Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Perluasan Jaringan dengan Biaya Lebih Efisien XL Axiata Uji Coba Open RAN di Indonesia Timur

Perluasan Jaringan dengan Biaya Lebih Efisien XL Axiata Uji Coba Open RAN di Indonesia Timur

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 4 Des 2020
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,  Jumat  4  Desember  2020

 

Perluasan Jaringan dengan Biaya Lebih Efisien

XL Axiata Uji Coba Open RAN di Indonesia Timur

Teknisi XL Axiata sedang melakukan instalasi perangkat Remote Radio Unit di salah satu BTS XL Axiata yang berada di Kota Ambon, Jumat (4/12/2020). Pemasangan perangkat tersebut bagian dari uji coba implementasi teknologi Open RAN guna perluasan jaringan di daerah terpencil.

 

JAKARTA,  indonesiaexpose.co.id –   PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) akan terus memperluas jaringan di seluruh Indonesia, termasuk di area-arae kategori pelosok dan terpencil. Guna merealisasikan semua rencana perluasan jaringan itu, XL Axiata menjajaki penggunaan teknologi jaringan terbaru yang memungkinkan perluasan bisa dilaksanakan secara lebih efisien dari sisi biaya pembangunan dan kualitas hasilnya tetap terjaga. Salah satu teknologi terbaru yang siap diuji coba mulai akhir November 2020 ini adalah Open RAN (Radio Access Network), dengan mengambil lokasi di Kawasan Timur Indonesia.

Direktur Teknologi XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, “Saat ini kami sedang melaksanakan uji coba penerapan Open RAN di Ambon, Maluku. Ujicoba akan berlangsung mulai akhir November 2020 ini hingga akhir Desember 2020 nanti. Uji coba ini kami lakukan untuk memahami sejauhmana fungsi dan kapabilitas perangkat. Selain itu, kami juga ingin mengetahui sejauhmana jika diintegrasikan dengan jaringan XL Axiata yang telah ada saat ini, serta mekanisme operasional jaringannya.”

Gede menambahkan, teknologi Open RAN adalah teknologi perangkat radio akses yang mengadopsi konsep open interface, di mana operator dapat menggunakan kombinasi perangkat radio, seperti radio unit dan baseband, tanpa terikat pada salah satu merk/brand yang spesifik. Dengan konsep Open RAN ini, diharapkan dapat mendorong tumbuhnya pemain baru pada perangkat radio akses yang saat ini hanya didominasi oleh beberapa partner penyedia teknologi saja. Dengan tumbuhnya pemain pemain baru, inovasi dapat berkembang lebih cepat dan membantu menurunkan beban perangkat dan operasional yang ditanggung oleh operator.

RAN sendiri adalah bagian dari sistem telekomunikasi yang menghubungkan perangkat individual ke bagian lain jaringan melalui koneksi radio. RAN berada di antara peralatan pengguna, seperti ponsel, komputer, atau mesin apa pun yang dikendalikan dari jarak jauh, dan menyediakan koneksi dengan jaringan intinya. Dengan demikian bisa dipahami bahwa RAN merupakan komponen utama telekomunikasi nirkabel, yang saat ini telah berevolusi melalui generasi jaringan seluler menjelang 5G.

“Teknologi Open RAN menawarkan potensi inovasi dan struktur harga yang lebih bersaing. Kami memang berharap dapat memperluas jaringan dan layanan dengan biaya yang lebih sehat dan di saat yang sama tetap bisa memberikan kualitas layanan yang bagus bagi pelanggan. Dengan efisiensi beban biaya di sisi operator, kami akan bisa secara terus memperluas jaringan untuk bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas, bahkan untuk area area di pelosok seperti Kawasan Timur Indonesia ini,” lanjut Gede.

