Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Pemkab Bekasi Tandatangani Komitmen Penanganan Banjir dan Longsor

Pemkab Bekasi Tandatangani Komitmen Penanganan Banjir dan Longsor

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2020
  • visibility 201
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bekasi, Selasa 02 Juni  2020

 

Pemkab Bekasi Tandatangani Komitmen Penanganan Banjir dan Longsor

 

 

 

DKI, INDEX  – Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menghadiri rapat virtual penandatanganan dokumen komitmen bersama penanggulangan banjir dan longsor di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur (Jabodetabekpunjur) bersama Gubernur dan Bupati/Walikota di wilayah tersebut.

Penandatanganan dokumen komitmen bersama penanggulangan banjir dan longsor di kawasan Jabodetabekpunjur secara virtual itu dipimpin oleh Mentri Dalam Negeri Tito Karnavian serta turut dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil.

“Ini terkait antara satu daerah dengan daerah lainnya. Kita ketahui berapa tahun terjadi banjir di daerah DKI Jakarta dan sekitarnya bahkan di Bekasi, di Tangerang, Tangsel, di Depok, juga ada banjir. Di daerah lain di luar daerah ini juga banjir seperti di Kabupaten Bogor juga ada longsor di daerah-daerah hulu,” kata Tito dalam keterangan tertulis dari Puspen Kemendagri, Selasa (02/06/2020).

Menurut Tito, dalam masalah banjir, Jabodetabekpunjur tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Ini karena daerah hulu, terutama yang ada di wilayah Kabupaten Bogor, merupakan wilayah tangkapan air. Ketika di hulu ada banjir, daerah lainnya yang saling terhubung, seperti Kota Bogor, Depok, dan juga daerah-daerah hilirnya, seperti Jakarta, Bekasi, dan Tangerang, ikut terdampak.

Mendagri Tito menegaskan perlunya kegiatan bersama untuk menangani banjir di Jabodetabekpunjur yang juga jadi perhatian serius Presiden Jokowi. Di awal tahun lalu, Presiden sampai melakukan rapat dengan memanggil langsung para kepala daerah dan para menteri terkait.

“Saya juga hadir pada saat itu di Istana, di mana penyampaian dari Bapak Presiden perlu adanya kerja sama yang terpadu antara daerah-daerah hulu tengah dan hilir. Untuk itu sudah pernah kita inisiasi dari awal untuk melaksanakan rapat-rapat awal antara kementerian dan lembaga yang di pusat dan daerah dan kemudian Kemendagri juga mendorong untuk komunikasi, menjembatani antara langkah-langkah pusat dan daerah,” katanya.

Selain langkah dari daerah, intervensi dari pusat untuk mendukung kerja sama dan integrasi di daerah dilakukan. “Prinsip utama di bagian hulu adalah manajemen area atau daerah tangkapan air ini betul-betul dapat difungsikan, terutama masalah penataan ruang kembali untuk peruntukan penangkapan air, termasuk penghijauan sehingga tidak terjadi longsor yang menjadi bencana tersendiri untuk di daerah tangkapan air tapi juga untuk mengurangi debit air yang turun ke daerah tengah dan daerah hilir,” urai Mendagri.

Di daerah tengah, katanya, aliran air diharapkan bisa berjalan lancar sehingga bisa mengurangi debit air maka perlu dibangun tempat penampungan-penampungan terutama di daerah Bogor, Depok, baik kota maupun kabupaten.

“Selanjutnya untuk daerah hilir sendiri perlu penataan dan manajemen tersendiri juga di antaranya adalah ‘perimbangan’ sungai, sistem kanal yang ada. Sehingga airnya dapat lancar mengalir, tidak terjadi penyempitan yang mengakibatkan penyumbatan, juga pintu-pintu air yang memadai dan kemudian tidak mampet. Di samping itu juga resapan-resapan air dalam bentuk biopori sehingga tidak terjadi air menggenang yang berlebihan ke daerah-daerah atau tempat-tempat yang menuju daerah aliran sungai atau sistem aliran sungai yang lain,” katanya.

” Di daerah hilir pun tidak terdapat debit air yang sangat berlebihan dan kemudian bisa mengalir dengan baik serta dapat dikurangi karena adanya resapan-resapan dan biopori. Ini semua dicanangkan dan kemudian setelah dirasionalisasikan karena adanya realokasi dan refocusing anggaran dengan adanya krisis COVID-19 maka telah identifikasi sebanyak 584 kegiatan dengan anggaran total lebih kurang Rp 35 triliun yang dikerjakan. Sudah diatur kesepakatan dalam rapat teknis, siapa berbuat apa,” katanya.

Misalnya, kata Menteri Tito, untuk kementerian di pusat, telah diatur melaksanakan apa. Kemudian di daerah hulu baik provinsi maupun kabupaten dan kota, juga diatur akan melaksanakan apa. Item-item-nya sudah ada. Di daerah tengah dan hilir, telah ditentukan juga apa yang mesti dikerjakan.

“Siapa yang melakukan, di mana lokasinya. Cukup rinci meskipun nantinya masih terbuka kalau nanti ada ide-ide baru atau ada yang belum pas. Yang paling penting saya kira adanya kesepakatan antara tim teknis maka di tingkat pengambil kebijakan baik pusat maupun daerah juga memiliki kesepakatan yang sama untuk bersama-sama bekerja sama menangani permasalahan banjir ini. Oleh karena itulah maka kegiatan sore hari ini sangat penting sekali untuk agreement kita secara resmi antara semua stakeholder yang terkait,” ujarnya.

