Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Pemkab Bekasi Tandatangani Komitmen Penanganan Banjir dan Longsor

Pemkab Bekasi Tandatangani Komitmen Penanganan Banjir dan Longsor

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2020
  • visibility 127
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bekasi, Selasa 02 Juni  2020

 

Pemkab Bekasi Tandatangani Komitmen Penanganan Banjir dan Longsor

 

 

 

DKI, INDEX  – Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menghadiri rapat virtual penandatanganan dokumen komitmen bersama penanggulangan banjir dan longsor di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur (Jabodetabekpunjur) bersama Gubernur dan Bupati/Walikota di wilayah tersebut.

Penandatanganan dokumen komitmen bersama penanggulangan banjir dan longsor di kawasan Jabodetabekpunjur secara virtual itu dipimpin oleh Mentri Dalam Negeri Tito Karnavian serta turut dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil.

“Ini terkait antara satu daerah dengan daerah lainnya. Kita ketahui berapa tahun terjadi banjir di daerah DKI Jakarta dan sekitarnya bahkan di Bekasi, di Tangerang, Tangsel, di Depok, juga ada banjir. Di daerah lain di luar daerah ini juga banjir seperti di Kabupaten Bogor juga ada longsor di daerah-daerah hulu,” kata Tito dalam keterangan tertulis dari Puspen Kemendagri, Selasa (02/06/2020).

Menurut Tito, dalam masalah banjir, Jabodetabekpunjur tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Ini karena daerah hulu, terutama yang ada di wilayah Kabupaten Bogor, merupakan wilayah tangkapan air. Ketika di hulu ada banjir, daerah lainnya yang saling terhubung, seperti Kota Bogor, Depok, dan juga daerah-daerah hilirnya, seperti Jakarta, Bekasi, dan Tangerang, ikut terdampak.

Mendagri Tito menegaskan perlunya kegiatan bersama untuk menangani banjir di Jabodetabekpunjur yang juga jadi perhatian serius Presiden Jokowi. Di awal tahun lalu, Presiden sampai melakukan rapat dengan memanggil langsung para kepala daerah dan para menteri terkait.

“Saya juga hadir pada saat itu di Istana, di mana penyampaian dari Bapak Presiden perlu adanya kerja sama yang terpadu antara daerah-daerah hulu tengah dan hilir. Untuk itu sudah pernah kita inisiasi dari awal untuk melaksanakan rapat-rapat awal antara kementerian dan lembaga yang di pusat dan daerah dan kemudian Kemendagri juga mendorong untuk komunikasi, menjembatani antara langkah-langkah pusat dan daerah,” katanya.

Selain langkah dari daerah, intervensi dari pusat untuk mendukung kerja sama dan integrasi di daerah dilakukan. “Prinsip utama di bagian hulu adalah manajemen area atau daerah tangkapan air ini betul-betul dapat difungsikan, terutama masalah penataan ruang kembali untuk peruntukan penangkapan air, termasuk penghijauan sehingga tidak terjadi longsor yang menjadi bencana tersendiri untuk di daerah tangkapan air tapi juga untuk mengurangi debit air yang turun ke daerah tengah dan daerah hilir,” urai Mendagri.

Di daerah tengah, katanya, aliran air diharapkan bisa berjalan lancar sehingga bisa mengurangi debit air maka perlu dibangun tempat penampungan-penampungan terutama di daerah Bogor, Depok, baik kota maupun kabupaten.

“Selanjutnya untuk daerah hilir sendiri perlu penataan dan manajemen tersendiri juga di antaranya adalah ‘perimbangan’ sungai, sistem kanal yang ada. Sehingga airnya dapat lancar mengalir, tidak terjadi penyempitan yang mengakibatkan penyumbatan, juga pintu-pintu air yang memadai dan kemudian tidak mampet. Di samping itu juga resapan-resapan air dalam bentuk biopori sehingga tidak terjadi air menggenang yang berlebihan ke daerah-daerah atau tempat-tempat yang menuju daerah aliran sungai atau sistem aliran sungai yang lain,” katanya.

” Di daerah hilir pun tidak terdapat debit air yang sangat berlebihan dan kemudian bisa mengalir dengan baik serta dapat dikurangi karena adanya resapan-resapan dan biopori. Ini semua dicanangkan dan kemudian setelah dirasionalisasikan karena adanya realokasi dan refocusing anggaran dengan adanya krisis COVID-19 maka telah identifikasi sebanyak 584 kegiatan dengan anggaran total lebih kurang Rp 35 triliun yang dikerjakan. Sudah diatur kesepakatan dalam rapat teknis, siapa berbuat apa,” katanya.

Misalnya, kata Menteri Tito, untuk kementerian di pusat, telah diatur melaksanakan apa. Kemudian di daerah hulu baik provinsi maupun kabupaten dan kota, juga diatur akan melaksanakan apa. Item-item-nya sudah ada. Di daerah tengah dan hilir, telah ditentukan juga apa yang mesti dikerjakan.