Menurut Gede, saat ini tim XL Axiata di Ambon sedang menyiapkan instalasi guna keperluan uji coba ini. Semua perangkat yang diperlukan juga telah sampai di lokasi. Persiapan dan uji coba akan memakan waktu sekitar satu bulan, hingga nanti siap untuk dilakukan first call melalui jaringan Open RAN tersebut dari lokasi di Ambon ke Jakarta. Setelah tahap uji coba tersebut, selanjutnya XL Axiata akan melangkah ke tahap selanjutnya berupa pilot project dengan menempatkan Open RAN di sekitar 100 titik lokasi yang sebagian besar berada di luar Jawa dan di area pelosok.

Komunitas Lan Open RAN

Dalam rangka penerapan teknologi Open RAN tersebut, XL Axiata juga bergabung ke dalam Komunitas Lab Open RAN. Menurut Gede komunitas tersebut beranggotakan Telecom Infra Project (TIP), GSMA, Pemerintah Indonesia, Universitas Telkom dan Operator seluler, dan bertujuan untuk menumbuhkan talenta digital dan ekosistem telekomunikasi yang kuat dan beragam, serta mendorong digitalisasi dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Komunitas ini diinisiasi oleh Pemerintah Indonesia dan Telecom Infra Project (TIP) & GSMA sebagai bentuk dukungan atas aspirasi pemerintah.

Dengan bergabung ke dalam komunitas ini, XL Axiata dapat mempercepat tumbuhnya ekosistem open ran di Indonesia, sehingga XL dapat memperluas layanan pada pelanggan dengan beban biaya yang lebih sehat sambil tetap menjaga kualitas pengalaman pelanggan.

(009)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Awali Tahun 2026, Wali Kota Denpasar Jaya Negara Dampingi Kunjungan Menpar RI di Kawasan Pariwisata Sanur.

    Awali Tahun 2026, Wali Kota Denpasar Jaya Negara Dampingi Kunjungan Menpar RI di Kawasan Pariwisata Sanur.

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis 01  Januari  2025 Awali Tahun 2026, Wali Kota Denpasar Jaya Negara Dampingi Kunjungan Menpar RI di Kawasan Pariwisata Sanur.     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Mengawali tahun 2026, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mendampingi kunjungan Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, Kamis (1/1/2026) siang, yang melaksanakan peninjauan sejumlah infrastruktur penataaan kawasan […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Jumat, 16 Des 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu 17  Desember 2022 Renungan  JOGER  

  • Lagi , Tim Yustisi Jaring 38 Orang Pelanggar Prokes

    Lagi , Tim Yustisi Jaring 38 Orang Pelanggar Prokes

    • calendar_month Selasa, 19 Jan 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  19  Januari  2021   Lagi , Tim Yustisi Jaring 38 Orang Pelanggar Prokes   BALI,  indonesiaexpose.co.id  –  Tim Yustisi Kota Dempasar kembali jaring 38 orang pelanggar protokol kesehatan saat melakukan penertiban protokol kesehatan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di simpang Jalan A.Yani – Jalan.Suradipa Wilayah Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara Selasa (19/1) hari […]

  • Sosialisasi Aplikasi Laut Nusantara  Kepada Mahasiswa dan Pelajar di Kawasan Timur Indonesia

    Sosialisasi Aplikasi Laut Nusantara Kepada Mahasiswa dan Pelajar di Kawasan Timur Indonesia

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Sorong, Kamis  18 Juni 2020   Sosialisasi Aplikasi Laut Nusantara Kepada Mahasiswa dan Pelajar di Kawasan Timur Indonesia   PAPUA,  INDEX  –  PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia terus bekerjasama mensosialisasikan aplikasi Laut Nusantara ke kalangan nelayan dan para pemangku kepentingan terkait […]

  • Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga Berdialog Dengan Lansia di Br. Merthayasa

    Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga Berdialog Dengan Lansia di Br. Merthayasa

    • calendar_month Sabtu, 27 Jan 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu 27 Januari 2024 Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga Berdialog Dengan Lansia di Br. Merthayasa   Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga (tengah), Tokoh Perempuan Sjamsiah Achmad (kedua dari kiri), Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, Staf Ahli Setda Kota Denpasar Bidang Perekonomian dan Pembangunan, I Gusti Ayu Ngurah Raini,Ketua GOW Kota […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  02  September  2025 Renungan  Joger  

expand_less