Menteri Tito pun berharap setelah MoU (Memorandum of Understanding) ini akan dilanjutkan dengan langkah-langkah nyata sehingga terbentuk sistem yang terpadu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengairan dan Sumber Daya Air (PSDA) PUPR Kabupaten Bekasi Nurchaidir mengatakan dengan dilakukannya penandatanganan komitmen ini, penanganan banjir di wilayah Jabodetabekpunjur diharapkan dapat terintegrasi karena satu sama lain saling berkaitan terutama dari bagian hulu, bagian tengah dan bagian hilir

“Bekasi sendiri termasuk bagian hilir, jadi dengan adanya kerjasama ini penanganan banjir dan longsor bisa kita integrasikan, dan bisa kita sinkronkan kegiatan- kegiatannya. Saya harap, agar banjir bisa berkurang dan penanganannya bisa secara maksimal,” tandasnya.

( Hartono )

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buka Pendidikan Perwira, Kapolri : “Lulus Jadi Agen Perubahan di Seluruh Lini Republik”

    Buka Pendidikan Perwira, Kapolri : “Lulus Jadi Agen Perubahan di Seluruh Lini Republik”

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Bandung, Selasa 03  Maret  2020   Buka Pendidikan Perwira, Kapolri : “Lulus Jadi Agen Perubahan di Seluruh Lini Republik”   Kapolri Jenderal Pol Drs ldham Azis, M.Si saat membuka Pendidikan Perwira Polri di Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, Selasa pagi (3/3/2020) (Foto: Bidhumas/indonesiaexpose.co.id)   Jawa Barat,INDEX  –  Kepala Kepolisian Republik lndonesia (Kapolri) Jenderal Pol Drs Idham […]

  • Pemimpin Teknologi XL Axiata Raih Penghargaan CIO100 ASEAN 2022

    Pemimpin Teknologi XL Axiata Raih Penghargaan CIO100 ASEAN 2022

    • calendar_month Rabu, 15 Feb 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Jakarta, Rabu  15  Februari  2023 Pemimpin Teknologi XL Axiata Raih Penghargaan CIO100 ASEAN 2022     Direktur & Chief Digital Transformation & Enterprise Business Officer XL Axiata, Yessie D Yosetya, berhasil meraih penghargaan CIO100 ASEAN 2022. Penghargaan ini diberikan kepada 100 pemimpin teknologi terbaik yang dinilai mampu memberikan perubahan terkait pemanfaatan teknologi. Yessie dinilai mampu […]

  • Dukung Pencegahan Covid-19, XL HOME Bantu Semprot Disinfektan di Perumahan Denpasar

    Dukung Pencegahan Covid-19, XL HOME Bantu Semprot Disinfektan di Perumahan Denpasar

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat 15 Mei 2020   Dukung Pencegahan Covid-19, XL HOME Bantu Semprot Disinfektan di Perumahan Denpasar     BALI, INDEX  –  PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melanjutkan komitmen mendukung upaya pemerintah mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia. Kali ini, melalui layanan XL HOME, dukungan diberikan berupa bantuan penyemprotan cairan disinfektan dan pengadaan alat untuk […]

  • Gusti Agung Diah Utari Deputy KpwBI Bali :  Dukung Sukseskan Pelaksanaan Desa Binaan Telajakan Bersemi

    Gusti Agung Diah Utari Deputy KpwBI Bali :  Dukung Sukseskan Pelaksanaan Desa Binaan Telajakan Bersemi

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Gianyar,  Kamis  21  Maret  2024 Gusti Agung Diah Utari Deputi KpwBI Bali :  Dukung Sukseskan Pelaksanaan Desa Binaan Telajakan Bersemi   Deputi KpwBI Bali Gusti Agung Diah Utari (kanan) di acara  penyerahan bantuan simbolis dari BI di Balai Banjar Temesi, Desa Temesi, Kab.Gianyar, Kamis (21/3/2024).   Bali, indonesiaexpose.co.id – Bank Indonesia Perwakilan Bali bersama Penjabat (Pj.) Ketua […]

  • Walikota Rai Mantra Ikuti Video Conference Bersama Mendagri  Bahas Sinergitas Pusat dan Daerah Dalam Percepatan Penanganan Covid-19

    Walikota Rai Mantra Ikuti Video Conference Bersama Mendagri Bahas Sinergitas Pusat dan Daerah Dalam Percepatan Penanganan Covid-19

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa 07  April  2020     Walikota Rai Mantra Ikuti Video Conference Bersama Mendagri Bahas Sinergitas Pusat dan Daerah Dalam Percepatan Penanganan Covid-19 Walikota Denpasar, IB Rai Dharmwijaya Mantra saat mengikuti video conferance bersama Mendagri dari Gedung Sewaka Dharma Kota Denpasar, Selasa (7/4/2020).   BALI,  INDEX  –  Guna mamastikan program percepatan penanganan Covid-19 terlaksana […]

  • Tiga Fraksi Minta BUPDA tidak berbenturan dengan BUMDes

    Tiga Fraksi Minta BUPDA tidak berbenturan dengan BUMDes

    • calendar_month Selasa, 8 Jun 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa 8 Juni  2021   Tiga Fraksi Minta BUPDA tidak berbenturan dengan BUMDes Suasana sidang paripurna DPRD Bali, Senin (7/6/2021).(Foto/Ist)   Bali, indonesiaexpose.co.id – Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali pada Senin, 7/6/2021 mengagendakan Jawaban Gubernur Bali Terhadap Pandangan Umum Fraksi-fraksi atas, Raperda Provinsi Bali tentang Baga Utsaha Padruwen Desa Adat di Bali, dan Raperda […]

expand_less