“Siapa yang melakukan, di mana lokasinya. Cukup rinci meskipun nantinya masih terbuka kalau nanti ada ide-ide baru atau ada yang belum pas. Yang paling penting saya kira adanya kesepakatan antara tim teknis maka di tingkat pengambil kebijakan baik pusat maupun daerah juga memiliki kesepakatan yang sama untuk bersama-sama bekerja sama menangani permasalahan banjir ini. Oleh karena itulah maka kegiatan sore hari ini sangat penting sekali untuk agreement kita secara resmi antara semua stakeholder yang terkait,” ujarnya.

Menteri Tito pun berharap setelah MoU (Memorandum of Understanding) ini akan dilanjutkan dengan langkah-langkah nyata sehingga terbentuk sistem yang terpadu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengairan dan Sumber Daya Air (PSDA) PUPR Kabupaten Bekasi Nurchaidir mengatakan dengan dilakukannya penandatanganan komitmen ini, penanganan banjir di wilayah Jabodetabekpunjur diharapkan dapat terintegrasi karena satu sama lain saling berkaitan terutama dari bagian hulu, bagian tengah dan bagian hilir

“Bekasi sendiri termasuk bagian hilir, jadi dengan adanya kerjasama ini penanganan banjir dan longsor bisa kita integrasikan, dan bisa kita sinkronkan kegiatan- kegiatannya. Saya harap, agar banjir bisa berkurang dan penanganannya bisa secara maksimal,” tandasnya.

( Hartono )

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Serahkan Bantuan CSR 826 Juta Rupiah di 8 Kabupaten/ Kota di Bali

    PLN Serahkan Bantuan CSR 826 Juta Rupiah di 8 Kabupaten/ Kota di Bali

    • calendar_month Rabu, 30 Des 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Karangasem,  Rabu  30  Desember  2020   PLN Serahkan Bantuan CSR 826 Juta Rupiah di 8 Kabupaten/ Kota di Bali   BALI,  indonesiaexpose.co.id  – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam program PLN Peduli berupa bantuan Rumah Ibadah, Sarana & Prasarana Umum, Pendidikan & Pelatihan, Pengentasan Kemiskinan, dan Pelestarian […]

  • Cegah Penyebaran Covid 19, Pemkot Denpasar Sasar Pengemudi Ojol.

    Cegah Penyebaran Covid 19, Pemkot Denpasar Sasar Pengemudi Ojol.

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu  21  Maret  2020   Cegah Penyebaran Covid 19, Pemkot Denpasar Sasar Pengemudi Ojol.   BALI,  INDEX  –  Berbagai langkah dilakukan oleh Pemkot Denpasar untuk menekan dan mencegah penularan serta penyebaran covid 19 atau yang dikenal dengan virus corona di Kota Denpasar. Dengan mengerahkan semua potensi di OPD dilingkungan Pemkot Denpasar, tak henti hentinya […]

    • calendar_month Kamis, 4 Mei 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Gianyar, Kamis  04  Mei  2023 Hadiri Pembukaan Bali Spirit Festival, Wagub Cok Ace Harap Festival Ini Bisa Dukung Wellness Tourism     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menghadiri Pembukaan Bali Spirit Festival 2023, bertempat di Yoga Barn-Ubud, Gianyar, pada Rabu (3/5/2023) malam. Dalam sambutannya Wagub Cok Ace memberikan apresiasi […]

  • Pelaku Pariwisata All Out untuk Pansus TRAP Bali

    Pelaku Pariwisata All Out untuk Pansus TRAP Bali

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle 080
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu 11 April 2026 Pelaku Pariwisata All Out untuk Pansus TRAP Bali     Diskusi Publik yang digelar Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali,Bersama Pansus TRAP DPRD  Bali bertempat di Denpasar, Sabtu (11/4/2026).   Bali,  indonesiaexpose.co.id   — Isu pengendalian tata ruang Bali kembali memanas. Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali […]

  • Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov.Bali : Guna meminimalisir penyebaran Covid-19, telah melakukan kegiatan Vaksinasi yang ke 18 dengan total peserta mencapai 11.900 orang

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov.Bali : Guna meminimalisir penyebaran Covid-19, telah melakukan kegiatan Vaksinasi yang ke 18 dengan total peserta mencapai 11.900 orang

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat 23  Juli 2021 Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov.Bali : Guna meminimalisir penyebaran Covid-19, telah melakukan kegiatan Vaksinasi yang ke 18 dengan total peserta mencapai 11.900 orang   Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KaKPw BI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho di acara Vaksinasi Covid-19 massal, bertempat  di Plaza Renon,Denpasar, Jumat 23-7-2021 dan Sabtu  24-7-2021   Bali, indonesiaexpose.co.id  […]

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Denpasar,  Sabtu  5  Desember  2020

expand_less