungkap Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho,melalui siaran resminya,di Denpasar-Bali, Rabu (4/12/2019).

Menurutnya, berdasarkan pola historisnya, realisasi inflasi Bali pada bulan November selalu menunjukkan tekanan yang tinggi, terkonfirmasi dari tingginya tingkat inflasi bulanan (mtm) di setiap tahun pada periode November. Namun realisasi inflasi pada periode November 2019 ternyata sangat berbeda dari pola historisnya selama ini. Tingkat inflasi Bali pada November 2019 merupakan yang terendah dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir.

” Melandainya tekanan inflasi pada November 2019 tersebut, tidak terlepas dari kolaborasi, sinergi dan koordinasi yang terjalin dengan baik antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Bali beserta seluruh unsur Tim Pengendalinan Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga tingkat inflasi menjadi terkendali,” sambung Trisno Nugroho.

Pada November 2019, Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 0,03% (mtm), turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,10% (mtm). Pencapaian inflasi Bali bulan November ini tercatat lebih rendah dibandingkan dengan inflasi Nasional yang tercatat sebesar 0,14% (mtm).

Sementara itu secara tahunan, inflasi Bali tercatat sebesar 2,46% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan Nasional yang sebesar 3,00% (yoy). Dengan demikian, inflasi Bali pada November 2019 masih berada pada rentang sasaran inflasi nasional 3,5%±1% (yoy).

Deflasi terjadi pada Kota Denpasar yang tercatat sebesar -0,01% (mtm) sedangkan Kota Singaraja mencatat inflasi sebesar 0,22% (mtm). Di Kota Denpasar, deflasi bersumber dari penurunan harga pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,49% kelompok sandang sebesar -0,26% dan kelompok bahan makanan -0,10%. Sedangkan kelompok lainnya mengalami inflasi. Sementara inflasi di Singaraja bersumber dari peningkatan harga pada kelompok bahan makanan yaitu sebesar 0,42%.

Seiring dengan resiko meningkatnya tekanan inflasi menjelang akhir tahun, yang bersumber pada peningkatan permintaan sejalan dengan perayaan Natal, Tahun Baru dan liburan akhir tahun serta terdapat beberapa perayaan hari besar keagamaan di Bali pada bulan Desember (antara lain Hari Saraswati dan Pagerwesi), perlu diwaspadai dan mendapat perhatian dari semua pihak.

Selain itu, ketergantungan pasokan pada daerah lain yang tinggi, juga masih menjadi tantangan yang perlu terus diperhatikan. Oleh karena itu, pelaksanaan kerjasama antar daerah dalam wadah TPID dalam pemenuhan pasokan merupakan salah satu strategi dan kebijakan dalam memastikan ketersediaan pasokan pada tingkat harga yang wajar.

Bank Indonesia Provinsi Bali bersama OPD yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali akan berperan aktif dalam mengawal dan mengendalikan inflasi melalui pemantauan kecukupan stok ketahanan pangan, menjaga stabilitas dan ekspektasi harga, penggalian informasi dengan stakeholders/instansi terkait, serta melalui forum koordinasi TPID dalam mengambil langkah – langkah antisipatif pengendalian inflasi.

TPID meletakkan fokus utama pada komoditas penyumbang inflasi pada akhir tahun antara lain komoditas pada sektor pertanian yaitu bawang merah, cabai rawit, cabai merah, dan beras. Selain itu, pada sektor peternakan komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras, serta komoditas lain seperti komoditas rokok dan tarif angkutan udara.

“Selain itu, pada sektor peternakan komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras, serta komoditas lain seperti komoditas rokok dan tarif angkutan udara,” tandas Trisno.

(070)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Jumat, 7 Okt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Jakarta, Jumat 07 Oktober 2022

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Senin, 25 Jul 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Bali,  Selasa  26  Juli 2022   Renungan  JOGER  

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Bali, Kamis  07  Juli 2022   Renungan  JOGER

  • Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar, Ida Bagus Dharmadiaksa: Hanya ITB STIKOM Bali, Tidak Ada yang Lain

    Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar, Ida Bagus Dharmadiaksa: Hanya ITB STIKOM Bali, Tidak Ada yang Lain

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Denpasar,  Selasa  9  Februari  2021   Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar, Ida Bagus Dharmadiaksa: Hanya ITB STIKOM Bali, Tidak Ada yang Lain Ketua LLDikti Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si berbincang-bincang dengan Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak., C.A (Ketua Yayasan WDS Denpasar), Dr. Dadang Hermawan (Rektor ITB STIKOM Bali) dan […]

  • Peduli Masyarakat Terdampak Pandemi  XL Axiata Salurkan Donasi Rp 100 Juta Melalui PMI

    Peduli Masyarakat Terdampak Pandemi XL Axiata Salurkan Donasi Rp 100 Juta Melalui PMI

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Jakarta, Rabu  24 Juni 2020   Peduli Masyarakat Terdampak Pandemi XL Axiata Salurkan Donasi Rp 100 Juta Melalui PMI   JAKARTA,  INDEX  –  PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus berkomitmen untuk memberikan bantuan untuk masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19. Kali ini melalui program “Donasi Siaga Pandemi”, XL Axiata menyalurkan bantuan sebesar Rp 100 […]

  • Tanggapan atas Isu Transportasi Darat Berbasis Aplikasi yang Beroperasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai

    Tanggapan atas Isu Transportasi Darat Berbasis Aplikasi yang Beroperasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Kuta,  Selasa  24  Desember  2019   Tanggapan atas Isu Transportasi Darat Berbasis Aplikasi yang Beroperasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai   BALI,  INDEX   – Menanggapi isu yang beredar di jejaring sosial terkait keberadaan transportasi berbasis aplikasi yang beroperasi di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali. Dalam sebuah unggahan dalam laman jejaring […]

expand_less